Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.
Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.
Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita Lihat Saja Nanti!!
Sudut bibir Lily melengkung membentuk senyum dingin saat ia menekan tombol panggil.
Nada sambung mulai terdengar, dan seketika perhatian semua orang tertuju pada ponsel itu, menunggu suara dari seberang sana.
Dengan satu gerakan, Lily mengaktifkan pengeras suara lalu mendekat ke arah Miles sambil menyunggingkan senyum sinis.
"Semoga kau menikmati menit-menit terakhir ibumu dirawat di rumah sakit," bisiknya percaya diri.
Miles tidak menjawab. Ia tetap berdiri dengan kedua tangan rileks di samping tubuhnya.
Para tamu menunggu. Sebagian besar dengan penuh antusias, sementara yang lain mulai menunjukkan raut tidak nyaman. Meski begitu, tidak seorang pun berkata apa-apa.
"Halo?" terdengar sebuah suara dari seberang telepon.
Kelvin melangkah maju lalu mendekatkan mulutnya ke arah ponsel. Ia merapikan jasnya yang memang sudah terlihat sempurna, kemudian mengambil ponsel dari tangan Lily.
"Selamat malam, Tuan Lucky. Ini Kelvin. Kelvin Stewart, asistenmu."
Terjadi jeda singkat sebelum suara dari pengeras kembali terdengar.
"Oh! Jadi kau, Kelvin. Ada apa? Sudah cukup larut. Terus terang aku tidak menyangka kau akan menelepon malam-malam begini," kata Tuan Lucky dari seberang telepon.
Kelvin tertawa pelan, "Ya, Tuan. Maaf mengganggumu selarut ini. Tapi aku tidak akan menelepon kalau memang bukan sesuatu yang penting."
Di seberang sana, Tuan Lucky tertawa kecil. "Kau salah satu dari sedikit orang yang akan kujawab panggilannya pada jam seperti ini. Kurasa kau memang pantas mendapatkan keistimewaan itu. Lagipula, aku masih berutang budi kepadamu, bukan?"
Senyum Kelvin semakin lebar. "Benar, Tuan. Dan malam ini aku berharap bisa menagihnya. Kau masih ingat saat kau kehilangan map berisi laporan keuangan kuartalan? Map yang hampir membuatmu mendapat masalah besar?"
Nada suara Tuan Lucky berubah lebih serius. "Mana mungkin aku melupakannya? Kau menemukannya tepat pada waktunya. Aku bahkan sempat ingin mengusulkan kenaikan gaji dua puluh persen sebagai penghargaan atas bantuanmu, ingat?"
Kelvin kembali tertawa kecil. "Aku ingat. Tapi waktu itu aku bilang lebih memilih meminta satu bantuan saat benar-benar membutuhkannya."
"Dan aku memang bersungguh-sungguh. Aku masih memegang ucapanku, Tuan Stewart. Apapun itu, selama masih dalam kemampuanku, cukup katakan saja," ujar Tuan Lucky. "Apapun yang kau butuhkan, tinggal katakan saja."
Kelvin mengangkat kepalanya lalu menatap Miles dengan senyum tipis.
Namun ekspresi Miles sama sekali tidak berubah. Ia hanya berdiri memandangi mereka dengan ekspresi geli.
Kelvin kembali memusatkan perhatian pada ponselnya lalu berdeham dengan sengaja. "Begini, Tuan, malam ini adalah malam yang istimewa. Lily dan aku baru saja bertunangan. Maksudku, Lily Wycliff. Semua ini sedang berlangsung sekarang."
Beberapa tamu memberikan tepuk tangan sopan.
Sebagian saling berpandangan, tidak yakin apakah mereka memang harus bertepuk tangan. Yang lain tetap diam sambil memperhatikan Miles.
"Tapi sayangnya," lanjut Kelvin, "kami menghadapi... gangguan yang tidak diinginkan. Ada seorang pria bernama Miles Sterling. Dia berusaha merusak acara perayaan ini."
Nada suara Tuan Lucky berubah. "Begitukah. Lalu apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?"
Suara Kelvin terdengar semakin percaya diri. "Kau memiliki pengaruh yang sangat besar, Tuan, terutama di jaringan medis yang bekerja sama dengan NexaChain Global. Menurutku Miles perlu diberi pelajaran. Ibunya sedang dirawat di rumah sakit sekarang, dan aku ingin tahu apakah... Kau bisa menggunakan sedikit pengaruhmu. Suruh rumah sakit memulangkannya. Sekarang juga. Jangan beri perawatan apa pun. Tidak usah melakukan apa-apa."
Terdengar suara terkejut di seluruh aula.
Seorang wanita di barisan depan langsung menutup mulutnya.
Sementara seorang pria bergumam pelan, "Kejam sekali.”
Namun Kelvin terus melanjutkan ucapannya.
"Selain itu, aku ingin dia masuk daftar hitam," tambahnya santai. "Di semua rumah sakit besar di kota ini. Dengan begitu, Miles akan terlalu sibuk menyelamatkan nyawa ibunya sehingga tidak akan pernah berani muncul di sini lagi."
Tuan Lucky terdiam sejenak. "Apakah kau yakin dengan permintaan ini, Kelvin? Ini permintaan yang sangat serius."
"Tentu saja," jawab Kelvin tanpa ragu. "Aku hanya meminta waktumu dua menit, Tuan. Hanya itu. Setelah ini, anggap saja hutang budi itu lunas."
Beberapa detik berlalu dalam keheningan, seolah-olah Tuan Lucky sedang mempertimbangkan permintaannya.
"Baiklah," kata Tuan Lucky setelah beberapa saat. "Kalau memang itu yang kau inginkan. Aku akan segera menghubungi pihak manajemen rumah sakit. Tapi aku membutuhkan nama pasiennya."
Lily melangkah maju.
"Mega Sterling," katanya dengan jelas sambil mengangkat dagunya tinggi. "Itu nama wanita tua gila itu."
Mata Miles sedikit menyipit. Ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh orang yang disebut Tuan Lucky itu.
Namun ia tetap tidak mengatakan apa pun.
Tuan Lucky menjawab, "Baik, dimengerti. Beri aku waktu dua menit. Aku akan menelepon kembali setelah semuanya selesai."
Sambungan telepon pun terputus.
Kelvin perlahan menurunkan ponselnya, sementara kesombongan terpancar jelas dari seluruh sikapnya. Ia menoleh ke arah Miles sambil mengangkat bahu, lalu dengan sengaja menepuk-nepuk debu tak terlihat di dada Miles.
"Nah, sudah dengar sendiri, kan?" katanya dengan nada penuh kepuasan. "Dua menit, Miles. Hanya dua menit. Setelah itu, ibumu yang tercinta akan terbaring di pinggir jalan. Semoga saja dia sempat membawa selimut."
"Tahu tidak... sebenarnya aku ini pria yang sangat baik. Aku masih ingin memaklumi kesombonganmu. Tapi kau sudah melewati batas. Dan ibumu yang malang akan menanggung akibatnya," bisiknya tepat di depan wajah Miles.
Lily menyelipkan tangannya ke lengan Kelvin.
"Seharusnya sejak awal kau tahu diri dan tidak bersikap sok di depan kami," katanya dengan nada dingin. "Tanpa aku, kau bukan siapa-siapa. Kau tinggal di rumahku. Kau memakai pakaian yang kubelikan. Kau makan dari uangku."
Kelvin terkekeh pelan.
"Dan sekarang?" katanya. "Semuanya sudah berakhir. Akhirnya kau akan tahu dimana tempatmu yang sebenarnya."
Miles akhirnya bergerak. Ia menundukkan pandangannya ke lantai sesaat, lalu kembali mengangkat kepala—pandangan matanya terkunci pada Kelvin, lalu Lily.
"Jadi menurut kalian ini yang disebut kekuasaan?" tanyanya dengan suara cukup keras untuk didengar semua orang.
Kelvin mengangkat sebelah alisnya. "Maaf?"
"Ini," ulang Miles. "Pertunjukan kecil ini. Menyakiti seseorang yang tidak berdaya. Memanfaatkan apa yang kalian sebut sebagai koneksi untuk mengancam seorang wanita yang sedang sekarat. Mempermalukan orang di depan umum. Menelepon sana-sini. Tersenyum palsu. Menurut kalian, ini yang disebut kekuasaan?"
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍