WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua empat
..."Kau tahu tidak? Istrimu itu adalah seorang wanita simpanan petinggi di kota ini. Dia bahkan suka menjilat para pejabat dengan tubuhnya yang menurutnya sangat indah." Jeff menggaruk tengkuknya....
... "Aku bahkan memiliki rekaman saat istrimu sedang bercinta dengan seorang pria yang sudah berumur. Dia memang kaya, tapi pasti sudah di penuhi keriput dan bau tanah!"Semua orang Jeff yang berada di sana tertawa. Bahkan Josh, yang di kenal dingin dan hanya bicara jika ada yang penting saja juga ikut tertawa....
...Jeff menatap beberapa orangnya yang tertawa. "Hei, kalian tertawa?" Seketika semuanya kembali terdiam. Jeff juga ikut tertawa kecil. "Tidak masalah. Nanti kita harus menontonnya bersama, bagaimana?"...
...Mereka semua hanya mengangguk karena tidak mungkin menolak perintah Jeff....
..."Tutup mulutmu itu, sialan! Omong kosong macam apa itu?! Istriku bukan wanita seperti itu!" Charles tak kalah marahnya saat Jeff dengan terang-terangan mempermalukan istrinya....
..."Jangan terlalu membelanya, tipu daya wanita itu sangat kuat. Bahkan kau saja tidak pernah menyangka jika anak yang dia kandung bukan anakmu, tetapi anak orang lain."...
..."Tidak! Itu tidak benar! Istriku sangat mencintaiku dan dia tidak akan melakukan hal menjijikan itu!"...
...Jeff menggeleng pelan. Sebelum akhirnya mengambil alih laptop yang Pras bawakan. Dia mulai membuka laptop itu dan memutar sebuah video yang membuat seisi ruangan ternganga melihatnya....
..."Sayang, kau sangat seksi jika begini." terdengar suara seorang pria yang memang wajahnya tidak terlihat di kamera....
...Di dalam video itu memperlihatkan seorang wanita cantik yang berada di atas ranjang dengan posisi terlentang. Dan wanita itu sudah bertelanjang bulat hingga tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya....
..."Ke marilah, aku sudah merindukanmu. Meskipun kamu sudah berumur, tetapi kepuasanku bisa kamu imbangi-ahh" Wanita itu mendesah saat tangan kekar pria itu menangkup benda bulat itu....
...Mata Charles berkaca-kaca melihat istrinya benar-benar menjadi seorang jalang. Bahkan dia dengan jelas tahu jika itu memang istrinya. Ada sebuah tato di bagian dada atasnya, dan Charles dapat mengenalinya....
..."Steffi," gumam Charles tak percaya....
...Jeff menyeringai kala melihat raut kebencian di wajah Charles. Pria itu sudah pasti marah, kecewa menjadi satu dan tak pernah menyangka jika istrinya yang baru dia nikahi malah menjadi seorang jalang....
...Jeff segera mematikan laptop itu dan menutupnya....
...Kemudian memberikannya pada Pras....
..."Kau sudah melihatnya sendiri?" Jeff mundur selangkah. "Mataku sedikit ternodai melihat tubuhnya yang menjijikan itu...
... Jadi selama ini dia menjual tubuhnya pada para pejabat dan kau, kau juga menikmati bekas orang lain!" Jeff tertawa puas yang mampu membuat Charles semakin malu sekarang....
...Ke lima pria di sana kini menjadi semakin ketakutan karena Jeff mengetahui segalanya tentang mereka....
..."Jadi, apa kalian tetap tidak akan buka mulut? Jika iya, maka biar aku tunjukkan sekali lagi hal yang tak pernah kalian bayangkan."...
..."Tidak, Tuan! Sudah cukup, tolong jangan lakukan lagi!" Charles benar-benar sudah tidak bisa tinggal diam. Jika memang dirinya harus mati hari itu, dia akan rela. Tetapi Charles tidak bisa terima saat tahu jika istrinya malah bermain di belakangnya....
...Jeff menarik sudut bibirnya. "Jika di antara kalian ada yang menyerah dan mau mengatakannya padaku, mungkin aku akan memberikan kalian kesempatan." Jeff beralih duduk di sebuah meja yang terbuat dari kaca....
..."A-aku akan mengatakannya," Charles mendongak menatap beberapa temannya. Mereka menatap tak percaya pada Charles yang malah memilih mendukung Jeff....
...Jeff menatap Charles dengan serius. "Jika kau benar mau memberitahu aku, maka aku juga akan membantumu untuk membalas dendam pada istrimu itu. Aku tahu setelah kau mengetahui kebenarannya, kau tidak akan mau kembali bersamanya."...
...Charles terdiam. Memang benar, dia sebenarnya ingin membalas dendam pada Steffi yang sudah mengkhianatinya....
..."Charles, kau gila? Jika kau memberi tahu padanya maka keluarga kita akan dalam bahaya!" teriak pria di ujung sana....
...Charles menoleh menatapnya. "Dan jika kita tidak mengatakannya, kita akan mati dan Tuan ini akan tetap membahayakan keluarga kita!" Terlihat keputusasaan di mata Charles. Jeff tahu itu....
..."Tapi kita sudah berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun. Apa kau ingin dia marah dan menghancurkan suruh keluarga kita?" Kini Darius yang bicara....
...Jeff menatap Charles yang seperti sedang bimbang....
...Dia pun kembali berdiri. "Charles, aku tahu kau mau mengatakannya. Sampah-sampah ini membuatmu bingung, bukan? Baiklah, aku akan membantumu membuat mereka terdiam." Jeff meraih satu senjata api yang berada di sana. Kemudian,...
...DOR...
...DOR...
...DOR...
...DOR...
...Charles membulatkan matanya saat melihat Jeff dengan mudah menembak keempat pria itu. Bahkan darah mereka mengenai wajah Charles. Jeff menembak mereka tepat di kepalanya hingga membuat mereka langsung tiada....
..."Selesai, sekarang kau bisa mengatakannya dengan tenang."...
...***...
...Damian yang baru saja datang karena dia sempat pulang ke rumahnya di kejutkan saat tidak melihat keberadaan Sabrina di sana....
..."Kemana gadis itu pergi? Apa dia sudah pulang? Tidak mungkin, Jeff menyuruhnya agar tetap di sini sampai dia pulang." Damian berjalan keluar dari kamar Jeff untuk mencari Sabrina....
..."Pelayan, dimana gadis yang berada di kamar Jeff?"...
...tanya Damian pada seorang pelayan yang sedang membersihkan dapur....
...Pelayan itu menoleh. "Oh, Nona itu tadi sedang keluar sebentar. Dia bilang ingin berkeliling di rumah ini."...
...Damian mengangguk dan segera mencari keberadaan Sabrina. ...
...Jeff menitipkan gadis itu padanya dan Damian tentu saja tidak tenang jika belum melihat keberadaan Sabrina. Damian mengedarkan pandangannya pada sekitar rumah itu namun tak melihat Sabrina di sana....
..."Kemana gadis itu? Tidak mungkin dia pergi...
...sendirian di rumah seluas ini." Damian akhirnya memilih bertanya pada seorang penjaga yang ada di dekat pintu utama....
..."Kau melihat seorang gadis? Dia gadis yang Jeff bawa malam itu."...
...Pria yang berbadan besar itu saling pandang dengan temannya. "Oh, Nona itu tadi minta di antarkan ke suatu tempat. Seorang supir yang mengantarnya dan belum kembali."...
...Damian berdecak karena yakin jika Sabrina pasti meminta di antarkan ke rumah gadis itu. "Sial! Jeff bisa mengamuk jika tau ini!"...
...***...
...Sabrina tiba di rumahnya pada pukul delapan pagi....
...Dia sudah terlambat kuliah dan kemungkinan akan terpaksa tidak masuk kelas. Yang Sabrina khawatir bukan hanya masalah kuliahnya, melainkan kemarahan Gita yang sudah pasti tidak akan bisa dia hadapi....
...PRANGG!...
...Sabrina terkejut saat dia baru melangkah memasuki pintu utama. Gita melemparnya dengan gelas kaca yang langsung berserakan di lantai. Beruntungnya tidak mengenai kaki Sabrina, hanya beberapa pecahan yang sedikit menggores pergelangan kaki Sabrina karena Gita melemparnya tepat di hadapan Sabrina....
..."Dari mana saja kamu?! Semalaman tidak ada di kamar, pergi kemana, hah!" bentak Gita penuh amarah....
...Sherly tersenyum miring melihat Sabrina yang di marahi oleh Gita. "Sudah aku bilang, Bu. Sekarang dia ini seorang jalang yang suka keluyuran malam. Bukannya membereskan rumah, dia malah berjalan dengan seorang pria bahkan aku menebak jika semalam dia menginap di rumahnya, benar' kan?" Sherly ikut memanas-manasi Gita....
...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Aku pergi ke Dokter. Maaf karena terlambat pulang." Sabrina menundukkan kepalanya....
aku suka
aku suka🥰