NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Aksi pertukaran di malam hari

setelah pulang ke kamarnya Yang sederhana dan jauh lebih sempit . dibandingkan kamar VIP mewah milik Liana , hati Sari dipenuhi dengan perasaan campur aduk . ia melihat suaminya yang hanya bekerja serabutan , sementara Leonardo tampak begitu gagah dan kaya raya .

Sari memandangi bayinya yang baru lahir , lalu teringat kemewahan yang akan dinikmati anak nyonya Liana nanti ." kenapa nasib kami berbeda jauh ." batinnya bergumam ." anak aku akan tumbuh dalam kekurangan , sedangkan anaknya akan hidup bergelimangan harta , padahal kita sama-sama melahirkan di hari yang sama . kenapa nasibnya jauh berbeda ."

rasa iri itu perlahan berubah menjadi niat jahat . ia merasa anaknya pun berhak mendapatkan hidup yang layak dan mewah . Sari Pun berencana untuk menukar bayinya dengan bayi nyonya Liana .

****

Malam harinya , Sari sudah merencanakan rencananya malam hari . Sari sudah mengetahui kelemahan dan kebiasaan rumah sakit tersebut . ia tahu bahwa malam hari adalah waktu di mana perawat sedang lengah dan jumlah staf berkurang . dia juga tahu bahwa bayi itu memiliki jenis kelamin yang sama . dan wajah bayi yang baru lahir terlihat hampir mirip bagi orang yang tidak terlalu mengenal .

Sari berbisik pada suaminya tentang rencana dia yang akan menukar anaknya dengan anaknya nyonya Liana . namun , suaminya menolak keras karena takut dosa dan takut ditangkap . namun , Sari memanipulasi suaminya dengan air mata dan kata-kata ini demi masa depan anak kita . akhirnya , dengan berat hati . suaminya pun menuruti kemauan istrinya karena takut sehari stress dan depresi pasca melahirkan .

" hiks , hiks . semua ini demi anak kita , mas . Apa kamu mau anak kita hidup serba kekurangan . aku juga sebenarnya nggak tega bisa dengan Putri kita. tapi aku lebih nggak tega melihat putri kita hidup susah dengan kita ." isaknya . suara sari bergetar .

" baiklah . aku melakukan semua ini demi kamu dan anak kita ." ucap Agus menatap sari datar . Sari pun tersenyum senang , saat suaminya akhirnya setuju dengan rencananya.

 Suasana rumah sakit sangat sunyi, hanya terdengar suara dengungan mesin dan langkah kaki perawat yang sesekali lewat. Di ruang rawat bayi, beberapa bayi baru lahir terbaring tenang di dalam inkubator atau box kaca.

Sari menyelinap masuk dengan tubuh gemetar hebat. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi dahi meski ruangan itu ber-AC dingin. Ia memakai baju pasien yang longgar, matanya liar mengawasi kanan kiri memastikan tidak ada siapa-siapa.

Berbisik pada dirinya sendiri dengan suara parau ." Ya Allah... ampuni hamba. Hamba hanya ingin anak hamba hidup berkecukupan ,,,"

Tangannya gemetar saat ia mendekati box tempat bayi-bayi diletakkan berderet. Matanya langsung tertuju pada satu box yang memiliki gelang nama berwarna lebih cerah dan tertulis jelas: "Bayi Perempuan - L. Dewantara".

Di sebelahnya, terbaring bayi miliknya sendiri dengan gelang nama sederhana: "Bayi Perempuan - Sari".

Wajah kedua bayi itu terlihat sangat mirip, sama-sama merah dan tertidur pulas. Sari menelan ludah dengan susah payah. Ia melihat sekeliling sekali lagi. Perawat yang berjaga sedang duduk membelakangi mereka, sibuk dengan catatan medis di meja jauh.

Ini kesempatan emasnya.

Dengan tangan yang gemetar luar biasa, Sari dengan hati-hati mengangkat pergelangan tangan kecil anak kandungnya. Ia melepaskan gelang plastik itu dengan susah payah, lalu memasangnya di pergelangan tangan bayi nyonya Liana.

Lalu, ia mengambil gelang bertuliskan nama keluarga Dewantara, dan memasangnya erat-erat di pergelangan tangan anak yang sebenarnya lahir dari rahim nyonya Liana.

Air mata jatuh membasahi pipi saat menatap bayi Liana ." Maafkan bini non ,,, Maafkan aku, non . Mulai hari ini, nasib kalian sudah bertukar. Kamu akan hidup susah seperti aku, dan anakku akan hidup mewah menggantikan tempatmu."

Seketika, bayi yang kini memakai gelang nama Sari mulai bergerak dan mengeluarkan rengekan kecil. Sari terkejut dan hampir menjerit, jantungnya seakan mau copot. Ia buru-buru menepuk-nepuk pelan agar bayi itu diam, lalu dengan cepat berbalik badan dan berjalan setengah berlari keluar dari ruangan itu seolah ada yang mengejarnya.

Sari bersandar di dinding koridor di luar ruangan, napasnya memburu, dadanya sesak. Ia baru saja melakukan dosa besar. Ia telah menculik kebahagiaan orang lain dan menukar takdir dua manusia kecil yang tak bersalah.

Menutup wajah dengan kedua tangan ." Sudah terjadi... Semuanya sudah terjadi. Tidak ada jalan kembali,,,"

 Keesokan harinya...

Suasana di kamar VIP keluarga Dewantara sangat ceria. Perawat datang membawa bayi untuk disusui.

"Ini dia putri cantik Bunda dan Ayah. Bayi perempuan yang sehat ya, Bu Liana." ucap perawat saat gerakan bayi Liana .

Liana menerima bayi itu dengan penuh kasih sayang, mencium kening kecil itu berkali-kali. Leonardo menatap mereka dengan mata berbinar bangga. Mereka sama sekali tidak curiga bahwa bayi yang mereka peluk saat ini bukanlah darah daging mereka, melainkan anak dari mantan pembantu mereka, Sari.

Di sisi lain rumah sakit, Sari juga menerima bayi yang dibawa perawat. Saat ia memeluk tubuh mungil itu , yang sebenarnya adalah putri biologis Liana , ia merasakan getaran aneh. Ada rasa sayang, tapi lebih dominan rasa takut dan bersalah yang menghantuinya selamanya .

Di ruang rawat inap VIP , Liana kedatangan sahabatnya Amira . Amira datang sendirian karena Adrian sedang mengurus perusahaan Leonardo .

" Assalamualaikum , sahabatku . selamat ya sudah menjadi ibu muda ." ucap Amira lalu memeluk Liana yang saat ini sedang menggendong bayinya .

" waalaikumsalam , ibu bos . Saking sibuknya lupa kalau punya sahabat yang baru melahirkan ." sindir Liana . membuat Amira terkekeh geli .

" maaf,,, butik lagi rame-ramenya jadi aku nggak sempat menengok kalian . boleh gendong si cantik nggak ,,," Liana lalu menyerahkan bayinya kegendongan Amira .

Amira langsung menerimanya , saat menatap bayi yang ada di gendongannya dahinya mengernyit ." loh ,,, ko ,,,?"

Liana yang menatap sahabatnya yang tak jadi lanjutkan ucapannya merasa heran ." kenapa ,, mir ?"

" oh gak apa - apa . Mungkin cuma perasaanku saja . Oh ya kalian pulang kapan ?"

" gak tau , nunggu instruksi dari dokter ." jawab Liana .

Mereka lalu mengobrol , sedangkan Leonardo sedang sibuk dengan pekerjaannya . walaupun dia tidak ke kantor tapi tetap mengecek pekerjaannya lewat laptop yang dia bawa dari rumah .

" aku pulang dulu ya , Li . aku nggak bisa ninggalin lama-lama butik . karena sedang banyak ke pesanan . " pamit Amira .

" Terima kasih sudah mau menyempatkan datang ke sini ." ucap liana . lalu mereka berpelukan .

Di lorong rumah sakit , Amira bertemu dengan Sari dan Agus suaminya yang sedang menggendong bayinya .

" mbak sari ,,,." panggil Amira . Sari terkejut saat melihat sahabat dari mantan majikannya berada di hadapannya . ia langsung gugup dan menutupi wajah bayi yang digendongnya .

" eh , Bu Amira . aku sedang menjenguk nyonya Liana . " jawab sari gugup .

" iya mbak , mbak sari kenapa ada di rumah sakit ini . apa Mbak Sari juga habis melahirkan ?" tanya Amira . menatap kearah sari yang gelisah . sedangkan Agus suaminya tubuhnya menegang takut aksi istrinya terbongkar .

" iya Bu Amira , aku juga habis melahirkan . ini kami mau pulang karena sudah diperbolehkan sama dokternya ." ujar Bu sari .

" oh , selamat ya Mbak Sari atas kelahirannya . maaf saya tidak bisa lama-lama karena ada urusan penting ." Amira lalu merogoh tasnya dan menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Sari .

" ini buat beli popok Dede bayinya . maaf ya nggak sempet beli kado ." ucapnya kepada Sari dan suaminya .

Sari menatap uang yang berada di telapak tangannya . rasa bersalah kembali muncul di hatinya . namun , dia tidak bisa membalikkan keadaan .

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!