Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02 Prolog bagian 2
Batu Asteroid bulan, adalah batu yang di temukan oleh peneliti legendaris bernama Reiga, batu Asteroid tersebut mengandung kekuatan energi force yang sangat kaya, namun bukan hanya itu saja, batu tersebut memiliki beberapa tulisan-tulisan kuno yang mana jika di sentuh oleh beberapa orang yang terpilih maka mereka akan melahirkan sebuah Grimoire.
Grimoire adalah keajaiban yang lahir dari pengetahuan alam semesta dengan tubuh manusia, mereka yang dapat melahirkan Grimoire akan dapat mengendalikan energi force dan merubahnya menjadi tehnik sihir, sebuah tehnik tingkat atas yang hanya di miliki oleh sedikit umat manusia di dunia. Grimoire di bagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori biasa dan unik, di dalam kategori biasa terdapat 4 Grimoire yang mana terbagi menjadi Grimoire api, angin, air, dan tanah.
Sementara itu untuk kategori unik berada di luar dari ke 4 kategori biasa, dan sekarang ini umat manusia telah menemukan 3 Grimoire kategori unik yaitu petir, cahaya, dan Berkat. Ke 3 Grimoire dengan kategori unik tersebut di miliki oleh para Mage yang menjadi pahlawan di masa lalu, dan mereka menjadi musuh terkuat bagi 10.000 ras monster dan ujung tombak umat manusia.
Karena hal itulah “Tringgs…” kemunculan Grimoire kategori unik milik Luciel sangatlah langkah, terlebih lagi itu adalah Grimoire bewarna ungu kehitaman yang mengandung energi force kuat yang bisa menghancurkan apapun. Penguji tes adalah seorang pria tua yang terlihat seperti berusia 60 tahunan, dia adalah seorang Mage dengan Grimoire element angin dan juga seorang yang pernah bertarung di depan medan perang secara langsung.
Pada saat itu penguji tes terkagum dengan apa yang dia lihat, dan dengan nada hormat dia berkata.
“Selamat Luciel Greed, kau telah membangkitkan sebuah Grimoire element petir yang ada di kategori unik… di katakan kalau Grimoire element petir mengandung tehnik sihir kuar yang dapat menghancurkan jutaan musuh dengan satu tehnik”
“Dengan menggunakan Grimoire ini kau bisa menjadi salah satu ksatria sihir tingkat atas”
Luciel yang mendengarkan semua pujian dan juga tawa dari teman-teman dan gurunya hanya tersenyum kecil, karena dia tahu kalau mereka semua mengharapkan sesuatu dari dirnya, dan tidak ada satu orangpun yang mengatakan pujian tersebut dengan nada tulus kepadanya. Akan tetapi Merlin dengan santai melewati Luciel dan berkata.
“Selamat karena sudah terjebak dengan hal yang sangat merepotkan”
“Haaah… bilang saja kau iri dengan masa depanku yang menjanjikan dan aman ini” balas Luciel.
“Cih… dasar anak kurang ajar” kata Merlin.
Di saat itu Luciel langsung turun dari panggung tes dan menunggu di tempat para siswa/i yang mana telah menyelesaikan tes mereka, dan pada saat itu dia terlihat sangat fokus dengan tes milik Merlin. Saat Merlin menyentuh batu Asteroid yang mana di bawa oleh pengawas tes, saat itu “Srraahkk…” secara tiba-tiba Merlin di pindahkan ke sebuah ruangan putih kosong yang mana tidak ada apapun di dalamnya.
Kebingungan dengan apa yang terjadi, “Sringgs…” secara tiba-tiba 3 buah cahaya muncul di hadapan Merlin, cahaya-cahaya itu muncul dengan sendirinya dan membentuk sebuah Grimoire di depan Merlin. Ke 3 Grimoire itu memiliki warna yang berbeda-beda, ada yang berwarna merah darah gelap yang melambangkan Grimoire unik dengan element baru, ada juga yang berwarna putih jernih dengan lambang sayap ke emasan di sampul Grimoire tersebut.
Dan yang terakhir sebuah Grimoire berwarna hitam gelap, yang terlihat kusam dan juga berdebu, akan tetapi saat Merlin melihat ke 3 Grimoire tersebut dia tahu kalau ke 3 nya adalah Grimoire kategori unik.
“Haah… nampaknya aku benar-benar sial, ke 3 nya adalah pilihan yang sulit akan tetapi ini menarik juga… sudah lama aku tidak merasa kebosanan seperti ini”
“Mungkin ada baiknya juga aku terlahir kembali ke dunia asing ini” pikir Merlin.
Merlin adalah seorang peneliti dari Bumi yang mana bereinkarnasi ke dunia Avalon, dan saat dia masih bayi dia mengetahui setiap pengetahuan yang ada di Bumi terkecuali nama dan juga keluarganya di Bumi. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak mengganggu dirinya, karena dia percaya kalau dia mengingat kembali namanya yang dulu serta wajah keluarganya, maka dia tidak akan bisa menjalankan kehidupannya yang baru.
Selama di Bumi, Merlin adalah seorang jenius yang telah berhasil menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan, dan karena hal itulah dia mendapatkan julukan jenius yang legendaris dan juga menjadi sosok pelapor di Bumi. Namun karena kejeniusannya itu dirinya menjadi tidak memiliki satu orang pun yang bisa di anggap sebagai teman, terlebih lagi karena dia hampir menguasai setiap ilmu pengetahuan yang ada di Bumi membuat dirinya menjadi bosan.
Namun saat dia tahu kalau dia terlahir di dunia ilmu pengetahuan sihir, dia menjadi bersemangat kembali, dan setiap malam dia terus membaca setiap buku yang ada di perpustakaan dan membuat dirinya menjadi tidak bisa fokus pada pelajaran di pagi hari. Karena ke seringan membaca buku sampai larut malam, Merlin menjadi sering tertidur di kelas-kelas umum, dan mendapatkan predikat pemalas dari para guru dan juga murid-murid yang ada.
Pengetahuan akan sihir yang mana hampir tidak di ketahui oleh orang-orang, membuatnya tertarik akan ke 2 Grimoire berwarna merah darah dan juga hitam, akan tetapi Merlin tahu kalau dirinya hanya dapat memilih satu diantara ke 2 Grimoire tersebut.
“Yang putih dengan tanda ke emasan tersebut nampaknya adalah Grimoire element cahaya, itu adalah Grimoire yang di pakai oleh Jeant seorang Mage wanita untuk mengalahkan ras monster Demon dan mengusirnya dari dunia manusia”
“Sementara ke 2 yang lainnya adalah Grimoire yang belum di ketahui apapun isinya, sebuah kemungkinan yang tak terbatas dan juga kesempatan untuk mempelajari hal yang baru dari dunia ini” pikir Merlin.
Dan pada saat itu “Taassk…” dengan sengaja Merlin menggunakan tangan kanan dan kirinya untuk mengambil Grimoire bewarna merah darah dan juga hitam tersebut. Pada saat itu juta “Crrassk…” sebuah mata raksasa muncul dengan cara mengoyak ruang putih tersebut, dan dengan tatapan tajam dia melihat kearah Merlin.
Mengetahui kalau dirinya sedang di tatap oleh entitas yang berbahaya Merlin melihat kearah mata tersebut dan dengan senyuman yang lebar dia berkata.
“Kenapa kau sangat marah, aku hanya menggunakan pilihan yang ada… aku menggunakan tangan kiriku untuk menggunakan Grimore Merah dan menggunakan tangan kananku untuk menggunakan Grimoire hitam”
“Keduanya adalah harta yang sangat berharga, akan sayang jika aku tidak bisa mempelajari ke duanya”
Mata buas yang haus akan pengetahuan baru yang dia dapatkan, itu adalah tatapan mata yang di miliki oleh Merlin saat ini, dan pada saat itu dari robekan ruang tersebut “Tringgs…” setitik cahaya putih muncul dan dengan cepat “Sringgs…” masuk ke jidat Merlin. Cahaya putih itu kemudian membuat Merlin tidak sadarkan dirinya, akan tetapi di saat yang bersamaan dia sama sekali tidak melepaskan ke 2 Grimoire yang ada di tangannya tersebut.
.
.
.
.
Bersambung…..