NovelToon NovelToon
MARINA Ketika Pengorbanan Tak Dihargai

MARINA Ketika Pengorbanan Tak Dihargai

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga / Angst / Penyesalan Suami / Cinta Lansia
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Marina, wanita dewasa yang usianya menjelang 50 tahun. Telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarganya. Demi kesuksesan suami serta kedua anaknya, Marina rela mengorbankan impiannya menjadi penulis, dan fokus menjadi ibu rumah tangga selama lebih dari 27 tahun pernikahannya dengan Johan.

Tapi ternyata, pengorbanannya tak cukup berarti di mata suami dan anak-anaknya. Marina hanya dianggap wanita tak berguna, karena ia tak pernah menjadi wanita karir.

Anak-anaknya hanya menganggap dirinya sebagai tempat untuk mendapatkan pertolongan secara cuma-cuma.

Suatu waktu, Marina tanpa sengaja memergoki Johan bersama seorang wanita di dalam mobilnya, belakangan Marina menyadari bahwa wanita itu bukanlah teman biasa, melainkan madunya sendiri!

Akankah Marina mempertahankan pernikahannya dengan Johan?

Ini adalah waktunya Marina untuk bangkit dan mengejar kembali mimpinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#2

#2

“Ini juga, kenapa Mama masih pakai baju ini, sudah pudar warnanya?! bahkan di bagian bawah sudah belel seperti pakaian buruh pabrik. Kan Aku sudah belikan pakaian baru, tas baru, dan perlengkapan baru. Lagi-lagi pakai pakaian ini, Mama tuh gak menghargai pemberianku? Jika Mama berpenampilan seperti ini, apa kata atasanku? posisi dan jabatan Aku di Firma ini dipertaruhkan! Aku malu, Ma, malu!” 

Diana segera meluapkan kekesalan hatinya, padahal Marina tak sepenuhnya bersalah. Semua bermula ketika pagi tadi ibu mertuanya mengatakan bahwa ia tak bisa menangani Gwen yang terus terusan merengek meminta ini dan itu, Padahal Diana sudah terlanjur ada jadwal sidang untuk kasus penting, yang akan menentukan posisinya di firma. Belum lagi Gwen sedang dalam masa sangat aktif hingga apapun yang ia lihat, bisa menjadi bahan eksperimen yang menyenangkan. 

Memang tak ada yang salah dengan besarnya rasa ingin tahu Gwen, namun nenek dan ibunya tak mau jika ruangan tempat mereka berada jadi berantakan karena ulah Gwen. 

Dan Marina menjadi korban kekesalan hati Diana, yang tak berani membantah ucapan ibu mertuanya. 

Deg! 

Wajah Marina seketika pucat, wanita itu terdiam tanpa berani membalas perkataan Diana. Justru Marina merasa bersalah, karena sudah membuat Diana malu di tempat kerjanya. 

Semakin keras suara amarah Diana, semakin banyak pula orang-orang yang memperhatikan mereka. 

“Mama minta maaf, Nak, Mama lupa, kalau punya setelan baru pemberianmu, tadi mama buru-buru, bahkan … “

“Ah, sudah-sudah gak ada gunanya Mama menjelaskan, sudah terlambat. Lebih baik sekarang Mama pulang, sebelum Aku semakin malu.” Diana membalik badannya, ia marah ketika semua orang menatap ke arahnya dengan cibiran. 

“Apa?! Kalian gak pernah lihat orang marah, hah?! Gak usah kepo, dan sok tahu urusan orang!!” Teriak Diana dengan wajah merah dan kedua tangan terkepal, ia menghentakkan kedua kakinya sambil berjalan kembali kedalam gedung. 

Dari kejauhan Yosh tercengang mendengar semua ucapan Diana pada Mamanya, ia tak menyangka Diana begitu tega menghardik, mempermalukan, bahkan menyalahkan Marina di depan umum. Padahal wanita itu tak tahu bagaimana pontang-pantingnya Marina ketika mendengar bahwa Gwen membuat keributan di ruang kerja Diana. 

Selepas kepergian Diana, tubuh Marina gemetar, ia mundur beberapa langkah hingga tubuhnya menabrak dinding pagar tanaman. “Bude!” pekik Yosh, ia buru-buru turun dari motornya kemudian membantu Marina agar bisa berdiri tegak. 

“Bude tidak apa-apa, Yosh, terima kasih, sudah membantu Bude.” 

“Ini bukan apa-apa, Bude juga sudah banyak membantu Ibuku ketika Kami kesulitan membayar sekolah Yudis dan Naura.” Yosh mengeluarkan sebotol air mineral yang ada di dalam tasnya, kemudian memberikannya pada Marina. 

“Om … Om … Nenek kenapa?” tanya Gwen, wajah polosnya nampak khawatir ketika Yosh menyodorkan air mineral pada Marina. 

“Nenek gak papa, Sayang, cuma haus saja,” jawab Marina. Ia mengusap kepala dan rambut Gwen. “Ayo, Kita pulang, Nenek belum beres-beres rumah.”

“Oke, Nenek.” Wajah Marina berbinar senang, ketika Gwen tertawa ceria kala mendengar kata-kata pulang ke rumah. 

Yosh segera menyalakan mesin motornya kembali, bahkan Gwen meminta berdiri di depan, tak lupa Yosh memakaikan helm kecil yang tersimpan di jok motornya. Karena setiap hari dirinyalah yang menjemput Gwen dari sekolah. 

Selama di perjalanan, pikiran Marina berkecamuk, hatinya sakit ketika kembali teringat setiap kata demi kata yang Diana lontarkan. Apakah dirinya begitu memalukan, hingga Diana memandangnya dengan tatapan jijik, bahkan malu ketika rekan kerjanya tahu bahwa wanita lusuh ini adalah ibu yang melahirkannya ke dunia. 

Motor berhenti ketika lampu merah menyala, selisih jarak dua motor di samping Marina, ia melihat mobil sang suami juga berhenti, Marina tersenyum, bahkan bermaksud turun dan menyapa Johan. 

Namun senyumnya pudar seketika, tatkala melihat Johan tak seorang diri di dalam mobil, ia bersama seorang wanita, dan keduanya nampak sedang tertawa bahagia. 

Marina mengucek kedua matanya berkali-kali, mungkin saja ia salah lihat, toh di kota besar bukan tidak mungkin ada mobil yang sama persis warna serta merk nya. 

Ketika Marina mencoba memastikan plat nomor mobil tersebut, Yosh membelokkan motornya ke arah berlawanan, hingga Marina kehilangan jejak. Namun seperti biasa ia kembali berpikir positif, bahwa mungkin saja itu orang lain, karena sudah sangat yakin jika Johan adalah pria yang setia. Terbukti hubungan mereka langgeng, padahal usia pernikahan mereka lebih dari 30 tahun. 

Marina dan Johan menikah karena merasa sudah cocok dan sama-sama cinta, saat itu Johan sudah berusia 25 tahun dan Marina berusia 18 tahun. Awal-awal pernikahan mereka sangatlah manis, hingga tak sampai satu tahun Diana lahir ke dunia. 

Dan selama itu, tak ada sikap Johan yang mencurigakan, di rumah pun, Johan selalu ingin dilayani dan benar-benar menjadi suami manja, dan hanya bergantung pada Marina seorang. Selain itu, Johan tak pernah berbuat yang aneh-aneh. 

•••

Malam harinya, makan malam untuk Johan sudah terhidang lengkap di meja makan, bahkan Gwen sudah tidur karena seharian lelah berlarian keliling rumah. 

Beberapa kali Marina melirik jam di dinding rumah, bahkan makanan sudah menjadi dingin karena kini sudah hampir jam 12 malam. Namun Johan belum juga terlihat batang hidungnya, Marina pun memutuskan untuk menghubungi Johan, takut terjadi sesuatu hal yang tak ia ketahui. 

Sekali dua kali hingga lima kali, Johan tak mengangkat panggilan, hingga Marina pun mengulang panggilannya. 

“Ada apa menggangguku?!” sentak Johan dari ujung sana. 

“Kenapa belum pulang? Aku khawatir?” tanya Marina mencoba meredam amarah Johan. 

“Aku masih lembur! Sudah jangan telepon lagi!” 

Tut

Tut

Tut

Johan memutus panggilan, membuat Marina heran kenapa Johan selalu marah ketika Marina menelepon, dan menanyakan dimana keberadaannya di jam 12 malam. 

Marina tertegun, namun apa boleh buat, tak berani pula ia marah jika Johan sudah bersikap seperti itu. Mungkin sudah nasibnya, sejak menikah ia selalu di doktrin oleh lingkungan serta kondisi keluarga, untuk selalu menjadi istri yang patuh, serta ibu siaga untuk anak-anak. Ditambah ia hanya bergantung pada uang pemberian suami, serta anak-anaknya. 

Tak lama kemudian, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, Marina buru-buru ke ruang depan, berharap itu adalah mobil Johan. Rupanya yang datang adalah Burhan putra bungsu Marina, yang kini juga telah memiliki seorang istri. 

“Ma, Aku lapar,” ujarnya tanpa permisi, atau bahkan menanyakan kabar Marina setelah masuk melalui pintu depan. 

Marina tak masalah kala melihat sikap Burhan, yang tak sedikitpun menunjukkan rasa hormat. Marina hanya bisa menghembuskan nafas penuh rasa sabar, karena dirinya memaklumi kondisi putranya yang masih pengantin baru, mungkin saja istrinya belum pandai memasak seperti dirinya. 

“Ah, sudah dingin,” keluh Burhan tak tahu waktu dan situasi. 

“Kan nasinya masih panas.”

“Mana enak kalau rendang dan sayur nangkanya dingin.” Lagi-lagi Burhan mengeluhkan hal yang tak sesuai dengan selera makannya. 

“Istrimu tidak masak?” tanya Marina, di sela aktivitasnya memanaskan masakannya. 

“Tidak,” jawab burhan acuh. 

“Seharusnya Kamu nasehati Dia, kan itu tugasnya sebagai istri, menyiapkan makanan bukan hanya sekedar menyenangkan suami, tapi juga menghemat pengeluaran rumah,” tutur Marina. 

“Kami sama-sama kerja, Ma, jangan khawatir dengan pengeluaran rumah.”

“Apa susahnya masak ayam goreng, dengan tumisan, itu cukup mudah dan bahannya mudah didapat.” 

“Ina gak sempat belanja, Ma, karena pagi-pagi Ia harus bersiap untuk kerja, sore harinya Dia Kuliah. Ina itu wanita karir sukses, tidak seperti Mama yang setiap hari hanya mengurus rumah dan belanja di pasar.” 

1
Esther Lestari
pasti tidak ada yg berani memberi info ke Johan, daripada bisnis mereka hancur.
Yayuk Bunda Idza
aki aki kalo jatuh cinta bahaya ternyata
Yayuk Bunda Idza
andai tuan Gusman tau, saingan nya adalah sambal tongkol dan cumi wkwkwk......
Patrick Khan
ayo kak othor lgsg di ketok palu nya sah pisah.. apa q aja yg ketok ya biar cepat bebas dr johan semelekete
Patrick Khan: . wah kentongan jaga malam itu kak😅
moon: apalah daya kak, othor bisanya ketok pentungan hansip di pos ronda, kak. /Facepalm//Joyful/
total 2 replies
Patrick Khan
marina masa puber cie cie.. sampek kompornya mw mleduk😂😂😂
. he km johan jgn ngeroeg ya.. dinda jg km ini anak model apa sih
Lia Sakking
TDK sabar menunggu sidang..ayo Marina tampillah dengan sempurna supaya si calon mantan nyesel
Maisya
lanjut kak
Hafizah Aressha R
moga marina di bantu tuan gusman y
Ayesha Almira
akhirnya berpisah....semngat Marina lupakan kesedihan sambut kebahagian..
Ma Em
Semoga segera selesai dan ketok palu untuk perceraiannya Marina dgn Johan agar Marina segera bebas dari lelaki yg tukang selingkuh
🌷Vnyjkb🌷
marina hanya mengandalkan satu² nya pembelanya,,, yaitu yg Kuasa,,, tdk perlu cari pembelaan dan pembenaran diri,, klu yg d sana entahlah🤧
🌷Vnyjkb🌷
yg Kuasa sdg menunjukkan KuasaNYA,,, kalian anak dan bapak persiapkan diri kalian🤣🤣
Nar Sih
johan kmu bkln nyesel bila tau siapa poto laki,,yg bersama marina ,dan pssti nya kesombongan mu ngak ada arti nya di bandingkan dgn tuan gusman🤣
Anjellita
ternyata benar karma tak semanis kurma
satu persatu dari kalian akan merasakan karma masing masing atas perlakuan kalian terhadap marina
Rahmawati
bener tuan Gusman, jodoh tak akan kemana, tapi kalo gk dikejar bisa kemana-mana 😂
Aan
ya Tuan jodoh tak akan kemana tapi jodoh akan ke aku
RahaYulia
aku heran dulu dia ma istrinya sebelum hidup brsama pacaran dulu g sih? smp seawam itu kya bocah lugu bin polos mo pdkt ma cewe aja smp gitu bgt ckckck....gmn MP nya dia ya🤣🤣🤣
Astrid valleria.s.
sabar tuan gusman..marina masih sibuk buat sambal....nanti ya...pasti dibalas 🤣🤭ayo othor moon balas tuh
moon: balas dong,

sekalinya dapat balasan, langsung annu... /Smirk/

jangan spill di sini, ntar kalian tahu marina mau apa🤣
total 1 replies
Nar Sih
sabarr tuan gusman jgn galau wanita yg hrp membls chat mu msih sibuk ,dan gugup ,tenang sja pasti klau marina udah longar di jwb tuh wa mu ,semagatt ya tuan gusman💪👍
Akbar Razaq
Klo ternyata Tuan Gusmannya yg bucin duluan di jamin suksesmu tak kan lama mbak Rina 😆
Pendukungmu gak kaleng kaleng.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!