Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Tempat Aneh
Gerakan Anya terhenti kala sebuah tangan berada di pergelangan tangannya, Gadis itu menoleh tatapannya tajam ke arah Panglima Barata
" Mohon maaf Yang Mulia Puteri Agung, hamba tidak bermaksud tidak sopan dengan Yang Mulia Puteri Agung. Hamba hanya tidak mau Puteri Agung Sari Mayang meninggal kan Rumah Yang Mulia Ibu Agung " Jelas Panglima Barata dengan suara tegas berwibawa.
Anya mangut-mangut kepalanya berdenyut nyeri mendengar perkataan Panglima tersebut yang sangatlah Formal dan kaku sekali. Ia sampai heran ini di abad ke berapa masih adakah orang sesopan ini?
Kedua bola mata Almond nya, memutar kesana-kemari menelisik keberadaan nya kali ini mata nya tetiba membola saat melihat hal yang tidak pernah ia lihat sebelum nya.
Hamparan rumput hijau yang begitu hijau dan asri, mengguarkan bau embun yang menyejukan hati kupu-kupu berterbangan — seolah mengikuti irama. Ia menggeleng kan kepalanya ini bukan kota yang ia huni selama ini,
Tatapannya ter tumbuk kepada dua sosok lelaki yang ada di hadapannya, ia melipat tangannya dan menaruhnya di dada tatapannya tajam " Tempat aneh apa ini? "
Kedua Panglima beda drajat itu menatapnya heran, ada apa dengan Puteri Agung apakah gadis ini hilang ingatan sehabis latihan tadi? Ataukah ia masih Terlelap dalam bunga - bunga tidur?
" Puteri Agung ini adalah Taman Kerajaan Bulan Emas, Wilayah kekuasan Yang Mulia Ibu Agung Zhoujia " Jelas Panglima Barata dengan sopan. Anya mangut-mangut tetiba dahinya berkerut
" Siapa Ibu Agung?, mama ku? " Tanya Anya membuat kedua Panglima itu menggeleng mereka menatap Anya dengan tatapan heran.
" Ibu Agung adalah Permaisuri dari Kaisar lama, atau bisa di katakan Ibunda dari Kaisar seperti itu Puteri Agung " Jelas Arta
" Oh maksud kamu, Omah? " Tanya Anya membuat Panglima Arta menggaruk-nggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Kenapa garuk-garuk?, panuan? " Tanya Anya tetiba membuat keduanya berkerut dahi
" Apa itu Panu Puteri Agung? " Tanya Panglima Arta Polos sontak Anya tertawa melihat kepolosan. Lelaki bersurai melewati punggung tersebut
" Kalian bodoh sekali! " Cebik Anya membuat lelaki itu sama-sama tidak mengerti apa yang dikatakan, wanita tersebut " Puteri Agung mari kita kembali Kediaman Ibu Agung " Ajak Panglima Barata sembari melangkah maju seolah tameng bagi wanita tersebut.
Anya mangut-mangut, ia mengikuti lelaki yang memandunya sedangkan Panglima Arta berdiri di belakang nya melindungi Gadis yang merupakan kesayangan Kaisar nya.
" 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪?, 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘯𝘺𝘢? 𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘦𝘪𝘯𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢𝘴𝘪?... " Batin Anya
Tatapannya mengarah ke beberapa tempat yang begitu indah mereka lewati, begitu beda dengan kota yang ia tempati. Tidak ada namanya gedung menjulang tinggi orang berlalu lalang, suara kendaraan yang memekakkan telinga hanya ada sebuah kicauan burung yang menyejukan pendengarannya.
" Yang Mulia Puteri Agung kita sudah sampai di kediaman Yang Mulia Ibu Agung " Kata Barata ia menghentikan langkahnya tepat di sebuah gerbang tinggi yang mengelilingi sebuah Rumah yang begitu besar sekali.
Gerbang tersebut di hiasi berberapa Bunga-bunga mawar berwarna warni. Begitu indah harum semerbak bunga menelusup masuk ke rongga penciuman mereka,
" Selamat datang kembali Yang Mulia Puteri Agung Sari Mayang Dari Dinasti Lii, Serta selamat datang Panglima Barata Zhou, Panglima Arta " Para prajurit menyambut mereka yang berada di dekat Gerbang Kediaman Ibu Agung.
" Beri Hormat pada yang Mulia Puteri Agung Sari Mayang! " Perintah Barata Zhou dengan suara lantang,
Empat prajurit, menekuk lutut mereka menaruh tangan mereka yang kanan di dada dan yang kiri di tanah kepalanya menunduk hormat. " Sembah kami kepada Yang Mulia Puteri Agung Sari Mayang , dari Dinasti Lii Leluhur selalu Memberkati Yang Mulia Puteri Agung Sari Mayang " Ucap mereka serempak dengan nada hormat
Anya, yang sekarang bereinkarnasi sebagai Puteri Agung Sari mayang hanya menganggukkan kepalanya. Barata Zhou menggestur dengan jemari telunjuknya ke arah Prajurit agar membuka kan Gerbang tersebut,
Para prajurit membuka gerbang kediaman Ibu Agung, Anya melangkah kan kakinya masuk ke dalam kediaman tersebut. Yang begitu besar sekali begitu mirip istana — begitu banyak bunga-bunga yang mengharumkan bila tercium olehnya ia tersenyum senang mimpi apa ia semalam bisa datang ke tempat tersebut?
Apakah ini di Syurga? Atau dimana?, ia ingin berterimakasih ke Janeeta telah mengirimkan nya ke negeri dogeng tersebut. Ia berjalan mendekati bunga- bunga nan indah tersebut ia mengambil nya lalu menyelipkan nya di antara sela daun telinganya,
Begitu indah sekali, "panglima lihat bukankah, Puteri Agung tidak suka bermain Bunga?.. Dia bukankah lebih menyukai bermain pedang? " Tanya Arta yang begitu bingung sekali dengan perubahan Puteri Agung nya,
" Entahlah! " Sahut Barata Zhou ia mengangkat bahunya Acuh,