Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.
Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?
Ikuti Kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Miliarder Dalam Semalam
Pagi hari.
Sinar matahari menembus jendela kaca Presidential Suite yang berada di lantai tertinggi hotel mewah tersebut.
Alviano perlahan membuka matanya.
Selama beberapa detik ia masih merasa seperti sedang bermimpi.
Namun ketika melihat pemandangan kota Jakarta dari balik jendela setinggi langit-langit, ia langsung sadar.
Semua yang terjadi semalam adalah nyata.
Sistem benar-benar ada.
Uang sepuluh miliar rupiah benar-benar ada.
Dan dirinya kini bukan lagi pemuda malang yang diusir keluarganya.
DING!
Suara sistem kembali terdengar.
━━━━━━━━━━━━━━━
SISTEM DEWA KEKAYAAN TANPA BATAS
Host : Alviano Revende Xafier
Level : 1
Kekayaan Pribadi : Rp5.850.000.000
Mata Dewa Analisis : Lv.1
Poin Dewa Kekayaan : 0
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Utama
Habiskan Rp1.000.000.000 dalam 24 jam
Progress : Rp4.150.000.000 / Rp1.000.000.000
Status : Selesai
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tertegun.
"Selesai?"
Baru kemudian ia teringat bahwa dirinya telah menyewa Presidential Suite selama satu bulan.
Jumlah pengeluarannya bahkan telah melampaui target misi.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Selamat!
Misi Pertama Selesai!
Hadiah Sedang Dibagikan...
━━━━━━━━━━━━━━━
Transfer Rp100.000.000.000 Berhasil!
Skill Investasi Tingkat Dewa Telah Dipelajari!
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano hampir menjatuhkan ponselnya.
Seratus miliar rupiah!
Bahkan keluarga Xafier yang selalu membanggakan kekayaan mereka belum tentu memiliki uang tunai sebanyak itu.
Detik berikutnya, gelombang informasi memasuki otaknya.
Ribuan pengetahuan tentang saham.
Obligasi.
Pasar global.
Kripto.
Properti.
Strategi investasi.
Manajemen risiko.
Analisis fundamental.
Analisis teknikal.
Semua pengetahuan tersebut langsung melebur menjadi insting alami.
Seolah-olah dirinya telah menjadi investor profesional selama puluhan tahun.
"Skill ini terlalu mengerikan..."
gumamnya.
Jika sebelumnya ia hanya mengandalkan informasi dari Mata Dewa Analisis, sekarang dirinya bahkan mampu memahami seluruh peluang investasi dengan sangat mudah.
Saat itu juga sebuah ide muncul di kepalanya.
"PT Nova Teknologi."
Perusahaan yang dilihatnya semalam.
Jika prediksi Mata Dewa benar, maka saham perusahaan itu akan melonjak lebih dari lima kali lipat.
Ini adalah kesempatan emas.
Satu jam kemudian.
Sebuah mobil sport hitam mengkilap berhenti di depan gedung sekuritas terbesar di Jakarta.
Mobil tersebut langsung menarik perhatian banyak orang.
Bentuknya futuristik.
Mesinnya mengeluarkan suara yang dalam dan elegan.
Para pengunjung yang melihatnya segera mengambil foto.
Ketika pintu mobil terbuka, Alviano keluar dengan pakaian kasual sederhana namun tetap terlihat sangat tampan.
Beberapa wanita langsung menoleh.
Bahkan beberapa pegawai wanita tampak terpana.
"Siapa dia?"
"Tampan sekali..."
"Artis?"
"Tidak tahu..."
Namun Alviano tidak memedulikan tatapan tersebut.
Ia langsung memasuki gedung.
Dengan bantuan sistem dan dana yang dimilikinya, ia segera membuka akun premium.
Lalu menginvestasikan puluhan miliar rupiah ke PT Nova Teknologi.
Setelah transaksi selesai, senyum tipis muncul di wajahnya.
Jika prediksi sistem benar.
Dalam waktu seminggu.
Kekayaannya akan meningkat berkali-kali lipat.
Saat itulah suara sistem kembali muncul.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Baru Ditemukan!
Menjadi Miliarder Sebelum 30 Hari
Progress : Rp105.850.000.000 / Rp1.000.000.000.000
Hadiah :
• Paket Hadiah Epik
• Skill Negosiasi Tingkat Dewa
• Mystery Box Emas
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano mengangkat alis.
Satu triliun rupiah.
Target yang terdengar mustahil.
Namun bagi dirinya yang memiliki sistem, hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.
"Menarik."
Siang hari.
Alviano memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan paling mewah di Jakarta.
Sudah bertahun-tahun ia hidup dengan pakaian sederhana.
Bukan karena tidak mampu.
Melainkan karena keluarganya sengaja membatasi semua fasilitas yang bisa ia gunakan.
Kini ia ingin menikmati hasil dari kehidupannya yang baru.
Begitu memasuki mall mewah tersebut, para pengunjung langsung memperhatikannya.
Penampilannya memang sederhana.
Namun aura dan wajahnya terlalu mencolok.
Ia masuk ke sebuah butik internasional.
Seorang pramuniaga wanita mendekat.
"Selamat datang, Tuan."
"Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Tunjukkan koleksi terbaik kalian."
"Baik, Tuan."
Satu jam kemudian.
Alviano membeli berbagai pakaian mewah.
Jam tangan premium.
Sepatu eksklusif.
Dan berbagai aksesoris lainnya.
Total pembelian mencapai lebih dari dua miliar rupiah.
Namun saat dirinya hendak keluar dari butik.
Sebuah suara mengejutkan terdengar.
"Alviano?"
Ia menoleh.
Dan langsung melihat sosok yang sangat dikenalnya.
Seorang wanita cantik dengan tubuh proporsional.
Rambut panjang hitam.
Wajah elegan.
Dia adalah mantan kekasihnya.
Nadira Wijaya.
Alviano sedikit terkejut.
Ia tidak menyangka akan bertemu wanita itu di sini.
Nadira juga tampak kaget.
"Benarkah ini kamu?"
Alviano tersenyum tipis.
"Lama tidak bertemu."
Namun sebelum Nadira sempat berbicara.
Seorang pria berpakaian mahal datang dari belakang.
Tangannya langsung merangkul pinggang wanita itu.
"Nadira, siapa dia?"
Pria itu memandang Alviano dengan tatapan meremehkan.
"Aku mantan pacarnya."
jawab Nadira jujur.
Seketika pria itu tertawa.
"Oh."
"Jadi ini si pecundang yang pernah kamu ceritakan?"
Tatapan pria tersebut penuh penghinaan.
Alviano mengenal tipe orang seperti ini.
Orang kaya yang merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Sayangnya.
Ia sudah tidak lagi peduli.
Namun pria itu justru semakin menjadi-jadi.
"Aku dengar kau diusir keluargamu?"
"Tidak punya pekerjaan?"
"Tidak punya masa depan?"
Beberapa pengunjung mulai memperhatikan.
Mereka penasaran dengan situasi yang terjadi.
Nadira tampak tidak nyaman.
"Rendy, cukup."
Namun pria bernama Rendy itu tidak berhenti.
Sebaliknya ia tersenyum sombong.
"Kebetulan sekali."
"Aku baru saja membeli jam tangan seharga lima ratus juta."
"Aku penasaran apakah kau pernah melihat uang sebanyak itu."
Suasana menjadi hening.
Namun tiba-tiba...
Alviano tertawa kecil.
Membuat semua orang bingung.
"Lucu."
"Hah?"
Rendy mengernyit.
Alviano menunjuk jam tangan di tangannya.
"Itu edisi lama."
"Selain itu harganya bukan lima ratus juta."
"Waktu peluncuran hanya sekitar tiga ratus enam puluh juta."
"Dan sekarang nilai pasarnya turun."
Wajah Rendy langsung berubah.
Karena semua yang dikatakan Alviano benar.
Skill Investasi Tingkat Dewa memberinya pengetahuan luas tentang berbagai aset mewah.
Termasuk jam tangan koleksi.
Para pengunjung mulai berbisik.
Rendy merasa malu.
Namun sebelum ia bisa membalas.
Alviano mengeluarkan jam tangan yang baru dibelinya beberapa menit lalu.
Mata semua orang langsung membelalak.
Karena itu adalah salah satu jam tangan paling langka di dunia.
Nilainya mencapai miliaran rupiah.
Bahkan jauh di atas milik Rendy.
Wajah pria itu langsung memucat.
Sedangkan Nadira menatap Alviano dengan tidak percaya.
Apa yang terjadi padanya?
Mengapa mantan pacarnya yang dulu selalu diremehkan kini terlihat begitu berbeda?
Aura percaya dirinya.
Pembawaannya.
Dan bahkan kekayaannya.
Semuanya berubah drastis.
Alviano hanya tersenyum.
Lalu berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun lagi.
Bagi dirinya sekarang.
Orang seperti Rendy tidak layak menjadi lawan.
Malam hari.
Saat Alviano kembali ke hotel.
Suara sistem terdengar lagi.
DING!
━━━━━━━━━━━━━━━
Misi Acak Terpicu!
Beli Sebuah Properti Bernilai Lebih Dari Rp20 Miliar Dalam 3 Hari
Hadiah :
• Rp50 Miliar
• Skill Manajemen Bisnis Lv.1
• Poin Dewa Kekayaan x100
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tersenyum.
"Properti?"
Kebetulan sekali.
Dirinya memang berencana membangun kerajaan bisnis sendiri.
Membeli properti hanyalah langkah awal.
Namun saat ia sedang memikirkan rencana berikutnya.
Ponselnya tiba-tiba berdering.
Nomor tidak dikenal.
Alviano mengangkat telepon.
"Halo?"
Beberapa detik kemudian.
Ekspresinya berubah menjadi dingin.
Karena suara yang terdengar dari seberang telepon adalah suara yang sangat dikenalnya.
"Ayahmu mengalami masalah."
"Kalau kau masih menganggap dirimu bagian keluarga Xafier, pulanglah."
Alviano terdiam.
Lalu perlahan menatap lampu-lampu kota di luar jendela.
Setelah semua penghinaan.
Setelah semua perlakuan buruk.
Kini keluarga yang membuangnya tiba-tiba mencarinya kembali?
Senyum dingin muncul di sudut bibirnya.
"Menarik."
"Sepertinya mereka mulai membutuhkan aku."
Dan tanpa disadari oleh keluarga Xafier...
Pemuda yang dulu mereka hina telah berubah menjadi seseorang yang tidak lagi bisa mereka kendalikan.
[Tamat Bab 2]