NovelToon NovelToon
Pendekar Empat Mata Angin

Pendekar Empat Mata Angin

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Andryano Shevchenko Limbong

Bintang Utara

Harimau Putih, Phoenik Merah, Naga Biru, Kura-Kura Hitam, dan Kirin Hitam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap. 2 7 Tahun Kemudian

7 Tahun Kemudian.

Wu Jingji mengajari Wu Bai menjadi Biksu yang berguna bagi Manusia dan menyebarkan ajaran Sang Buddha.

Wu Bai banyak mempelajari tentang kehidupan menjadi seorang Biksu yang baik, mempelajari tentang Kitab Buddha, dan mempelajari tentang cara terlepas dari dunia tang fana.

Wu Jingji selalu menekankan kepada Wu Bai untuk membentuk kaarakter yang baik supaya menjadi biksu yang baik. Wu Jingji juga mengajari beberapa jurus dan tekhnik.

Wu Bai juga selalu berusaha untuk memenuhi keinginan dari gurunya, karena Wu Jingji adalah orang yang telah menyelamatkan dan merawatnya sejak bayi sampai sekarang ini.

Wu Jingji tidak pernah memaksa Wu Bai melakukan sesuatu, Wu Jingji hanya selalu berpesan selepas latihan.

"Jika kau tidak bisa menjadi yang terbaik, selalulah berikan yang terbaik."

Wu Bai selalu megulang dan mencamkan kata-kata tersebut dalam hatinya dan kepalanya, dan tidak akan pernah melupakannya sampai kapanpun itu.

Wu Jingji juga sering bercerita tentang bagaimana ia mendapati Wu Bai di masa lalu dan terkadang meminta maaf atas keterlambatannya untuk menyelamatkan Desa Angin Putih.

Tetapi Wu Bai selalu mengatakan kepada Wu Jingji untuk tidak menyesali hal itu yang berlalu biarkanlah berlalu tidak usah dipikirkan.

Wu Bai selalu mendoakan kedua orang tuanya yang tidak pernah ia temui di dunia ini dan berharap berjumpa di kehidupan selanjutnya.

Kehidupan Wu Bai di Kuil Semangat Kebenaran sangatlah sederhana hanya bisa memakan roti kering atau bubur setiap hari.

Benar-benar sangat jauh dari yang namanya kemewahan, tapi ia tidak mempermasalahkan hal itu karena dia sudah memutuskan menjadi seorang Biksu yang baik.

◇◇◇

Di siang hari yang cerah di Kuil Semangat Kebenaran Wu Bai sedang berlatih di depan kediaman Wu Jingji.

Melihat Wu Bai yang sedang latihan dengan keras Wu Jingji menunggu dan melihat bagaimana kekuatan yang dikeluarkan tekhnik dan jurus yang diajarkan olehnya.

Seusai latihan Wu Jingji segera memanggil Wu Bai.

"Bai'er, kemarilah!"

"Guru." Wu Bai memberi hormat.

Wu Jingji pun menceritakan mimpi yang datang tadi malam, Wu Jingji segera menceritakan tentang mimpinya mengenai Kuil Semangat Kebenaran yang rata dengan tanah dikarenakan serangan dari Aliansi Aliran Hitam.

"Guru, mimpi hanyalah bunga tidur tidak perlu pikirkan dan mimpi pasti tidak akan pernah terjadi." Ucap Wu Bai menenangkan Wu Jingji.

"Kuharap pun seperti itu." Wu Jingji mengeleng kepalanya pelan.

◇◇◇

Pada pagi hari di lapangan latihan Kuil Semangat Kebenaran, Wu Bai sedang berlatih.

"Bai'er, kemarilah ada yang ingin kubicarakan denganmu."

"Apa yang ingin Guru bicarakan denganku."

"Aku ingin mengajari Jurus Tongkat dan Tapak, pertama-tama ambillah sebuah tongkat kayu."

Setelah Wu Bai mengambil tongkat kayu, Wu Jingji segera mengajak Wu Bai ke suatu tempat bernama Air Terjun Phoenix.

Dinamakan Air Terjun Phoenix dikarenakan air terjun tersebut mempunyai air yang sangat panas, jarang ada Biksu yang berlatih di bawah air terjun karena mempunyai air yang sangat panas.

Walaupun begitu sebenarnya Air Terjun Phoenix sangat baik untuk latihan jurus-jurus silat.

Wu Jingji segera menyuruh Wu Bai untuk berada dibawah air terjun sampai batas yang dimilikinya.

Saat sudah mencapai batasnya selama beberapa menit Wu Bai keluar dari bawah air terjun.

"Bai'er, kemarilah." Ucap Wu Jingji.

"Baik Guru." Jawab Wu Bai.

Wu Jingji segera memeragakan Jurus Tongkat dan Tapak di depan Wu Bai, ia meragakannya dengan perlahan agar Wu Bai bisa menirunya.

"Jurus Pertama bernama Pukulan Tongkat Kasih."

Wu Jingji langsung memeragakan Jurus tersebut.

Setelah melihat Wu Jingji meragakannya, Wu Bai pun mencoba untuk meragakannya.

"Jurus Pertama, Tongkat Kasih."

Wu Jingji merasa terkejut karena melihat Jurus Pertama, Tongkat Kasih milik dari Wu Bai sudah mencapai Tingkat Penguasaan Wu Bai sudah bisa mengeluarkan 50% dari kekuatan jurus yang sebenarnya.

Tahap Dasar, yaitu Jurus yang dikeluarkan dengan kekuatan 0%-30% dari kekuatan sejati jurus.

Tahap Penguasaan, yaitu Jurus yang dikeluarkan dengan kekuatan 31%-50% dari kekuatan sejati jurus.

Tahap Mahir, yaitu Jurus yang dikeluarkan dengan kekuatan 51%-80% dari kekuatan sejati jurus.

Tahap Penyempurnaan, yaitu Jurus yang dikeluarkan dengan kekuatan 81%-99% dari kekuatan sejati jurus.

Sempurna, yaitu jurus yang dikeluarkan mengeluarkan seluruh kekuatan sejatinya.

'Bai'er memang sangat berbakat sekali lihat di sudah bisa mencapai tahap ini, aku merasa tidak pantas menjadi gurunya.' Wu Jingji merasa bangga dengan perkembangan Wu Bai.

Setelah Wu Bai beberapa kali memperagakan Jurus Pertama, Pukulan Tongkat Kasih dari Jurus Tongkat dan Tapak, ia menghampiri kembali Wu Jingji dan menanyakannpendapatnya.

"Guru, bagaimana dengan jurus yang baru saja aku keluarkan?" Tanya Wu Bai dengan penasaran.

Wu Jingji tersenyum canggung.

"Bai'er kau sangat berbakat, Sepertinya kau bisa melihat beberapa jurus dari Jurus Tongkat dan Tapak hari ini."

Wu Jingji pun memperagakan jurus-jurus yang ada di Jurus Tongkat dan Tapak secara berulang-ulang bila Wu Bai belum memahaminya.

Wu Jingji hanya bisa terus berdecak kagum dengan bakat dari murid satu-satunya, ia merasa bakat dari Wu Bai tidak bisa dibandingkan dengan bakat dirinya dan generasinya sekarang.

Wu Jingji sangat bersyukur karena memiliki murid yang berbakti dan berbakat seperti Wu Bai dan agak bingung karena ia tidak mempunyai kitab silat atau jurus-jurus yang bisa diturynkan kepada Wu Bai jika ia sudah besar nanti.

Terkadang juga Wu Jingji membujuk Wu Bai supaya ia mau berguru kepada Biksu yang lebih senior dan berbakat daripada dirinya.

Tapi Wu Bai selau menolak akan tawaran dari gurunya dan bersikeras akan terus menjadi murid dari Wu Jingji dari Kuil Semangat Kebenaran.

Ketika hari sudah sore Wu Jingji mengajak Wu Bai untuk kembali ke keduaman mereka untuk beristirahat agar bisa latihan lagi pada esok hari.

"Bai'er, mari kita pulang."

"Baik Guru."

Mereka pun pulang ke kediaman mereka dan Wu Bai lebih sering bertanya mengenai Jurus Tapak dan Tongkat.

Wu Jingji mengatakan Jurus Tapak dan Tongkat terdiri atas 10 jurus dan Wu Bai telah melihat 5 dari 10 Jurus tersebut.

1
Binner Pratama
0 Besar
tidak usah buat cerita baru kalau tidak jelas
Binner Pratama
selalu ceritanya loncat loncat tidak jelas
Binner Pratama
ga jelas
Binner Pratama
ceritanya loncat loncat dan nyasar tidak jelas
Ituk
lama lama ceritanya tidak nyambung
spooky836
dia dri aliran hitam patut jahat kafir lagi.
Andrew Tito Ramos
lebih bagus lagi suaranya krompyaang gt..
Wanta Ru
Biasa
Jambon 03
ceritanya berbelit2222222222222.klo crita mbok yg singkat-satu bab crta ga habis2 trus berbelit22222222222222
Luo Zan Thian
menjadi biksu
tdk ada hareem kah?
K4k3k 8¤d¤
💝🤞🏽💝🤞🏽💝🤞🏽💝🤞🏽💝
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
Bambang tri poetro
Kecewa
Bambang tri poetro
Biasa
Akira
awal mula cerita sangat menarik, nyaman di baca dan enak saat di simak alur cerita nya tapi lama2, terlihat ketidak konsistenan dalam penulisan nama org2, penggunaan bahasa/kalimatt (harus nya siapa yg berucap malah org lain), bukan typo tapi justru jadi bahasa nya amburadul, blm lagi banyak hal lebih menceritakan orang lain secara detail di banding mc nya, sedangkan mc nya malah seperti pemeran pedukung, sehingga keliatan datar makin di baca dan bertele-tele, sampai pd akhir nya alur nya makin lebar dan berkepanjangan, hanya berjalan di tempat di satu wilayah saja dan masih membahas org lain dari dari pd fokus pd mc nya..
Bukan cerita yg buruk, cerita nya bagus tapi sangat kecewa dgn penuturan dan penempatan otor pd tata kata dan bahasa., jd tdk ba bisa lanjut baca nya lagi ...
Akira
nah ini yg di tunggu, setelah sekian chapter baru fokus ke mc nya dgn latihan dan peningkatan dan ini baru seru, sebelum nya walau Wu Bai mc nya tp tapi tdk spt mc di cerita ini, hanya jd bunga cerita atau sampingan saja saja 😂😂😂
Akira
Tanya Shui Hailang... bukan Li Wang donk yg berucap,... aduh penempatan kata/bahasa nya makin amburadul
Akira
masa iya Li wang terkejut dgn Li Wang,, naah penggunaan tanda baca dan kata2/kalimat spt ini harus nya di revisi tp ternyata tdk
Akira
ketika anda membuat cerita ini dan menulis kata2 tsb, apa diri anda tdk menyadari byk nya saran, masukan serta kritikan yg membangun tapi anda sbg penulis mengabaikan sehingga byk sekali kekacauan dalam kata, kalimat di cerita (bukan typo) dan tdk sedikit pun di revisi, walau terbilang cerita yg menarik tapi lama2 bisa tdk menarik di tengah perjalan, untung saja untuk cerita ini masih sedikit nyaman untuk di baca tapi blm tau kedepan nya akan terjadi spt apa...
Pembaca dan penulis akan saling take and give, pembaca akan senang dan nyaman bila mana cerita bagus, baik itu alur nya maupun penempatan kata, bahasa/kalimat nya dan akan mengapresiasi kepada penulis dgn hormat (karena tdk mudah membuat cerita yg bagus) dan penulis akan mendapatkan penghargaan dan kebanggan atas karya nya yg di sukai byk pembaca.. ini hanya saran saja, walau cerita nya sudah tamat tapi gak ada yg tau siapa saja bisa berhenti ditengah jalan 😊
Akira
pengulangan yg di ulang2 terus tapi tetap aja penyembutan nama nya masih sama, cerobsh dan tdk teliti itu jelas, jadi terlihat datar alur nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!