Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏
Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.
Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.
Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.
HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 02.
" Jika anda tidak bisa memilih, saya akan menarik semua saham saya dan membatalkan kerja sama kita " Ucapan itu jatuh dingin, dan menghantam keras.
Mahendra tersenyum tipis, senyum yang sama sekali tidak hangat.
" Jadi anda membawa urusan perusahaan kedalam " ucapnya pelan, mahendra tersenyum tipis dan terlihat dingin.
" pikirkanlah baik-baik mahendra, kerugian seperti apa yang akan anda hadapi dan masalah apa yang akan datang jika ini berakhir " ucap tegas Raditya.
" Saya tidak perlu jawabannya sekarang, jadi pikirkan perlahan " ucap tuan Raditya, Ia meninggalkan ruangan itu.
Pintu tertutup pelan, suara ( klik ) kecil itu terasa lebih keras dari seharusnya, seolah menandai sesuatu yang baru saja retak.
Tuan mahendra tetap berdiri tegak di tempatnya, diam tak bergerak, ruangan yang megah itu kini terasa kosong.
Mahendra segera mengambil jas yang ada di kursi besarnya, Ia keluar dari ruangan itu dengan wajah keras dan penuh ketegangan.
" Tuan " sapa sang asisten.
" Hubungi Lucas, suruh dia kembali ke jakarta besok, aku tidak menerima penolakan " ucapnya dengan tegas dan wajah yang menunjukkan keseriusan.
" Baik tuan " jawab sang asisten cepat.
Keesokan paginya, di meja makan terasa sangat sesak dan berat, Devan duduk di samping sang mama dan papa mahendra yang sejak tadi duduk diam tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir nya.
Membuat suasana semakin berat, tak lama seseorang datang dengan langkah ringan namun penuh wibawa, tubuh tinggi badan yang terlihat sempurna dan kokoh, langkah itu berhenti tepat di ambang pintu.
semua mata tanpa sadar tertuju padanya, Devan yang sejak tadi duduk perlahan mengangkat wajahnya, dan untuk sesaat\_\_raut wajahnya berubah.
" Kak... " Gumamnya pelan.
Pria itu tidak langsung menjawabnya, tatapannya menyapu ruangan yang dingin, tenang, dan penuh kendali, auranya berbeda, lebih tajam, dan lebih berat.
Itu adalah Lucas Arthur Mahendra anak tertua, keluarga mahendra.
" Sudah lama, ya Devan " sapanya, pelan namun terdengar dingin.
Lucas berjalan mendekat, Ia menarik kursi dengan tenang lalu duduk di hadapan mereka, gerakannya rapi terukur,seolah setiap langkahnya sudah di perhitungkan.
Hening... tidak ada yang berbicara, bahkan tuan mahendra hanya menatap kedua putranya.
" Kenapa aku di panggil mendadak? " tanya langsung Lucas.
" Ehmmm....bagaimana jika kita sarapan terlebih dahulu " ajak bu Risma kepada putra dan suaminya, melihat ketegangan di ruang makan membuat bu Risma takut akan emosi anak bungsunya.
Mereka pun menurut dan melanjutkan sarapannya, di tengah-tengah itu tuan mahendra menarik nafas kasar.
" Ada masalah dengan perusahaan kita " ucapnya pelan tanpa mengangkat wajahnya.
Tangan Lucas terhenti, Ia menoleh ke arah sang ayah, terlihat tuan mahendra tampak tidak terganggu dengan tatapan putra tertuanya.
Suasananya semakin berat, Lucas mengangguk pelan.
Tuan mahendra menarik nafas dalam, lalu meletakkan alat makan di piring, kini dia menegakkan wajahnya ke depan.
" ini tentang Adel.... dan juga tentang mu " tuan mahendra menatap Devan sebentar lalu berpaling ke arah lain.
Lucas mengangkat satu alisnya, wajahnya tampak binggung dengan jalan percakapan ayahnya.
Sedangkan di sisi lain... Devan mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
" Pa... sebenarnya ada apa? " tanya Devan, dengan wajah yang tampak penasaran.
Tuan mahendra menoleh ke arah Devan, tatapan nya kini tampak lebih dalam.
" Orang tua Adel tidak merestui hubungan kalian " kalimat itu langsung menghantam, Devan terdiam.
" Dan mereka menginginkan Lucas sebagai menantu mereka " lanjut mahendra, suara mulai berat.
Sunyi\_\_\_Lucas maupun Devan mereka berdua tidak ada yang berbicara.
Devan menatap tajam ayahnya.
" Maksud nya Pa?" tanya Devan yang tidak Terima.
Tuan mahendra tidak langsung menjawabnya, Ia memalingkan wajahnya ke arah Lucas putra tertuanya, seketika semuanya menjadi jelas.
Devan membeku, dia terlihat kecewa dan syok tidak bisa menerima kenyataan nya.
" tidak..... " Gumam Devan pelan, Ia menggelengkan kepalanya.
" Ini tidak mungkin " tatapannya beralih pada kakaknya Lucas yang tampak tenang tanpa terganggu sedikitpun.
" Ini tidak mungkin kan "
Lucas terdiam, Ia menatap Devan sang adik tanpa ekpresi.
" Aku baru tahu " jawab Lucas, nada suaranya datar dan dingin sulit di tebak.
Devan berdiri mendadak dari kursinya.
" Papa serius " untuk pertama kalinya suaranya meninggi melayangkan protes pada sang ayah.
Tuan mahendra tampak tidak terkejut, Ia hanya menatap Devan dengan sorot mata tegas, dingin, seolah keputusan itu sudah bulat sejak awal.
" Duduk Devan, aku masih berbicara " Ucap tuan mahendra dengan nada datar tapi menekankan.
" Aku tidak terima!!.....Adel adalah pacarku papa tau sendiri bagaimana aku mencintai nya dan berapa lama hubungan kami " ujar Devan, Matanya tampak memerah.
" Kenapa tiba-tiba papa ingin menjodohkan pacarku dengan kak Lucas? "
" kenapa? " teriak Devan.
BRAKK...
Tuan mahendra memukul meja dengan keras hingga istrinya nyonya risma terkesiap.
" DEVAN....!! " Bentak tuan mahendra, seketika semuanya hening tanpa suara, Devan langsung terdiam.
" Duduk " ucapannya singkat dan tegas, sorot matanya yang dingin menusuk Devan.
Devan menurut tanpa bayak bicara Ia langsung duduk di kursinya.
" Tuan Raditya tidak merestui hubungan kalian, dia tidak menerima seorang menantu yang hidupnya bahkan masih bergantung pada orang tuanya " ucap tuan mahendra.
" Lihat dirimu?... "
" Kamu bahkan menolak berkerja di perusahaan, bayak saja alasan yang kamu buat, bahkan sekarang kamu tidak memiliki tujuan, dan menyusun masa depan untuk dirimu sendiri " lanjut tuan mahendra agar Devan tersadar betapa menyedihkan nya hidupnya itu tanpa tujuan yang jelas dan masa depan yang cerah.
Suasana di meja makan itu mendadak membeku, kata-kata barusan tuan mahendra bukan hanya sekedar teguran, melainkan sebagai tamparan keras untuk Devan.
Devan mengepalkan kedua tangannya di bawah meja, kukunya memutih menahan amarah dan rasa malu yang bercampur.
" Sebagai seorang ayah dia tidak ingin anaknya menderita dan sengsara hanya karena makan cinta yang kamu beri " lanjut tuan mahendra.
" Aku akan usaha... aku akan kerja di perusahaan, aku akan berubah!! " ucapnya dengan suara parau.
" Asalkan aku bersama adel...aku akan usahakan semuanya " lanjut Devan.
" Jadi tolong... dengan sangat, tolong batalkan perjodohan kakak dengan Adel!!! " pinta Devan Devan suara yang bergetar menahan tangis pilu.
" Pa... menurut mama, ini terlalu menyakitkan untuk Devan " ucap nyonya risma, Ia tidak ingin anak-anaknya saling bermusuhan hanya karena satu wanita.
nyonya risma menatap suaminya dengan memohon, tapi tuan mahendra mengabaikannya, pria yang membangun dinasti bisnisnya dengan logika, bukan perasaan.
" Penyesalan selalu datang terlambat Devan " ucap tuan mahendra.
" Tuan Raditya bukanlah orang yang bisa kamu luluhkan dengan janji' akan berubah ', dia butuh bukti nyata, dan saat ini satu-satunya bukti kesuksesan di keluarga ini yang dia akui hanyalah Lucas "
Devan menatap kakaknya, tatapannya penuh luka , Ia berharap kakaknya menolak perjodohan ini.
" kak.. katakan sesuatu!!...Kakak tidak akan melakukannya kan?.. kakak tau adel itu adalah segalanya buat ku "
Lucas yang sejak tadi mendengar dengan wajah yang tanpa ekpresi, perlahan meletakkan sendoknya, dentingan itu memecah keheningan di ruang makan.
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.