Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 : Pertikaian di toko kue
Suasana di dalam toko kue yang semula tenang kini berubah menjadi riuh dan tegang, setelah para pengunjung yang lain mendengar suara teriakan Ema yang cukup keras itu.
"Ahhh..... sorry gak sengaja!" ucap Bella mulai berakting.
"Kamu pasti sengaja kan dorong gelas minuman tersebut ke arah ku kam?!" marah Ema langsung menunjuk wajah Bella.
"Sumpah aku benar-benar gak sengaja Tante, lagian tante juga kenapa berdiri di depan ku?. kan aku jadi kaget dan tidak sengaja menumpahkan minuman yang sedang tante pegang itu. aku akan ganti rugi uang laundry dan minuman yang tumpah. Tante tenang saja." Ucap Bella tidak merasa bersalah sama sekali malahan ia mengatai Ema dengan sebutan tante.
Mata Ema langsung melotot sempurna dan kelapanya sudah sangat mendidih ketika wanita di hadapan itu memanggilnya dengan sebutan tante padahal usianya tidak setua itu.
"Hei mata mu buta yah?!, jelas-jelas aku ini masih muda seenaknya kamu memanggil ku Tante!. dasar wanita gila!" Geram Ema menatap tajam ke arah Bella.
"Astaga, maaf sekali aku kira umur mu sudah 45 tahunan. ternyata kamu masih muda ya? tapi gak kelihatan tuh." Ucap Bella dengan wajah watadosnya.
"Kamu sengaja banget ngehina saya, kamu gak tahu ya saya itu siapa?"
"Memangnya anda siapa?, sebentar tunggu dulu biar ku ingat-ingat dulu....." ucap Bella pura-pura baru meningat Ema.
"Ahh....sekarang aku ingat kamu itu wanita gatel yang sempat ku tendang sampai tersungkur di club malam satu bulan yang lalu. benar bukan?"
"Sialan!, memangnya dia gak tahu kalo aku itu model top apa?!" Desis Ema terlihat malu dan kesal karena Bella mengumbar aib nya di depan umum.
Ema sudah sangat kesal sekali dengan tingkah laku wanita di hadapan itu, rasanya ia ingin sekali segera menjambak dan menampar wanita yang lebih muda darinya itu.
Ema maju selangkah ke depan dengan tangan yang sudah siap untuk menampar wanita yang ada di hadapanya itu, bukan nya takut dengan tindakan yang akan di lakukan oleh Ema. Bella malah melipat kedua tangan nya di depan dan menatap tajam ke arah Ema, tidak ada raut wajah ketakutan yang ada Bella seperti sedang menantang Ema saat ini.
Mereka sudah terlihat ingin saling menyerang, namun tiba-tiba seorang pegawai toko datang untuk melerai mereka.
"Mohon nona-nona jangan buat keributan di sini, kalian berdua telah menjadi bahan tontonan gratis para pembeli yang datang" Ucap salah satu pegawai toko sembari membawa sebuah totebag di tanga nya.
Seketika Ema langsung menurunkan tangannya ke bawah dan menatap pegawai itu dengan tatapan tajam. Ema berniat untuk memarahi pegawai toko itu karena telah berani ikut campur dan menghalangi dirinya.
"Jangan......". Belum sempat Ema menyelesaikan ucapanya, tiba-tiba ucapanya langsung di potong oleh Bella.
"Itu yang kamu pegang pesanan milik ku kan?" Tanya Bella menunjuk ke arah totebag yang sedang di pegang oleh pegawai tersebut.
"Iya nona ini pesanan anda." Jawab pegawai itu langsung memberikan totebag tersebut kepada Bella.
Dengan gerakan cepat Bella langsung meraih totebag tersebut, kemudian membuka dompetnya untuk mengambil uang cash dan kemudian ia berikan kepada pegawai itu.
"Ambil saja kembaliannya."
"Terimakasih nona, jangan lupa mampir lagi." Jawab pegawai itu ramah.
Setelah memberikan uang tersebut Bella segera berbalik pergi keluar dari toko itu, sebelum pergi ia mendekat ke arah Ema dan langsung memberikan sejumlah uang tunai di tangan wanita itu sebagai kompensasi atas baju Ema yang basah.
"Saya pamit dulu tante bye." Ucap Bella tersenyum mengejek ke arah Ema, setelah itu ia buru-buru keluar dari toko karena ia sudah sangat malas meladeni wanita itu.
Wajah Ema sudah merah padam menahan amarah dan sudah sangat gondok sekali, harga dirinya seakan telah di injak-injak oleh wanita itu.
"Sialan dia pikir aku pengemis apa!, awas saja aku akan cari tahu tentang diri mu dan membalas dendam karena kamu telah mempermalukan ku sebanyak 2 kali! " Gerutu Ema sambil menatap uang tunai pemberian Bella yang ada di tangannya.
Karena sangking kesalnya Ema membuang uang tersebut sembarangan ke lantai, tindakanya itu semakin menjadi pusat perhatian pembeli lain yang memang sedari tadi telah melihat dan memperhatikan pertikaian antara Ema dan Bella.
Ema melirik sekilas sekelilingnya, ia merutuki tindakannya barusan yang membuat para pembeli tambah membicarakan perilakunya.
"Sial banget!, bikin tambah malu saja!" Gerutu Ema pelan segera berjalan keluar dari toko sembari menutupi setengah wajah miliknya dengan sebelah tangan.
Sementara di depan meja kasir ada seorang wanita seusia Bella yang sedari tadi terus memperhatikan pertikaian antara Bella dan Ema. wanita tersebut tidak lain adalah Clara sepupu dari Bella, di samping wanita itu saat ini ada sosok pria tua bangka yang merupakan pacar dari seorang Clara.
"Gua seperti gak asing setelah melihat wanita muda itu, wajah nya mengingatkan ku kepada Bella." Batin Clara terlihat heran dan penasaran.
Jika saat ini ia sedang tidak bersama pria tua yang terus menempel di sampingnya, mungkin saja ia sudah menghampiri wanita tersebut untuk mencari tahu apakah wanita itu benar sepupunya Bella atau hanya sekedar mirip saja.
"Tapi kaya nya gak mungkin deh itu si Bella, dari cara berpakaian saja udah ketahuan jika wanita itu orang cukup berada. Lagi pula sifat dan sikapnya pun berbeda jauh dengan sosok Bella si penakut sedangkan wanita yang barusan ia lihat begitu berani tidak kenal takut dan bersikap sangat elegan saat menghadapi wanita berpakaian super ketat barusan." Batin Clara agak termenung.
"Ayo sayang kita pulang, pesanan kita sudah mas terima." Ucap suara berat seorang pria itu langsung merangkul pinggul Clara penuh mesra saat ini.
Clara sedikit tersentak kaget saat tiba-tiba pinggul nya di rangkul, namun ia langsung menoleh ke arah samping di mana pria tua bangka itu sedang tersenyum ke arahnya.
"Iya mas ayo kita pulang." Jawab Clara berusaha tersenyum manis ke arah pria tersebut.
Clara dan pacar tua bangka nya itu berjalan keluar toko, banyak pasang mata yang terus melirik ke arah mereka. bagaimana tidak banyak yang melirik, wanita semuda Clara terus di rangkul oleh pria tua yang umurnya sudah lebih dari 50 tahun.
Jika bukan karena pria itu pemilik perusahaan dan cukup kaya tidak sudi Clara menjadi selingkuhan pria tua bangka bernama tuan Robby itu.
******
Di mansion
Acara makan malam telah selesai, saat ini semua orang yang berada di atas meja makan sedang menikmati sepotong cake yang sempat di pesan oleh nenek Lily.
Suasana di atas meja makan terlihat begitu hangat, apalagi setelah nenek Lily dan Andrew sudah saling berbaikan.
"Yummy....yummy...yummy cake di toko itu memang selalu enak dan paling the best." Ucap nenek Lily sembari mengunyah cake di dalam mulutnya.
"Iya benar nek, rasa cake mereka selalu paling enak." Timpal Fatir setuju.
Hanya Andrew dan kakek Adam saja yang terlihat kalem saat makan tidak banyak bicara seperti nenek Lily dan Fatir. begitu pula dengan Bella yang tumben sekali terlihat pendiam di atas meja makan.
"Sayang kenapa gak di makan cake nya?" Tanya nenek Lily menatap ke arah Bella yang tidak menyentuh cake tersebut dan hanya melihatnya saja.
"Gak apa-apa kok nek, Bella cuma lagi gak enak badan saja." Jawab Bella menatap ke arah nenek Lily
"Oh gitu, pantasan aja tadi kamu makan nasi sedikit sekali tidak seperti biasanya. jangan terlalu keras dalam bekerja yang ada kamu nanti sakit." Nasehat nenek Lily mulai menceramahi Bella.
"Iya nek, Bella bakalan jaga kesehatan kok untuk kedepannya." Jawab Bella sambil tersenyum ke arah nenek Lily.
Tanpa seorang pun yang tahu sedari tadi ternyata Bella terus memegangi perutnya yang terasa mual. apalagi saat menghirup aroma cake yang ada di atas piring, tiba-tiba saja perutnya terasa bertambah begitu mual dan ingin muntah.
"Sepertinya besok aku perlu pergi ke dokter mumpung weekend, jika di biarkan yang ada nanti malah bertambah parah."
TRAK!
tiba-tiba saja piring berisikan cake milik Bella di rebut oleh seseorang saat wanita itu sedang lengah. orang tersebut adalah Fatir.
"Kalo gak di makan sini cake nya buat paman Fatir saja, dari pada mubazir." Ujar Fatir langsung mengambil cake milik Bella tanpa berniat meminta persetujuan dari wanita itu dulu.
Seketika Bella membulatkan kedua matanya, karena cake miliknya tiba-tiba telah berpindah tempat ke tangan paman Fatir saat ini. lebih mengesalkannya lagi paman nya itu langsung memakan cake tersebut tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu darinya.
Pletak!
"Arghhhhhht......sakit sekali!"
*****