NovelToon NovelToon
Jangan Salahkan Cadarku

Jangan Salahkan Cadarku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Konflik etika / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: limr

Tolong " teriak seorang wanita bercadar itu ketika mulut berlapis cadar itu didekap seorang pria. setelah berhasil menutup pintu itu ia langsung melempar perempuan itu ke sofa.

Pria asing itu membuka paksa cadar perempuan yang menjadi mangsa saat ini. Ia mendekam wanita ini dengan tubuh besarnya.

pria itu mulai mencium leher wanita itu, gadis itu terus saja memberontak dengan memalingkan wajahnya. Ciuman yang sangat begitu kasar dan sangat brutal.

Ia membuka paksa baju panjang yang perempuan ini kenakan. Dan sekarang nampak perempuan ini itu sudah menampakkan tubuh polosnya tanpa busan.

Gadis itu terus saja memberontak, ia mencoba memukul dan semau cara ia lakukan tapi tidak berhasil. Tenaga pria ini lebih kuat dari dirinya.

Gadis itu terus menangis dan meminta pertolongan. tapi tidak ada sama sekali yang datang menolongnya.

" aku mohon jangan lakukan itu " ucapnya dalam tangisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon limr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tanggung jawab. [ revisi ]

Bab Dua

Selesai membersihkan diri, Aira masih mengenakan kimono mandinya. Tatapannya kosong, dan pikirannya kembali pada malam nahas itu.

Setiap kali ia mengingat kejadian itu, senyum kedua orang tuanya selalu ikut muncul dalam benaknya. Seolah menyatu dengan peristiwa itu, menciptakan rasa bersalah yang menghujam lebih dalam.

Menangis memang tak bisa mengubah apa pun, tak akan mengembalikan semua seperti semula. Tapi setidaknya, dengan menangis, Aira bisa merasa sedikit lebih tenang.

Tangisnya perlahan mereda. Tubuhnya lelah, pikirannya letih. Tak lama kemudian, ia pun tertidur dengan air mata yang masih mengalir di pipi.

---

Di tempat lain, Andre—asisten pribadi dari pria yang telah menghancurkan Aira—sedang menjalankan perintah tuannya.

Kini ia berada di ruang pengawas CCTV apartemen. Awalnya petugas melarangnya masuk, tapi dengan uang, segalanya bisa berubah. Beberapa lembar rupiah cukup untuk membuka akses ke rekaman semalam.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Andre keluar dari ruangan dan melangkah menuju kamar tuannya.

Sementara itu, pria itu—Kenzo—telah membersihkan diri. Ia berdiri di depan cermin, mengenakan pakaian andalannya: kemeja putih, jas hitam, celana panjang berpotongan rapi, dan sepatu pantofel yang mengilap. Penampilannya selalu konsisten—tegas, dingin, berwibawa.

Tak lama, pintu terbuka. Andre masuk dan menghampiri tuannya yang sedang menikmati makan siang di ruang makan.

"Bagaimana?" tanya Kenzo dengan suara datar, tanpa mengalihkan pandangan dari makanannya.

"Saya sudah menemukannya, Tuan. Wanita yang bersama Anda semalam tinggal di kamar nomor 45," lapor Andre lugas.

Kenzo menghentikan gerak makannya. Ia bangkit dari kursi, mengambil jasnya, dan berkata pelan namun tegas, "Ikut aku sekarang."

Tanpa banyak bicara, Andre mengikuti langkah tuannya. Mereka berjalan menyusuri lorong apartemen, hingga berhenti di depan pintu bertuliskan angka 45.

Kenzo menekan bel. Tidak ada jawaban.

"Kau tidak salah?"

"Tidak, Tuan. Wanita itu masuk ke kamar ini dan tidak keluar lagi setelahnya."

Kenzo kembali menekan bel. Kali ini, pintu terbuka perlahan. Sosok wanita berpakaian serba hitam dan bercadar berdiri di ambang pintu. Meski sebagian besar wajahnya tertutup, pembengkakan di matanya tak bisa disembunyikan.

"Mau apa kamu ke sini?" suara Aira terdengar dingin, namun mengandung getir yang dalam.

Kenzo menatap perempuan di hadapannya. Perempuan yang semalam disentuhnya dalam keadaan yang tak sepenuhnya ia sadari. Perempuan yang kini memandangnya dengan kebencian yang tak bisa disembunyikan.

Andre, yang menangkap ketegangan suasana, mencoba mencairkan keadaan.

"Maaf, Nona. Bisakah kita bicara di dalam? Tidak enak jika terlihat orang di luar."

Aira terdiam sesaat, lalu mengangguk pelan. Ia melangkah ke dalam, membiarkan kedua pria itu duduk di sofa. Ia sendiri duduk di kursi berjarak, jauh dari mereka.

"Ada apa kalian ke sini?" tanyanya datar, namun sorot matanya menusuk.

Kenzo menatap lurus ke arahnya. "Saya akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi," ucapnya tegas.

Aira menegang. Pernyataan itu terlalu asing dari mulut pria seperti Kenzo. Bahkan Andre pun sempat menoleh, terkejut.

"Saya melakukan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya," lanjut Kenzo. "Saya tahu, bagi perempuan, kejadian seperti ini bisa menjadi aib. Karena itu saya ingin memperbaiki keadaan sebisa saya."

Aira terdiam. Hatinya bergolak, tapi wajahnya tetap tenang.

"Baik," katanya akhirnya. "Saya menerima tawaranmu. Temuilah kedua orang tuaku setelah wisuda, hari Minggu nanti. Mereka akan datang ke kota ini."

Kenzo mengangguk pelan. "Pilihan yang sangat tepat."

Setelah itu, ia bangkit dan meninggalkan apartemen Aira, diikuti oleh Andre. Senyum tipis menghiasi wajahnya, entah apa maksudnya.

Sementara itu, Aira duduk membeku. Ia tahu, apa pun yang ia lakukan, tak akan menghapus luka itu. Tapi jika ini bisa mencegah kekecewaan di mata Ummi dan Abi, maka ia akan menerimanya.

Lebih baik dianggap janda daripada gadis tak perawan, pikirnya getir.

Setidaknya, sebutan itu masih bisa diterima telinga... dan bisa menyelamatkan kehormatan keluarganya.

1
Suyati
mksh thor
Suyati
selidiki dl kenzo itu mama mu
Suyati
aira ayolah buka hati maafkan kenzo
Suyati
masalalu kelam
Suyati
kenzo bs banget dah bicaranya
Nelpika Ajja
yang pada nyalahin Aira ,ngak ngotak banget ,kagak semudah itu buat ngak benci sama orang yang udah ngerusak hidup lu , yakali si Aira harus berbahagia karna kesucian nya direnggut ,kan agak tolol ya..🤣
Nana
lebam bukan lebab
Gusti Salamah,s.pd
aira pantasnya hormat pada suami , walau pun kurang suka,toh aira tahu agama
Maryami
semangatttttt
Maryami
👍👍👍👍👍💕💕💕💕💕💕
Dewi Kasinji
dari judulnya aza sudah bener nich , jangan salahkan cadarnya tapi salahkan sifat dan sikap si Aira nya yg gak mencerminkan sikap seorang muslimah 🤭
Dewi Kasinji
katanya anak yg punya pesantren , tapi kok si Aira seperti orang yg gak paham agama ya .
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Nathasa putri
suka Thor ceritanya menarik
kalea rizuky
tau agama tp bloon woy wahai wanita suci agama lu buat apaan
zackya zackya
emang bagus sii
Uun Mardiyana
authornya kayanya ada dendam sama org bercadar
Uun Mardiyana: knp selalu dikasih nasib sial seolah2 kehormatannya ga ada, jd kasian aja sama tokohnya Aira....maaf sebenernya novelnya bagus, hanya saja ga suka dgn adegan plecehan yg slalu didpt Aira, seolah2 org bercadar mudah banget jd objek pecehan
total 1 replies
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
gimana konsep nya bercadar tapi ga sesuai sama karakternya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ngerti kok.
Dewi Ink
Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!