NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Black

Di depan layar televisi yang berpendar remang, seorang wanita terpaku menatap siaran berita darurat yang menampilkan sosok Black, pahlawan super fenomenal, yang baru saja berhasil mencegah tragedi udara dan menyelamatkan ratusan penumpang di dalam pesawat.

Namun, alih-alih kekaguman yang terpancar, sepasang matanya perlahan memerah akibat luapan emosi yang tertahan, memancarkan kilat kebencian yang dalam sementara rahangnya mengatup rapat hingga gurat-gurat kemarahan mengeras di wajahnya.

Baginya, setiap sorak-sorai kemenangan pahlawan itu adalah pengingat pahit akan luka lama yang belum sembuh, mengubah berita penyelamatan heroik tersebut menjadi pemantik dendam yang kini membara hebat di balik tatapannya yang tajam dan dingin.

Tanpa peringatan, sebuah ledakan emosi yang tak lagi terbendung memicu tangannya untuk menyambar vas bunga porselen di sampingnya, lalu dengan satu sentakan bertenaga yang didorong oleh kebencian mendalam, ia menghantamkan benda itu tepat ke pusat layar hingga hancur berkeping-keping.

"Sial! Wanita itu selalu saja lolos dari kematian! Evelyn! Kali ini aku tidak akan membiarkan mu berada di atas... Dan Black, aku juga akan menghancurkan mu."

Sementara di lain tempat-- di tengah temaram ruang tamu yang hanya diterangi oleh pendar biru layar televisi, pria itu duduk mematung, menyaksikan potongan video amatir yang bergetar hebat di layar.

Di sana, di ketinggian ribuan kaki yang mencekam, sosok pahlawan super bernama Black tampak membelah awan dengan kecepatan yang menantang nalar, menyongsong badan pesawat yang nyaris terkoyak oleh amarah ledakan bom teroris.

Saat narator berita dengan suara gemetar memuji heroisme yang mustahil tersebut—menyebutnya sebagai keajaiban yang menyelamatkan ratusan nyawa dari maut yang sudah di depan mata—sebuah garis tipis perlahan melengkung di sudut bibir sang pria.

Itu bukan senyum yang lahir dari benih kebencian, bukan pula cibiran sinis seorang musuh yang merencanakan kehancuran; melainkan sebuah senyum misterius yang sarat akan makna tersembunyi, seolah-olah ia sedang menyaksikan sebuah bidak catur bergerak tepat sesuai dengan skenario besar yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.

Tatapannya tetap tenang, namun di balik kilat matanya, tersimpan sebuah rahasia yang jauh lebih dingin dan mendalam daripada sekadar kekaguman publik terhadap sang penyelamat bertopeng tersebut.

" Putra Mahkota.. Kenapa kau tidak menemui mereka dan mengungkapkan kebenaran nya? Bukankah itu akan lebih muda.. Bagaimanapun juga wajah mu dan Black sangat mirip, dia pasti akan percaya. " Kenzie--- Asisten kesetiaan memberikan masukan.

Arthur-- Sosok misterius itu hanya tersenyum tipis di balik wajah datar nya. "Belum saat nya.. Aku sendiri yang akan mengubah segalanya!"

Arthur berdiri mematung di hadapan sebuah papan kayu yang kini telah menjelma menjadi monumen bagi dosa-dosanya. Tatapannya yang kosong menyisir setiap inci permukaan papan tersebut, di mana belasan lembar foto tersemat dengan presisi yang mengerikan—wajah-wajah yang membeku dalam keabadian, masing-masing menyimpan sisa ketakutan terakhir di balik binar mata yang kini telah padam.

Baginya, deretan potret itu bukanlah sekadar bukti kekejaman, melainkan sebuah koleksi waktu yang ia curi--- sebuah mosaik fragmen kehidupan yang ia putus paksa, disusun rapi seolah ia sedang mengurasi sebuah galeri seni di mana kematian adalah satu-satunya tema yang layak dirayakan.

"Sejauh ini sudah ada 5 yang mati.. Selanjutnya adalah Menteri Pertahanan!" Arthur tersenyum menyeringai. Kemudian dia menatap Kenzie. " Kau.. Apa kau sudah menemukan keberadaan pria itu?"

Kenzie menggeleng dan menjawab dengan hati - hati. "Maaf, Putra Mahkota! Saya masih belum bisa menemukan keberadaan nya."

" Sudah hampir setahun kita berada di masa sekarang, tapi keberadaan nya masih belum di temukan. " Arthur mengeraskan rahang nya, emosinya tiba-tiba memuncak.

"Tapi kita tau, Putra Mahkota! Jika keberadaan pria itu ke masa sekarang pasti untuk mengubah masa depan.. Dan itu ada hubungannya langsung dengan Kaisar." Jawab Kenzie, kepalanya masih menunduk.

"Karena itu.. Aku ada disini untuk melindungi mereka! Sebelum kejadian itu terulang, aku akan membunuh mereka semua, dengan begitu, mereka tidak akan hidup di 25 Tahun dari sekarang. " Kata Arthur yang tiba-tiba menghilang dalam sekejap.

Di balik jendela kaca apartemen yang membiaskan cahaya temaram kota, sisa-sisa adrenalin dari pertempuran malam itu masih berdesir pelan di antara hembusan napas mereka yang beradu.

Black, yang baru saja melepaskan topeng hitam nya—simbol keadilan yang ditakuti para kriminal—kini hanyalah seorang pria biasa yang rapuh di hadapan wanita yang dicintainya. Di sudut ruangan, kostum taktisnya yang lecet dan berdebu menjadi saksi bisu betapa tipisnya garis antara hidup dan mati saat mereka melumpuhkan teroris dengan aksi luar biasa--- tanpa ketakutan.

Namun kini, keheningan apartemen yang hangat menggantikan dentuman ledakan dan teriakan horor--- Evelyn menyandarkan kepalanya di bahu Black, jemarinya menelusuri sisa memar di rahang sang pahlawan dengan kelembutan yang mampu membasuh segala trauma.

Dalam dekapan yang intim itu, mereka tidak lagi merayakan kemenangan atas musuh, melainkan merayakan keberadaan satu sama lain—sebuah kemenangan kecil namun absolut bahwa di tengah dunia yang hancur dan penuh ancaman, mereka masih memiliki satu tempat untuk pulang, di mana topeng tak lagi dibutuhkan dan cinta menjadi satu-satunya pelindung yang paling tangguh.

"Makasih!" Kata Evelyn, mereka baru saja melakukan adegan intim yang seharusnya baru boleh mereka lakukan saat sudah menikah.

Pria berusia 25 tahun itu tersenyum dan mencium pucuk kepala kekasih nya. "Simpan rasa Terima kasih mu.. Aku tidak suka.. Kamu tau alasan aku menjadi Black?" Evelyn hanya menggeleng. " Itu karena kamu yang mengajari aku.. Kamu yang selalu menolong orang lain tanpa meminta imbalan menjadi inspirasi buat aku."

" Tapi aku penasaran, " Evelyn menjauhkan kepalanya, menatap Sky dengan rasa ingin tau. " Sebenarnya kamu punya kekuatan itu dari mana, selama ini aku nggak pernah bertanya karena aku pikir kamu akan memberitahu dengan sendirinya. Tapi sekarang, aku benar-benar ingin tau."

"Kata almarhum Nenek, kekuatan ini sudah ada turun temurun. Dari Kakek buyut, Ayah dan sekarang kekuatan itu menurun padaku dan adek ku.. Kamu percaya nggak kalo aku bilang, leluhur aku itu seorang penyihir?" Tanya Sky dengan serius.

Evelyn tanpa ragu menjawab." Nggak..Karena melihat kamu punya kekuatan ini membuat aku harus percaya."

"Kamu benar.. Cerita ini sebenarnya boleh kamu nggak percaya.. Dulu Mommy aku pernah menikah tapi di khianati oleh Suaminya. Dia di bunuh Suami dan sepupunya tapi takdir berkata lain, Mommy terlahir kembali ke usia 18 Tahun. Disana, dia mengetahui sebuah rahasia tentang takdirnya. Dan takdir itu membawa Mommy dan Daddy ke zaman Kuno. Disana mereka menyelamatkan zaman itu dari seorang Putra Kegelapan.. Semua orang disana, menghormati Daddy dan Mommy sampai Mommy dan Daddy kembali ke zaman modern."

Evelyn mendengar cerita itu penuh antusias. " Wowww.. Ini kaya cerita fantasi tau nggak sih.. Itu berarti kekuatan kamu ini bukan cuma berasal dari Daddy kamu tapi juga Mommy kamu?" Sky mengangguk. "Kayanya aku harus belajar dari Mommy mertua deh.. Ngomong - ngomong, Mommy Angel kapan kembali?"

Sky menggeleng kepalanya. "Nggak tau.. Lagian aku heran, udah tua tapi masih saja pake bulan madu segala."

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!