NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6: Masuk ke Kandang Singa Jilid Dua

Gedung pencakar langit Aditama Group berdiri menjulang membelah awan ibu kota, memancarkan dominasi mutlak layaknya sang pemilik. Kaca-kaca hitamnya memantulkan sinar matahari pagi dengan angkuh.

​Begitu mobil Maybach hitam milik Arkanza berhenti di lobi utama, suasana yang tadinya sibuk mendadak hening. Para karyawan yang berlalu-lalang segera menepi dan menundukkan kepala dalam-dalam.

​Pintu mobil terbuka. Arkanza melangkah keluar dengan setelan jas hitam bespoke yang melekat sempurna di tubuh tegapnya. Tidak ada kursi roda, tidak ada tongkat. Rumor bahwa Tuan Muda Aditama cacat tampaknya sengaja dibiarkan beredar di luar sana untuk menipu musuh-musuhnya. Tapi di dalam kerajaannya sendiri, ia adalah raja yang tak terbantahkan.

​Araya menyusul keluar dengan langkah ragu-ragu. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna krem yang membuatnya tampak seperti anak domba yang tersesat di tengah sekumpulan serigala berjas.

​Bisik-bisik mulai terdengar dari sudut lobi.

​"Siapa wanita itu? Pakaiannya kampungan sekali."

"Kudengar dia anak haram Keluarga Lin yang dijadikan istri pengganti."

"Tuan Arkanza membawanya ke kantor? Apa dunia sudah gila?"

​Araya menundukkan wajahnya, meremas tali tas kecilnya kuat-kuat. Tubuhnya sedikit gemetar, berpura-pura terintimidasi oleh tatapan merendahkan dari para karyawan elit itu. Ia bahkan setengah bersembunyi di balik punggung lebar Arkanza.

​Namun di balik poni panjang yang menutupi matanya, tatapan Araya bergerak kilat menyapu seluruh penjuru lobi.

​'Kamera pengenal wajah di setiap pilar. Pemindai retina di pintu masuk lift karyawan. Dan tiga... tidak, empat penjaga tak berseragam di sudut ruangan,' batin Araya menganalisis. 'Keamanan fisik gedung ini jauh lebih ketat daripada mansionnya.'

​"Jangan mempermalukanku dengan gemetar seperti itu. Jalan yang benar," tegur Arkanza dingin tanpa menoleh. Pria itu melangkah menuju lift pribadi eksklusif yang hanya bisa diakses olehnya.

​"M-maaf, Tuan... Gedung ini terlalu besar, aku sedikit pusing," cicit Araya pelan, mempercepat langkah pendeknya agar bisa menyusul.

​Ting. Lift berdenting di lantai 60—lantai tertinggi yang merupakan wilayah kekuasaan absolut sang CEO.

​Begitu pintu lift terbuka, mereka disambut oleh ruangan super mewah dengan jendela kaca panorama yang memperlihatkan seisi kota. Di sana, seorang wanita berpenampilan sangat modis dan seksi—dengan rok span ketat dan kemeja sutra—sudah berdiri menyambut.

​"Selamat pagi, Presdir Arkanza," sapa wanita itu dengan suara lembut yang dibuat-buat. Matanya memancarkan kekaguman yang tak ditutupi, namun tatapan itu berubah sinis dan dingin begitu beralih pada Araya. "Dan... ini...?"

​"Viona, ini Araya. Dia akan berada di ruanganku hari ini," ucap Arkanza datar sambil berjalan melewati sekretarisnya itu. "Bawakan kopi hitamku seperti biasa. Dan berikan dia teh atau apa pun itu."

​"Baik, Presdir," jawab Viona. Ia menyeringai tipis pada Araya. "Mari, Nyonya Pengganti."

​Di dalam ruang kerja Arkanza yang luasnya menyamai sebuah apartemen penthouse, Araya diperintahkan untuk duduk di sofa panjang sudut ruangan. Arkanza sendiri langsung duduk di meja kerjanya yang dikelilingi tiga monitor besar, mulai mengurus dokumen demi dokumen tanpa mempedulikan keberadaan Araya.

​Sepuluh menit kemudian, Viona masuk membawa nampan berisi kopi dan teh. Saat meletakkan cangkir teh di meja depan Araya, wanita itu sengaja menyenggol nampannya sedikit, membuat teh panas tumpah dan nyaris mengenai gaun Araya.

​"Oh, maaf. Tanganku licin," ucap Viona tanpa rasa bersalah.

​Araya memekik tertahan, buru-buru berdiri dan membersihkan tumpahan itu dengan tisu. "T-tidak apa-apa, Nona..."

​"Viona. Panggil aku Sekretaris Viona," desis wanita itu pelan agar tak terdengar Arkanza. "Jangan pikir karena kau masuk ke ruangan ini, kau adalah Ratu. Kau hanyalah pajangan sisa dari Keluarga Lin."

​Araya menunduk, matanya berkaca-kaca. "M-maafkan aku..."

​Viona mendengus puas lalu keluar dari ruangan.

​Begitu pintu tertutup, Araya perlahan kembali duduk di sofa. Ia menyembunyikan wajahnya di balik tangannya, seolah sedang menangis tertahan. Namun kenyataannya, di balik telapak tangannya itu, ia sedang tersenyum miring.

​Saat membersihkan meja tadi, Araya sengaja menempelkan sebuah alat peretas mikro—sebesar kancing kemeja—di bawah meja tamu. Alat itu kini berkedip hijau satu kali.

​'Bodoh sekali,' batin Araya meremehkan Viona. 'Berkat gangguan kecilmu, aku berhasil menanamkan penyadap ke jaringan lokal ruangan ini tanpa Arkanza sadari.'

​Ponsel rahasia di dalam tas Araya bergetar halus. Sebuah notifikasi muncul di layar gelapnya.

​[Akses jaringan lokal tersambung. Mengunduh denah arsitektur Aditama Tower... Ruang Arsip Fisik terdeteksi: Lantai 45. Tingkat Keamanan: Level 5.]

​Araya melirik ke arah Arkanza yang masih sibuk dengan laporannya. Waktunya menyusun rencana untuk turun ke lantai 45.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!