NovelToon NovelToon
Nona Muda Ini Begitu Dingin Dan Nakal!

Nona Muda Ini Begitu Dingin Dan Nakal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Angin laut pagi itu berhembus lembut, membawa aroma garam dan bunga kamboja yang tumbuh liar di pinggir pantai Pulau Chenghai.

Namun, pemandangan yang selama ini menjadi pelipur lara bagi Lin Xin Yi tak mampu meredakan gumpalan berat yang menghimpit dadanya.

Di depan rumah kayu sederhana tempat ia tinggal bersama Nenek Lin sejak bayi, berdiri sebuah koper kecil berwarna biru pudar—satu-satunya barang berharga yang menampung seluruh pakaian dan kenangannya selama tujuh belas tahun hidup.

"Nenek, Xin Yi pergi dulu," bisiknya, suaranya serak saat berusaha menahan tangis. Tangannya yang kasar menyentuh foto neneknya di dalam dompetnya.

Ayahnya. Pria yang namanya bahkan jarang disebutkan Nenek selama dia hidup, kini terbaring lemah di ranjang sakitnya di Kota ibu kota yang jauh, megah, dan asing baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Siapa sangka, Xin Yi sebenarnya adalah anak pantai sejati.

Ia tumbuh besar di tepi laut, mengenal setiap pasang surut air laut, dan sangat mahir berenang bahkan di ombak yang cukup besar. Bukan hanya itu, ia juga ahli dalam hal memancing gurita atau mencari hasil laut lainnya—keahlian yang didapat dari masa kecilnya yang keras namun menyenangkan.

Saat ini, ia hanya duduk diam mengamati situasi.

Ia melihat Huo Feilin dan Xin Fuyang yang sedang berbaring santai bersisian, tampak sangat menikmati momen romantis dan tenang mereka berdua. Lalu ia melihat Xin Yuning dan teman-temannya yang sedang asyik berteriak dan bermain air tanpa beban.

Melihat mereka semua sibuk dengan kesenangan masing-masing, Xin Yi tiba-tiba merasa ingin melakukan sesuatu yang lebih seru!

Menjemur diri itu membosankan... main pasir juga sudah cukup.

Tanpa membuat keributan atau memberitahu siapa pun, dengan gerakan sepi mungkin, gadis itu berdiri dari tempat duduknya. Masih menggenggam ember plastik dan sekop kecilnya, ia berjalan menjauh menuju area pantai yang lebih sepi dan berbatu, jauh dari kerumunan.

Ia tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang terus mengawasinya.

Quan Yubin yang tadi berdiri di pinggir air melihat adik temannya itu berjalan sendirian menjauh ke arah yang agak sunyi. Karena khawatir terjadi sesuatu atau takut gadis itu tersesat, ia pun memutuskan untuk mengikuti dari belakang.

"Ke mana kamu pergi sendirian, Yi Yi?" gumamnya pelan sambil melangkah mengikuti jejak kaki kecil itu di atas pasir basah.

Tidak butuh waktu lama bagi Xin Yi untuk menemukan lokasi yang sempurna.

Di ujung sana, terdapat gugusan karang besar yang menjorok ke laut, tempat di mana airnya terlihat lebih jernih dan dalam. Itu adalah tempat favorit para penghuni laut untuk bersembunyi.

Tanpa ragu sedikitpun, gadis itu meletakkan ember dan sekopnya di atas batu besar. Dengan gerakan lincah dan luwes, ia melangkah ke tepi karang yang licin, lalu...

HAP!

Ia melompat!

Tubuh mungil itu meluncur indah ke dalam air laut yang biru jernih. Tidak ada percikan air yang berlebihan, hanya suara byur pelan saat ia masuk dengan sempurna.

Dan pemandangan inilah yang baru saja sampai di mata Quan Yubin.

Matanya membelalak lebar tak percaya melihat apa yang baru saja terjadi.

Di hadapannya, ia tidak lagi melihat gadis imut pemakai sandal kelinci atau anak kecil yang main pasir. Yang ia lihat adalah sosok yang benar-benar berbeda.

Di dalam air, Xin Yi bergerak secepat ikan. Ia berenang dengan sangat mahir, menyelam jauh ke bawah, membelah air dengan kecepatan dan keluwesan yang luar biasa.

Wajahnya yang biasanya datar kini tampak sangat hidup dan bersinar di bawah permukaan air. Ia terlihat seperti putri laut yang benar-benar menguasai wilayah ini.

Melihat tubuh mungil itu menghilang begitu saja di dalam air yang cukup dalam, akal sehat Quan Yubin seakan langsung terbang meninggalkan dirinya.

Pria dewasa yang biasanya tenang, dingin, dan penuh perhitungan ini kini berubah menjadi panik setengah mati.

"XIN YI!!"

Ia berlari secepat kilat menuju tebing karang itu, mengabaikan bahaya dan ketajaman batu karang yang tajam. Kakinya tersandung, tubuhnya terhuyung, namun ia tidak peduli.

SRETT!

Saat ia mencoba memijakkan kaki di bebatuan licin itu, lututnya terseret tajam ke arah karang keras yang penuh cangkang kerang tajam. Kulitnya langsung tergores, darah merah segar segera menetes membasahi pasir dan air laut.

Tapi rasa sakit itu seakan tidak ia rasakan sama sekali.

Darah di lututnya mengalir, namun Quan Yubin tidak peduli. Ia segera berjongkok dan menundukkan kepalanya sedalam mungkin, mencoba menembus pandangan ke dalam air biru itu mencari sosok gadis itu.

Airnya agak keruh dan berombak sedikit. Ia tidak melihat apa-apa! Tidak ada gerakan, tidak ada bayangan tubuh!

"XIN YI!! JAWAB KAKAK!! KAMU DI MANA?!" teriaknya dengan suara pecah dan penuh kepanikan yang luar biasa.

Jantungnya berdegup kencang sekali, wajahnya pucat pasir.

Tidak mungkin... tidak mungkin! Baru beberapa detik yang lalu dia melompat! Kenapa menghilang begitu saja?!

"XIN YI!! KELUARLAH!! TOLONG KELUARLAH!!"

Pria itu hampir saja ingin ikut melompat masuk menyelam mencari gadis itu, meskipun ia tahu kemampuan menyelamnya tidak sebaik Xin Yuning. Ia benar-benar ketakutan membayangkan hal terburuk terjadi pada adik kecil itu di hari spesialnya.

Di kedalaman air, telinga Xin Yi menangkap suara teriakan yang sangat familiar dan penuh kepanikan.

Ia pun segera berenang cepat menuju permukaan.

HAP!

Kepala gadis itu muncul menyembul keluar air, rambut basahnya menempel rapi di wajah dan leher. Ia mengibas-ngibaskan air sambil memicingkan mata melihat siapa yang berteriak histeris tadi.

Ternyata Quan Yubin.

Xin Yi mengerutkan kening bingung. Kenapa pria ini ada di sini? Dan kenapa wajahnya panik setengah mati?

Namun saat ia menyadari posisi dirinya sendiri—baju yang ia pakai tadi sudah ia lepaskan untuk mengelap kerang, kini ia hanya mengenakan pakaian dalam dan celana renang—Xin Yi langsung sadar situasinya sangat tidak sopan.

"KAK QUAN! CEPAT BERBALIK BADAN!!" serunya tegas, suaranya keras memotong angin laut.

Wajahnya yang biasanya tenang kini memerah padam, telinganya merah terbakar karena malu. Di tangannya, ia memang sudah berhasil mendapatkan beberapa kerang-kerangan dan hasil laut lainnya yang ia masukkan ke dalam baju kaosnya yang diikat ujungnya sehingga berbentuk seperti kantong.

"......"

Quan Yubin yang tadinya panik kini terpaku diam di tempat.

Ia sempat melihat bahu putih mulus gadis itu, leher jenjangnya, dan bagaimana tubuh kecil itu terbentuk dengan indah di bawah pakaian renangnya.

Pria itu langsung merasa darahnya berdesir naik ke kepala. Ia buru-buru membalikkan badannya menghadap laut, jantungnya berdegup kencang karena kaget dan perasaan lain yang sulit dijelaskan.

Tanpa menunggu lama, dengan gerakan cepat ia melepaskan kaos putih tebal yang dikenakannya, lalu melempar baju itu melayang tepat ke arah Xin Yi yang masih di dalam air.

"PAKAI INI SEGERA! SEKARANG!" suaranya terdengar serak dan berat, wajahnya memerah gelap menahan rasa malu dan juga sesuatu yang lain. "CEPAT NAIK KE ATAS!"

Xin Yi menangkap baju itu dan segera memakainya menutupi tubuhnya.

Setelah gadis itu naik ke atas karang dengan cekatan, barulah Quan Yubin berbalik. Namun saat melangkah pergi menuju area pasir yang lebih datar, langkahnya terlihat agak pincang.

Baru disadari Xin Yi, lutut pria itu terluka cukup parah, kulitnya tergores dan berdarah karena terseret karang tadi.

"Kak Quan... kakimu?" panggil Xin Yi pelan, menatap luka di kaki temannya dengan tatapan tidak mengerti.

Kenapa dia harus terluka hanya karena panik mencari saya...?

Quan Yubin tidak menjawab sepatah kata pun.

Wajahnya datar namun terlihat sangat gelap dan sulit dibaca. Ia terus berjalan maju, mengabaikan rasa perih di lututnya dan juga kehadiran gadis kecil yang berjalan tertatih-tatih mengikutinya dari belakang.

Xin Yi hanya bisa menunduk memegang baju besar yang menutupi tubuhnya serta kantong kerang di tangannya.

Sepertinya... Kak Quan benar-benar marah besar padaku. batinnya merasa bersalah. Ia tidak bermaksud membuat orang lain repot atau terluka.

Sesampainya mereka di area halaman vila, suasana yang tadinya santai dan riuh seketika berubah menjadi hening total.

Xin Yuning, Zhao Yun, Rong Yuan, bahkan Huo Feilin dan Xin Fuyang yang sedang duduk bersantai, sontak menghentikan semua kegiatan mereka.

Mata mereka tertuju pada satu titik, bergantian melihat dua hal yang sangat mencolok:

1. Lutut Quan Yubin yang berdarah segar, celananya basah terkena darah dan kakinya berjalan pincang.

2. Dan yang paling membuat mereka terkejut... Xin Yi kini sedang mengenakan kaos besar milik Quan Yubin! Baju itu besar sampai menutupi seluruh tubuhnya, terlihat sangat longgar dan jelas sekali itu bukan pakaiannya.

"......"

Wajah Xin Yuning berubah seketika. Dari santai menjadi tegang dan tajam.

Zhao Yun dan Rong Yuan pun menutup mulut mereka, tidak berani berkedip.

Ada apa ini?! Kenapa Yubin terluka parah?! Dan kenapa baju Yubin ada di badan Xin Yi?! Apa yang sebenarnya terjadi di pantai tadi?!

Suasana menjadi mencekam dan penuh tanda tanya besar.

Huo Feilin tidak membiarkan suasana kacau ini berlarut-larut. Sebagai wanita yang tegas dan cerdas, ia langsung mengambil alih kendali.

"Yuning! Cepat ambil handuk! Jangan diam saja!!" bentaknya keras.

Suara itu cukup membuat Xin Yuning yang masih terkejut langsung tersentak dan berlari sekencang-kencangnya masuk ke dalam rumah menuruti perintah ibunya.

Sementara itu, Xin Fuyang dengan tangan gemetar segera mengeluarkan ponselnya. Ia langsung menelepon dokter pribadi yang biasa menangani keluarga mereka di kota ini, meminta agar datang secepat mungkin.

"Segera datang! Ada keadaan darurat!" serunya singkat dan tegas.

Zhao Yun dan Rong Yuan tidak berani banyak tanya. Mereka segera menyangga tubuh Quan Yubin yang mulai lemas karena kehilangan darah dan kaget.

"Ayo, Bro, kita masuk dulu. Hati-hati," ucap mereka lembut sambil membantu pria itu berjalan masuk ke dalam vila, meninggalkan jejak darah sedikit di lantai.

Tinggalah Xin Yi berdiri sendirian di teras.

Angin laut bertiup membuat tubuhnya yang basah menggigil, tapi rasa takut dan bersalah jauh lebih menusuk daripada dinginnya angin.

Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap ujung kakinya yang basah dan berpasir.

Ia bisa merasakan tatapan tajam Huo Feilin yang kini berjalan mendekatinya. Wajah wanita itu sangat serius, dingin, dan penuh pertanyaan yang belum terjawab.

"Naik ke kamar mandi dan bersihkan diri. Pakai baju yang sopan. Jangan keluar sampai aku panggil," perintah Huo Feilin dengan nada rendah namun tegas.

"Baik, Bu..." jawab Xin Yi pelan, nyaris tak bersuara.

Gadis itu segera berjalan cepat masuk ke dalam, menyelinap pergi meninggalkan suasana yang mencekam itu, hati kecilnya merasa sangat tidak enak.

Ia tahu, hari ini ia benar-benar membuat masalah besar.

 

1
Asrid 😊
yes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!