10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Situasi
Beberapa saat kemudian suasana menjadi semakin tenang. Angin malam berembus pelan, membawa hawa dingin menyelimuti senja yang telah berlalu.
Saat semuanya kembali tenang, Xiao Tian tidak berharap kesedihannya kembali berkembang. Ia melihat ke arah pria tua yang selama ini sudah ia anggap lebih dari sekedar guru itu.
Bagi Long Chen sendiri juga merasakan jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk berpisah, muridnya harus lebih berkembang dengan pengalaman dari dunia luar untuk mencapai tingkatan yang baru dalam menjaga kedamaian di dunia.
"Dunia luar tidak sedang baik-baik saja, hal ini juga berhubungan dengan beberapa hal. Sudah waktunya kamu menegakkan keadilan untuk beberapa pihak dan mencari identitasmu yang sebenarnya, namun ada hal penting yang harus kamu lakukan sebelumnya" Long Chen berkata sambil menyesap tehnya.
Sebagai seorang kultivator yang memiliki keterampilan khusus, Long Chen mengetahui jika kondisi Benua Suci Tianwu yang dikuasai seorang Kaisar dari Dinasti Lin sedang mengalami masalah besar. Terutama dengan wilayah perbatasan, kebangkitan Sekte Iblis telah membuat dirinya harus pergi. Untuk itu, ia tidak bisa bergerak sendiri, kelak kekuatan Xiao Tian akan menjadi penentu.
"Hal lain? Apakah masih ada rahasia lain yang tersembunyi?" Tanya Xiao Tian dengan ekspresi heran.
"Mutiara dewa iblis yang aku gunakan untuk menyelamatkan nyawamu di waktu itu adalah bentuk energi lain yang menyegel kekuatan terpendam mu yang sesungguhnya. Kini sudah waktunya bagi kamu untuk menghancurkan basis kultivasimu dan membiarkan benda ajaib itu bekerja di dalam dirimu. Jika terlambat, aku khawatir ada kekuatan lain yang memburu tempat ini" Jawab Long Chen sambil menyerahkan sebuah kotak kayu.
"Tapi guru ...." Suara Xiao Tian menggantung.
Xiao Tian masih tidak percaya, ia yang sudah berusia 17 tahun itu sudah bekerja keras untuk berlatih dan memahami ilmu beladiri di kehidupannya. Jadi ia masih bingung dan tidak mengerti harus memulai dari mana lagi, meski memiliki ingatan yang kuat tentang kecerdasan intelektualnya, namun itu semua hanya serpihan memori yang biasa saja jika tanpa memiliki Dantian.
Melihat ekspresi muridnya, Long Chen pun tidak bisa menyalahkan keadaan. Wajahnya yang tidak pernah berubah dari 10 tahun lalu dengan aura agungnya, membuat ia harus memberitahukan tentang rahasia sebenarnya dari mutiara kehidupan yang sejatinya merupakan pusaka surgawi.
"Percayalah, hanya 3 tahun saja maka semuanya akan berubah. Mutiara dewa iblis di dalam dirimu sebentar lagi akan sempurna, selain memerlukan energi bawaan dari pusat energimu, mutiara dewa iblis juga membentuk karakter yang selama ini menyatu dengan kepribadianmu. Selain itu, setelah hari ini kamu juga akan lebih mengenal sosok saudara-saudari mu yang lain, anggap ini sebagai ujian terakhir mu sebelum meninggalkan tempat ini" Ucap Long Chen sambil tersenyum penuh arti.
"Baiklah guru, aku akan melakukannya" Xiao Tian berkata dengan nada yakin.
Saat ini tidak ada orang yang ia percayai selain gurunya sendiri, apalagi ia juga mengetahui jika dunia kultivator memang dipenuhi oleh kegilaan dan jalan aneh.
Beberapa saat kemudian, Xiao Tian mengumpulkan energi Qi nya dan ia pusatkan di telapak tangannya. Dengan sekali hantaman, telapak tangannya itu mendarat di perutnya tepat di titik pusat energinya.
"Aaarrgghh"
Di depan gurunya, Xiao Tian mengerang kesakitan. Sementara beberapa orang yang mendengarnya tidak berani masuk untuk memeriksa kejadian sebenarnya, mereka adalah saudara seperguruan Xiao Tian yang terdiri dari 5 orang wanita dan satu orang pria.
Mereka juga tinggal di bangunan terpisah di sekitar kuil, dalam urusan pribadi Long Chen mereka hanya tahu jika itu telah diserahkan kepada Xiao Tian.
Melihat tubuh Xiao Tian yang melorot ke tanah, Long Chen tersenyum puas. Dalam hatinya ia tidak salah menilai jika Xiao Tian adalah satu-satunya murid yang patuh dan sanggup melakukan apa saja sebagai bakti pada dirinya.
"Apa yang aku ajarkan padamu adalah kehendak takdir. Kamu harus memutuskan semua pemikiran diri sendiri dan bergerak untuk melindungi banyak kehidupan. Selain itu saat kamu berhasil bangkit dengan kekuatan langit, ada hadiah yang secara khusus telah aku siapkan untuk mu, pilihlah diantara mereka untuk kamu jadikan istri"
Kemudian Long Chen mengeluarkan beberapa gulungan berwarna kecoklatan, di dalamnya terdapat tulisan dan cap khusus yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Ada lima buah gulungan, masing-masing dari pihak yang berbeda.
"Xiao Tian, terimalah dan jalani hidupmu..! Jangan pernah merasa kehilangan karena semua yang ada di dunia ini akan berubah pada waktunya. Namun ketahuilah, setelah kamu menjalani semuanya maka kamu akan menemukan hal lain yang sudah menjadi takdir mu"
Setelah mengatakan hal itu, tubuh Long Chen pun akhirnya berubah menjadi kabut samar dan meninggalkan puncak Gunung Wuyi. Tidak ada yang tahu kemana ia pergi, hanya meninggalkan Xiao Tian yang masih terbaring tanpa daya hingga pagi menjelang.
Pada pagi harinya, hati Xiao Tian terasa hampa...
Tidak ada kebahagiaan meski ia mengetahui tentang rahasia terpendam dalam dirinya, hanya sedikit yang ia bayangkan jika kehidupan harus tetap ia jalankan seperti pesan gurunya.
"Ternyata jalan beladiri untuk menjadi seorang kultivator tidak semudah yang aku bayangkan" Pikir Xiao Tian sambil bangkit dan menyeka darah dari sudut mulutnya.
Angin pagi berhembus mesra, menyapa sinar mentari yang menerangi puncak ketujuh, menghangatkan asa yang membeku. Suhu di puncak Gunung dengan cepat berubah menjadi semakin hangat diiringi serpihan cahaya yang turun dari langit.
Xiao Tian tersenyum dingin, tidak berpikir apa-apa lagi dan bersiap untuk menjalankan sepenuhnya rencana hidupnya. Ia menemukan beberapa gulungan serta sebuah kotak kayu pemberian gurunya, lalu menyimpannya dengan rapi. Kemudian ia membuka pintu, dalam waktu sekejap bayangan beberapa orang rekannya menghampirinya dengan penuh tanda tanya.
"Apa yang terjadi?" Tanya seorang murid wanita yang bernama Yun Feiyue dengan nada khawatir.
"Guru telah meninggalkan Gunung Wuyi sejak semalam" Jawab Xiao Tian dengan nada sedih.
"Bagaimana mungkin? Lalu bagaimana dengan nasib kita semua?" Zhuank An melangkah maju, menyentuh bahu Xiao Tian dengan kecewa.
Sejak semalam Zhuank An merasakan firasat yang aneh, namun tanpa izin dari gurunya mereka tidak berani masuk ke dalam kuil tua yang menjadi kediaman pribadi gurunya. Namun baik Zhuank An maupun murid lainnya hanya bisa beranggapan jika Xiao Tian melakukan sebuah kesalahan dan dihukum, oleh karenanya sepanjang malam mereka hanya bisa menduga hal tersebut tanpa kecurigaan berlebih.
"Kekuatanmu? Sudah dilenyapkan?" Tanya Fang Xiang yang juga salah satu murid Long Chen.
Seketika semua orang baru tersadar, mereka memperhatikan perubahan pada Xiao Tian dengan tatapan penuh kecurigaan. Dengan cepat ekspresi beberapa orang berubah, mereka merasa jijik dengan diri Xiao Tian yang sebelumnya mereka anggap sebagai jenius beladiri Gunung Wuyi kini telah mengalami nasib yang sangat menyedihkan.
Diantara julukan murid khusus Sekte Awan Biru yang tidak tersentuh, mereka adalah para talenta yang mendapatkan perlakuan khusus yang tidak perlu bersaing dengan para murid yang berada di puncak gunung lainnya.
"Dantianku sudah hancur, kuharap kalian mau melindungiku sebagai saudara" Ucap Xiao Tian dengan nada lirih.
Pada saat ini ia teringat akan ucapan gurunya, situasi yang berbeda akan menentukan bagaimana sifat sesungguhnya para saudara seperguruan itu.
"Jangan khawatirkan hal itu, mulai sekarang jagalah kuil ini sebagai warisan guru dengan baik" Ucap Fang Xiang dengan nada datar, dalam hatinya penuh cibiran.
Setelah wanita cantik tersebut berkata demikian, beberapa orang mundur untuk melanjutkan aktivitas mereka di kediaman masing-masing. Mereka semua jelas terpukul dengan peristiwa besar yang baru saja terjadi, walau bagaimanapun puncak Gunung Wuyi akan menghadapi ancaman tanpa adanya perlindungan dari guru mereka.
Selama beberapa waktu mereka memutuskan untuk tetap tinggal, menunggu keajaiban jika suatu saat guru mereka akan kembali membawa berita baik. Di sisi lain, jelas mereka juga mengharapkan adanya warisan beladiri yang telah dititipkan melalui Xiao Tian.
Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...