NovelToon NovelToon
Gadis Manja Tuan Mafia

Gadis Manja Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cintapertama
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

​Niatnya cari pelarian, malah dapet "tuan muda" kematian.

​Alicia kabur ke Italia dan mencari pria paling tampan untuk menghina selera perjodohan ayahnya. Misinya berhasil ia menemukan Dante, pria dengan visual sempurna yang mau diajaknya bermalam bersama.

Tapi keesokan paginya, Alicia baru sadar kalau dia bukan baru saja menaklukkan pria biasa, melainkan seorang predator paling ditakuti di Eropa. Ternyata, merayu bos mafia saat mabuk adalah ide terburuk yang pernah Alicia lakukan seumur hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 13

"Hasil tes urin tadi memang negatif karena kadar hormonnya masih sangat rendah, hampir tidak terdeteksi. Tapi lihat ini..." Dokter itu menunjuk ke layar monitor. "Ada denyut jantung. Sangat lemah, tapi ada. Signorina Alicia... dia memang hamil. Namun, ada komplikasi. Stres dan guncangan fisik yang dialaminya beberapa jam terakhir membuat kandungannya sangat lemah."

​Dante terpaku. Sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya menjalar di dadanya campuran antara kebanggaan yang meluap dan ketakutan yang melumpuhkan. Ia memiliki pewaris, tapi ia terancam kehilangannya sebelum ia sempat melihatnya.

​"Lakukan apa pun. Pakai semua obat paling mahal di dunia ini. Pastikan mereka berdua selamat," perintah Dante, suaranya kini tidak lagi keras, melainkan penuh permohonan yang tersembunyi.

Saat kapal mereka merapat di dermaga pribadi di Corsica pada dini hari, Alicia sudah mulai sadar, meskipun kondisinya masih sangat lemah. Ia dipindahkan ke dalam ambulans pribadi menuju rumah sakit rahasia milik klan Vallo.

​Namun, saat pintu ambulans hendak ditutup, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di belakang mereka. Seorang pria keluar dari sana dengan langkah terburu-buru. Seorang pria tua yang tampak hancur.

​Surya Atmadja.

Pria itu telah terbang langsung dari Jakarta dengan jet pribadinya begitu ia mendengar serangan Moretti dan penolakan Alicia di laut. Ia berdiri di sana, menatap putrinya yang terbaring lemah di dalam ambulans.

"Alicia..." suara Surya pecah.

Dante berdiri menghalangi jalan Surya, tangannya sudah berada di gagang senjatanya. "Kau sudah melakukan cukup banyak kerusakan untuk satu minggu ini, Surya."

Surya tidak membalas dengan amarah. Ia justru menatap Dante dengan mata yang basah. "Aku hanya ingin dia selamat. Aku tahu tentang Moretti... aku tahu Bambang mengkhianatiku. Aku salah. Aku hanya ingin melindunginya dengan cara yang aku tahu."

Dante menatap pria tua itu sejenak, lalu menoleh ke arah Alicia di dalam ambulans. Alicia memberikan anggukan kecil yang sangat lemah.

"Dia di rumah sakitku sekarang," ucap Dante dingin. "Kau boleh berkunjung, tapi kau akan diperiksa seperti narapidana. Dan satu hal lagi, Surya..."

Dante mendekat ke telinga Surya, membisikkan sesuatu yang membuat pria konglomerat itu mematung di tempat.

"Kau akan menjadi kakek dari seorang Vallo. Jadi, sebaiknya kau mulai belajar bagaimana cara bersikap di depan keluarga barumu."

Ambulans itu meluncur pergi, meninggalkan Surya Atmadja yang terpaku di dermaga yang dingin. Sementara di dalam ambulans, Alicia menggenggam tangan Dante, merasakan bahwa pelariannya yang manja telah membawanya ke sebuah takdir yang jauh lebih besar dari sekadar estetika visual, ia kini adalah jantung dari sebuah kerajaan yang tidak akan pernah membiarkannya jatuh.

Namun, di rumah sakit itu, seseorang sudah menunggu dengan rencana lain. Seseorang yang tidak menginginkan pewaris Vallo lahir ke dunia ini.

Rumah sakit klan Vallo di Corsica tidak terlihat seperti fasilitas medis pada umumnya. Dari luar, bangunan itu tampak seperti vila mewah yang tersembunyi di balik tebing curam, namun di dalamnya terdapat teknologi medis paling mutakhir yang bisa dibeli dengan uang hasil bisnis bawah tanah. Lorong-lorongnya dilapisi marmer putih yang dingin, sunyi, dan dijaga oleh pria-pria berpakaian sipil dengan tonjolan senjata yang jelas di balik jas mereka.

Alicia terbaring di ranjang pesakitan yang sangat nyaman, namun matanya terus menatap langit-langit. Infus vitamin dan penguat kandungan mengalir perlahan ke pembuluh darahnya. Rasa mualnya sudah berkurang, digantikan oleh rasa lelah yang luar biasa berat.

"Kau harus istirahat, Alicia," suara Dante terdengar dari sudut ruangan. Pria itu tidak beranjak sejak mereka sampai. Ia duduk di kursi kulit, masih dengan kaos hitam yang sama, menatap monitor jantung Alicia seolah itu adalah benda paling berharga di dunia.

"Aku tidak bisa tidur, Dante," bisik Alicia. "Semuanya terasa seperti mimpi buruk yang tidak mau berakhir. Ayah, Bambang, laut... dan sekarang ini." Ia menyentuh perutnya yang masih rata. "Ada manusia di dalam sini? Itu terdengar gila."

Dante bangkit, melangkah mendekat dan duduk di tepi ranjang. Ia meraih tangan Alicia, mengecup buku-buku jarinya dengan lembut sebuah kontras yang aneh dari pria yang beberapa jam lalu hampir meledakkan helikopter militer.

"Ini bukan mimpi buruk. Ini adalah kenyataan barumu," ucap Dante serius. "Dan aku tidak akan membiarkan kenyataan ini hancur. Kau aman di sini. Ayahmu ada di lantai bawah, di bawah pengawasan Marcello. Dia tidak akan menyentuhmu tanpa izinku."

Di luar kamar Alicia, kesibukan yang berbeda sedang berlangsung. Dokter Elena, kepala medis di sana, sedang meninjau hasil laboratorium Alicia di ruang kerjanya. Tiba-tiba, seorang perawat masuk membawa nampan berisi obat-obatan.

​"Ini dosis tambahan untuk pasien di kamar 302, Dokter," ucap perawat itu. Ia mengenakan masker bedah yang menutupi sebagian besar wajahnya, dan topinya ditarik rendah.

​Dokter Elena mengernyit. "Kamar 302? Itu kamar Alicia. Aku tidak meresepkan dosis tambahan malam ini. Siapa yang memerintahkannya?"

​Perawat itu tidak menjawab. Dalam gerakan yang sangat cepat, ia mengeluarkan sebuah alat kejut listrik kecil dan menempelkannya ke leher Dokter Elena. Sang dokter jatuh pingsan tanpa sempat berteriak.

​Perawat misterius itu segera mengganti label pada botol infus yang dibawanya. Cairan bening di dalamnya bukan lagi penguat kandungan, melainkan zat penginduksi kontraksi dini yang dosisnya cukup tinggi untuk menyebabkan keguguran spontan dalam hitungan menit.

1
putmelyana
semangat thorrrr😍
~SasMaya ✧: Terima kasih, semangat 🔥
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
semangat kak
~SasMaya ✧: Terima kasih dukungannya 🥰
total 1 replies
~SasMaya ✧
hari ini satu bab dulu ya, bab lanjutannya belum sempet revisi masih banyak typo sana sini 🤭

jika berkenan jangan lupa like di setiap bab-nya yah 🥰

terima kasih dukungannya ✨
putmelyana
next Thor ceritanya 😍
putmelyana
aaaaa gak sabar banget bca cerita selanjutnya 😮‍💨
Amila FM,IG:amilaeditslife
Alicia panutanku 🫰
Amila FM,IG:amilaeditslife
ya kan Dante bener2 dah Lo Dante dante
Tevina Anggita
senenggg bangett denger ekspresi nya si dante🤭🤭
Tevina Anggita
akhhh makinnn seruuuu, semangat up nya thorr 🤭🤭🤭🤭🤭
Mita Paramita
dante ngambek nya awet 🤣🤣🤣
Tevina Anggita
yuhuuuuuu senangnyaaaa,plis sakit mental tu lebih dalam dari pada fisik😭😭😭,semangat up nya thorr👍👍
Seblak mercon..
bagus
putmelyana
next Thor ceritanya
Amila FM,IG:amilaeditslife
makasih kak, melihat alicia yang tidak terpuruk, jadi semangat lagi 💪
putmelyana
mantep lanjut Thor ceritanya banyakin adegan romantis mereka berdua dong Thor dan kelucuan baby leon
~SasMaya ✧: /Bye-Bye/tar yah... kalau mereka udah balik ke amalfi lagi.
total 1 replies
Tevina Anggita
klau Alicia menghilang pas Dante udh memaafkan seru kayaknya 🤣
~SasMaya ✧
📌 Demi mempercepat perkembangan cerita dan menghadirkan alur dari masukan kalian, author akan update 2 bab setiap harinya. ✨

Jangan lupa bantu support dengan like dan komentar yaa~ dan jangan jadi silent reader terus 🤭
Karena dukungan kalian bikin author makin semangat untuk terus melanjutkan cerita ini 🫰🏻
Sheila Aquariana
lagi thoor
~SasMaya ✧: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
sakit bgt bacanya. berasa sakitnya Alicia dan Dante. mungkin biar cepet baikkan ada scene Alicia mengorbankan sesuatu yang bikin Dante merasa menyesal tidak percaya lagi dgn Alicia. bisa juga Alicia harus berkorban menghilangkan jejak demi menyelamatkan Dante dan Leo dan bikin Dante terpuruk dan menyesal
~SasMaya ✧: ok sip kak..
terimakasih dukungan nya 🥰
total 1 replies
Tevina Anggita
kejam banget plis.....,Alicia di buat hilang jejak aja Thor... ngak semua salah Alicia plis..
Tevina Anggita: sippp makasihhh thorrr🤭🤭🤭🤭🤭

setelan pabrik? centill nya kah?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!