NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Merek

Cinta Tanpa Merek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Hidup yang dijalaninya mungkin impian semua orang, tapi nyatanya bagi Ziano terasa membosankan. Hal itu membawanya pergi tanpa tujuan, berharap bisa hidup seperti orang lain. Alih-alih bahagia, dunianya malah jungkir balik terjungkal bahkan guling-guling karena bertemu Ara, gadis yang membuat hidupnya berubah total.

"Gue nggak mau makan beginian, bisa mati." Graziano Argantara Rahardian.

"Ya udah kalo gitu Aa mati aja, tinggal makan kok ribet." Elara Seraphi Nareswari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ekonomi

Hiruk pikuk salah satu stasiun di kota kembang itu tak berhenti meski angka jam di tangan Ziano menunjukan 23.55, hampir tengah malam.

Dengan tas ukuran sedang berisi beberapa pakaian dan berbekal uang seadanya, Ziano kini berdiri di depan mesin CTM (Cetak Tiket Mandiri), tanpa smart phone di tangan, yang ada hanya secuil kertas bertuliskan code booking.

Satu persatu angka dan huruf itu ia masukan ke dalam CTM hingga selembar tiket keluar yang kemudian membawanya ke ruang tunggu. Masih ada waktu 30 menit lagi sebelum kereta yang ia tumpangi datang. Ziano menunggu dengan sabar, meski tempat tunggunya sangat tak nyaman.

Menengok ke kanan kiri, hampir semua penumpang sibuk menatap layar ponselnya masing-masing. Hal yang sama pun mungkin akan ia lakukan jika ponselnya tidak ditinggal. Kata Zaki, ia harus meninggalkan semua privilage yang dimikilinya supaya bisa benar-benar merasakan hidup. Temannya itu sampai memesankan tiket kereta khusus untuk dirinya.

"Graziano Argantara Rahardian, KA Serayu, Ekonomi 4-E17." Ziano membaca tiket di tangan.

"Ekonomi?" matanya terbelalak demi membaca kata itu. Naik kereta kali ini merupakan pengalaman pertamanya, biasanya naik pesawat, itu pun kelas bisnis.

Perhatian kepada seluruh pengguna jasa Kereta Api di Stasiun Bandung.

Dalam waktu singkat, Kereta Api Serayu nomor KA 324 relasi Pasar Senen – Kiaracondong – Purwokerto – Kroya dengan tujuan akhir Stasiun Kroya, akan memasuki Jalur 2.

Kepada seluruh penumpang KA Serayu yang akan turun di Stasiun Bandung, kami himbau untuk:

1. Mempersiapkan diri dan barang bawaan Anda dari sekarang.

2. Berhati-hati saat turun, perhatikan jarak antara peron dengan pintu kereta.

3. Pastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal di dalam kereta, termasuk di rak bagasi dan bawah kursi.

4. Gunakan tangga bordes dengan hati-hati dan utamakan penumpang lansia, ibu hamil, serta anak-anak.

5. Setelah turun, segera menuju pintu keluar dan tidak berlama-lama di area peron demi kelancaran penumpang lain.

Kepada para penjemput, dimohon untuk tidak melewati garis kuning batas aman peron dan menunggu di area yang telah disediakan.

Kami ucapkan selamat datang di Kota Bandung. Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan jasa Kereta Api. Semoga selamat sampai tujuan.

Ziano membaca ulang tiket di tangannya, "bener nih kereta yang sekarang." ia lantas beranjak menuju jalur 2. Mengikuti penumpang yang lain tentunya.

Deru kereta semakin terdengar jelas setelah klakson panjang dibunyikan. Lagi-lagi Ziano membelalakan mata melihat kereta yang akan di tumpanginya.

Jelek adalah satu kata yang baginya cukup untuk mendeskripsikan ular besi yang baru saja berhenti di hadapannya. Sekali lagi ia menyamakan nama kereta yang terpampang di depannya dengan tiket yang ia pegang.

"Si al! gue dikerjain ini!" gerutunya namun tetap melangkah masuk ke dalam kereta.

"Ya ampun!" Ziano menggelengkan kepala melihat gerbong yang ditapakinya. Suhu lumayan dingin, kebersihan juga lumayan tapi kursinya... Ya salam itu kursi atau penyekat ruang, sangat tegak lurus dan saling berhadapan.

"A B C... E, nah itu... Gue tinggal cari nomor 17." meski baru pertama kali tapi untuk seseorang dengan IQ di atas rata-rata membuatnya tak sulit menemukan tempat duduk.

"Lumayan meskipun butut tapi gue dapet kursi deket jendela." batinnya.

Tiba di kursinya ia segera melepas tas dan hendak menyimpan ke tempat khusus tas yang terdapat di atas tempat duduk tapi rupanya sudah tak ada lagi ruang disana.

"Mohon maaf pak, ini saya nggak kebagian tempat buat nyimpan tas? Ini tiket saya, harusnya ada ruang buat barang bawaan saya." jelas Ziano dengan sopan pada lelaki tua yang duduk disana. Di sampingnya duduk gadis kecil yang menempati kursinya.

"Sepertinya gadis kecil itu juga tidak duduk pada tempatnya. Itu kursi saya." imbuh Ziano.

Lelaki tua di hadapannya tersenyum teduh, "duduk saja dulu sebentar lagi keretanya jalan."

"Tapi tempat saya bukan disini."

"Disana kosong, sama saja. Cucu saya agak rewel kalo nggak deket jendela, katanya pengen lihat pemandangan. Maaf mohon maklum yah."

Pemandangan apa yang bisa dilihat? Diluar juga gelap gulita, ingin memaki tapi masa harus ribut dengan lansia dan anak kecil.

"Ya sudah." Kesal, tapi matanya lumayan ngantuk. Tak mau buang energi Ziano duduk di kursi kosong di hadapan bapak paruh baya.

"Maaf yah kursinya sudah di duduki cucu saya." sambung wanita paruh baya yang duduk di samping Ziano.

"Tidak apa-apa, Bu. Disini juga sama duduk, tapi-"

"Tapi apa nak?"

"Tidak apa-apa, bu." Ziano memiringkan kakinya supaya tidak bertubrukan dengan kaki si kakek.

"Si a lan banget Zaki, mesenin gue kereta butut kayak gini. Ini sih bukan bikin gue nikmatin hidup, sengsara yang ada." gerutunya dalam hati.

Kereta mulai berjalan, suaranya begitu bising dengan guncangan yang cukup keras, ditambah lagi gadis kecil yang jam segini bukannya tidur malah minta makan. Jadilah wanita yang usianya pasti lebih tua dari neneknya itu sibuk membuka bekal. Nasi dibungkus daun pisang, ayam goreng dikeluarkan dari plastik bening, lengkap dengan tahu dan tempe dan beberapa lauk lainnya.

Ziano dibuat heran olehnya, minimal pake love ware lah. Hari gini masih pake daun pisang. Ziano menatapnya sesekali.

"Uti, kakak itu ngeliatin terus, kayaknya mau makan juga kayak Uci." gadis kecil yang baru saja menerima suapan itu menunjuk ke arah dirinya.

Si nenek memberikan nasi yang sudah dibuka pada si kakek, tangannya masuk ke dalam kresek hitam dan mengeluarkan nasi berbungkus daun pisang.

"Dimakan." ucapnya seraya memberikan nasi pada Ziano.

Ziano menolak dengan sungkan, "nggak usah bu, terimakasih."

Si nenek mengasongkan dengan paksa "mangga di mam atuh kasep teu kenging isin-isin. Rencangna bade sareng hayam goreng atanapi orek tempe? Oseng Ase oge aya ieu, karesep abah. Raos pisan." (silahkan dimakan ganteng, jangan malu-malu. Lauknya mau pake ayam goreng atau orek tempe? Tumis cabe juga ada ini, kesukaan kakek. Enak banget.) Si nenek berlanjut membongkar isi perbekalannya.

Ziano hanya diam, nenek di sampingnya mulai membuka nasi yang dibungkus daun pisang, menambahkan ayam goreng, tahu tempe dan sambel yang baunya begitu menyengat.

"Di mam kasep, ieu pami aya asin langkung mantep. Hayu nging isin-ising cuang botram sasarengan." (dimakan ganteng, ini kalo ada ikan asin lebih mantap. Ayo dimakan jangan malu-malu, kita makan bersama.) jelas si nenek.

"Hayu nging isin-isin atuh. Malah bengong kitu. Diemam, raos pisan ieu pasakan ambu. Komo sambel tarasi na mantep. Jengkolna ambu kaluarkeun." (ayo jangan malu-malu, enak banget ini masakan ambu. Apalagi sambel terasinya. Mantep. Jengkolnya ambu keluarin.) sambung lelaki di hadapannya.

Ziano makin shock melihat pasangan suami istri itu menyantap nasi dan lauk pauk dengan begitu nikmat, sementara dirinya? jangankan makan, mencium baunya saja sudah tak kuat. Ditambah keadaan kereta yang terus berguncang dan kaki yang ditekuk paksa supaya tidak bertubrukan. Demi apa pun ini sangat menyebalkan.

1
Rita
diihhh licik
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
ngga kebalik😂
Shee_👚
kamu yang punya perasaan dan merasa tersaingi kenapa harus bikin masalah dengan orang yang tak tau tentang perasaanmu. kalau kamu laki² tunjukin kamu itu lagi² tulen😏
Shee_👚: bisa jadi kak, gak laki² banget kelakuannya.
bilang gitu sama nono kalau dia suka ara, toh nono blm enggeh kalau udah terpesona
total 2 replies
Shee_👚
udah mau minggu🤔🤔

ini gimana kak?🙏
Shee_👚: di maklumi kak🤗
total 2 replies
Shee_👚
ck si marcel mulai ngedrama deh🙄
Shee_👚
meninggalkan jejak, jeli pasti langsung girang jingkrak²🤣🤣🤣
Shee_👚
di kira baju🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
gak kangen katanya🤣🤣🤣
jeli gemes banget, kara plek keteplek🤣🤣
Shee_👚
tenang kak, aku setia nungguin🤭
Shee_👚
itu jaman kaka dulu SMP tidur depan tv yang biasanya tidur bareng mulai SMP di pisah karena dah besar
Shee_👚
bingung ya no🤭
titissusilo
idihhhhh jijay....blm tau sapa ziano...
Linda Ayu Tong-Tong
huh dasar jahat kamu cel..belum tau si razia itu anak horang kaya🤣🤣🤣
ryani yuliawati
ceritanya seru keren banget mksih ya thor tuk ceritanya 💜💜💜💜💜💜😘😘😘😘 suka karakter A ano & ara keselnya ama marcel
sikepang
cinta marcel ke ara buat dia gelap mata ne nama y😳
Esther
Siap2 saja kamu dibenci Ara kalau sampai dia tahu soal rencanamu Cel
RiriChiew🌺
ini nih yg gak disuka sama sifat Marcel tuh , yaa kalau suka Ara bilang bukannya membenci orang yg gak salah apa² . anehh bin repot
Febri Nayu
idihhh cemburu diaaa
diiih diih
Vike Kusumaningrum 💜
Jahat banget kamu Cel, masalah hati g ada yang bisa maksa euy. masih untung dibiarin ketemuan sm Ano g diaduin ke Aki, malah ngelunjak kamu.
Shee_👚: marcel dah di kasih susu malah balas tuba🙄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!