NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain

Mereka yang asik dalam suasana kebersamaan terkejut dengan kedatangan yang seseorang tidak mereka undang, dengan berani dia berjalan masuk menyapa semua yang ada di sana.

Mata tidak bisa berbohong dengan sosok yang datang, ketidak sukaan menatap dengan lekat tanpa menjawab sapaan yang terucap, bunga hanya menatap nya dengan seksama tanpa berbicara apapun.

Dia menghampiri bunga mengusap pucuk kepala "maafkan aku baru datang sayang, bagaimana keadaan mu sekarang?"

Bunga terlihat risih dengan hal itu, melihat dari jauh pak dayat langsung menghampiri nya, dan menepis jauh tangan yang berusaha menggapai anggota tubuh bunga lagi, sayang bogem mentah yang di dapat dayat.

"Siapa kau sebenarnya? Sering kali aku melihat mu menguntit ku, kemanapun aku pergi bahkan kau orang asing yang sama sekali tidak di kenal keluarga ini"

Chandra salah berkata bukan mendapat pembelaan tapi mendapat balasan atas ringan tangan nya yang main langsung memukul pak dayat, pak dayat tidak sungkan menghabisi jika tidak di relai oleh vandy dan chandra di bekukan oleh revo.

"Kau sungguh tidak tau malu sama sekali, tunggu sampai kau di jemput perlakuan mu tidak bisa di toleransi lagi, kembali apa yang menjadi milik bunga dan kau bukan lagi siapa siapa untuk nya, apa kau paham ?" Sentakan Revo membuat banu urung turun tangan dengan masalah yang ada di depan nya.

"Apa maksud mu ? Aku calon suami nya, aku tidak memakai apapun yang bunga miliki asal bicara menuduh tanpa bukti."

senyum sentrik dari bibir chandra mengejek revo yang sejak tadi menekan dirinya.

"Jelas kau yang asal bicara, kau tinggal di apartemen milik bunga, kau ada di ruko milik bunga dan kau menggunakan fasilitas kendaraan bermotor dan mobil milik bunga, lalu kau tidak tau malu menggunakan Debit card dan credit card milik bunga."

Tora yang biasa hanya diam kini bersuara menarik kaos yang di gunakan chandra hingga membawa nya ke sudut, merogoh kantong celana yang di gunakan chandra meraih dompet juga kunci dan melemparkan pada Helen.

"Cepat ambil yang menjadi milik bunga termasuk kunci apartemen lalu telepon pihak pengelola apartemen untuk mengeluarkan seluruh pakaian milik manusia setan ini."

"Aku malas mukul mu, itu sama dengan membuat tangan ku kotor. Tapi akan ku pastikan kau akan menerima yang lebih besar dari sekedar pukulan"

"Selama ini aku hanya diam melihat kakak ku, aku berusaha bersikap tidak peduli sayang kau termakan hal itu kau abai, aku saudara kandung satu satu nya lelaki yang dia miliki, aku tidak akan pernah membiarkan kakak ku masuk dalam jurang neraka kehidupan"

"Kau..... Selamat menikmati hidup mu menjadi Bangkai yang hidup dan tidak akan berguna dimanapun, kau bekerja pun hanya untuk sesuap nasi kebutuhan mu tidak akan lebih".

Bunga melihat adik nya tidak seperti biasa, mata nya menusuk bagai pisau, mencari apa yang sebenarnya ada di dalam hati adik nya. Benar saja Tora memiliki sisi lain seperti dirinya Tora bagai macam yang terbangun karena di ganggu sangat buas.

Chandra mengucap sumpah serapah karena ketidak Adilan yang di terima nya, bunga melihat nya begitu marah ketika ia mendapati chandra menikam adik nya dengan pisau kecil dari saku celana depan, untuk hanya mengenai lengan tidak parah.

Bunga bangkit dari kursi roda berjalan lurus menuju tempat dimana Tora menyudutkan chandra, semua mata tertuju pada langkah demi langkah bunga, entah harus senang atau takut.

Hingga di tempat Tora, bunga mengambil alih, Ratna yang berusaha menahan bunga di halangi banu, "biarkan dia" .

"Kau Chandra, aku berusaha untuk mempercayai apapun yang kau lakukan, dan aku percaya atas apa yang kau selalu ucapkan tapi kau keji bagai najis yang hidup."

"Kau menyumpahi ku dengan begitu banyak kalimat, apa kau sadar? aku bagai binatang aku yang memberi mu makan dan tempat tinggal, lalu aku juga yang mengeluarkan mu dari neraka kelurga mu."

"Tapi kau ........"

mata bunga mengurung tatapan chandra, ia hendak melawan cekikan dari tangan bunga tapi sayang tidak sanggup. "aku tidak menyumpahi mu bunga" demi apapun aku tidak pernah menyumpah aku begitu menunggu mu tapi mereka melarang ku"

"Kau berdusta atas kalimat mu, aku mendengar jelasan seluruh suara, aku menandai siapa saja yang berharap diriku kembali dan siapa yang menyumpai ku, kau salah berurusan dengan ku."

Helen berusaha menyadarkan bunga, karena ia tau itu adalah sisilain bunga yang tidak pernah di lihatkan dan selama ini masih bisa terkontrol.

Semua mata tergugu tidak tau harus berbuat apa, hingga suara petir begitu keras menggelegar memenuhi langit,

aku bersumpah kau akan merasakan lebih dari yang aku rasakan.

"Kau hidup dalam nyawamu tapi tidak jiwa mu,

jiwa mu mati di dalam suatu tempat, hanya karma baik yang akan membebaskan jiwamu dan selama jiwa mu terbelenggu kau layak nya mayat yang hidup tidak akan merasakan kebahagiaan apapun, hanya sekedar kenyang sesaat."

Banu yang melihat gadis itu, baru lah mengerti jati diri sesungguhnya yang tidak pernah terungkap, mata nya menandai sekitar mata nya pedar dalam ruang entah dimana dan benar apa yang di dengar tadi, bunga mengikat jiwa Chandra disana di jaga begitu banyak pasukan perang.

Banu terkejut ketika mendapati ada yang menyapa nya.

dialah Pangeran Agung Wiraguna.

"apa yang terjadi dengan beliau ? saya tidak pernah melihat nya begitu murka sampai seperti itu"

Pangeran Agung metap lekat mencari tahu, seperti hanya lewat pandangan mata mengetahui yang terjadi.

"Pantas, Cah ayu begitu murka dia telah menyakiti hati sekeliling nya dan tidak sadar terbawa hingga alam bawah sadar nya. Jati dirinya tidak menerima karena janji nya dahulu cah ayu akan menjaga seluruh keluarga nya jangan ada yang sampai melukai"Petas pangeran membuat Banu semakin tercengang banyak yang tidak di ketahui nya dari anak gadis nya.

Kau terlalu lama menutupi nya sampai tidak bisa melihat seperti apa jati dirinya, cah ayu sama seperti mu tuan, pemimpin perang kelak nanti.

Hanya Eyang Puteri nya yang mampu meredam Angkara murka yang sedang berlangsung saat ini, dan kau mengetahui beliau melihat nya saat ini, membiarkan cah ayu meluapkan seluruh nya.

Kembalilah kami akan mendapangi mu meredam Angkara nya dan tora.

Dan Banu kembali menatap sang gadis yang sedang tidak terkendali salah ucap bisa membuat nyawa pemuda itu melayang.

Ayah tolong hentikan bunga, teriak Ratna yang tidak sanggup melihat anak nya seperti kerasukan.

maaf bu, ayah tidak bisa yang ada nyawa pemuda itu akan hilang, selesai berkata semua mata tertuju pada banu.

Itu sisi lain anak kita ibu melihat sendiri bagaimana Tora dan Bunga, mereka satu kesatuan jika bunga berhenti Tora akan akan menyerang jika Tora sudah menyerang bunga tidak akan tinggal diam.

Hanya ibu yang bisa melakukan nya, bukan ayah atau siapapun yang ada disini.

Ratna memutar otak berfikir maksud dari kalimat suami nya.

Dengan cepat Ratna mengerti yang di maksud sang suami, hati nya fokus memanggil sang anak.

"Bunga sayang.... Sudah nak biarkan hukum alam semesta yang berlaku jangan kau kotori tangan mu untuk itu, Tora anak ibu, bunga ...."

Seketika angin begitu kencang bersamaan dengan suara petir yang bersahutan.

"Cah ayu, perhitungkan saat kau menghukum seseorang jangan kuasai dirimu dengan emosi membunuh."

"Kami akan menjaga jiwa yang kau kurung, sesuai dengan yang berlaku".

Bunga melirik ke arah suara berusaha meredam,

Tidak lama sirine polisi terdengar memak telinga, bersama dengan itu bunga jatuh ke tanah dan tertangkap tora.

Chandra di amankan petugas polisi, bunga di bopong revo dan pak dayat ke dalam kamar, Tora terduduk lemas di papah vandy masuk ke dalam dan Helen menelepon dokter pribadi keluarga banu.

Energy nya begitu kuat mereka berdua, saling bersahutan melindungi satu sama lain, "ayah tidak pernah mengira kekuatan Indra mereka begitu besar apa lagi ketika saling melindungi satu sama lain nya,Bu"

Banu yang pening memijat kepala nya yang berdenyut-denyut, " ayah minum lah air hangat ini jangan ikut sakit" Caca membawakan gelas berisi air hangat untuk sang ayah mengerti apa yang sudah terjadi, caca yang sama pun tapi memilih untuk tidak meladeni naluri nya itu supaya aman dalam hidup.

Kamar dimana bunga dan tora beristirahat begitu besar dengan luas revo, vandy, pa dayat di dalam ikut menjaga mereka berdua dan helen yang berusaha menyadarkan bunga dengan minyak angin tapi gagal tinggal panas nya aja mungkin ketika bunga sadar.

Tidak lama Dokter pun datang dengan dua perawatan nya, memeriksa keadaan bunga dan memberi pertolongan untuk luka Tora dan Pak Dayat, luka Tora lumayan parah karena pisau kecil yang melukai nya hingga harus kena jahitan di luka itu, pak dayat hanya memar di bagian wajah masih aman dan tetap bisa meledek vandy.

"Bunga ....,"

"bagaimana dengan bunga dok ?"

"seperti nya syok berat, karena emosi nya."

"Saya tinggal kan satu suster disini untuk menjaga dan memeriksa rutin, sementara saya memberikan obat juga infus untuk nya, tolong di jaga agar tetap tenang ya bapak ibu semua nya, saya permisi pamit dulu."

Tora yang masih di beri pertolongan menatap sedih ke arah kakak nya, "semoga cepat berlalu" lirih nya sambil mengaduh karena sakit nya jahitan itu,

"suster yang kemarin merawat kakak juga ya ?"

"Iya betul, saya senang ada di dekat nya, aura nya begitu damai mas, energi nya membuat siapa saja cerita dan semangat, semoga bunga cepat sadar ya tidak seperti kemarin."

Semua menunggu bunga tidak menyangka ternyata fisik nya masih begitu lemah walau terlihat sudah kuat dengan kegiatan keseharian nya,

Helen dengan telaten mengelap bunga dengan kain hangat "jangan memaksakan dirimu sampai harus membuang tenaga mu, suka ngak sadar masih sakit si"

"Cape len ngomel sendiri", jawab vandy membawakan coklat hangat untuknya, nih minum kita ada di depan ya kalo perlu sesuatu pencet aja itu bel nya.

"Thank you Van, kalian jangan jauh jauh ya."

semua begitu khawatir takut kejadian delapan bulan terjadi lagi menunggu puteri tidur dengan harapan yang sangat indah.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!