NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Sistem
Popularitas:318.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: M.A.R

Munculnya sebuah portal dari dimensi lain, portal ini mengeluarkan makhluk-makhluk aneh. Di saat yang sama muncul manusia-manusia super dengan berbagi macam kemampuan orang-orang menyebut kekuatan ini "Beneficia".

Namaku Arkha Peteng, Venandi Rank-F.

Aku diajak seseorang ikut dalam Raid mereka, katanya aku hanya perlu memandu mereka sebab cuma aku yang berulang kali menjelajahi dungeon Rank-F ini.

Sesaat memasukinya dan menjelajahi sebentar, seketika portal masuk kami hilang dan muncul makhluk aneh yang sangat kuat.

Semuanya terbunuh, termasuk aku...

Sesaat mata mulai tertutup, muncul sebuah tulisan aneh di depan mataku.

[Syarat telah terpenuhi, apakah kamu mau menerima warisan ini?]
[Yes/No]

"Ya..."

[Selamat, kamu telah menjadi "Heredis."]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.A.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 01

5 bulan berlalu....

Munculnya sebuah portal dimensi lain setelah insiden itu, yang di mana portal itu mengeluarkan makhluk-makhluk aneh. Sekali lagi bencana menimpa umat manusia, tapi... kali ini berbeda dari sebelumnya di mana manusia-manusia super bermunculan dengan berbagai macam kemampuan, mereka sanggup menghadapi ancaman kali ini.

Mereka menyebut kemampuan ini "Beneficia", sebuah kemampuan mereka dapatkan dari insiden sebelumnya dan kemampuan ini akan terwariskan dari generasi ke generasi, tidak semua umat manusia mendapatkan kemampuan ini hanya 20% dari mereka baru saja membangkitkannya.

Seiring berjalannya waktu--satu tahun pun berlalu sebuah metode baru telah ditemukan metode ini disebut "Gratias". Sebuah metode di mana seseorang bisa memberikan separuh atau seluruh kemampuan mereka ke orang lain, metode ini sifatnya permanen sekali diberikan tidak akan bisa kembali kecuali orang yang diberikan itu mau melakukan metode yang sama.

Metode ini sederhana dua orang duduk saling berhadapan dan mengarahkan kedua tangannya ke depan hingga telapak tangan mereka bersentuhan, dan orang yang mentransfer kemampuannya harus fokus dengan dirinya sedangkan yang menerima harus siap menerima konsekuensinya, sebab tubuhnya harus merasakan sakit yang amat sakit kalau ia berhenti di tengah prosesnya maka akan mati.

...•••...

...•••...

...•••...

...12-04-2030...

Kali ini aku pergi berburu di sebuah portal biasa disebut "Dungeon," seperti biasa aku masuk sendiri dan berakhir secara "Pecundang." Aku berhasil keluar dengan selamat, sebenarnya bisa dibilang cukup bertahan sebab setiap aku keluar dungeon ini aku selalu mendapatkan luka.

Padahal dungeon yang aku masuki tingkat F dan selalu berakhir dengan luka, dalam pandangan orang yang telah "Terbangkitkan" luka ini hal sepele baginya sebab ketahanan serta kekuatan fisik kami jauh lebih kuat dibandingkan manusia normal pada umumnya.

"Hei, hei lihat... dia terluka lagi."

"Tapi, kali ini lumayan loh... ada kemajuan--dia dapat dua Krimon kali ini."

"Yaelah! Apa itu patut dibanggakan, sedangkan aku mendapatkan lebih dari itu setelah Terbangkitkan. Sedangkan dia sudah satu tahun Terbangkitkan, tapi baru dua pencapaian terbesarnya..., ck ck ck," ucapnya sembari menggelengkan kepalanya.

"Tapi, dia cukup hebat loh... hanya bermodalkan tekad untuk jadi Venandi dengan kemampuan begitu saja (biasa)."

"Kalaupun dia jadi Protector, malahan dia dilindungi oleh orang yang seharusnya ia lindungi."

Sudah berbagai macam hinaan dan ocehan aku dengar dari orang-orang, semua yang dikatakannya benar tapi setidaknya jangan ceritakan depan orangnya langsung, dong. Walaupun aku berkata begitu ke mereka bisa-bisa aku yang mati duluan, karena sudah hukum rimba di mana yang kuat akan sewenang-wenang dengan yang lemah. Apalagi aku bisa dibilang paling yang terlemah di antara orang terlemah, sebab aku belum mendapatkan kemampuan yang menonjol atau bisa dibilang "Skill" yang didapatkan dari Beneficia.

Kali ini aku hanya mendapatkan dua Krimon dari hasil membunuh dua Undead level satu. Krimon adalah kristal yang muncul saat berhasil menghancurkan atau membunuh monster dungeon.

Lalu orang yang sudah Terbangkitkan akan memilih dua pilihan yaitu Venandi dan Protector, yang ditetapkan aturan oleh pemerintahan di seluruh dunia yang sudah sepakat dengan sistem ini. Venandi adalah orang memburu, menjelajah dan menjarah seisi dungeon, pilihan ini bebas untuk orang yang sudah Terbangkitkan mereka punya hak bebas untuk memasuki dungeon.

Sedangkan Protector adalah orang yang melindungi dan mengawal para Venandi, tugas mereka hanya mengawal dan tidak punya hak mengambil isi dari dungeon itu. Mereka hanya dibayar tinggi untuk tugas mengawal, terkecuali jika mereka mau barter dengan barang dungeon sebagai bayarannya, hanya sedikit orang yang mengambil posisi ini.

Hanya organisasi atau kelompok dari pemerintahan yang rata-rata mengambil posisi Protector, katanya sudah sepatutnya mereka mengambil posisi ini untuk melindungi masyarakat. Sedangkan untuk para "Guild" rata-rata mereka mengambil posisi Venandi dan hanya sedikit mengambil Protector di antara mereka.

...•••...

TOK... TOK... TOK....

"Eh, Kakak! Kakak sudah pulang, hore...!"

Tampak dua anak kecil yang membuka pintu dan menyambut seseorang dengan hangat.

"Apa Kakak beli ayam goreng kali ini?"

"Cih, ayam goreng lagi, bosan tau gak kali ini aku mau burger, Kakak belikan?"

Tampak senyuman tulus dari sang kakak dan merogoh tas belanjaan yang dibawanya.

"Jangan khawatir, aku sudah beli burger dan ayam goreng untuk kalian."

Kebahagiaan dan senyuman menghiasi kedua adik kembarnya ini, tampak mereka sangat lahap memakannya.

"Eh? Apa Kakak tidak makan?" Tanya Adik perempuan.

"Aku sudah makan banyak dari tadi kok, jadi habiskan saja."

"Kakak selalu bilang begitu saat pulang bawa makanan," ucap Adik laki-laki.

"Iya, Kakak selalu bilang begitu, padahal wajahnya terlihat lesu begitu," ucap Adik perempuan.

"Hehe, aku begini karena kecapekan," kataku sembari berdiri. "Baiklah, Kakak mau mandi, setelah kalian makan jangan lupa cuci tangan dan kaki setelah itu jangan lupa gosok gigi juga."

"Baik!" Jawab kompak dari mereka berdua.

Namaku Arkha Peteng dan kedua Adik kembarku ini Rena Pranadipa dan Reno Pranadipa. Nama belakang kami berbeda karena aku hanya saudara angkat mereka, aku diadopsi oleh orang tua mereka semenjak usiaku 5 tahun di sebuah panti asuhan. Orang tua kandungku meninggal tepat pada insiden "Terbukanya gerbang neraka."

Mereka berdua mati dalam reruntuhan apartemen dan tim penyelamat menemukan aku yang masih bayi dan membuat mereka terkejut, di mana diriku saat itu terlindungi sebuah cahaya putih dan kejadian itu bukan cuma terjadi padaku hampir setiap anak kecil dan bayi mengalami hal serupa. Kurasa Dewa benar-benar memperhatikan kami walau dalam keadaan tak berdaya.

Aku dan kedua Adik kembarku ini sekarang tinggal di sebuah rumah kecil, dan kondisinya sudah usang di mana tembok-tembok sudah hitam kelumutan serta atap dan langit-langit sering kebocoran saat hujan.

Krimon yang aku dapatkan barusan kualitasnya buruk apa lagi hanya level 1, untuk kualitas terbaik yang level satu akan dihargai 2 juta RP. Sedangkan kualitas terendah atau buruk akan hanya dihargai 900 ribu RP bahkan paling rendah 500 ribu RP. Saat ini aku hanya dapat 1 juta, dan ini belum mencukupi biaya hidup kami bertiga apalagi biaya hidup sekarang mahal-mahal tidak seperti dulu. Aku menyisihkan separuh uang ini untuk biaya sekolah mereka hingga mereka kuliah nanti, walau si kembar baru berusia tujuh tahun dan baru masuk SD.

Untuk orang tuaku yang sekarang mereka meninggal dalam kecelakaan dua tahun lalu aku tidak tahu penyebab mereka bisa kecelakaan, apalagi kecelakaan ini cuma mereka berdua korban dalam mobilnya yang terbakar. Aku sudah meminta bantuan ke pihak berwenang bahkan para Protector pemerintah, tapi mereka selalu minta biaya lebih untuk penyelidikan penyebab kematian orang tua kami.

Tapi, setidaknya aku masih punya Rena dan Reno yang tersisa dalam keluargaku, aku senang mereka ada sehingga itu membuatku punya tujuan hidup baru.

1
Ujibmaki Milito
kagak ngarti
asril making
yg sdh baca komik levelling pasti akan ngerasa ada sdkt kemiripan dlm alur ceritanx/Facepalm//Facepalm/
asril making
🤭🤭🤣🤣,, ceritanx ada kemiripan dgn solo levellinh
asril making
ini ceritanx kok ada kemiripan dgn komik solo levelling yah/Joyful//Joyful/
Lord gojou satoru
Luar biasa
Nino Ndut
kok ngebayanginnya aneh yak..pake topi koboy, sepatu boot dll..persis kayak koboy tp bawa sabit..wkwkwkwkkw..ketahuan make hoodie n topeng sekaligus sabit..lebih misterius n kuat..wkwkwkwk
Nino Ndut
gw kayaknya bingung n g suka ma mc..menurut gw setiap tindakan mc kayak g pas n bukan keputusan terbaik saat itu..
Nino Ndut
gampang bener nyerahnya y..hmm
Nino Ndut
cupu amat dah
Stephen (Phoenix dalam celana)
doktor plague
zikril haqim
update nya di percepat dong author
penasaran nih sama kelanjutanya ditunggu kelanjutanya yang author
Reza: sabar ya, lagi berusaha juga mau update. Tapi keadaanku tidak memungkinkan untuk selalu berpikir dan menulis, karena fisik mudah lelah.
total 1 replies
Shidou
cuma buat proses pembangkitan mc butuh 10 chapter kali
Rahmawan Btrdys
gelap thor gelap😅🙏


semangat😁
Ibrahim Rusli
Thor kapan lagi update nya
Reza
gas
Ibrahim Rusli
wahai author update kapan lagi dan untuk bagian masa lalu dan ujian dungeon agak di ringkas ya itu aja untuk cerita keren sehat trus ya tor 🤘😄
Vincent Da Vinci
1 capter hanya utk status shj. kalau tidak punya idea... mendingan diam aja
Ibrahim Rusli
gass updetan terbaru Thor tapi di mode masa lalu nya agak di ringkas ya 🤘😁
Ryan Ambari
lanjut thor
Giyan Ardiansyah
mc payah klo soal memberi nm bawahannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!