NovelToon NovelToon
Vows Of Silence

Vows Of Silence

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Hazel Bellvania Cavanaugh adalah definisi kesetiaan yang naif. Ia mencintai James Patrick, seorang atlet sekolah yang karismatik namun manipulatif.
Hubungan mereka aneh—tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, karena James berjanji ingin "menjaga" Hazel hingga pernikahan. Namun, di balik topeng itu, James adalah predator yang memanfaatkan jari-jarinya untuk memuaskan hampir seluruh siswi di SMA mereka.
Kebohongan James terkubur rapat di bawah bayang-bayang geng paling berkuasa di sekolah yang dipimpin oleh Kenneth Karl Graciano. Kenneth yang dingin dan tak tersentuh mengetahui rahasia busuk James, namun ia diam. Bukan karena setia kawan, melainkan karena ia sedang menunggu saat yang tepat untuk meruntuhkan segalanya dan mengambil apa yang menurutnya pantas ia miliki, Hazel Bellvania Cavanaugh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua

Flashback

Semuanya bermula pada suatu sore yang menggigit di awal musim gugur, saat langit Queenstown berubah warna menjadi ungu lebam dan angin dari Pegunungan Remarkables mulai menyapu dedaunan emas hingga berserakan di jalanan aspal.

Kenneth Karl Graciano, yang selalu merasa dunia ini hanyalah papan catur yang membosankan, sedang duduk di kursi belakang mobil hitamnya, menatap keluar jendela dengan tatapan kosong yang biasa ia tunjukkan pada dunia.

Namun, fokusnya terhenti pada satu titik di depan gerbang sekolah yang mulai sepi, di sana, di bawah naungan pohon Oak yang besar, ia melihat Hazel Bellvania Cavanaugh berdiri dengan ketenangan yang ganjil, jemarinya yang lentur sedang merapikan syal rajutannya yang berantakan terkena angin.

Saat itu, James Patrick, sahabatnya yang ia tahu memiliki isi kepala yang kotor dan penuh manipulasi—datang menghampiri Hazel dengan tawa yang dibuat-buat, merangkul bahu gadis itu dengan cara yang bagi orang lain terlihat mesra, namun di mata Kenneth terlihat seperti seekor predator yang sedang menandai wilayahnya.

Kenneth memperhatikan dengan saksama bagaimana Hazel menatap James, ada sebuah binar kekaguman yang begitu murni, sebuah kepercayaan yang begitu rapuh dan mutlak, seolah-olah James adalah satu-satunya cahaya di tengah musim dingin yang panjang.

Kenneth merasa ada sesuatu yang bergejolak di dadanya, bukan rasa cemburu yang dangkal, melainkan sebuah kemarahan yang tenang, melihat bagaimana James dengan lidah ularnya mulai membisikkan janji-janji palsu tentang "menjaga kesucian" dan "cinta yang berbeda," sementara Kenneth tahu persis bahwa hanya beberapa jam sebelumnya, tangan James baru saja meninggalkan jejak di tubuh siswi lain di ruang ganti.

Ketertarikan Kenneth tumbuh bukan karena kecantikan Hazel yang memang menonjol, melainkan karena kontras yang begitu tajam antara kemurnian gadis itu dengan kegelapan yang mengelilinginya, Hazel seperti bunga salju pertama yang jatuh di atas lumpur hitam, dan Kenneth merasa terpanggil untuk melihat berapa lama bunga itu bisa bertahan sebelum akhirnya ternoda.

Ia mulai memperhatikan detail-detail kecil yang bahkan James lewatkan: bagaimana Hazel selalu menggigit bibir bawahnya saat merasa gugup, bagaimana ia selalu menunduk setiap kali namanya dipanggil di kelas sejarah, dan bagaimana sorot matanya yang hangat seolah-olah mampu mencairkan es yang selama ini membeku di dalam hati Kenneth.

Puncaknya adalah ketika Kenneth melihat Hazel sedang duduk sendirian di perpustakaan tua sekolah yang menghadap langsung ke Danau Wakatipu yang tenang.

Cahaya matahari senja masuk melalui celah jendela, menyinari wajah Hazel dan memberikan aura keemasan yang membuatnya tampak seperti lukisan klasik yang tak tersentuh.

Kenneth berdiri di balik rak buku yang tinggi, tersembunyi oleh bayang-bayang, hanya untuk memperhatikan Hazel yang sedang membaca buku dengan dahi berkerut serius, sesekali menyelipkan anak rambut di belakang telinganya.

Pada detik itu, Kenneth menyadari satu hal yang mutlak: James tidak pantas mendapatkan bahkan satu helai rambut pun dari gadis ini. Kekuasaan Kenneth yang tak terbatas di sekolah ini mungkin bisa membeli apa saja, tapi ia menyadari bahwa ia menginginkan sesuatu yang lebih sulit didapat—ia menginginkan kehancuran James di mata Hazel, dan ia ingin menjadi satu-satunya orang yang berdiri di sana saat dunia kecil Hazel yang indah itu runtuh berkeping-keping akibat kebohongan yang ia percayai selama ini.

Sejak hari itu, tatapan dingin Kenneth berubah menjadi pengawasan yang obsesif. Ia membiarkan James merasa menang, ia membiarkan James bermain-main dengan jari-jarinya dan tubuh wanita-wanita lain, karena Kenneth tahu bahwa semakin tinggi James membangun istana kebohongannya, semakin fatal pula jatuhnya nanti.

Kenneth hanyalah predator yang lebih sabar, bersembunyi di balik statusnya sebagai penguasa yang tak tersentuh, menunggu saat di mana Hazel akhirnya akan menyadari bahwa pelukan James adalah racun, dan satu-satunya tempat yang aman baginya hanyalah di bawah kendali dingin seorang Kenneth Karl Graciano.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍😍

1
Triana Oktafiani
Selalu menarik cerita2mu 👍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
😍
terimakasih
ceritanya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
kapok kau kenzo
falea sezi
suka deh g bertele tele sat set
falea sezi
aneh wong kakak mu yg ngemis cinta ampe gila kok Arthur di salahkan hadehhh ampe bales dendam ke adeknya abis ini qm pasti nyesel kenn
falea sezi
bodohnya qm hazel
falea sezi
jahat nya kennet
falea sezi
q ksih hadiah deh
falea sezi
tolol harusnya biarin aja tau hadeh
Rahmawaty24
Semangat kk ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!