NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Tubuh Tanpa Dantian yang Penuh Misteri

Setelah berjalan hampir setengah malam, akhirnya kedua pemuda itu tiba di pinggiran Desa Qingxi. Di kejauhan sudah terlihat cahaya lampu minyak dari rumah-rumah penduduk, dan udara terasa lebih hangat serta aman.

Begitu memasuki gerbang desa, beberapa orang yang berjaga segera mendekat. Saat melihat pakaian Lin Xiaoyao yang bertuliskan lambang daun hijau — ciri khas Sekte Angin Hijau — wajah mereka langsung berubah hormat.

"Selamat malam, Nona Xiaoyao. Apakah perjalananmu aman?" tanya seorang tetua penjaga.

"Aman saja. Hanya sedikit kesulitan di dalam hutan. Aku membawa tamu," jawab Xiaoyao sambil menoleh ke arah Mu Chen.

Semua mata langsung tertuju pada pemuda yang berjalan di belakangnya. Pakaiannya yang aneh — kaos oblong dan celana pendek — langsung menjadi pusat perhatian. Beberapa anak kecil bahkan menunjuk sambil berbisik, membuat Mu Chen merasa sedikit canggung.

"Kenapa mereka melihatku seperti ini? Apakah di sini dilarang memakai baju pendek? Kalau di musim panas, ini justru paling nyaman!" gumamnya pelan.

Xiaoyao hanya tersenyum tipis dan membawanya menuju sebuah bangunan sederhana namun terawat di tengah desa — tempat tinggal sementara tetua sekte yang bertugas mengawasi daerah itu.

Di dalam ruangan, duduk seorang lelaki tua berjubah hijau tua, rambutnya sudah memutih namun matanya tetap tajam dan penuh wibawa. Ia adalah Tetua Qingyun, salah satu tetua inti Sekte Angin Hijau yang memiliki kekuatan sangat tinggi.

Begitu melihat kedatangan mereka, Tetua Qingyun berdiri dan menatap Xiaoyao, lalu pandangannya jatuh pada Mu Chen. Hanya dalam sekejap, alisnya langsung terangkat tinggi.

Biasanya, dengan tingkat kekuatannya, ia bisa langsung merasakan dasar energi dalam tubuh siapa pun. Namun saat ia memeriksa tubuh Mu Chen... ia merasa seperti melihat lautan kosong yang luas tapi tenang. Tidak ada aliran Qi yang biasa, tidak ada tekanan kekuatan, bahkan tidak ada tanda-tanda tempat penyimpanan energi.

"Anak muda, majulah sedikit," perintahnya dengan suara tenang namun berwibawa.

Mu Chen berjalan mendekat dengan hati-hati. Ia sedikit gugup, tapi juga penasaran. "Apakah ini seperti pemeriksaan kesehatan di rumah sakit? Semoga tidak ada jarum suntik..." batinnya.

Tetua Qingyun mengulurkan tangannya, meletakkan telapaknya perlahan di bahu Mu Chen. Aliran Qi halus mengalir masuk untuk memeriksa kondisi tubuhnya — dan detik berikutnya, matanya membulat terkejut.

HAP!

Qi yang ia kirimkan diserap begitu saja! Bukan ditolak, bukan dipantulkan, tapi tersedot masuk seperti air diserap oleh spons kering. Ia segera menarik tangannya kembali dengan ekspresi bingung yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Ini... hal yang mustahil!" gumamnya pelan.

Lin Xiaoyao yang melihat kejadian itu langsung bertanya, "Tetua Qingyun, bagaimana keadaannya? Di dalam hutan pun hal yang sama terjadi. Bola api roh dan hembusan angin semuanya diserap oleh tubuhnya, tapi dia tidak merasa sakit sedikit pun."

Tetua Qingyun memandang Mu Chen dengan pandangan yang campuran antara penasaran dan serius. "Anak muda, tarik napas dalam-dalam dan rasakan bagian dalam tubuhmu. Apakah kau bisa merasakan aliran energi? Apakah ada tempat di perutmu yang terasa hangat atau berdenyut?"

Mu Chen melakukan apa yang diperintahkan. Ia memejamkan mata, berkonsentrasi sekuat tenaga — mencoba merasakan sesuatu seperti yang mereka katakan. Setelah beberapa saat, ia membuka matanya kembali dengan wajah polos.

"Hmm... rasanya perutku agak lapar saja. Tadi malam belum makan apa-apa. Apakah itu yang dimaksud?"

Ruangan itu hening sejenak. Bahkan Tetua Qingyun yang sudah berusia lebih dari seribu tahun hampir tersedak ludahnya. Ia kemudian menjelaskan perlahan, seolah sedang berbicara dengan anak kecil:

"Dengar baik-baik. Di dunia ini, setiap orang yang ingin berlatih kultivasi harus memiliki Dantian — sebuah ruang energi di bagian bawah perut tempat kita menyimpan Qi yang diserap dari alam. Tanpa Dantian, seseorang tidak bisa menyimpan energi, tidak bisa menggunakannya, dan dianggap tidak memiliki bakat sedikit pun untuk jalan kultivasi."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang sulit dipercaya:

"Namun... tubuhmu berbeda. Aku sudah memeriksanya berkali-kali. Tubuhmu tidak memiliki Dantian sama sekali. Tapi anehnya, seluruh permukaan tubuhmu seolah menjadi satu Dantian raksasa. Ia bisa menyerap segala jenis energi — api, air, angin, tanah, bahkan energi roh — tanpa membedakan jenisnya. Energi itu masuk, menyebar ke seluruh tulang dan daging, tapi... tidak bisa kau kendalikan atau keluarkan kembali."

Mendengar penjelasan itu, ekspresi wajah Mu Chen berubah-ubah. Mulanya ia mengangguk paham, lalu mengerutkan dahi, kemudian membuka mulut lebar-lebar. Akhirnya, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkomentar dengan gaya khasnya:

"Jadi... maksudnya tubuhku ini seperti batu spons? Bisa menyerap air sebanyak-banyaknya, tapi kalau diperas tidak mengeluarkan apa-apa? Apa gunanya begitu?!"

Xiaoyao yang mendengar perumpamaan itu hampir tertawa terbahak, tapi berusaha menahan diri. Tetua Qingyun pun tidak bisa menahan senyum tipis — baru kali ini ia mendengar kondisi tubuh tingkat misterius diibaratkan seperti spons dapur.

"Kurang lebih begitulah gambaran sederhananya," jawab Tetua Qingyun sambil mengangguk. "Semakin lama kau berada di alam bebas, semakin banyak energi yang terserap. Tubuhmu akan menjadi semakin kuat, kulit makin tebal, tulang makin keras, indra makin tajam — tapi kau tidak akan pernah bisa mengeluarkan api, terbang, atau melepaskan serangan energi seperti orang lain. Energi itu hanya ada di dalam, memperkuat tubuhmu saja."

Mu Chen terdiam sejenak, lalu tiba-tiba matanya berbinar cerah.

"Tunggu! Kalau begitu... artinya aku kebal api? Tidak mudah dipukul? Bisa berlari jauh tanpa lelah? Itu juga bagus lho! Seperti baju pelindung alami! Tapi... tapi kenapa rasanya agak menyedihkan juga ya? Semua orang di sini bisa melakukan hal keren, sedangkan aku hanya bisa 'menampung' energi saja?"

Ada nada sedih samar dalam suaranya. Ia teringat dunianya sendiri — meski biasa saja, ia masih bisa berjalan bebas, berbicara dengan orang tuanya, membaca buku kesukaannya. Sekarang ia terlempar ke dunia ajaib, tapi justru memiliki kondisi yang aneh: bisa menyerap segalanya tapi tidak bisa menggunakannya. Seolah ia memiliki perpustakaan penuh buku, tapi tidak bisa membaca satu pun isinya.

 

Melihat ekspresi wajahnya yang sedikit murung, Tetua Qingyun menghela napas pelan dan bercerita dengan nada yang lebih lembut:

"Aku memahami perasaanmu. Ribuan tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang juga memiliki kondisi serupa. Namanya Han Wu. Ia juga tidak memiliki Dantian, tapi tubuhnya bisa menyerap segala energi. Ia selalu dikucilkan, dianggap aneh dan tidak berguna. Teman-temannya pergi, orang tuanya merasa sedih karena anaknya tidak bisa menjadi kultivator hebat."

Mu Chen mendengarkan dengan saksama, wajahnya semakin tertunduk — merasa ada kesamaan nasib.

"Namun..." Tetua Qingyun melanjutkan sambil tersenyum, "Han Wu tidak menyerah. Ia sadar ia tidak bisa bertarung dengan energi, jadi ia mengembangkan cara lain. Ia membuat senjata dari logam langka, mempelajari cara membuat jebakan, mengerti sifat tumbuhan dan hewan lebih baik dari siapa pun. Di usia tuanya, ia tidak menjadi dewa yang terbang di langit — tapi ia menjadi orang yang paling dihormati. Ia bisa membuat peralatan yang tidak bisa dihancurkan oleh serangan tingkat tinggi, membuat ramuan yang bahkan para tetua sulit buat, dan menjaga desa-desa di perbatasan dengan akal cerdiknya."

Mu Chen mengangkat wajahnya kembali, matanya berbinar lagi.

"Jadi... meski tidak bisa menggunakan energi, masih ada gunanya? Tidak harus menjadi orang yang bisa menembakkan api untuk menjadi berguna?"

"Tepat sekali!" Tetua Qingyun tertawa renyah. "Setiap jalan memiliki jalannya masing-masing. Yang dianggap tidak berguna oleh orang lain, bisa menjadi kelebihan yang unik untukmu. Lihat saja dirimu sendiri — saat diserang bola api roh, bukannya terluka, malah menjadi lebih segar. Saat hewan roh mendekat, mereka justru merasa energi mereka berkurang dan lari ketakutan. Itu sudah merupakan perlindungan alami yang tidak dimiliki orang lain!"

Mendengar itu, suasana hati Mu Chen langsung membaik. Ia menepuk dadanya dengan percaya diri yang berlebihan — seperti biasa — dan berkata dengan suara keras:

"Benar juga! Di duniaku ada pepatah: 'Batu yang dianggap tidak berguna, bisa menjadi alas rumah yang kuat!' Kalau tubuhku ini tidak bisa digunakan untuk bertarung, setidaknya aku bisa menjadi 'penyerap energi berjalan'! Atau mungkin 'penyegar udara alami'? Lumayan juga kalau dibawa berkeliling!"

Ucapan polosnya itu membuat Xiaoyao akhirnya tertawa lepas, bahkan Tetua Qingyun yang biasanya serius pun tertawa terbahak-bahak.

"Penyerap energi berjalan? Penyegar udara? Hahaha! Belum pernah ada orang yang menggambarkan bakat langka seperti itu!"

Xiaoyao sambil tertawa menambahkan, "Tapi ini kebenaran juga. Tadi di dalam hutan, udara di sekitarmu terasa lebih segar dan nyaman daripada tempat lain. Bahkan makhluk-makhluk kecil pun terasa tenang di dekatmu."

Mu Chen semakin bersemangat. Ia mulai berjalan mondar-mandir di ruangan itu, sambil berbicara sendiri dengan antusias:

"Kalau begitu, aku bisa mengembangkan jalan sendiri! Aku tidak tahu cara mengendalikan Qi, tapi aku tahu strategi, ilmu alam, cara membuat alat sederhana. Tubuhku kuat, tidak mudah terluka, dan hewan roh justru takut padaku. Ini bukan akhir, ini justru awal jalan yang berbeda!"

Namun di tengah semangatnya, tiba-tiba perutnya berbunyi "KRUK... KRUK..." keras sekali. Suaranya terdengar jelas di seluruh ruangan.

Wajah Mu Chen langsung memerah padam. Ia memegangi perutnya dan tertawa kikuk:

"Eh... tapi sebelum itu... apakah ada makanan? Tubuhku menyerap banyak energi, tapi perutku tetap butuh nasi dan sayuran ya! Energi tidak bisa mengenyangkan perut, sayangnya!"

Kejadian itu membuat suasana menjadi lebih ceria lagi. Tetua Qingyun tertawa sambil memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan.

Saat mereka menunggu makanan, Xiaoyao menatap batu giok Yin-Yang yang tergelembung lembut di tangan Mu Chen.

"Batu giok ini kemungkinan besarlah penyebab kondisi tubuhmu yang unik. Ia mengubah energi yang diserap menjadi energi keseimbangan, sehingga tubuhmu bisa menerimanya tanpa rusak — tapi juga membuatnya tidak bisa disimpan di Dantian seperti orang lain," kata Xiaoyao.

Mu Chen memandang batu itu, lalu tersenyum tipis — sedikit sedih karena masih merindukan rumahnya, tapi juga merasa beruntung mendapatkan teman dan kesempatan baru.

"Siapa tahu. Mungkin suatu hari aku bisa menemukan cara untuk menggunakannya. Kalau tidak bisa juga... tidak apa-apa. Selama masih bisa makan, tidur, dan tidak diganggu hewan roh, hidup di sini juga tidak terlalu buruk. Hanya saja... kapan aku bisa kembali ke dunia asalku?"

Pertanyaan itu menggantung di udara. Tidak ada yang bisa menjawabnya. Namun bagi Mu Chen, yang terpenting untuk saat ini adalah perutnya yang lapar dan hari esok yang akan dihadapi dengan cara yang unik — penuh kelucuan, akal cerdik, dan rahasia tubuh yang perlahan mulai terungkap.

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!