NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LIMA BELAS

Apalagi ia berniat untuk membawa wanita itu pulang secepatnya.

"Hmm, iya. Tapi setelah pulang dari kebun strawberry kita langsung siap-siap pulang ya. Aku ada kerjaan yang harus cepet diberesin."

Sesuai dengan dugaan Andra, senyum di wajah Nisrin seketika sirna begitu saja. Kedua bibirnya tampak manyun dengan sorot mata yang bercampur antara marah dan sedih.

"Ada kerjaan yang harus cepet-cepet diberesin atau emang kamu mau ketemu Mbak Naya aja?" Tanya Nisrin penuh dengan sindirian.

Andra terlihat menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.

"Ada kerjaan, Sayang. Lagi pula kalau aku mau ketemu sama Naya memangnya kenapa? Kan Naya juga istriku, dia kakak madu kamu. Wajar aja kalau aku mau ketemu sama dia." Ujar Andra berusaha membujuk dan membuat Nisrin mengerti.

"Biar nanti nggak buang-buang waktu banyak, sebelum kita pergi taman Strawberry, kamu beresin dulu semua baju dan masukin ke dalam koper. Beresin juga semua oleh-oleh dan belanjaan sama bawaan yang mau dibawa ke rumah. Supaya nanti setelah balik dari sana bisa langsung pulang."

Perintah Andra yang tentu saja membuat Nisrin kesal, suasana hatinya langsung berubah drastis.

Wanita itu ingin menolak dan kembali merajuk, tapi takut Andra akan berbalik marah.

Apalagi ia harus kembali mempertahankan gelar dan image istri pengertian yang kemarin sempat runtuh

karena rasa kesal juga cemburunya kepada Kanaya, ia tak mau semakin tergeser jauh di posisi hati suaminya karena wanita itu.

"Okay, Mas." Tak punya banyak pilihan, Nisrin hanya mengiyakan meski hatinya dongkol.

Suasana hatinya juga semakin buruk dan tak membaik sama sekali bahkan ketika mereka kembali ke taman Strawberry.

Meski Andra berusaha untuk menyembunyikannya, tapi Nisrin sadar betul bahwa pria itu sejak tadi selalu curi-curi perhatian untuk memelototi layar ponsel miliknya.

Ekspresi wajah pria itu pun tampak cemas dan akhirnya tak benar-benar fokus saat diajak bicara oleh Nisrin.

"Udah, Mas. Segini aja. Toh kita juga mau pulang...."

Ucap Nisrin, suaranya sedikit meninggi karena lagi-lagi Andra sibuk dengan benda canggih di tangannya.

Pria itu sempat tersentak kaget dan mengangkat kepalanya menatap Nisrin, dengan senyum sedikit canggung, ia mengangguk mengiyakan sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku.

"Beliin juga buat Naya sama Ibu, ya. Strawberry di sini enak-enak,..." Ucap Andra basa-basi.

Pria itu mengambil beberapa bungkus strawberry di rak dan membawanya ke meja kasir.

Setelah membayar, Andra tampak cukup terburu-buru berjalan menuju mobil.

Sangking tergesanya, pria itu bahkan tidak sadar kalau ia berjalan sangat cepat sampai meninggalkan Nisrin di belakangnya.

"Ish,..." Nisrin menghentakkan kakinya kesal saat Andra masih tak sadar dengan ia yang tertinggal di belakang.

"Sialan. Belum ketemu aja dia udah lupa sama aku.

Ngeselin emang, jauh-jauh juga tu perempuan masih aja nyusahin. Kapan sih dia minggat dari hidup Mas Andra?!"

Gerutunya pelan sambil mempecepat laju langkah

kakinya. Kedua tangan wanita itu tampak mengepal dan rahangnya rapat terkatup.

"Sayang? Kenapa kamu masih di situ? Ayo, sini cepet.

Kita kan mau pulang. Ayo, sebelum makin sore nanti macet lagi kaya pas pergi." Kalimat itu justru membuat Kanaya semakin emosi.

Bisa-bisanya Andra bertanya kenapa ia masih di belakang!

Tentu saja karena ia ditinggalkan karena pria itu sibuk memikirkan istri pertamanya.

Dengan hati yang kesal setengah mati, Nisrin mempercepat dan melebarkan langkah kakinya.

Perempuan itu bahkan berjalan dengan setengah

berlari.

"Kamunya jalan kecepetan. Kaki aku ini nggak setinggi kamu, makanya jalan juga nggak bisa cepet-cepet. Lagian kenapa buru-buru banget sih,... Mbak Naya juga nggak akan kemana-mana meski nanti kita pulang dan sampe ke rumah malem-malem." Gerutu Nisrin sambil naik ke dalam mobil.

Meski dirinya sudah mati-matian menahan kesal,

pada akhirnya omelan wanita itu itu tetap pecah juga.

Sementara Andra yang mendengarnya hanya menarik nafas panjang.

Masalahnya adalah, ia memang sangat takut kalau Kanaya akan pergi jika ia tak cepat-cepat pulang.

Sejak kemarin, Andra tak bisa berhenti memikirkan skenario terburuk saat nanti ia pulang.

Bagaimana jika saat pulang ke rumah nanti istrinya itu sudah tidak ada di sana dan minggat entah ke mana?

Bagaimana jika saat nanti dirinya sampai di rumah, semua baju-baju dan barang milik Kanaya sudah raib dibawa pergi?!

Pikiran-pikiran negatif itu benar-benar membuat Andra tidak bisa berlibur dengan tenang, hanya dengan membayangkannya saja sudah membuat pria itu kelabakan.

Apalagi Kanaya yang mendadak sulit sekali dihubungi olehnya selama di sini.

"Ya memang nggak akan kemana-mana, tapi apa salahnya kalau aku kangen sama istriku sendiri? Toh kita juga udah kenyang liburan dan ngabisin waktu berdua selama di sini."

Nisrin semakin kesal karena bukannya berusaha mengelak dan menenangkannya, Andra malah mengiyakan tanpa ragu.

Setidaknya, meskipun berbohong, Andra harus pura-

pura mengatakan bahwa kepulangan buru-buru mereka bukan hanyak karena Kanaya.

Tetapi juga karena masalah pekerjaan, sama seperti yang pria itu katakan sebelumnya.

"Aku mau berhenti dulu di beberapa tempat belanja buat beli oleh-oleh, kamu mau ikut?" Ucap Andra setelah mobil melaju meninggalkan taman, mereka kini tengah berada di jalanan padat dengan kendaraan yang tak berhenti berlalu lalang.

Nisrin ingin menolak ajakan tersebut karena kesal,

tapi ia juga ingin tau apa yang dibeli oleh suaminya itu, Terlebih Nisrin tau kalau oleh-oleh ini pasti untuk Kanaya.

"Mau, Mas. Aku mau ikut." Andra mengangguk tanpa kata

Mereka menepi di sebuah tempat yang tampak begitu ramai dan padat dengan banyak orang.

"Aku mau beli beberapa jenis asinan buat Naya, dia suka banget sama asinan." Gumam Andra sambil tersenyum senang.

Entah sadar atau tidak, tapi ucapannya itu sukses membuat Nisrin semakin emosi.

Mungkin jika ia memiliki kemampuan supranatural, ia pasti sudah melihat tanduk iblis yang telah tumbuh di kedua sisi kepala wanita itu.

"Mas, aku mau ini." Nisrin berusaha menarik perhatian Andra.

"Iya, ambil aja." Jawab Andra tanpa melirik ke arahnya

Sama sekali.

Pria itu masih asyik memasukkan berbagai jenis olahan asinan ke dalan keranjang belanja.

"Ih,... Ngeselin banget."

Tanpa sadar Nisrin meremas bungkus manisan di tangannya karena kesal, aksinya itu tentu saja sempat menarik perhatian beberapa orang.

"Sialan emang. Sabar Nisrin, sabar. Jangan sampe kerja keras kamu selama ini jadi istri yang baik, manut dan manis jadi rusak gara-gara nggak bisa nahan kesel sama perempuan yang bahkan nggak ada di sini."

Nisrin berucap pelan berusaha menenangkan diri sambil memejamkan matanya. Ia menarik nafas panjang dan kembali berdiri di sisi Andra.

"Mas,... Beliin ini buat Mbak Naya. Kayanya dia bakalan suka." Tawarannya itu sukses membuat perhatian Andra seketika tertuju ke arahnya.

Sialan memang, hanya setelah menyebut nama Kanaya baru lah suaminya itu mau meliriknya.

"Boleh-boleh, Sayang. Masukin juga ke dalam keranjang sini. Semoga aja dia beneran suka." Jawab Andra.

Meski emosi bukan kepalang, Nisrin tetep memaksa bibirnya untuk tersenyum.

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!