NovelToon NovelToon
Sumpah Cinta Matiku

Sumpah Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Destia Ayu Gantari wanita cantik cerdas dan penuh pesona yang hobinya memanah. Tanpa sengaja saat liburan di Jogja dia bertemu pria yang menarik menurutnya yaitu Idrissa Pramudya yang merupakan dosen di kampus yang sama dengan ayahnya.

Idris tak sengaja akan menabrak Tia, saat Tia sedang berjalan di area stasiun. Akhirnya mereka bertemu kembali saat berada di sebuah warung saat sedang sarapan. Mereka semakin dekat seiring waktu sampai akhirnya menikah.

Idris sendiripun merupakan Duda tanpa anak yang sudah bercerai karena dikhianati mantan istirnya tapi Tia belum mengetahui semua itu bahkan sampai mereka menikah.

Saat Idris bertemu wanita masa lalunya Tia mengetahui hal tersebut dari Anggun karyawannya.

Bagaimanakah respon Tia? Apakah akan marah, sedih, kecewa? Atau kepo mungkin? dan ingin cari tahu lebih tentang masa lalu suaminya tersebut dengan hal-hal yang tidak biasa?

Jika ingin tahu terus ikuti kelanjutannya ya guys. Don't forget to keep reading until the end💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meet again

Rencana yang pertama Tia akan pergi ke gunung kidul untuk mencoba paralayang yang katanya sangat menyenangkan jadi dia ingin tahu rasanya apalagi bisa melihat pemandangan dari atas itu menurutnya hal yang sangat menyenangkan dan menegangkan.

Dia akan pergi sekitar jam 10 pagi, saat ini dia sedang akan mencari sarapan diluar dan pagi-pagi sekali dia sudah mandi agar terlihat fresh.

Dari Malioboro ke gunung kidul sekitar 1 jam 20 menitan menggunakan mobil jadi dia akan menggunakan taxi untuk mengantarnya kesana dan akan kembali jam 2 siang.

Sekarang dia sedang bersiap untuk keluar mencari makanan.

Setelah dirasa penampilannya cukup bagus lalu dia mengambil tas selempang miliknya yang berada diatas ranjang lalu dia keluar dari kamar dan berjalan keluar hotel untuk mencari ojek atau taxi.

Karena sudah tau ingin memakan apa dan ingin jalan pagi jadi dia tidak pelu menggunakan ojek atau sebuah taxi.

Dia berjalan terus sambil tersenyum, melihat sekeliling kanan dan kiri untuk mencari sebuah tempat makan yang enak, karena bingung jadilah dia membuka maps untuk menemukannya.

Dia menemukan sebuah warung lesehan di malioboro akhirnya dia kesana dan memesan beberapa makanan.

"Ibu saya mau pesen cumi+nasi terus sama udang goreng, kepiting rebus sama minumnya lemon tea panas tanpa gula."

"oke tunggu sebentar ya." ibu itu mencatat pesanannya, lalu dia memilih tempat duduk yang menurutnya nyaman apalagi disini masih sepi jadi dia bisa menikmati makanannya dengan nyaman.

"Matur suwun nggeh bu." Dia mengucapkan terimakasih setelah makanannya diantar dan disajikan diatas meja.

"Loh mbaknya dari jawa juga?" tanya ibu tersebut.

"Kebetulan eyang asli jawa bu jadi bisa sedikit bahasa jawa." Ibu itu manggut-manggut lalu pamit untuk kembali melanjutkan aktivitasnya.

Tia menikmati makanannya dengan perlahan, tapi tiba tiba seorang pria yang kemarin mengantarnya ke hotel juga datang ke tempat makan yang sama dengannya.

Mereka berdua saling melirik menatap satu sama lain lalu setelah pria itu memesan makanannya dia langsung berjalan ke arah Tia dan duduk disana bersamanya.

"Kita ketemu lagi disini btw bagaimana kabarmu?" Tia menghentikan aktivitasnya menyuap udang kedalam mulutnya itu.

"Aku baik bagaimana denganmu Idrissa?"

"Just like you Destia, I'm also good."

"Just call me Tia!" lalu dia melanjutkan kembali menyuap makanan kedalam mulutnya.

"Dan panggil aku idris saja!" Tia hanya mengangguk mengikuti apa yang dia katakan.

Setelah beberapa menit pesanan Idris datang kemudian dia mengucapkan terimakasih kepada ibu tersebut dan memakan makanannya yang tersedia diatas meja yang sama dengan wanita cantik yang ditemuinya kemarin malam.

"Sepertinya aku juga pernah melihatmu bahkan wajahmu tidak asing, apakah kamu anak pak Gunawan?"

"Oh kamu mengenal papaku?"

"Jadi benar kamu anaknya?"

"iya but wait dimana kamu mengenal papaku?"

"Aku adalah dosen dikampus yang sama dengan ayahmu" jawabnya

"Oh i see jadi kamu adalah idris yang sering diceritakan papaku yang dulu tinggal di london dan sekarang di sini menjadi dosen dan fotografer?" idris terkejut jadi selama ini pak Gunawan menceritakan dirinya ke anaknya.

"Yes, that's true dan kamu juga yang batal menikah karena diselingkuhi pacarmu itu kan?"

"Whattt!!??? Kamu mengetahuinya?" Tia sungguh terkejut mendengar hal ini ternyata ayahnya juga menceritakan lika liku kehidupan kepada pria bernama idris pasti dia dekat dengan ayahnya menurutnya.

"Pak Gunawan menceritakannya padaku soal itu tapi maaf jika membuatmu tak nyaman."

"It's okay itu tidak masalah untukku dan aku juga sudah melupakan semua itu."

"Tenanglah kamu pasti akan menemukan pria yang lebih baik darinya."

"Terimakasih."

Mereka berdua melanjutkan lagi memakan makanan di meja tanpa saling berbicara lagi.

Akhirnya Tia sudah kenyang dan ingin melanjutkan rencananya untuk bermain paralayang di Gunung Kidul.

"Aku sudah selesai kalau begitu aku permisi idris see you." Idris juga sudah selesai bahkan dia ikut berdiri berjalan dibelakang Tia yang sedang akan membayar makanan miliknya.

"Berapa bu?" Ibu itu menghitung semua jumlah dari makanan yang dipesan tia saat ingin membayar idris mendahuluinya.

"Sekalian punyaku bu aku akan membayarnya." Tia menoleh ke arahnya lalu mengernyit heran dengan apa yang dilakukan idris bahkan mereka baru saja mengenal belum ada 1 minggu.

"Tidak usah aku akan membayarnya sendiri." ucapnya

"Tidak papa sekalian itu bahkan hanya makanan." Tia terus menggeleng menolak tapi ibu itu langsung menerima uang pemberian dari idris jadi ya sudahlah.

"Btw kamu akan kemana lagi setelah ini?" Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari rumah makan tersebut.

"Aku akan ke Gunung Kidul untuk bermain paralayang."

"Boleh aku ikut? kebetulan aku sudah tidak memiliki acara apapun."

"Kamu ingin bermain juga?"

"Ya kurasa itu menyenangkan so bagaimana aku juga akan mengantarmu kesana dengan mobilku, lebih baik kamu mengiyakan mumpung aku membawa mobil."

"Baiklah kita akan kesana bersama."

Idris membukakan pintu mobil untuknya lalu dia mengucapkan terimakasih, akhirnya mereka melanjutkan perjalan ke Gunung Kidul yang hanya sekitar 1 jam lebih perjalanan.

"Idris kamu umur berapa?"

"Aku 30 tahun tahun ini." Tia hanya mengangguk, dia bertanya untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung baginya.

Idris menoleh kearah Tia yang begitu tenang menikmati perjalanan, dia menoleh ke jendela melihat pemandangan kota yang menurutnya kota yang nyaman.

"Berapa umurmu tahun ini ti?" tanya idris

"Aku 25."

"Wow masih sangat muda ternyata jadi kenapa kamu memutuskan menikah di usia 25 tahun?"

"Aku hanya merasa cukup umur untuk menikah tapi sayangnya dia selingkuh ya sudah semuanya batal." Idris menatapnya dalam diam, otaknya berputar sedang berpikir untuk sedikit menghibur.

"Dia tidak cocok untukmu yang tenang, kalem, ceria, anggun dan dewasa you deserve better." Tia menoleh kearahnya dan tersenyum, memperlihatkan senyum yang manis menghiasi wajahnya menurut idris.

"Terimakasih padahal kita baru kenal tapi kamu membuatku nyaman."

"Hahaha Terimakasih untuk hal itu aku menghargainya."

"Ya dan kamu sudah membantuku dua kali yang pertama kemarin malam saat tidak menemukan taxi yang kedua hari ini kamu memberiku tumpangan untuk ke Gunung Kidul, Terimakasih banyak." Tia mengucapkan kata-kata tulus dari dalam hatinya.

"Sure aku suka membantu orang lain apalagi wanita sepertimu." mereka berdua tertawa karena gombalan idris yang menurutnya kaku itu apalagi ditambah wajah datarnya.

"Boleh aku meminta nomor ponselmu idris?"

"Sure ini ponselku kamu saja yang menyimpan kontak nomormu." Idris menyerahkan ponselnya yang berada di kantung jaket yang sedang dia pakai.

Tia mengambil ponsel milik idris lalu menyimpan nomornya di sana begitupun sebaliknya dia juga mengambil ponselnya sendiri untuk menyimpan nomor milik idris.

Lalu dia mengembalikan ponsel ke idris dan diterima oleh idris kemudian dimasukkan lagu kedalam kantung jaket miliknya.

"Kamu ingin memutar lagu?"

"Ya tolong putarkan lagu Lana del rey-Radio."

Idris memutar lagu tersebut setelah tia mengatakan hal itu, lalu mereka menikmati lagu tersebut dalam keterdiaman.

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di tempat paralayang, idris membukakan pintu mobil lagi untuk Tia lalu mereka berdua berjalan bersama membeli tiket dan naik paralayang.

1
partini
hah belum siap ,, aneh kali ya kalau masih pacaran ok lah kan dah nikah pasangan yg aneh
partini
salah kamu dris harusnya istrimu di ajak bertemu aihhh malah peluk segala pula ,,semoga sebelum pulang tuh video udah yampe biar berantem salah salah sendiri ga jujur
partini
hemmm so sweet
apa nanti ga ada kata akan prettt pada waktunya 🤭
partini
sinopsisnya di rubah ya Thor
mantan ga ada
dtf_firiya: yes thank you sebentar ya I'll look for a fitting description
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!