Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN DI GURUN KEMATIAN
Malam itu angin terasa sangat berat Di kawasan amerika Serikat Bagian barat paling ujung tepatnya di kawasan arizona malam itu Angin kering Arizona menyapu permukaan beton yang retak membawa butiran pasir yang perlahan-lahan menusuk kulit paling dalam.
ditengah laboratorium paling dalam seorang laki laki berjongkok Matanya tajam Seperti hewan buas yang haus darah dia adalah Yas anggara pratama dunia pembunuh bayaran mengenalnya the killer blood ice Jemarinya bergerak mekanis mengasah mata karambit gandanya Bunyi gesekan logam terdengar tak teratur seolah mencoba meredam detak jantung yang berpacu begitu kencang angga datang membawa misi dari seseorang yang membayarnya untuk melenyapkan seluruh experiment manusia yang berada di Arizona.
tiba tiba dari dalam lorong laboratorium suara Desing peluru memecah keheningan sebuah bayangan kecil bergerak seperti hembusan angin ditengah padang tandus kelincahannya tidak masuk akal dia menari di lorong-lorong gelap ternyata dia adalah kim nayla gadis psikopat yang membunuh dengan senyuman kedatangannya ke Arizona adalah untuk melenyapkan angga karena dengan lancangnya angga menganggu proyek pemerintah.
dor
dor
dor
Peluru itu melesat cepat kearah angga sepersekian detik angga langsung cepat menghindarinya dengan berguling ke belakang.
"Haha seru sangat seru" tawa psikopat nayla bergema di dalam laboratorium
"cihh ternyata kau gadis psikopat" angga berdecih kesal melihat nayla datang
tanpa aba-aba angga melempar kerambitnya ke arah nayla, senjatanya bergerak sangat cepat dan presisi namun nayla bergerak lebih Cepat dia menghindarinya dengan gerakan berputar kesamping
"cih dasar laki-laki bodoh kau sangat lambat" nayla berdecih mengejek angga
pertarungan angga dan nayla pecah suara senjata tajam dan pistol terdengar keras, namun nayla kalah cepat, karambit angga telah menggores pipi cantik nayla, darah tidak berhenti mengalir seperti air hujan jatuh ke bumi.
"sialan beraninya kau!"umpat nayla kesal karena angga menggores pipi cantiknya
"Kau akan mati disini gadis psikopat" umpat angga dengan nada suaranya sangat dingin!!
dor
dor
nayla terus menembak angga tanpa henti saat ini dia menggila namun angga menghindar cepat lari dari satu pilar ke pilar lainnya namun nayla tidak berhenti.
dor
dor
tembakan nayla terus memecah langit langit dia seperti kerasukan setan tembakan demi tembakan terus melaju kencang kearah angga sepersekian detik, angga lengah salah satu peluru tepat bersarang di bahu kanan angga darah membasahi lengan bajunya.
"akhh sialan!" teriak angga kesakitan peluru nayla tepat bersarang di bahunya
"haha Kita lihat siapa yang akan mati the killer bllode ice" tawa psikopat nayla membuat siapapun yang mendengarnya akan ketakutan
angga melihat nayla lengah tanpa banyak kata Ia melompat menyerang dengan cepat Bunyi gesekan karambit menghantam kulit nayla sekali lagi darah mengucur deras dari tubuh nayla.
"sialan kau curang berengsek"nayla mengumpat kepada angga
"haha itu bukan curang gadis psikopat Itu cerdas"angga tertawa merendahkan nayla.
srak
Srak
Dor
Dor
"kau tau kenapa banyak yang mengejarmu?" tanya nayla di tengah-tengah pertempuran
"karena aku tampan" jawab angga percaya diri! angga memang sangat tampan gadis mana saja akan jatuh cinta dengannya
"Cihh kau terlalu percaya diri Berengsek"nayla berdecih karena angga terlalu percaya diri
pertarungan mereka terus berlanjut tidak ada yang mau mengalah apa lagi kalah dor dor srak srak suara senjata mereka terus menggema.
di tengah-tengah pertempuran"hey pria bodoh mari kita hentikan sebentar"nayla berkata kepada angga untuk menghentikan pertarungan
"mari kita hentikan sementara" balas angga!! "hanya untuk semantara kalau nanti kau akan mati gadis psikopat" angga berkata kembali!
mereka menghentikan pertempuran untuk sementara! angga bersembunyi di balik tembok laboratorium tangannya bergerak cepat mengeluarkan peluru yang bersarang akibat tembakan Nayla
"akhh sialan ini benar-benar sakit" umpat angga kesakitan! Dia merobek pakaiannya sendiri untuk membalut luka di bahunya.
nayla mengeluarkan alat jahit untuk menjahit pipinya "dasar angga sialan beraninya dia menggores wajah cantikku" kesal nayla, dia menjahit luka di pipinya dengan rapi supaya tidak meninggalkan bekas
"akhh sialan"nayla kembali berteriak pelan sambil membalut lengannya juga terluka akibat angga
"angga!" nayla berteriak keras bukan untuk memanggil namun untuk peringatan bahwa dia akan menyerang kembali.
"Ada apa gadis sialan" angga membalas
Namun tanpa angga sadari nayla telah berada di dekatnya nayla menarik pelatuknya!
sepersekian detik angga tersadar ia langsung menghindari tembakan yang mengarah kepadanya, pertarungan sengit antara mereka berlanjut panjang karena tidak ada yang mau mengalah
"kau sangat keras kepala bocah" kesal angga ditengah-tengah pertempuran
nayla tidak membalas dia hanya tertawa senang menanggapi perkataan angga.
BOM
ledekan terdengar keras dari bagian luar laboratorium ledekannya mengguncang lantai di tempat angga dan nayla yang sedang bertarung
"guncangan apa ini mengganggu saja"nayla kesal karena ledekan mengganggu kesenangannya.
kematian terkadang lebih baik daripada kau tetap hidup tapi tidak bermanfaat untuk orang lain.
BERSAMBUNG...