NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan tamu

"Bu Rinjani."

Rinjani senyum kikuk ketika berpapasan dengan Zira dan Meli-karyawan barunya di depan gedung. Apalagi saat ini dia sedang bersama Ikhram.

"Saya kira bu Rinjani sudah pulang." Lirikan mata Zira tertuju pada Ikhram. Sangat tampan dan menarik. Itulah isi pikiran Zira saat ini dan satu lagi. Siapa gerangan pria tampan itu sehingga bisa bersama atasannya, apa mungkin klien baru?

"Perkenalkan ini sepupu saya, namanya Ikhram-dia sedang berlibur."

Kepala Ikhram refleks meneleng dengan sebelah alis terangkat. Berusaha mencari jawaban dari perkenalan singkatnya dengan karyawan Rinjani. Ya tentu saja Ikhram tahu bahwa kedua perempuan itu karyawan istrinya. Tadi dia bertamu ke kantor Rinjani untuk mempertanyakan keberadaan.

Saat tahu Rinjani berada di rooftop ia langsung bergegas. Namun, saat tiba di sana dia hanya menemukan seorang pria dengan pakaian kotor oleh kopi. Dan beruntungnya dia memilih tangga darurat saat turun.

"Oh jadi sepupunya bu Jani." Zira menganggukkan kepalanya. "Saya Zira Pak, btw bapak sudah punya pacar?" Ya seperti itulah Zira jika melihat orang tampan. Dari banyaknya pertanyaan dia selalu memastikan status orang yang dia temui, entah tujuannya apa.

"Saya sudah punya istri."

Meli terkikik. "Makanya kak jangan terlalu spontan," bisiknya.

"Kalian pulanglah lebih dulu."

"Baik Bu." Zira dan Meli mengangguk, berjalan menuju halte.

***

Gigi Ikhram hampir kering mendengar omelan Rinjani sepanjang perjalanan pulang. Dia suka ketika bibir itu terus bergerak tanpa henti. Setiap kali marah, kelopak mata Rinjani akan melebar melotot dan itu sudah menjadi ciri khas.

"Kenapa sih harus jawab sudah punya istri. Saya kan bilang belum siap ada yang tahu kita sudah menikah."

"Ngeyelan banget, ternyata 20 tahun nggak bisa ngubah sifat seseorang."

"Iya," sahut Ikhram.

"Kok iya?" Rinjani semakin kesal.

"Saya setuju, buktinya Jani kecil dan Jani besar sama-sama emosian. Bedanya makin cantik dan jadi istri saya."

"Ikhram." Rinjani mengembungkan pipinya.

"Iya-iya maaf. Lagian saya cuma bilang punya istri, nggak bilang kalau istrinya kamu."

"Oh iya ya?" Amarah yang sempat meluap menjadi cengiran malu. Kenapa ia berpikiran sangat sempit jika sudah di dekat Ikhram?

"Apalagi yang kamu ingat 20 tahun lalu?"

"Nggak ada." Bersandar dengan nyaman di jok mobil. "Lagian itu 20 tahun lalu, mana sempat ingat semua."

"Tapi saya ingat semuanya tentangmu Jadi," batin Ikhram.

Mereka tiba di rumah dan tentu kedatangan Ikhram membuat orang tua Rinjani terkejut.

"Jani ... kenapa nggak bilang kalau suaminya mau datang."

"Jani saja nggak tau Bu," jawab Rinjani dan berlalu ke kamar sedangkan Ikram berbasa-basi dengan ibu mertuanya di lantai dasar.

Sebab gerah usai marah-marah dan menangis Rinjani langsung membersihkan tubuhnya dan berbaring di ranjang. Kaki menjuntai di lantai, sengaja ia gerakkan sesekali sambil mengetik di ponselnya.

Ibu dan ayah di rumah? Aku mau mampir nih. Ada martabak manis kesukan ayah dan pangsit kesukaan ibu.

Jangan datang atau aku akan membunuhmu!

Kamu nggak akan membunuhku

Rinjani langsung mendial nomor Ardian, berupaya mencegahnya datang ke rumah hari ini. Namun, Ardian sudah tidak aktif dan sekarang ia mulai gelisah.

"Dia benar-benar nggak bisa membuatku tenang." Rinjani melempar ponselnya hingga memantul di atas tempat tidur.

Membuka pintu kamar dan menemukan Ikhram berdiri di sana hendak mengetuknya.

"Nggak sengaja, tadi mau ngetuk pintu tapi keburu kebuka," ujar Ikhram. "Sakit?" Ikhram mengelus kening Rinjani yang tidak sengaja diketuknya.

"Nggak apa-apa." Menghiraukan keberadaan Ikhram.

Menuruni anak tangga secara terburu-buru, tidak mengidahkan panggilan ibunya yang mengajak makan malam bersama.

Tepat ketika Rinjani tiba di depan pagar, mobil Ardian pun berhenti dan pemiliknya turun dengan senyuman.

"Malam sayang," sapanya tanpa rasa bersalah.

"Berhenti bersikap seolah semuanya baik-baik saja Ardian!"

"Sampai aku menerima maafku dan kita kembali seperti dulu."

Rinjani tertawa, melempar tatapannya pada dedauan yang beriak seirama arah angin.

"Lalu kamu pikir akan mendapatkannya dengan mudah setelah apa yang kamu lakukan padaku? Yang aku saksikan mungkin bukan satu-satunya kesalahanmu Ardian. Aku nggak tau apa yang kamu lakukan di belakangku."

Ia menarik napas dalam. "Pergi!" Mendorong dada Ardian. "Kamu nggak ada hak bertemu orang tuaku. Kamu ...."

"Jani ...." Suara itu menggantung, seiring pagar dibuka.

Dan dunia Rinjani seolah berhenti bergerak. Dia tidak tahu harus apa di antara dua pria yang kini berdiri di depan pagar.

Ikhram menutup pintu pelan, berupaya tidak menimbulkan suara yang mengundang perhatian orang tua Rinjani.

"Siapa dia? Apa dia alasannya kenapa aku nggak boleh bertemu ayah dan ibu?" tanya Ardian. "Kamu selingkuh?"

.

.

.

Ini mah maling teriak maling, haudeh

Tim Ikhram apa tim Ardian nih?

1
Teh Yen
nah loh mel selain tidak setia atasan mulutmu Tidka d jaga pula hihii 😁 Suami yah Mel suami atasanmu itu bukan sepupunya ingat itu
Teh Yen
kan kan Jani jd bodoh Karena adrian.yg terus gangguin dia huuh untung aj kmr zira nyelamatin kamu Jani huft
Teh Yen
kenapa kamu berpikir pendek Jani huuh 😤 sebenarnya apa yg membuat kamu putus asa apakah ancaman Adrian
Maria Kibtiyah
lanjut
sryharty
hayooo semangat para calon nenek dan kakek,,
sryharty
setia banget ko yah
Rista Awwalina
lah..pintar tp polos 🤣
sryharty
Aisssss janiiii
sryharty
ya Allah yg sabar ya ka,,padahal ceritanya bagus
jangan end di tengah jalan ya ka,,,

noh Jani dengerin,,makanya cek dulu
untung bang iklan langsung datang
Rohmi Yatun
semangat thor.. ceritanya bagus kok..
lanjut sampe end ya thor🙏
Rohmi Yatun: siaappp👍
total 2 replies
Maria Kibtiyah
akhirnya si jani sadar juga
sryharty
ayo iklan tanyakan dulu Jani hamil berapa Minggu
buat mastiin apakah itu anak kamu atau anak Agus,,
Teh Yen
ikram.pasti datang terlepas dari perkataan Jani kemarin padanya ,,,.kamu Tidka sendiri Jani andai kamuu cerita kegelisahan mu pada ikram suamimu semuanya pasti akan baik baik saja
Teh Yen
Jani kenapaki.jahat.kali.sama Ikram hmmm???
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Cie udah mulai ngerti bahasa makassar😅
total 1 replies
Arsyad Algifari.
ga mau komen karena Jani dan iklan berpisah 😪😪😪
sryharty
pasti datang wong iklan wes kecintaan banget sama jani🤭🤣
sryharty
coba cek darah hamilnya udah berapa Minggu,,
siapa tau itu bukan anak Agus tapi anak iklan,,
Maria Kibtiyah
hadehhh ruwet bgt hidup si jani mangkanya jngn dp duluan
Rista Awwalina
brati bukan cinta sejati, ikhlaskan saja.
sryharty
udah ikram biarkan Jani sama keputisannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!