NovelToon NovelToon
Di Ujung Asa

Di Ujung Asa

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Baim

Amira wanita cantik itu, menatap suaminya dengan perasaan yang sulit di artikan. bagaimana tidak, dua tahun yang lalu, dia melepaskan kepergian Andika untuk bekerja ke kota, dengan harapan perekonomian rumah tangga mereka akan lebih mapan, keluar dari kemiskinan. tapi harapan itu hanyalah angan-angan kosong. suami yang begitu di cintanya, suami yang setiap malam selalu di ucapkan dalam sujudnya, telah mengkhianatinya, menusuknya tanpa berdarah. bagaimana Amira menghadapi pengkhianatan suaminya dengan seorang wanita yang tak lain adalah anak dari bos dimana tempat Andika bekerja? ikuti yuk lika-liku kehidupan Amira beserta buah hatinya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Baim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

   Demi kelangsungan hidup keluarganya, Amira melepaskan kepergian suaminya ke kota untuk bekerja. Segala pikiran buruk yang ada di kepalanya, di tepisnya. Dia yakin suaminya akan selalu setia dan tidak mungkin mengkhianati dirinya.

.....

    Amira membersihkan tangannya setelah mendengar suara HP-nya berbunyi. Dia meninggalkan pekerjaannya, lalu mengangkat HP jadulnya, setelah melihat nama penelpon yang tertera di layar. Hatinya seketika berbunga-bunga. Senyum bahagia terlihat dari bibirnya.

    "Assalamualaikum mas.." salamnya, masih dengan senyum bahagianya.

    "Waalaikumsalam dek..baru sehari jauh dari kalian, Mas udah rindu." Balas Andika dari seberang sana. Tidak di pungkiri dia memang sangat merindukan keluarga kecilnya. Karena ini untuk pertama kalinya dia meninggalkan keluarganya itu.

    Amira seketika tertawa pelan. Hatinya menghangat.

    "Kita juga rindu sama Mas, padahal baru kemarin Mas perginya, gimana kalau berhari-hari, berbulan-bulan hingga bertahun-tahun." Amira kembali tertawa. Tidak bisa membayangkan itu semua. Andika juga ikut tertawa.

  "Mas udah nyampe?" Tanya Amira, lanjut.

  "Udah sayang..mas di jemput Yanto, sekarang udah ada di kos-kosan Yanto. Insya Allah besok mas udah ke perusahaan."

   "Mas udah makan?" Amira kembali bertanya. Dia cuma khawatir kalau suaminya lupa makan, masalahnya ini sudah terlalu siang sudah lewat jam makan siang.

   "Udah, udah Sholat dhuhur juga."

      "Alhamdulillah..jangan sampai lupa makan dan Sholat ya Mas."

    "Iya dek..Ibu sama Alif kemana? Kok kedengaran sepi aja, mas nggak dengar suara ribut Alif."Tanya Andika yang tidak mendengar suara teriakan putranya di rumah.

   "Alif lagi main di rumah Mbak Siti..kalau Ibu nggak tau kemana, soalnya perginya nggak bilang-bilang."Jawab Amira sedih.

   "Maaf Ibu ya dek..kalau sampai saat ini Ibu masih kasar sama kamu. Kita sama-sama berdo'a satu saat Ibu bisa berubah menerima kamu, menyayangi kamu seperti anaknya sendiri."

   "Aamiin..Insya Allah..Mira juga berharap seperti itu Mas"

   "Ya sudah dek..Mas istirahat dulu, nanti malam Mas telpon lagi, titip Ibu ya, maaf merepotkan kamu. Mas minta kamu mau bersabar menghadapi Ibu, Mas minta maaf terlalu banyak menuntut dari kamu, padahal Mas belum bisa membahagiakan kamu. Mas tau kamu istri yang sangat baik. Percayalah semua akan indah pada waktunya."

     Dan kedua pasangan suami istri itu, mengakhirinya obrolan mereka.

......................

     Seminggu sudah Amira di tinggal suaminya. Di kota Andika suaminya sudah masuk kerja. Hari-hari yang di lalui Amira dan putranya, tidak ada perubahan yang berarti. Dari semenjak ada maupun setelah kepergian sang suami. Seperti hari-hari sebelumnya perempuan yang menikah di usianya masih delapan belas tahun itu, tetap bekerja membantu perekonomian keluarganya. Apa lagi semenjak suaminya ke kota, dan belum bisa mengirim mereka uang. Amira harus bersabar sebulan lagi. Untuk tetap bertahan hidup, perempuan dua puluh tahun itu, tetap harus bekerja.

     "Bu..titip Alif ya, aku mau ke ladang, Bu lek Tati lagi panen jagung. Aku di minta bantu-bantu." Ijin Amira pada Ibu mertuanya yang sedang duduk bersantai di teras.

    "huhhh..kamu itu nggak bisa lihat Ibu senang dikit..jangan suka menyusahkan orang tua, kamu bawah saja anakmu, Ibu capek." Balas Bu Susi ketus. Di luar sana banyak nenek yang sayang sama cucu mereka, berbeda dengan Bu Susi. Dia tidak peduli dengan cucunya.

    Amira cama menghembuskan napas. Dia tahu akan mendapat jawaban seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin dia membawa anak usia dua tahun itu ke ladang jagung milik Bu lek Tati.

    "Maaf aku Bu..tolong jaga Alif sebentar, nggak mungkin aku bawah Alif ke ladang jagung. Aku itu mau kerja Bu, bukan jalan-jalan." Amira berusaha membujuk Ibu mertuanya.

   Tapi tiba-tiba saja Bu Susi berdiri dari duduknya, menatap nyalang pada Amira.

   "hallaah...Ibu nggak perduli, kamu pikir Ibu ini pengasuh anakmu." Bentaknya keras. Kemudian dia berjalan masuk kedalam rumah begitu saja.

    "Astaghfirullah..bukan maksud aku seperti itu Bu." Amira mengelus dadanya. Rasa sakit atas bentakan Ibu mertuanya menusuk hingga ulu hatinya. Air matanya dai tahan agar tidak tumpah. Dia sudah terbiasa dengan perlakuan kasar Ibu mertuanya. Lagi-lagi Amira mendesah panjang.

   "Ya Allah..mau sampai kapan..rasanya terlalu sakit."

......................

    "Loh..Mir, kok Alif di bawah?"Tanya Bu Kokom melihat Amira datang ke ladang jagung sambil menggendong anaknya dengan jarik. Di tangan sebelahnya menenteng kresek hitam. Amira tidak langsung menjawabnya pertanyaan Bu Kokom. Dia terus berjalan.

   Beberapa Ibu-ibu yang sudah datang menengok ke arah Amira. Mereka tercengang karena Amira tiba-tiba saja menangis, setelah tiba di antara mereka.

    "Mira..ada apa nak." Tanya Bu lek Tati, pemilik ladang jagung yang akan di panen.

    Amira tetap diam. Dia terus menangis sambil memeluk anaknya. Alif yang melihat Ibunya menangis, akhirnya ikut juga menangis.

    "Biar Alif sama Ibu Mir." Bu Kokom mengambil Alif dari dalam gendongan Amira. Dia sangat geram dengan mertuanya Amira. Untuk menjaga cucunya sendiri wanita itu tidak mau. Padahal Amira bekerja untuk memberi makan dia juga.

    "Ini pasti ulah Ibu mertua kamu yang tidak tau diri itu." Timpal Bu Siti dengan kesal, mereka semua tahu perlakuan Bu Susi pada Amira selama ini.

    "Benar-benar mertua Dajjal..kurang baik apa Amira selama menikah dengan Andika, mau cari menantu seperti apa lagi Bu Susi itu..udah hidup susah belagu lagi. Kalau aku jadi kamu Mir, sudah ku tendang itu mertua jauh-jauh sampai luar angkasa."

   "Mau cari mantu yang kaya mungkin. Amira kan mantu miskin yatim piatu lagi."Ucap yang lain dengan kesal.

    "Sudah-sudah..biar Allah saja yang akan membalas..kita yang waras nggak usah menghakimi." Bu lek Tati merelai gibahan Ibu-ibu.

    "Mang Udin." Panggil Bu lek Tati pada salah satu karyawan nya.

    "Iya Bu ada apa?"

    "Mang..tolong antar anaknya Mira ke rumah ya..biar main sama cucu-cucu saya, kasihan kalau anak sekecil ini ditempat kayak gini, bisa-bisa badannya gatal semua."

    "Nggak usah Bu lek..biar Alif sama saya saja, nanti malah Alif bikin repot Mbak Saras di rumah." Amira menahan niat Bu lek Tati untuk membawa anaknya kerumahnya.

    "Nggak apa-apa Mir..apa kamu mau anakmu badannya bentol-bentol kena daun jagung? Sudah nggak usah khawatir, anakmu aman di rumah saya. Bu Kokom kasih Alif pada mang Udin..sampai di rumah bilang sama Mbak Saras kalau saya yang nyuruh bawah Alif ke rumah..dan tolong bilang Mbak Saras ngurus Alif sebentar, Mira lagi bantu-bantu di ladang."

   "Nggih Bu."

    Mang Udin menghampiri Bu Kokom. Lalu mengambil Alif dari gendongan.

    "Duhhh anak lanang, ayo kita pergi main sama Mas Rendi dan Mbak Rini..jangan nangis ya..Ibu lagi kerja nyari uang baut jajan Alif."

    Amira cuma bisa memandang anaknya, yang enteng saja di bawah mang Udin, kerumah Bu lek Tati dengan terharu. Air matanya kembali menetes. Dia sangat bersyukur ternyata, masih ada orang yang baik dan peduli padanya.

Bersambung....

1
wulan dari
apa g ad kisah slnjutnya lgi thor
Cookies
lama bet thor bis lebaran
wulan dari
BKN almarhumah istri sirinya ya Thor TPI mantan kn sblmnya Andika diam" menikah dngn ibu kandung Atikah d blkang Amira atas prmntaan pak Hendra dan Amira dh tau smua dan menggugat cerai TPI smnjak istri siri meninggal KRNA melahirkan Andika menikah lgi dngn mntan istri sah jdi yg almarhumah istri siri bkn istrinya lgi TPI mntan
bunda n3
sampai segitunya
bunda n3
sekali kali gt dong Amira, jangan mengalah terus
Cookies
lanjut
Lee Mbaa Young
tidak rekomend di Baca.
bahkan ibu nya tega bentak anak kandung demi anak haram.
sakit bner gk bisa di jadikan contoh.
wulan dari
ko tamat sih Thor g ad Certa lanjutan lgi
Lee Mbaa Young
Ayo alif lawan saja jng mau ma anak haram.
ibumu saja yg goblok jd wanita masih mau balikan ma bpk mu.
Cookies
kok tamat, lanjut
Lee Mbaa Young: karena ceritanya gk jelas. mkne di tamat kan🤣.
pemeran utama goblok e minta Ampun.
si Andika lbih mentingin anak haram.
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Nah kan nenek nya saja lbih bela anak haram drpd cucu kandung. bhkan sampe di gampar.
bunda n3
Bodoh banget kamu Andika kalau kamu percaya sama ibu kamu
Lee Mbaa Young
Novel ini gimana ceritanya kok jd Andika yg nginjak nginjak amira.
syukurin kau amira kembali ma laki model bgini siap siap jd babu gratisan buat ngurus anak haram yg lbih di sayang drpd anak kandung itu 🤣🤣🤣.
syukurin wanita goblok bin tolol. dah tau laki model bgitu masih mau balikan.
apa nya yg bikin km gk move on. burung nya kah atau genjotan tiap malem yg bikin km gk move on. laki sampah dah nikah ma wanita lain, tambh ngurusi anak jalang juga.mnjijikan
bunda n3
lebih baik keluar dari rumah itu
Lee Mbaa Young
Iuhh laki gk tau diri. syukurin kau amira knp balikan kapok kau.
dah cerai kan saja ngapain hidup susah di tambh ngurusi anak haram itu. suruh mnerima anak haram ogah banget.

semoga dpt karma Andika.syukur syukur jd kere dan blangsak.
Ambo Nai
laki laki egois gak berkaca dengan masa lalu,mengabil keputusan sendiri kalau aku gak mau tinggal di kampung itu besarkan aja Alif itu.biar aja siandika itu sama anak tirinya buatdia menyesalseumur hidup
Riss Taa: bodoh sangat nak terima suami mcm tu seperti xde pria lain sedangkan hidupnya dah senang
total 2 replies
bunda n3
mending ikut suami kamu amira, kasihan alif setiap hari harus melihat sesuatu yg ga pantas dilihat dan di dengar
Lee Mbaa Young
Andika dan ibu nya melihara atikah tanpa mikirin alif kan. betul lif bpk mu lbih sayang anak pungut itu drpd kamu.😄. rasakno kn pernikahan tak bhgia 🤣🤣🤣. si perempuan ngebet balikan si laki sibuk ngurusi anak haram itu. knp gk di buang panti saja.
Lee Mbaa Young
Makane ngapain keburu balikan dodol. dah tau mantan mu ngurusi anak haram itu km saja yg kegatelan balikan. syukurin gk bhgia trus harus ikut ngurusi anak haram itu. aku mah ogah banget lah.
lagian Andika lbih sayang anak haram itu drpd anak sendiri trus km mlh gatel balikan. rasakno 🤣🤣.
janda kaya raya bnyak duit tinggal tendang tu Andika berdoa cari yg lbih jos jis yg pasti nggak ngurusi anak haram.
mnding nikah ma duda sekalian jelas anaknya sah.
Lee Mbaa Young
Alkhamdulillah gk bhgia syukurin syukurin ngapain balikan dah laki gk bner masih balikan. kayak gk bisa dpt laki lain.
tu laki mu lagi ngurusi anak haram nya 🤣🤣🤣.
wanita bucin bodoh nya minta Ampun. laki dah Nyakiti milih ngurus anak haram orang lain masih mau di ajak balikan. cihhh bnget lah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!