NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

Pagi hari Vania sudah sibuk membuat perbekalan untuk piknik yang akan dia lakukan dengan suami dan putra mereka.

Resa yang sudah bangun juga turut serta membantu Vania di dapur meski hanya dengan ikut mencicipi atau berceloteh tentang piknik yang akan mereka lakukan.

Satria sendiri masih tertidur, Vania juga tidak tahu pukul berapa suaminya itu masuk ke kamar mereka. Karena sebenarnya, semenjak memiliki Resa hubungan keduanya jauh dari kata mesra.

Meskipun Satria selalu bersikap cuek, tapi Vania tetap merasa Satria adalah suami yang baik dan bertanggung jawab. Apalagi selama 7 tahun pernikahan mereka tidak pernah kekurangan dari segi finansial.

"Bunda, Ayah belum bangun?" tanya Resa sambil mengunyah buah pir kesukaannya.

"Belum sayang, Ayah semalam tidur larut." jawab Vania dengan tangan yang sibuk menata beberapa makanan yang sudah jadi ke dalam kotak bekal.

"Tapi Ayah tahu kita akan bermain kan?" tanya Resa memastikan.

Vania menghentikan kegiatannya sejenak, dia menatap bola mata Resa yang terlihat polos. Vania tahu mungkin Resa takut acara mereka tiba-tiba tidak jadi seperti sebelum-sebelumnya.

Vania mengulas senyum untuk menenangkan kekhawatiran Resa,

"Resa tidak perlu khawatir, kali ini Ayah pasti akan bermain bersama kita." jawab Vania yakin.

Resa bersorak senang setelah Vania meyakinkannya. Vania pun tersenyum lebar melihat Resa yang begitu senang akan pergi bermain bersama Ayahnya.

.

.

"Ayo Vania cepat." panggil Satria yang sudah berdiri di samping mobilnya.

Vania padahal sudah bangun lebih dulu dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Tapi Satria tetap saja menuntutnya untuk bertindak cepat.

Padahal seharusnya Satria membantu Vania saat akan bersiap. Bisa dengan membawakan perbekalan yang dibuat Vania atau mungkin Satria bisa membantu Resa bersiap dan mengajaknya bersama selagi Vania bersiap juga.

"Kamu ini lama sekali, dari tadi ngapain aja sih." gerutu Satria.

"Maaf Mas, kamu lihat sendiri aku repot membawa perbekalan dan menyiapkan keperluan Resa." jawab Vania.

Satria kemudian memasukan perbekalan yang ada di tangan Vania ke dalam bagasi mobil. Kemudian menaikkan Resa ke Car Seat yang sudah disiapkannya.

"Lain kali tidak perlu repot piknik begini kalau kamu lelet." gerutu Satria lagi setelah mereka sudah masuk ke dalam mobil.

Vania hanya diam tidak mau menanggapi omelan suaminya yang memang selalu seperti itu. Tapi tiba-tiba saja Resa mengatakan sesuatu di belakang.

"Ayah jangan marah sama Bunda, Resa yang ingin pergi bermain Ayah." ungkap Resa.

Sontak Satria dan Vania menoleh ke kursi belakang dimana Resa sudah duduk anteng dengan mainan yang di pegangnya.

"Ayah tidak marah sayang, Ayah hanya memberi tahu Bunda." elak Satria dengan senyuman di wajahnya.

Vania juga memberikan senyuman untuk Resa agar putranya itu tidak perlu mengkhawatirkannya.

.

.

Sebelum pergi ke taman bermain, Satria harus pergi ke rumah atasannya terlebih dulu. Vania juga tahu jika mereka memang harus kesana untuk mengambil Visa juga berkas kepindahan mereka ke Luar Negeri nanti.

Sampai di sebuah rumah mewah, Vania melihat ada seorang pria dengan pakaian safari berdiri di depan gerbang. Seolah tahu jika Satria akan datang berkunjung kesana, dengan sigap pintu gerbang terbuka agar mobil mereka bisa masuk ke dalam.

Setelah mematikan mesin mobil dan melepas sabuk pengaman, Satria meminta Vania untuk menunggunya saja di mobil.

"Ayah mau kemana?" tanya Resa sebelum Satria turun.

"Ayah harus menemui Bos Ayah dulu ya sayang sebentar." jawab Satria.

Resa mengangguk paham, dan Satria pun turun dari mobil dan melangkah dengan sedikit berlari.

Vania memperhatikan suaminya dari dalam mobil. Ada beberapa pekerja yang terlihat seperti menyapa suaminya yang datang.

Vania merasa jika Satria sering berkunjung ke rumah ini sebab perlakuan para pekerja seperti sangat mengenali suaminya itu.

Setelah menunggu selama 30 menit, Satria sudah terlihat oleh pandangan Vania. Tapi Satria tidak hanya sendiri, dia berjalan beriringan dengan seorang wanita yang terlihat cantik dan anggun.

Satria kemudian mengetuk kaca mobil di sisi Vania. Tentu saja Vania segera membuka kaca mobilnya.

"Ada apa Mas?" tanya Vania.

"Turunlah, Atasanku ingin bertemu." titah Satria.

Vania tersenyum, ternyata wanita itu adalah Bos suaminya. Vania kemudian sedikit merapihkan penampilannya agar terlihat baik di hadapan Bos suaminya.

"Halo, kamu Vania ya?" tanya wanita itu dengan suara yang lembut.

Vania mengangguk tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Uluran tangannya di sambut dengan baik, Vania bisa merasakan kulit wanita di hadapannya ini begitu lembut.

Vania yakin jika wanita cantik ini selalu merawat dirinya dan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah seperti dirinya.

"Salama kenal, Bu."

"Panggil saja Irene, Tidak perlu formal seperti itu." ucap wanita itu.

"Ah iya baiklah, Irene."

Kemudian setelah berbicara sebentar dengan atasan suaminya itu, mereka pun pamit dan Irene mempersilahkan.

.

.

"Atasan kamu wanita yang cantik ya Mas." ucap Vania saat dalam perjalanan.

Vania tidak menyangka jika Bos suaminya adalah seorang wanita. Vania memang tidak terlalu sering berbicara mengenai pekerjaan suaminya, sebab Satria juga tidak pernah bercerita apapun tentang di kantor.

"Hem iya." jawab Satria singkat.

"Dia juga baik sekali Mas, aku tidak menyangka dia mau bertemu dan menyapaku." puji Vania.

Memang Vania merasa kagum dengan personality dari wanita bernama Irene itu. Meskipun dia seorang atasan tapi dia tidak terlihat sombong atau diktator.

Bahkan Irene juga berterima kasih padanya karena bersedia dan mengizinkan Satria untuk bertugas pindah ke perusahaan pusat di Luar Negeri.

"Ya, tapi kamu tidak perlu terlalu banyak ingin tahu. Cukup dengan berkenalan seperti tadi saja." tutur Satria.

"Iya Mas." Vania juga paham jika mereka juga harus tahu batasan meskipun atasannya terlihat begitu ramah dan baik.

.

.

Akhirnya mereka sampai di taman bermain. Vania sudah menggelar karpet yang dibawanya di tempat yang cukup sejuk dari sinar matahari.

Sementara Vania menyiapkan dan membereskan perbekalan, Resa dan Satria tampak bermain dan berlarian di depannya.

Vania sangat senang akhrinya Resa bisa tersenyum bahagia bermain dengan Ayahnya. Satria memang suami yang sempurna. Meskipun sikapnya sedikit dingin padanya, namun selama Satria tidak berkhianat dan bertanggung jawab pada Resa maka Vania akan selalu mengesampingkan keinginannya yang juga ingin di perhatikan Satria.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!