Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Hari ini Berry sangat senang, uang proyek sudah berada di tangan nya. Dengan uang itu, dia pun bisa membeli mobil baru untuk Arini.
"Akhir nya, aku di percayakan untuk menangani proyek besar. Uang nya juga besar, Arini pasti senang!" Guman Berry dengan senang hati.
Berry pulang ke rumah dengan perasaan bahagia, hari ini dia punya banyak uang.
"Arini, aku sudah mendapatkan uang nya. Besok kau bisa membeli mobil baru!" Berry berkata pada istri nya saat tiba di rumah.
"Benarkah itu, mas?" Tanya Arini dengan mata berbinar.
"Benar sayang!" Jawab Berry lagi.
"Wah, aku seneng banget mas. Jadi aku bisa pake mobil seperti yang lain nya saat anterin Fatan ke sekolah!" Ujar Arini dengan tak kalah bahagia.
Berry pun ikut bahagia melihat istri nya bahagai, dia tidak perduli dengan resiko yang akan dia dapatkan nanti nya.
Sementara itu, di tempat yang berbeda.
Alvian dan pak Andi sedang berada di sebuah kafe, Alvian sengaja meminta pak Andi menemui diri nya di Kafe ini agar Berry tidak curiga. Selama ini yang Berry ketahui bahwa Alvian sedang berada di luar negeri, jadi dia tidak takut melakukan apapun di kantor nya.
"Bagai mana pak Andi? Apalah dana untuk proyek itu sudah di cairkan?" Tanya Alvian.
"Sudah pak Alvian, dan uang nya sudah berada di tangan pak Berry!" Jelas Pak Andi.
"Bagus, kali ini pastikan Berry benar - benar mempertanggung jawab kan semua perbuatan nya. Sudah cukup dia membuat kerugian selama ini!" Alvian berkata pada pak Andi.
"Maafkan saya juga pak, saya tidak memberi tindakan karen mengingat pak Berry adalah orang yang di rekomendasikan oleh bapak!" Pak Andi berasa bersalah pada Alvian.
"Tidak papa pak Andi, tapi mulai sekarang kita akan menyingkirkan hama itu. Selama ini saya diam saja, karena dia adalah bagian dari keluarga nya suami adik saya. Tapi seperti nya pak Berry lupa akan hal itu, dan dia selalu melakukan sesuatu yang merugikan perusahaan!" Ucap Alvian lagi.
"Benar itu pak, tapi kali ini Pak Berry harus mempertanggung jawabkan semua nya!" Ucap pak Andi.
Untuk saat ini sekalipun semua bukti- bukti kecurangan Berry sudah berada di tangan Alvian, dia masih menahan diri untuk membongkar kejahatan laki - laki itu. Semua itu karena permintaan Melati, Melati ingin semua nya di mulai ketika Rayan dan Andin sudah menikah nanti.
Melati ingin memberi kan kesempatan pada mereka untuk menikmati saat - saat terakhir sebelum kehancuran keluarga ini benar - benar datang, karena menurut orang bayaran Melati kehamilan Andin sudah memasuki usia 5 bulan. Jadi Melati akan menunggu 4 bulan lagi sampai anak nya Andin lahir.
******
"Bagai mana dengan pekerjaan mu di kantor nak?" Tanya bu Ambar pada putri nya.
"Alhamdulillah baik Bun!" Jawab Melati sambil tersenyum.
Mata bu Ambar tidak sengaja melihat sebuah undangan yang terletak di atas nakas, karena penasaran bu Ambar pun mengambil undangan itu dan membuka nya.
"Undangan pernikahan Rayan dan Andin? Jadi mereka akan menikah minggu depan?" Tanya Bu Ambar pada Melati.
"Iya bun!" Jawab Melati sambil mengangguk kan kepala nya.
"Kurang ajar, padahal proses perceraian kalian baru saja di mulai. Tapi dia sudah berani menikah lagi!" Ujar bu Ambar dengan geram.
"Biarin aja bun, lagi pula aku tidak sabar lagi menunggu anak yang di banggakan nya lahir ke dunia ini!" Jawab Melati lagi sambil tersenyum.
"Apa maksud mu nak?" Tanya Bunda Ambar tidak mengerti.
"Bun, aku akan memberikan kejutan untuk mas Rayan dan Andin nanti. Sekaligus sebagai hadiah atas kelahiran anak nya, begiti pula sama mas Alvian dan mbak Rista. Kami udah siapkan kejutan nya!" Jelas Melati lagi.
"Bunda di sini rupa nya, Ayah cariin sejak tadi!" Pak Hutama tiba - tiba muncul di depan pintu.
"Ayah, masuk yah!" Melati tersenyum pada cinta pertama nya tersebut.
"Serius amat bicara nya, sampai - sampai Ayah tidak di ajak!" Ujar pak Hutama lagi.
"Gak papa Yah, Bunda sama Melati cuma lagi bahas masalah pernikahan Rayan dan Andin saja!" Ujar Bunda Ambar.
Bunda Ambar lalu menunjuk kan undangan pernikahan yang itu pada suami nya, pak hutama menerima nya dan langsung membaca nya.
"Jadi pernikahan mereka minggu depan? Bagus lah semakin cepat mereka menikah, maka semakin cepat juga kehancuran mereka datang!" Ucap Pak Hutama sambil tersenyum.
"Oh ya sayang, apakah kamu mau datang ke acara pernikahan mereka?" Tanya Bunda Ambar pada putri nya.
"Tentu saja dong bun, akan aku buktikan bahwa aku baik - baik saat mereka menikah!" Jawab Melati lagi.
"Saran Bunda sih sebaik nya kamu jangan datang nak, Bunda yakin mereka akan menghina dan mempermalukan mu di sana. Dan Bunda tidak ingin itu semua terjadi!" Ujar Bunda Ambar.
"Benar itu nak, lebih baik kita pergi berlibur saja. Setelah kita kembali nanti, satu persatu jita berikan kejutan untuk mereka!" Pak Hutama memberi usul pada putri nya.
Melati terdiam, dia memikirkan ucapan Bunda dan Ayah nya. Memang benar apa yang mereka katakan, jika dia hadir di sana mereka semua pasti akan menghina nya habis - habisan.
"Oh ya, ada satu hal lagi yang mau Ayah bilang pada mu!" Ucap Pak Hutama.
"Apa itu Yah?" Tanya Melati penasaran.
"Rumah yang saat ini di tempati oleh Andin dan keluarga nya, bukan lah rumah nya. Melainkan rumah sewaan, pemilik nya adalah salah satu klien kita. Orang nya saat ini lagi berada di luar negeri, dan ketika dia pulang ke sini mereka pulang ke rumah nya yang lain!" Ucap Pak Hutama.
"Wow, ini bisa jadi kejutan untuk mereka. Aku penasaran bagai mana reaksi mas Rayan dan keluarga nya, saat mereka tahu bahwa Andin dan keluarga nya adalah penipu!" Melati berkata sambil tersenyum.
"Itu memang pantas mereka dapat kan, keluarga licik dan serakah seperti mereka memang pantas bersanding dengan keluarga penipu!" Ucap bu Ambar.
"Iya Bun, Ayah juga sudah menghubungi pemilik rumah itu. Setelah masa sewa ini berakhir, mereka tidak mau lagi melanjutkan sewa rumah itu pada keluarga Andin. Dan saat itu terjadi, maka semua nya akan ketahuan!" Pak Hutam berkata lagi.
"Bagus lah Yah, kita juga akan memberikan kejutan untuk mereka!" Melati sudah tidak sabar lagi menunggu waktu itu tiba.
Melati pun memutuskan untuk tidak datang di acara pernikahan Rayan dan Andin, bukan karena dia malu karena di ceraikan oleh Rayan. Tapi Melati dan keluarga nya sengaja menyusun rencana yang lebih matang, yaitu memberikan kejutan untuk Rayan dan juga keluarga nya.
terus sehat dan semangat 😍💪