NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

"Kenapa kau menyembunyikan kekuatanmu selama ini?" tanya Darius tiba-tiba. Suaranya terdengar berat, menuntut penjelasan.

Leon terdiam sejenak, menelan pil hijau itu sebelum menjawab dengan nada tenang. "Apa maksud Anda?"

Darius membuang napas kasar. Jawaban yang tak memuaskan itu membuatnya sedikit gusar. Ia menoleh sedikit, memberikan tatapan tajam dari sudut matanya.

"Tidak mungkin kau bisa tiba-tiba menjadi kuat hanya karena beberapa hari kita tak bertemu," ucap Darius tegas. "Kekuatan seperti yang kau tunjukkan kemarin adalah hasil latihan keras dalam waktu yang lama. Kau sudah membohongi semua orang di rumah ini."

Leon memalingkan wajahnya ke samping.

Jujur saja, ini memang baru beberapa hari, batin Leon.

Tentu saja ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Di dunia ini, tidak ada yang akan percaya bahwa seorang pecundang bisa berubah menjadi pemangsa hanya dalam hitungan malam.

Saat Darius masih berdiri membelakangi Leon di depan jendela, suasana hening yang mencekam menyelimuti kamar itu. Leon, yang duduk bersandar di ranjang, menyipitkan matanya. Ini adalah kesempatan langka.

Ia ingin tahu seberapa jauh jarak kekuatannya pria berdiri angkuh ini.

Appraisal Eye, desis Leon dalam hati.

Pupil mata Leon berkontraksi, memancarkan binar keemasan tipis yang hampir tak terlihat. Sebuah layar hologram transparan perlahan muncul di hadapannya, mencoba membedah rahasia di balik punggung tegap sang Duke.

...[PERINGATAN!]...

Tiba-tiba, layar yang biasanya jernih itu bergetar hebat. Kode-kode aneh berwarna merah menyala muncul dan menghilang dalam sekejap, menutupi seluruh informasi yang berusaha ditampilkan.

...[ERROR! LEVEL TARGET TERLALU TINGGI!]...

...[STATUS: TIDAK DAPAT DIBACA]...

...[KEMAMPUAN PERTAHANAN MENTAL TARGET TERDETEKSI—SISTEM DIPAKSA TUTUP!]...

Leon tersentak. Kepalanya mendadak terasa berdenyut nyeri, seolah-olah ada beban berat yang menghantam otaknya secara tiba-tiba. Ia segera memejamkan mata dan mematikan kemampuannya sebelum Darius menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

Sial apa apaan ini, apa dia menang sekuat itu? batin Leon sambil memijat pelipisnya.

Bahkan sistem pun tidak sanggup memberikan informasi dasar sekalipun. Duke Darius bukan sekadar ksatria kuat; dia adalah monster yang sesungguhnya.

Darius mengembuskan napas panjang, bahunya yang tegap tampak sedikit turun. Ia seolah menyerah untuk mengorek rahasia putranya lebih dalam.

Darius mengembuskan napas panjang, bahunya yang tegap tampak sedikit turun. Ia seolah menyerah untuk mengorek rahasia putranya lebih dalam.

"Sudahlah, aku tidak peduli apa alasanmu menyembunyikan kekuatan itu," ucap Darius tanpa menoleh. "Tapi yang terpenting sekarang, kau adalah perwakilan keluarga Anhart untuk masuk ke Akademi Asterlyn."

Darius berbalik, menatap Leon dengan sorot mata yang sangat serius. "Karena itu, ada hal penting yang perlu kau ketahui sebelum menginjakkan kaki di sana."

Ia berjalan mendekat ke arah ranjang, jemarinya mengetuk meja kayu di samping Leon.

"Dunia ini terbagi menjadi lima wilayah utama. Empat wilayah dipimpin oleh keluarga bangsawan tertinggi, sementara wilayah pusat adalah jantung kerajaan sekaligus lokasi Akademi Asterlyn berada," Darius mulai menjelaskan dengan nada bicara yang berat.

Leon mendengarkan dengan saksama. Ia tahu ini adalah informasi krusial tentang peta kekuatan di dunia ini, dan di dalam novel ini tidak pernah di bahas karena novel kebanyakan terfokus di pemeran utama.

"Ada empat pilar bangsawan teratas yang memegang kendali," lanjut Darius. "Anhart, Chalmore, Karsel, dan Helvric. Di bawah kami, ada banyak bangsawan kecil lainnya. Namun, ingatlah satu hal: peringkat itu tidak abadi. Posisi setiap keluarga bisa berubah kapan saja sesuai dengan kontribusi dan kekuatan yang ditunjukkan."

Darius mencondongkan tubuhnya, memberikan tekanan pada setiap kata yang diucapkannya.

"Akademi Asterlyn bukan sekadar tempat belajar. Itu adalah panggung politik. Di sana, kau akan bertemu dengan penerus dari tiga keluarga besar lainnya dan para bangsawan ambisius. Hasil yang kau capai di akademi akan menentukan muka Anhart di mata dunia."

Darius terdiam sejenak, membiarkan kata-katanya meresap ke dalam pikiran Leon.

"Jadi," Darius memberikan penekanan pada kata-katanya, matanya menatap Leon dengan sangat tajam. "Berusahalah untuk tampil hebat di sana. Perbaiki reputasi burukmu itu. Jangan biarkan nama Anhart diinjak-injak hanya karena kelakuan konyolmu seperti dulu."

Leon hanya terdiam, menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal. Ia bisa merasakan sisa rasa perih di dadanya mulai memudar seiring pil hijau tadi bekerja di dalam tubuhnya.

"Tujuh hari," lanjut Darius sambil berbalik menuju pintu. "Tujuh hari adalah waktumu untuk melakukan persiapan sebelum pembukaan akademi dimulai. Gunakan waktu itu dengan bijak."

Darius berhenti sejenak di ambang pintu, namun ia tidak menoleh lagi. "Istirahatkanlah tubuhmu dengan baik."

Darius melangkah keluar dari kamar. Di lorong yang sunyi itu, ia berpapasan dengan Eiryn yang tengah membawa nampan berisi air dan makanan.

Gadis itu langsung menepi dan menunduk dalam, membiarkan sang Duke lewat. Darius tidak langsung pergi; ia berhenti sejenak, memberikan tatapan dingin yang menusuk. Matanya terus mengikuti gerak-gerik Eiryn dengan penuh selidik.

Eiryn yang merasa diperhatikan, buru-buru menutup pintu kamar Leon. Sebelum pintu tertutup rapat, ia sempat melirik sekilas dan mendapati mata Darius masih tertuju padanya. Dengan gugup, ia segera menunduk lagi dan menutup pintu itu sepenuhnya.

Di luar, Darius mengembuskan napas panjang. Sosok Eiryn barusan entah kenapa membangkitkan memori yang sudah lama ia kubur.

Darius teringat akan ibu Leon. Ada kemiripan pada cara mereka memandang dan kesetiaan yang terpancar dari matanya.

Darius membuang napas kasar, seolah ingin mengusir bayangan masa lalu yang mencoba merangkak naik ke permukaan pikirannya. Ia tidak boleh goyah.

Baginya, kelemahan terbesar seorang pria adalah perasaan, Dan ia berharap Leon tidak mengulangi kesalahan yang sama, terikat pada seseorang yang hanya akan menjadi titik lemah.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!