Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 02
Setelah makan siang, Kania dan Erlan langsung pamit pada Mama Indri dan Papa Beni. Mereka akan langsung pergi ke super market, untuk berbelanja kebutuhan bulanan.
"Hati - hati di jalan, sering - sering main ke sini!" Mama Indri berkata saat mengantar kan anak dan menantu nya ke mobil.
"Iya Ma!" Jawab Kani sopan.
Erlan hanya diam, dia tidak mau menanggapi ucapan Mama nya. Sudah satu tahun ini, tapi sikap nya masih saja dingin pada istri nya. Hati nya masih belum menerima Kania sebagai istri nya, walaupun Kania sudah melakukan segala kewajiban nya sebagai istri.
Selama di dalam perjalanan menuju ke Super Market, kedua nya tidak saling bicara. Kania sudah terbiasa dengan keadaan ini, karena selama satu tahun ini semua sudah berjalan seperti ini.
Erlan menghentikan mobil nya di parkiran, dia segera turun dari dalam mobil, begitu pun dengan Kania. Kedua nya berjalan memasuki mall, sikap dingin dan datar masih saja di tunjuk kan oleh Erlan.
Kedua nya langsung menuju ke deretan barang - barang kebutuhan pokok, Erlan membawa sebuah troli dalam diam. Di mengikuti Kania dari belakang, Kania langsung mengambil apa yang ingin di beli nya. Tidak ada pembicaraan sama sekali di antara mereka, mereka melakukan semua nya dalam diam.
Ketika Erlan dan Kania sedang berada di deretan rak perlatan mandi, mata Erlan tidak sengaja melihat seorang wanita di seberang sana. Wanita itu pun menatap Erlan dengan mata berbinar, dia segera berjalan mendekati Erlan dan Kania.
"Mas Erlan, aku kangen sama mas!" Tiba - tiba dia langsung memeluk tubuh Erlan.
Kania yang berada di samping nya terkesiap, dia tidak menyangka wanita dengan dress selutut tersebut berani memeluk suami nya di tempat umum. Erlan pun hanya diam, dia tidak bereaksi menolak ataupun membalas nya.
"Wina,,,,!" Kata itu lolos dari bibir Erlan.
Kania yang melihat nya hanya bisa terpaku, wanita dari masa lalu Erlan telah kembali. Wanita yang membuat Erlan depresi dan hampir bunuh diri, Kania berusaha tenang menghadapi badai yang mulai menyerang.
"Mas Erlan,,,!" Panggilan dari Kania membuat Erlan tersadar.
Wina langsung melepaskan pelukan nya pada tubuh Erlan, wanita itu langsung memandang Kania dari atas hingga ujung kaki. Lalu dia beralih menatap Erlan.
"Mas, siapa wanita ini mas?" Tanya Wina pada Erlan.
"Dia istri ku!" Jawab Erlan datar.
Wina memandang Kania dengan tatapan sinis, terlihat sekali dia merendahkan Kania lewat pandangan mata nya.
"Mas, aku bertanya pada Mama mu tentang kamu, tapi Mama menolak untuk mengatakan apapun. Aku bahagia mas bisa bertemu lagi dengan mu!" Wina berkata dengan bahagai.
Kania menghirup udara dengan rakus, mengisi rongga dada nya yang terasa sesak. Sikap Wina terhadap suami nya di depan umum, di tambah lagi dengan sikap Erlan yang tidak tidak menolak sikap Wina.
Kania berusaha menetralkan detak jantung nya, dia langsung mengambil barang - barang yang ingin di beli nya. Kania langsung memasuk kan barang - barang itu ke dalam troli belanja nya, tidak ada air mata. Tapi hati nya begitu remuk dan hancur, dia depan mata nya sang suami tidak menolak di peluk oleh wanita lain.
"Mas, maafkan aku mas. Aku tidak bisa menolak keinginan orang tua ku, tapi kini aku sadar dan aku akan memperjuangkan cinta ku!" Wina berkata pada Erlan.
Seketika hati Erlan berbunga, ibarat padang tandus kini tersiram hujan. Oase gersang selama ini mulai mulai subur kembali, kehadiran Wina membuat semangat yang sempat patah kini bertugas lagi.
Kania segera mendorong troli nya menjauh dari sepasang manusia itu, selama ini dia tidak begitu terluka dengan sikap dingin suami nya. Tapi hari ini kehadiran Wina telah membuat luka yang begitu dalam, luka yang begitu perih.
Interaksi kedua nya begitu dekat, layak nya sepasang suami istri. Selama menjadi istri nya Erlan, belum pernah Kania melihat suami nya sebahagia ini. Binar- binar kebahagian terlihat jelas di mata Erlan, bahakn Erlan lupa bahwa dia datang ke sini bersama istri nya.
"Mas, aku ingin kita memulai nya dari awal lagi. Aku akan memperbaiki semua nya!" Wina berkata dengan manja sambil bergelayut di lengan kekar Erlan.
Erlan memang tidak menjawab, tapi bola mata nya tidak bisa berbohong. Apa yang ada di dalam hati nya bisa di lihat dari sorot mata nya, yang kini tengah memancarkan kebahagiaan.
"Lalu bagai mana dengan suami mu?" Pertanyaan itu lolos dari bibir nya Erlan.
"Aku akan segera berpisah mas, dia melakukan KDRT pada ku!" Jawab Wina sambil tersenyum manis.
Erlan terdiam mendengar jawaban Wina, jantung nya kembali berdegup lebih kencang. Wina adalah wanita yang mengisi relung hati nya, sekalipun dia telah menikah dengan Kania. Tapi posisi Wina tetap kokoh di sana, kelembutan hati Kania tidak mampu menggeser nya.
"Mas, aku tahu kau tidak pernah mencintai istri mu. Kau menikah dengan nya hanya karena permintaan orang tua mu, sama seperti aku. Tapi sekarang aku sudah mengambil keputusan, keputusan akan kebahagian kita!" Kembali Wina berkata.
Sementara itu, Kania sudah selesai berbelanja. Dia segera mendorong troli nya ke meja kasir, sedangkan Erlan dan Wina masih asyik ngobrol di antara rak - rak barang. Kasir perempuan itu sedang menghitung barang - barang belanjaan Kania, Kania menunggu nya dengan sabar.
Kasir sudah selesai menghitung belanjaan nya Kania, tapi Erlan masih di sana bersama Wina. Kania ingin memberitahukan pada Erlan, bahwa dia sudah selesai berbelanja tapi dia tidak mau mengganggu mereka. Kani tahu seperti apa posisi nya di hati Erlan, dia hanya istri di atas kertas, bukan di hati Erlan.
Setelah cukup lama menunggu, Kania akhir nya memberanikan diri menemui mereka.
"Mas, aku sudah selesai berbelanja!" Kania berkata pada Erlan.
Wina langsung menoleh pada Kania, tatapan jelas menyiratkan ketidaksukaan. Dia tidak suka Kania mengganggu nya dan Erlan.
"Ayo, kita pulang!" Ajak Erlan dengan suara datar.
"Mas, aku masih kangen sama kamu. Aku masih ingin menghabiskan waktu bersama mu, biarkan istri mu pulang naik taksi!" Wina berkata pada Erlan.
"Aku akan mengantar nya pulang, aku yang membawa nya kemari maka aku juga yang akan mengantarkan nya kembali!" Erlan berkata pada Wina.
"Ayo cepat!" Erlan langsung mendorong troli berisi barang yang sudah di bayar oleh Kania.
Wina mendengus kesal mendengar ucapan Erlan, dia melihat Kania dengan tatapan kebencian.
"Awas kau wanita kampung, akan ku buat kau menyesal karena telah menikah dengan mas Erlan!" Guman Wina geram.
Wina mengepal kan tangan nya melihat kepergian Kania dan Erlan, dia bertekad untuk menyingkirkan Kania. Dia masih punya posisi di hati nya Erlan, jadi mudah bagi nya menggantikan posisi Kania di rumah Erlan.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡