NovelToon NovelToon
Mati

Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,

" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.

" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."

" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Doni Tersesat

 " Bagai mana bang.? " Tanya sukma,

" Tidak ada dek, Ya tuhan ke mana abang pergi nya mana hari tidak lama lagi akan maghrib." ucap satria mulai panik.

" Adik bagai mana ini."

" Aku juga tidak tahu mana kak zia sedang ada urusan." ucap sukma.

" Kita tunggu zea saja mungkin ia tahu." ucap sukma.

" Tapi malam sudah semakin larut zea tak kunjung datang juga."

" Adik bagai mana ini zea tidak kunjung datang juga." ucap satria.

" Justru kuntilanak putih yang datang tapi dia hanya berdiri tidak mau mendekati." ucap sukma.

" Hey kamu kemari lah, apa yang kamu cari." ucap sukma.

Tapi sosok kuntilanak itu hanya diam saja,

" Kemari lah aku ingin bicara dengan mu." ulang sukma, seraya berjalan menghampiri kuntilanak itu, tapi kuntilanak itu juga melayang menjauhi sukma.

" Sepertinya dia akan meneror Desa Lengi tapi dia tidak bisa masuk." ucap satria.

" Kenapa begitu ?." Sahut sukma.

" Tadi aku ke sana hawa nya beda saja seperti nya Desa Lengi di pagari agar para hantu tidak bisa masuk ke Desa itu terutama ke rumah pak tarjo."

" Yang benar kamu bang, coba aku lihat." ucap sukma seraya melesat menuju Desa Lengi,

" Apa adik ku sudah menguasai ilmu itu." gumam satria, Tidak lama sukma kembali.

" Iya benar Desa itu sudah di pagari, tapi siapa pelaku nya ?."

" Siapa lagi kalau bukan pak tarjo, mungkin ia mulai resah dengan teror kuntilanak itu." ucap satria,

" Adik aku mau kembali ke padepokan, semoga saja aku ketemu rumi, soalnya sudah beberapa hari ini rumi tidak datang ke padepokan."

" Siapa rumi itu bang ?." Tanya sukma.

" Senior ku, beliau juga yang kasih tahu aku jika kakak sudah tiada, aku yakin rumi bukan lah orang sembarangan, Ya sudah aku pergi dulu." ucap satria,

" Syukur lah kamu ada dari kemarin aku cari kamu." ucap satria.

" Ada apa satria wajah mu panik sekali bukan kah hari ini bukan jadwal kamu latihan." ucap rumi,

" Iya rumi aku sengaja datang kesini untuk mencari kamu, abang ku pergi sejak pagi sampai saat ini belum juga pulang ke rumah."

" Pergi kemana ??." Tanya rumi.

" Itu lah dia tidak pamit maka dari itu aku dan sukma panik, tolong aku mungkin kamu dapat melihat keberadaan bang Doni, Aku takut dia kenapa kenapa. "

" Hmmm, baik lah ayo ikut aku." ucap rumi.

Satria pun mengikuti rumi kesebuah ruangan, ruangan itu memang khusus untuk rumi,

" Duduk lah."

Satria pun duduk di hadapan rumi, Rumi meraih satu batang dupa hitam lalu ia menyala kan nya, seteleh dupa itu mengeluar kan asap, rumi pun memejam kan mata nya bibir tipis nya mulai kumat kamit baca mantra, Tidak lama mata rumi terbuka.

" Bagai mana rumi." tanya satria tidak sabar.

" Aku lihat abang mu ada di hutan, ayo kita ke sana." ucap rumi seraya bangkit berdiri, satria pun mengikuti rumi, Rumi pun meraih pinggang satria dan membawa nya melesat, satria hanya memejamkan matanya.

" Sudah tiba." ucap rumi, Satria pun membuka matanya.

" Loh ini kan hutan yang dulu kami pernah kesini." ucap satria.

" Mungkin abang mu ingin mencari kakak mu, ayo kita cari abang mu." ucap rumi.

Satria pun mengikuti langkah rumi.

" Ya tuhan abang ini sudah malam ngapain di hutan." gumam satria.

Sedang kan Doni ia meringkuk di goa kecil, tubuh nya mengigil karena kedinginan.

Sreek.. sreek..sreek..! Ada suara seperti langkah, Doni hanya diam sama sekali ia tidak melihat apa pun karena goa itu benar benar gelap, mata Doni tertuju ke pintu goa itu, Doni sempat terhenyak saat melihat sosok tinggi besar di pintu goa itu,

" Jangan jangan ini goa milik nya." batin Doni ketakutan,

ARRGGHHH.. sosok tinggi besar itu meraung, membuat Doni semakin ketakutan, hampir saja ia teriak tapi tiba tiba saja ada sebuah tangan yang menutup mulut Doni,

" Jangan berisik." bisik seorang pria,

Doni merasa lega karena di goa itu ia tidak sendirian, Suara langkah dari sosok tinggi besar itu menciptakan getaran di dalam goa itu,

" Kamu siapa ???." Bisik Doni.

" Nama ku topan."

" Kamu siapa ngapain ada di goa ini ??."

" Nama ku Doni, Aku kesini mau cari istri ku, tapi aku lupa jalan pulang, makanya aku memilih bersembunyi di sini, kamu sejak kapan ada di sini." tanya Doni.

" Aku memang tinggal di sini, aku juga tahu saat kamu masuk."

" Yang barusan itu apa ??." Tanya Doni.

" Aku juga tidak tahu dia muncul kalau malam hari saja, istirahat dulu saja besok aku anter kamu ke jalan itu, memang nya istri mu hilang di hutan ini ???." Tanya topan,

" Iya istri ku ada yang culik dan masuk ke hutan ini, istri ku keadaan sedang hamil tua."

" Kapan itu?? ." Tanya topan.

" Hampir tiga bulan yang lalu."

" Tiga bulan yang lalu ??." ulang topan.

" Iya mungkin kamu tahu, kan kamu tinggal di sini. "

" Ya tiga bulan yang lalu di atas sana ada seorang wanita dan dua pria, wanita itu sudah keadaan tidak sadar kan diri, aku pun datang dan langsung membunuh dua pria itu, bangkai nya tidak jauh dari sini, Tapi saat aku mau menolong wanita itu, eh dia sudah hilang begitu saja, aku pikir dia sudah siuman dan langsung melarikan diri, maka dari itu aku tidak mengejar nya."

" Hah !!! yang benar kamu topan, pasti itu Sarti dia istri ku, aku yakin Sarti masih hidup tapi kenapa dia tidak pulang ke rumah."

" Aku tidak yakin istri mu selamat karena saat itu aku melihat ada kuntilanak merah, tapi mudah mudahan saja istri mu masih hidup sekarang istirahat lah, kamu pasti lelah." ucap topan.

" Aku memang lelah tapi aku tidak ngantuk, topan kenapa kamu ada di sini ??."

" Aku sejak kecil memang sudah ada di sini, aku tidak punya siapa siapa lagi makanya aku tinggal di sini." ucap topan.

Jujur saja Doni sudah tidak sabar ingin melihat wajah topan

" Pist, diam seperti nya ada yang datang." bisik topan, Doni kembali ke takutan, di benak nya pasti sosok tinggi besar dan tubuh nya di penuhi bulu yang datang itu.

" Topan kira kira siapa apa tadi ??." Bisik Doni

" Seperti nya bukan, tapi ini yang datang seperti manusia mungkin yang cari kamu bang." ucap topan.

" Apa mungkin sukma dan satria " bisik Doni.

" Siapa mereka?? ." Tanya topan

" Adik ipar ku."

" Tapi aku tidak berani keluar."

" Iya pan jangan keluar kita di sini saja sampai pagi." bisik Doni.

Sedang kan rumi dan satria masih ada di hutan itu tapi kedua nya ada di atas pohon yang menjulang tinggi, di atas pohon itu satria dapat melihat area hutan itu, Mata satria tertuju kesebuah titik seperti cahaya, tapi sayang sekali titik cahaya itu cukup jauh dan seperti nya ada kebun Melati,

" Tidak mungkin itu titik lampu, mana ada yang tinggal di hutan." batin satria.

1
Sisca Melyan
notbad
Allxandya
halo kak saya baru aja baca bab 1. menurutku udah dapet atmofer seremnya, tapi adegan pas belanja langsung lompat ke adegan pulang kampung terasa buru-buru banget. padahal bisa di tambah adegan antagonistik majikanya, jadi motivasi sarti buat pulang kampung bisa kerasa lebih kuat. semangat kak💪
Queen vyy: Hallo kak, trimaksih banyak ya masukannya🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!