NovelToon NovelToon
Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Sebelum lanjut membaca, boleh mampir di season 1 nya "Membawa Lari Benih Sang Mafia"

***

Malika, gadis polos berusia 19 tahun, tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah hanya dalam satu malam. Dijual oleh pamannya demi sejumlah uang, ia terpaksa memasuki kamar hotel milik mafia paling menakutkan di kota itu.

“Temukan gadis gila yang sudah berani menendang asetku!” perintah Alexander pada tangan kanannya.

Sejak malam itu, Alexander yang sudah memiliki tunangan justru terobsesi. Ia bersumpah akan mendapatkan Malika, meski harus menentang keluarganya dan bahkan seluruh dunia.

Akankah Alexander berhasil menemukan gadis itu ataukah justru gadis itu adalah kelemahan yang akan menghancurkan dirinya sendiri?

Dan sanggupkah Malika bertahan ketika ia menjadi incaran pria paling berbahaya di Milan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

“Kamar 203?” gumam Alex lirih.

Setelah meminum wine, entah kenapa kepalanya terasa dihantam palu godam.

Alex mengedip pelan, mencoba memastikan kalau dirinya tidak salah lihat.

Tapi angka itu tetap sama. 203.

“Kenapa kepalaku berat sekali,” keluhnya sambil memijit pelipis.

Padahal hanya satu gelas wine yang ia minum saat mengobrol dengan Jimmy. Entah wine jenis apa yang diberikan pada Alex. Efeknya terasa seperti meminum tiga botol wine sekaligus.

Alex bahkan tidak menyadari kapan ia mulai sempoyongan. Yang ia ingat hanyalah suara bisikan Jimmy yang terdengar samar.

“Sialan! Paman Jimmy, awas kau!” makinya pelan seraya melepas dua kancing atas kemejanya. Panas yang menyengat tubuhnya benar-benar tidak masuk akal.

Setelah bersusah payah, Alex akhirnya berhasil membuka pintu kamar. Tidak dikunci, bagus. Ia sudah terlalu lelah untuk memikirkan keamanan atau protokol.

Begitu melihat ranjang besar di depannya, Alex langsung menjatuhkan tubuhnya tanpa peduli ia masih mengenakan sepatu.

“Benar-benar hari yang panjang dan melelahkan,” gumamnya, sebelum kesadaran mulai hilang.

Akhirnya, mata dengan bola mata biru itu pun terpejam perlahan.

*

*

“203 apa 230, ya? Lika lupa.” Malika bertanya pada dirinya sendiri sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Gadis itu sudah berdiri di depan pintu kamar 203. Tempat dimana ia harus menemui om-om yang memesannya.

Malika terlihat seperti boneka pameran yang dipoles berlebihan. Makeup tebal, dengan lapisan glitter perak di kelopak mata, menutupi wajah aslinya.

“Lika benar-benar mirip badut,” gumamnya lirih sembari mengingat pantulan dirinya di cermin tadi.

Wanita berwajah galak yang tadi menyeretnya kemari sempat berpesan,

“Temani om-om itu sebentar dan jangan berpikir yang aneh-aneh. Hanya duduk dan tersenyum. Dia hanya ingin menghabiskan malam bersamamu. Jangan berbicara, kecuali diajak bicara. Dan yang paling penting, jangan kabur!”

Malika sebenarnya ingin melarikan diri dari sana sejauh mungkin. Tapi di belakangnya, ada dua lelaki bertubuh besar berjaga seperti tembok. Malika tidak punya pilihan selain pasrah.

Saat gadis itu ragu di depan pintu, dua pengawal Alex yang berjaga tak jauh dari sana menghampirinya.

“Nona, apa yang kau lakukan di sini? Kau dilarang masuk!” tegur salah satu pengawal dengan waspada.

“Tapi, Lika disuruh datang kemari karena mm yang ada di kamar itu sudah memesan Lika,” ucap Malika sambil menunjuk pintu.

Kedua pengawal Alexander saling berpandangan. Sejak kapan Tuan Muda mereka doyan dengan perempuan dari klub malam? Alexander Frederick terkenal memiliki selera yang sangat tinggi dan tidak suka keramaian seperti ini.

Namun, saat mereka mengingat betapa mabuknya Alex saat masuk tadi, mereka menduga, mungkin Alex memang butuh pelampiasan yang cepat dan tidak merepotkan untuk melepaskan lelahnya.

“Baiklah kau boleh masuk!” tak mau kena omel karena menghalangi Alex bersenang-senang, mereka mengijinkan Malika masuk.

Malika mendorong pintu yang sedikit terbuka itu, lalu melangkah dengan hati-hati.

“Lho, om-om nya mana?” gumam Malika sambil celingukan.

Tidak ada siapa-siapa di sofa. Tidak ada tanda-tanda pesta atau sesuatu yang ia bayangkan.

Lantas Malika memutuskan untuk mengintip ke kamar tidur utama. Disana, ia melihat seorang pria terbaring dengan posisi terlentang.

Malika mendekat, hingga jarak mereka kini hanya setengah meter. Malika tak menyangka jika pria itu terlihat jauh lebih muda dari yang ada dalam bayangannya selama ini. Dagu tegas, hidung mancung, bibir yang terlihat seksi, juga bekas luka samar di pelipis kirinya.

“Apa dia yang memesan Lika?” tanya Malika sembari menggigit bibirnya.

“Ah sudahlah. Yang penting Lika sudah disini sekarang. Pasti dia sudah membayar paman dengan uang banyak,” gumamnya seraya mengangguk-angguk kecil seolah meyakinkan diri sendiri bahwa misi selesai.

Malika berbalik dan berniat pergi sebelum pria itu bangun. Namun, baru setengah langkah ia berjalan, sebuah tangan besar mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat.

“E-eh?!” Malika menjerit kecil.

“Mau kemana kau?” ucap seseorang dengan suara serak.

Malika meneguk ludah lalu menoleh. Pria yang awalnya dia pikir sudah tidur kini membuka mata dan menatapnya dengan tatapan tajam yang seolah sedang mengulitinya hidup-hidup.

“Apa kau tuli? Aku tanya mau kemana!”

“Em.. mau pergi…” jawabnya tergagap.

Alexander menariknya, membuat tubuh gadis itu terseret hingga ke tepi ranjang.

“Apa kau makhluk halusinasi dari wine murahan yang diberikan paman Jimmy?” tanya pria itu sembari mengusap wajahnya dengan kasar. Ia mencoba mengusir rasa pusing di kepalanya.

Malika membeku. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan pria itu. “M–makhluk halu apa? Aku manusia beneran!”

Alexander mendengus. Ia menunduk untuk menatap wajah gadis itu agar lebih jelas.

“Dandanmu terlalu mencolok dan terlalu banyak glitter. Hanya makhluk halu jadi-jadian yang muncul dengan makeup setebal itu,” ucap Alex.

Mulut Malika menganga lebar. Apa ia tidak salah mendengar? Berani sekali pria ini berani menyebutnya makhluk halu jadi-jadian?

1
Ayu
Mksh thor.. crita nya bgs bgt. smgt trs dan sukses sl💪🙏
Senjakala: Terima kasih juga sudah mampir kak🙏
total 1 replies
tinie
nah tebakanku Malika anaknya Jenifer yg dibuang atau ditukar sama bayi yg mati
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
yaaa kok udah tamat aja Thor astaga, blom juga punya anak gimana ya ampun
Febby fadila
Jimmy tugasmu bertambah untuk membeli pabrik kerupuk kesukaan calon nyonya federick
Febby fadila
kasihan Malika karena sellu disiksa sama John gila itu jadinya dia JD gadis yg tumbuh dlm kepolosan
Febby fadila
jangan egois dong bang Al, kasih Malika kesempatan untuk merasakan cinta dari ortunya, cos khaylin kamu bisa jaga dia lbih ketat lagi agar tidak bertindak lbih jauh untuk menyakiti malika
Febby fadila
yaa ketahuan kan klw kamu menyimpan rasa Sama leana
Febby fadila
khaylin ini emang rada gila terlalu obsesi karena ketakutan yg nggak jls padahal enak tu punya kakak kandung bisa berbagi cerita dan saling melngkapi
Febby fadila
nggak masalah cuman dicicip sedikit kok tuan muda 🤣🤣🤣🤣 yg penting jaga pertahanan
Febby fadila
tenang Jimmy bocah kematianmu lagi jatuh cinta sama kek papax dulu 🤣🤣🤣
Febby fadila
Alex harus menjaga Malika Denga baik karena khaylin sebagai adik lagi nggak waras
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 iya benar Leon singa, Malika kamu ini ada² aja
Febby fadila
ckk.. khaylin jangan serakah, kamu itu seorang adik kandung tp sifatmu mencerminkan sikap yang tidak baik
Febby fadila
betul sekali tidak ada jln lain selain tes DNA
Febby fadila
ckkk... salah kamu sendiri klw bilang ciuman itu adalah tanda terima kasih
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 malu ya Alex apalagi kalaw tau Malika pernah cium Leon sebagai salam perpisahan 🤣🤣🤣 langsung keluar asap tu dari kepala Alex 🤣🤣
Febby fadila
iya senjata yg akan membuatmu terbang nirwana 🤣🤣🤣 sekali ditembak
Febby fadila
jangan membantah ya Lika karena ada adikmu yg nggak tau diri itu nggak mulai ngak waras mau nyakitin kamu karena obsesinya
Febby fadila
astaga emangx benar kata pepatah buah jatuh tak jauh dari pohon sama kek khaylin ini sama kek Jenifer masih muda dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!