NovelToon NovelToon
Sistem: Suplai Tak Terbatas

Sistem: Suplai Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Wan Chen tidak ingin menyelamatkan dunia.

Ia hanya ingin kaya.

Untungnya, saat berada di ambang kematian, ia memperoleh Sistem dengan kemampuan Duplikasi dan Penyimpanan Dimensional.

Dan di dunia yang kekurangan segalanya, tidak ada kemampuan yang lebih menakutkan dari itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Misteri Artefak Karat dan Siklus Loophole

Wan Chen menyandarkan lengannya di tepi meja. Pandangan pria itu tertuju lurus pada pola karat silinder di depannya. Ada celah sangat tipis di dekat sambungan utama, menyembunyikan inti mekanis di balik kerapuhan usianya.

'Sekali tekan agak keras, serbuk karat ini bakal hancur jadi abu,' batin Wan Chen jengah.

Benda mati ini memiliki struktur nano pra-kiamat yang kompleks. Mustahil diutak-atik dengan sembarangan. Membongkarnya secara keliru sama saja memusnahkan kepingan data krusial di dalamnya.

Satu-satunya opsi paling rasional adalah menyalin rongsokan ini ke wujud fisik lain. Menduplikasi kerangkanya seratus persen, lalu menghancurkan salinan itu untuk dipelajari isinya.

Tarik napas panjang, Wan Chen menekan telapak kanannya di atas permukaan dingin silinder tersebut. Pikirannya terpusat menembus lipatan ruang.

Fungsi duplikasi diaktifkan tanpa aba-aba.

Hentakan tak kasat mata menghantam ulu hatinya detik itu juga. Jauh lebih liar dan menguras tenaga dibanding saat ia menciptakan tumpukan Pisau Taktis Karbon. Rangkaian rumit di dalam alat ini memaksa kapasitas tubuhnya bekerja melampaui batasan sistem standar.

Cahaya peringatan meledak membanjiri lapisan retinanya. Teks antarmuka biru berubah wujud menjadi deretan ancaman visual.

[Penopang Kehidupan Mengalami Defisit Massal!]

[Tingkat Stamina Menurun Drastis: 40%... 15%... Kritis.]

Keringat dingin membasahi dahi Wan Chen secara instan. Paru-parunya seolah dikuras paksa menggunakan pompa vakum berkecepatan tinggi. Ada sensasi kuku-kuku tak kasat mata yang mulai menggaruk bagian dalam tempurung kepalanya.

[Ancaman Terdeteksi. Batalkan Siklus Duplikasi Sekarang!]

Tetesan cairan kental berwarna gelap merembes jatuh mengotori bibirnya. Berasal langsung dari lubang hidung kiri.

Ia mendecak sinis. Batal? Tentu saja tidak.

Tanpa mengangkat telapak kanannya dari silinder utama, tangan kiri Wan Chen menembus udara kosong. Merampas kasar satu helai kelopak merah kehitaman dari ruang inventori dimensional. Kelopak Bunga Darah salinan yang sebelumnya ia perjualbelikan sembarangan.

Tidak butuh waktu berpikir, ia mendorong masuk kelopak itu ke pangkal lidahnya. Menelannya utuh tanpa dikunyah.

Ledakan panas setara magma cair langsung merobek dinding lambungnya. Energi vitalitas murni yang mengamuk liar meronta, berusaha menghancurkan tubuhnya dari dalam akibat tidak disalurkan dengan ritual khusus.

Namun tubuhnya bukan wadah daging biasa.

Kemampuan pasif Gift: Hard-Resilient bangkit membantu.

Bentrokan dua arus ini memicu paradoks yang menakjubkan.

Sistem terus menguras pasokan stamina dan fisik Wan Chen demi mengunci proses duplikasi yang mustahil. Sementara amukan nutrisi Bunga Darah menambal kebocoran ruang itu sama cepatnya. Keletihannya di-reset paksa. Staminanya terus-menerus disuntik penuh kembali ke angka seratus persen secara konstan.

Cahaya putih pucat menyala terang menyilaukan mata dari sela-sela jarinya. Bunyi letupan listrik statis memecah udara kosong di atas meja.

Kilatan itu menyusut reda. Selesai.

Di atas pantulan meja kaca, kini terbaring dua buah silinder logam kotor yang bentuk fisiknya identik. Titik cacatnya serupa, pola noda tanahnya tumpang tindih sama persis, hingga retakan halus mikroskopis di sisinya tidak bisa dibedakan lagi.

Wan Chen menghembuskan napas kencang. Ia mengusap sembarangan lelehan merah di hidungnya menggunakan kerah kemeja lengan panjangnya.

'Aturan mekanik ini terlalu mudah diakali,' pikirnya meremehkan.

Tangannya lalu menggapai silinder hasil salinan tersebut. Jari-jarinya mencengkeram erat pada dua titik kutub yang berlawanan, lalu memutarnya ke arah berlawanan dengan satu sentakan kejut.

Krak. Bunyi patahan keras bergema nyaring.

Cangkang salinan itu hancur tidak berbentuk. Serpihan debu karat berhamburan mengotori kaca meja. Dari sela-sela untaian kabel tembaga yang rapuh termakan waktu itu, sebuah piringan memori transparan berbentuk oktagon merosot perlahan.

Wan Chen menjepit benda berpendar redup itu di antara dua jari. Mengarahkan layarnya langsung mendekati pemindai antarmuka di pupil matanya.

Jendela hologram lebar membelah pandangan utamanya. Harta sesungguhnya yang dijauhi satu kota kini berada bebas dalam genggamannya, sementara versi fisiknya masih tergeletak utuh menanti dijual ulang.

...

Cahaya matahari pagi menembus pelan kaca ruangan apartemen. Menerangi lapisan debu yang mengambang statis di udara.

Pintu kamar utama mendadak terbuka lebar. Lin Yu Yan keluar berjalan menggeser sandal tidurnya. Wanita itu terlihat berantakan, namun insting bertahannya langsung bekerja meraih pengendali sentuh di meja pantri dapur.

Layar televisi layar datar berukuran raksasa di ruang tamu langsung menyala. Saluran berita bawah tanah seketika menguasai atmosfer ruangan dengan kehebohan sepihak.

"...Kondisi mengerikan tiga mayat berpakaian tempur tingkat tinggi di balai lelang utama telah dikonfirmasi sebagai pembunuhan terencana. Pengelola Zona Aman Elit tengah menutup batas kota..."

Sambil meneguk ludah keras, wanita itu memutar lehernya ke belakang, menatap sosok di atas sofa.

Wan Chen sedang menyilangkan kakinya bersandar tenang di sana. Pria itu menahan dasar cangkir keramik tipis, meniup uap tebal dari kopi hitam murni yang menebarkan bau pekat sisa masa lalu. Sorot mata pria itu lurus menatap kosong saluran televisi. Ekspresinya kelewat datar, seolah ia sedang menyaksikan acara iklan alat sedot debu yang membosankan.

Sentuhan logam dasar cangkir menabrak meja kaca menciptakan ketukan pelan.

"Itu perbuatan kita semalam," tegur Lin Yu Yan setengah berbisik, suaranya dipenuhi beban panik tertahan. "Mereka akan menguliti seluruh jaringan tamu lelang sampai ke tulang."

"Salah. Itu perbuatanku murni," ralat Wan Chen asal tanpa mengalihkan pandangan. "Kau hanya berdiri di sana seperti tiang penyangga jembatan."

Wan Chen membuka rekeningnya.

"Pekerjaan pertamamu setelah menjadi bawahan baruku," ujar Wan Chen pendek. "Ada rincian panjang dalam ponselmu."

Layar telepon pintar di saku mantel tidur Lin Yu Yan bergetar hebat sebelum mengeluarkan nada lengking. Ia merogohnya refleks. Mata wanita itu seakan ingin meloncat keluar melihat deretan panjang angka kredit digital bernilai jutaan yang mendarat bebas menyumbat kotak masuk transaksinya.

"U-uang hasil penjualan Bunga Darah kemarin..." bisik Lin Yu Yan.

Wan Chen kembali mengangkat cangkir kopinya perlahan.

"Daftar material untuk merakit persenjataan tinggi ada di dalam cakram memori itu. Turun ke lantai dasar," intruksinya tanpa emosi. "Kunjungi bursa pertukaran dan toko perangkat abu-abu di ujung Zona Aman Elit."

"Tapi daftarnya terlalu panjang," sergah Lin Yu Yan, matanya bolak-balik antara nominal di layar dan bos barunya itu. "Dan melihat nominal konyol yang kau bawa ini... jika distributor tahu aku mengincar barang aneh sebanyak itu sekaligus, mereka pasti memeras kita dua ratus persen dari harga pasaran."

Mata tajam Wan Chen perlahan memaku iris mata wanita itu. Gelap, sinis, mutlak pragmatis.

"Tugasmu hari ini bukan menawar. Tugasmu hanyalah menggeser tumpukan uang ke atas meja mereka," balas Wan Chen pelan. Ia menyandarkan dagunya di atas satu kepalan tangan yang bertumpu pada lengan sofa. "Beli semua material yang ada di kertas maya itu. Aku tidak peduli dengan batas harga pasaran atau mafia mana yang melindunginya."

Ia menggerakkan sedikit cangkir keramiknya menunjuk ke arah televisi.

1
Yui
Karya ini sangat luar biasa, setelah baca novel ini aku jadi sedikit mengingat kenanganku yang telah lama menghilang, terimakasih Author 🔥🔥🔥🔥🔥
Ironside: /Toasted/
total 1 replies
Ironside
Ada error /Sweat/, biarlah, nanti di fix Editor
Gege
dan Wang Chen pun jualan obat...🤣😄
HiaTus
/Rose/
Wakana
wow sangat menarik & unik 👀
Ironside: Terima kasih telah membaca, semoga betah /Smile/
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
‎ ‎ ‎Basah Mas... Sampe Banjir
ada insectnya gak kak?
‎ ‎ ‎Basah Mas... Sampe Banjir: yah, kecewa kak.
total 2 replies
The Ironheart
darkfantasy ini kak☺️
Ironside: /Slight/
total 1 replies
Ironside
Pliss... Like, Subscribe dan Upvote jika kalian menyukai karya ini /Determined/.
Ironside: Mr. Willheim /Scare/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!