NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Antagonis

Arumi memegang kepalanya yang berdenyut kencang. "Zaviar... Ravindra?" gumamnya lirih. Suaranya terdengar serak, namun ada nada asing yang membuat Arumi tertegun. Itu bukan suara aslinya yang tegas dan lantang. Suara ini terdengar lebih lembut, namun terdengar sangat rapuh dan bergetar.

‎Kesadaran menghantamnya seperti gada besi. Arumi mengingat semuanya sekarang. Kejadian tersengat listrik di dapur, drama "Posesif Suami Dingin", dan ingatan-ingatan asing yang baru saja membanjiri otaknya.

"Jangan bercanda..." Arumi menatap kedua tangannya sendiri. Di bawah temaram cahaya obor, ia bisa melihat gaun sutra merah tua yang kini kotor penuh debu dan robek di beberapa bagian. Di pergelangan tangannya yang kurus, ada bekas memar keunguan akibat cengkeraman kasar para pengawal Zaviar dua minggu lalu.

‎Ia menyentuh wajahnya. Lapisan bedak yang tebal dan maskara yang luntur terasa lengket, kering, dan menjijikkan di kulitnya.

‎"Aku... bertransmigrasi? Ke dalam tubuh si Arumi badut ini?" Arumi tertawa kecil, sebuah tawa getir yang terdengar renyah di dalam keheningan sel bawah tanah. "Hebat sekali. Dari semua karakter, kenapa harus menjadi si menor yang mati mengenaskan di sel bawah tanah ini?"

‎Berdasarkan memori tubuh ini, Arumi Razeta yang asli telah mengurung diri dan menangis tanpa henti selama dua minggu penuh tanpa menyentuh makanan yang diantarkan pelayan karena frustrasi, marah-marah sesuai sifatnya yang manja, hingga akhirnya tewas akibat serangan panik dan dehidrasi. Tepat di saat itulah, jiwa Arumi sang pelatih silat masuk dan mengambil alih raga yang kosong ini.

‎Sebagai seorang wanita yang dibesarkan di lingkungan keras dan terlatih dalam ilmu bela diri sejak kecil, Arumi bukan tipe orang yang mudah menangis meratapi nasib. Sifat dasarnya yang bar-bar dan cuek segera mengambil alih situasi. Jika pemilik tubuh ini tewas karena lemah dan ketakutan, maka Arumi yang sekarang tidak akan membiarkan

‎Suara gesekan besi yang berat memotong keheningan. Langkah kaki yang teratur terdengar menuruni tangga batu, menggema di lorong bawah tanah yang sunyi. Arumi menajamkan pendengarannya. Langkah kaki itu tidak sendiri, ada dua atau tiga orang yang sedang berjalan menuju ke arah selnya.

‎Arumi memperbaiki posisi duduknya. Ia meluruskan kakinya yang terasa kaku, mencoba mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ada di tubuh rapuh ini dengan mengatur ritme napas internal—teknik dasar untuk memulihkan energi dalam dunia silat.

Sesosok pria paruh baya berpakaian pelayan rapi muncul di depan jeruji besi, diikuti oleh dua pengawal berbadan tegap di belakangnya. Pria paruh baya itu adalah Kepala Pelayan mansion, Albert. Tatapan matanya saat melihat Arumi tidak memiliki rasa hormat sedikit pun, hanya ada kedataran yang dingin dan sedikit rasa muak.

‎"Nyonya Besar," panggil Albert dengan suara formal tanpa emosi. "Masa hukuman Anda yang diperintahkan oleh Tuan Muda Zaviar telah berakhir hari ini. Anda diperbolehkan keluar."

‎Albert memberi isyarat kepada pengawal untuk membuka gembok jeruji besi. Pintu besi berat itu terbuka dengan derit panjang yang memekakkan telinga.

‎Arumi tidak langsung berdiri. Ia menatap Albert dari bawah ke atas, sebuah seringai tipis terukir di bibirnya yang pucat, membuat riasan wajahnya yang berantakan terlihat semakin mengerikan seperti karakter film horor.

‎"Oh, jadi si kaku itu akhirnya ingat kalau dia punya istri di sini?" ceplas-ceplos Arumi tanpa beban, suaranya terdengar santai namun menusuk.

‎Albert tersentak kecil. Alisnya bertaut mendengar nada bicara Arumi yang sama sekali tidak terdengar gemetar atau ketakutan seperti biasanya. Biasanya, Arumi akan langsung menangis, menjerit meminta ampun, atau memohon untuk dipertemukan dengan Zaviar seraya bersujud. Tapi wanita di depannya ini justru terlihat... sangat acuh tak acuh.

‎"Tuan Muda Zaviar meminta Anda segera membersihkan diri," lanjut Albert, mengabaikan sindiran Arumi dengan profesionalisme yang dipaksakan. "Malam ini, akan ada jamuan makan malam bersama Nona Clarissa, istri kedua Tuan Muda. Tuan Muda mengharapkan kehadiran Anda untuk meminta maaf secara langsung atas insiden dua minggu lalu."

‎Arumi mendengus remeh. Meminta maaf pada Calista? Istri kedua yang aslinya licik itu? Di dalam ingatan tubuh ini, Calista sengaja memprovokasi Arumi dan menjatuhkan dirinya sendiri agar Arumi dihukum oleh Zaviar.

‎"Minta maaf? Kulit dadanya saja belum lecet, sudah mau minta maaf," gerutu Arumi sambil memaksakan dirinya untuk berdiri.

‎Tubuh ini benar-benar lemas karena kurang nutrisi. Kakinya sempat goyah, namun dengan cepat Arumi menyeimbangkan tubuhnya menggunakan teknik tumpuan berat badan yang biasa ia ajarkan di padepokan. Kedua pengawal di depan pintu bersiap untuk memapahnya dengan kasar, namun Arumi langsung mengangkat tangannya, memberi tanda penolakan yang tegas.

‎"Jangan sentuh. Gue bisa jalan sendiri. Tangan kalian bau minyak rambut murah, bikin mual," ketus Arumi dengan wajah lempeng, reflek menggunakan kata 'gue' sebelum akhirnya berdehem kecil untuk menyesuaikan diri.

‎Albert dan kedua pengawal itu tertegun membeku di tempat. Mereka saling berpandangan, merasa ada yang sangat salah dengan kepribadian Nyonya Besar mereka. Di mana suara melengking yang manja? Di mana tangisan histerisnya? Kenapa cara bicaranya menjadi sekasar dan seberani ini?

‎Arumi melangkah melewati mereka dengan kepala tegak, meskipun gaunnya compang-camping dan tubuhnya berbau apak. Vibes dari dalam dirinya telah berubah total. Ia bukan lagi Arumi yang lemah dan terobsesi pada suami yang tidak menganggapnya ada.

‎Langkah kaki membawa Arumi keluar dari lorong bawah tanah, menaiki tangga demi tangga hingga akhirnya sampai di sayap barat mansion yang megah. Arumi mengingat rute ini dari ingatan pemilik tubuh. Mansion ini mengusung gaya Kekaisaran Eropa Klasik yang berpadu dengan teknologi modern abad ke-21. Pilar-pilar marmer menjulang tinggi, dengan lampu kristal gantung yang mewah di setiap sudut langit-langit, sangat kontras dengan kegelapan sel di bawahnya.

‎Arumi segera masuk ke dalam kamar pribadinya—sebuah kamar luas yang sayangnya dipenuhi dengan dekorasi warna merah muda norak dan barang-barang mewah yang tidak tertata rapi, mencerminkan selera rendah dari Arumi yang asli demi menyenangkan Zaviar.

‎Tanpa membuang waktu, Arumi langsung menuju ke kamar mandi yang dilengkapi dengan bathtub marmer berukuran besar. Ia menyalakan keran air hangat, lalu berdiri di depan cermin besar yang terpasang di dinding.

‎"Astaga reog..." Arumi menutup mulutnya sendiri saat melihat pantulan dirinya di cermin. "Ini manusia atau hantu klan drakula?"

‎Wajah di dalam cermin itu benar-benar tertutup oleh lapisan foundation yang terlalu putih, perona pipi merah merona yang terlalu tebal hingga ke pelipis, dan lipstik merah menyala yang meluber ke sudut bibir karena luntur oleh air mata. Riasan ini sengaja dibuat oleh Arumi yang asli karena mengira Zaviar menyukai wanita yang berpenampilan mencolok, tanpa sadar bahwa hal itu justru membuat Zaviar semakin muak.

‎"Mari kita lihat apa yang ada di balik topeng badut ini," gumam Arumi.

‎Ia mengambil cairan pembersih wajah yang ada di wastafel dan mulai menggosok kulit wajahnya dengan kasar. Lapisan demi lapisan bahan kimia tebal itu perlahan luntur, mengalir bersama air hangat ke lubang pembuangan. Ketika wajahnya benar-benar bersih dari segala macam kosmetik murah, Arumi mengambil handuk kering dan menyeka wajahnya. Ia kemudian mendongak, menatap kembali ke arah cermin.

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: terimakasih banyak ya kak Yuningsih mau mampir,🤭😘😘😘🌹🌹🌹
total 2 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!