NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fisya Bertemu Sebastian Harrington

Fisya akhirnya menyelesaikan semua pekerjaannya menjelang sore.

Ia menutup laptopnya lalu menghela napas pelan.

Hari ini, hari yang cukup melelahkan untuk Fisya karena baru kembali bekerja setelah melahirkan

Namun setidaknya ia berhasil melihat sendiri keadaan perusahaannya

Dan yang paling penting… Ia berhasil membuat Jason kehilangan muka di depan semua orang Fisya berdiri lalu mengambil tasnya.

Beberapa karyawan yang masih berada di kantor langsung menyapa sopan.

“Pulang Bu?”

Fisya mengangguk.

“Iya.”

“Ibu hati-hati.” ucap karyawan tersebut

“Terima kasih.” ucap Fisya

Fisya lalu berjalan menuju parkiran kantor, ia masuk ke mobil lalu langsung meninggalkan gedung perusahaan.

Awalnya perjalanan terlihat normal, jalanan cukup ramai.

Namun beberapa menit kemudian, tanpa sadar Fisya melihat sebuah mobil hitam berada di belakangnya.

Mobil itu terus mengikuti dan Fisya sempat melirik kaca spion beberapa kali.

“Perasaan dari tadi mobil itu terus…” gumamnya pelan.

Namun ia mencoba berpikir biasa saja, mobil hitam itu tetap mengikuti bahkan saat Fisya berbelok ke jalan yang lebih sepi.

Tatapan Fisya mulai berubah waspada, tangannya menggenggam stir lebih erat dan mobil hitam itu mendadak mempercepat laju.

Brak!

Mobil itu memepet mobil Fisya dari samping dan Fisya langsung kaget.

“Apa-apaan ini!” ucapnya

Ia mencoba mempertahankan kendali stir namun mobil hitam itu kembali memepet dengan kasar.

Jalanan mulai sepi hanya ada beberapa kendaraan lewat dari kejauhan.

Mobil hitam akhirnya berhenti melintang di depan mobil Fisya hingga membuatnya terpaksa mengerem mendadak.

Ciiittt!

Napas Fisya langsung memburu tak beraturan akan tetapi ia berusaha bersikap tenang

Empat pria bertubuh besar turun dari mobil hitam itu, wajah mereka terlihat menyeramkan.

Salah satu pria langsung menghampiri kaca mobil Fisya lalu mengetuk keras.

Tok! Tok! Tok!

“Turun!” ucap pria tersebut

Fisya tetap diam sambil mengunci semua pintu mobil.

Pria itu kembali menggedor kaca lebih keras.

“Kami cuma mau barang berharga dan mobil kamu!”

Fisya langsung tahu ini bukan perampokan biasa tatapan mereka terlalu terarah dan jalan yang dipilih juga terlalu sepi

“Cepat turun!” bentak pria itu.

Fisya langsung mengambil ponselnya diam-diam namun pria lain melihat gerakannya.

Brak!

Kaca depan mobil dipukul keras menggunakan besi.

Fisya langsung tersentak.

“Jangan coba telepon siapa-siapa!” ucap pria itu

Salah satu pria lain mulai menusuk ban mobil Fisya dengan benda tajam.

Ssssttt!

Ban mobil langsung kempes, Fisya mengepalkan tangannya.

“Kalian siapa?” tanya Fisya tegas.

Pria bertubuh besar itu tertawa kecil.

“Gak penting, kamu gak bisa lari ke mana-mana sekarang.”

Ia kembali menggedor kaca mobil.

“Cepat turun!”

Fisya tetap tidak bergerak.

Pria itu mulai kesal.

“Bongkar aja!”

Dua pria lain langsung mencoba membuka paksa pintu mobil.

Brak! Brak!

Mobil Fisya berguncang keras dan napas Fisya mulai tidak teratur.

Namun tiba-tiba…

“WOI!” Suara pria terdengar keras dari kejauhan.

Keempat preman itu langsung menoleh, seorang pria datang menggunakan motor.

Ia menghentikan motornya tidak jauh dari sana lalu turun cepat, tubuhnya tinggi dan cukup atletis.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya pria itu dengan tajam.

Salah satu preman langsung mendecih.

“Bukan urusan lo!”

Pria itu melihat ke arah Fisya di dalam mobil lalu kembali menatap para preman.

“Empat lawan satu perempuan?” ucap pria tersebut

Preman bertubuh besar itu tertawa sinis.

“Pergi kalau gak mau ikut hancur.”

Namun pria itu justru melangkah mendekat.

“Lepasin dia.”

Salah satu preman langsung maju hendak memukul namun pria itu dengan cepat menghindar lalu membalas pukulan keras tepat di wajahnya.

Bug!

Preman itu langsung jatuh.

“Tangkap dia!” bentak yang lain.

Tiga pria lain langsung menyerang bersamaan, Fisya yang melihat dari dalam mobil langsung membelalak, pria itu ternyata sangat jago berkelahi.

Ia menendang salah satu preman hingga terpental ke mobil.

Brak!

Satu pria lain mencoba menyerang dari belakang namun pria itu memutar tubuh cepat lalu menghantam perutnya.

“Ugh!”

Pria itu jatuh sambil meringis kesakitan, preman bertubuh besar langsung mengambil besi namun pria misterius itu lebih cepat.

Ia merebut besi tersebut lalu memukul tangan pria itu keras.

“Aaarggh!”

Besi jatuh ke tanah, perkelahian berlangsung cepat dan brutal.

Keempat preman itu mulai kewalahan.

“Bangsat!” teriak kepala preman tersebut

“Dia sendirian tapi kuat banget boss" ucap salah satu preman yang lain

Pria itu menatap tajam ke arah mereka.

“Mau lanjut?”

Keempat preman saling pandang dan mereka akhirnya memilih mundur.

“Pergi!” ucap preman bertubuh besar

Mereka langsung masuk ke mobil hitam lalu kabur terburu-buru.

Pria itu berdiri sambil mengatur napas sedangkan Fisya masih terdiam di dalam mobil.

Namun saat ia melihat ke kaca spion… Matanya menangkap mobil lain yang berada agak jauh dari lokasi.

Mobil Jason.

Mobil itu langsung pergi cepat begitu para preman kabur.

Tatapan Fisya langsung berubah dingin.

“Ternyata semua ini pekerjaan dia…” batinnya.

Tangannya mengepal pelan namun ia segera menenangkan diri lalu keluar dari mobil.

Pria tadi langsung menoleh.

“Bu, gak apa-apa?”

Fisya mengangguk pelan.

“Terima kasih.”

Pria itu menghela napas lega.

“Syukurlah.”

Fisya memperhatikan wajah pria itu, usianya sekitar tiga puluhan

Wajahnya terlihat lelah tetapi sorot matanya tenang.

“Kalau mas gak datang tadi mungkin saya sudah celaka.” ucap Fisya

Pria itu tersenyum kecil.

“Kebetulan saya lewat.”

Fisya lalu melihat ban mobilnya yang kempes.

“Ban saya rusak.”

Pria itu langsung jongkok memeriksa.

“Masih bisa diganti.”

“Saya punya ban cadangan.” ucap Fisya cepat

“Bagus.” ucap pria tersebut

Pria itu langsung membuka bagasi mobil Fisya, di dalam memang ada perlengkapan lengkap.

“Biar saya bantu.” ucap pria tersebut

Fisya mengangguk.

“Terima kasih.”

Pria itu langsung mulai mengganti ban dengan cepat sedangkan Fisya berdiri memperhatikannya.

Entah kenapa… Ia merasa pria ini berbeda.

Saat sedang membereskan barang di dekat motor, Fisya tidak sengaja melihat sebuah map lamaran kerja terselip di jok motor pria itu.

Fisya mengernyit.

“Mas lagi cari kerja?” tanyanya

Pria itu langsung terlihat sedikit malu.

“Iya.”

“Belum dapat?” tanya Fisya lagi dengan cepat

Pria itu menggeleng sambil tersenyum kecil.

“Masih nyari.”

Fisya menatap pria itu beberapa detik, entah kenapa ia merasa cocok.

Pria ini terlihat berani dan yang paling penting ia merasa pria ini bisa dipercaya.

Fisya akhirnya bicara.

“Nama mas siapa?”

“Sebastian” jawabnya

“Sebastian" ulang Fisya

Pria itu mengangguk.

Fisya tersenyum tipis.

“Mau kerja sama saya?”

Sebastian langsung terdiam.

“Hah?”

“Saya butuh asisten pribadi.” ucap Fisya

Mata Sebastian langsung membesar.

“Asisten?”

Fisya mengangguk.

“Saya suka cara kerja mas tadi.”

Sebastian masih terlihat tidak percaya.

“Tapi saya gak punya pengalaman kerja kantoran"

“Saya gak masalah.” jawab Fisya

Fisya menatap lurus ke arah Raka.

“Yang terpenting bisa dipercaya.”

Sebastian terlihat sangat terkejut.

“Bu, ibu serius?”

Fisya mengangguk.

“Iya.”

Sebastian langsung tersenyum lebar untuk pertama kalinya.

“Serius saya diterima kerja?”

Fisya tersenyum kecil melihat reaksi itu.

“Iya.”

Sebastian terlihat sangat bahagia.

“Terima kasih Bu… saya benar-benar butuh pekerjaan.”

Fisya mengambil kartu nama dari tasnya lalu memberikannya pada Sebastian

“Mulai besok kamu sudah boleh kerja.”

Sebastian langsung menerima kartu nama itu dengan hati-hati.

“Ini perusahaan saya.” ucap Fisya

Sebastian melihat kartu itu lalu membelalak.

“Alexander Group?”

Fisya mengangguk.

“Besok datang pagi ya"

Sebastian langsung mengangguk cepat.

“Siap Bu!”

"Ok kita bertemu lagi besok di kantor" ucap Fisya

"Baik bu" jawab Sebastian

Lalu mereka pun berpisah dan Sebastian masih berdiri memandang mobil Fisya yang sudah melesat pergi

"Kenapa wajah wanita itu seperti tidak asing bagiku" batin Sebastian

__Bersambung__

1
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
Ma Em
Sebastian kena jebakan Jason dan Kasandra , hati2 Sebastian kamu hrs waspada kalau kamu celaka Jason akan senang karena TDK ada lagi penghalang untuk melakukan apapun pada Fisya dan Tina .
sunaryati jarum
Nah sudah ada sedikit jalan untuk mengetahui ayah Tina, sebenarnya Kasandra tahu,dia kan dalangnya.Delspsn belas tahun tersimpan rapat ,maka sekarang sesuai rencana Fisya akan dibongkar.Untuk memastikan Tina itu putri kamu Sebastian ,segera tes DNA.Emak sudah tidak kali ini usul ,Nak Bastian.😄😄😄
sunaryati jarum
Emak tidak sabar melihat Jason dan Kasandra hancur dikuliti karena kejahatannya dibongkar Fisya di depan umum.Ada ya ibu yang hanya demi harta bukan haknya tega menyuruh seseorang untuk membunuhnya.Agnes sekarang tidak bisa kau sentuh Kasandra , karena orang - orang Fisya dan Sebastian selalu melindunginya.Kamu tidak tahu jika telepon kamu telah diretas oleh orang - orang Fisya dan gerak - gerikmu juga tak lepas dari pengawasan mereka.Jadi makin kau banyak melakukan rencana kejahatan pada Agnes dan Fisya maka makin banyak bukti kejahatan kamu di tangan Fisya
Ma Em
Semoga Sebastian segera bisa membuktikan bahwa wanita yg tidur dgn Sebastian adalah Fisya dan Tina adalah anak kandung Sebastian .
Ma Em
Sudah tdk sabar nunggu waktu terbongkarnya kejahatan Jason dan Kasandra , Kasandra skrg suruh orang untuk menculik Agnes bahkan Agnes untuk dibunuh , Kasandra setelah tau kebenaran nya bahwa Agnes anak kandung nya pasti Kasandra dan Jason akan menyesal sampai mati .
Queen_Fisya08: sebentar lagi kak akan ketahuan
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
sunaryati jarum
Selain Agnes yang mendengar omongan Kasandra,tidak tahu kebenarannya.Karena yang tahu kebenarannya antara Agnes da Tina,hanya Fisya,Bi Lili,dan Bi Nisa .Masa Kasandra tidak curiga pada Tina yang wajahnya mirip Fisya,dasar bodoh karena hanya terobsesi memiliki harta Fisya,sampai mengabaikan kenyataan.
Ma Em
Thor jgn sampai Agnes bertemu Kasandra takut dicelakai .
sunaryati jarum
Jangan sampai Agnes ketangkap Kasandra
sunaryati jarum
Bagus Fisya itu juga cara mempermalukan Jason dan Kasandra.
sunaryati jarum
Segera tes DNA Bastian dengan Tina,emak sudah usul dua kali ini Lho, jangan sampai Angel mengaku putri kamu
sunaryati jarum
Baik Sebastian dan Fisya tahu siapa pasangan yang membuat hadirnya Tina
sunaryati jarum
Ternyata Fisya sudah tes DNA sungguh cerdas,dan rencana yang bagus
Datu Zahra
wes dah nongol masalah Angel. Kalau sampe Sebastian bisa masuk jebakan Angel, bodoh sih berarti. percuma kaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Jangan sampai sampai Angel berbuat buruk untuk menipu Sebastian yang ada dia malah masuk penjara.Tidak mudah membohongi Sebastian.Semoga Sebastian segera melihat tana lahir kupu kupu di paha Fisya,atau segera tes DNA dengan Tina
Dokkan Battle: ANGEL HARUS DIBUNUH
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!