season 1 : Nissa
season 2 : dikira janda
season 3 : istri kecil milik mas ganteng
Yusuf dengan terpaksa menerima perjodohan yang di lakukan oleh ibu sambungnya. ia melakukan itu semua agar Adam adiknya bisa secepatnya menikahi Luna, kekasihnya karena sesuatu hal.
"aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi kini aku dan kamu telah menikah karena permintaan bunda ku. Dan ku lakukan demi adik ku dan itu pun tanpa persetujuan anak ku”ucap Yusuf
“apa om akan membuat surat perjanjian kontrak pernikahan?” tanya nissa.
“aku tidak akan melakukan itu. Karena pernikahan bukan lah sebuah bisnis yang harus terikat kontrak”
"lalu"
"kita adalah dua insan yang sama sama tidak saling mencintai. Jadi jika kamu nantinya telah menemukan orang yang tepat jangan pernah sungkan untuk bicara pada ku. Akan aku urus semua agar kamu terlepas dari ikatan ini".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 KELUARGA NISSA
Seorang gadis yang memiliki kulit putih dengan rambut panjang hitam sampai ke pinggang. Berparas cantik ayu khas jawa dengan tinggi badan 165 cm. Paras yang membuat orang tak akan pernah bosan memandanginya itu bernama Zakia Nissa Wardani.
Semua orang memanggilnya Nissa. Nama yang cantik dan anggun bukan. Jangan membayangkan Nissa itu wanita yang kalem dan lemah lembut berbeda dengan Nissa yang saat ini masih berusia 20 tahun.
Nissa adalah gadis tomboi, periang, mudah bergaul, Hubble. Gadis yang pintar bela diri ini menjadi anak satu satunya sejak kakaknya dan kakak ipar nya mengalami kecelakaan saat kakaknya hamil tua. Beruntung anak di dalam kandungan kakaknya masih bisa di selamatkan.
Amira putriana, bocah kecil yang sekarang usianya masih 3 tahun itu adalah cucu dari pasangan suami istri Jumiasih dan Jaya Handoko.
Meski bukan dari keluarga sultan alias kaya raya namun keluarga Jaya Handoko memiliki usaha warteg yang memiliki beberapa cabang yang tersebar di kota Malang. Masih cukup untuk menghidupi keluarganya.
"Nissaaa…" Jumiasih memanggil Nissa dengan suara sedikit berteriak.
"Iya bu" jawaban Nissa sambil berlari keluar dari kamarnya.
"Cepat panggil bapak mu sama Mira tadi katanya keluar beli gorengan sampek sekarang belum pulang juga" perintah Jumiasih yang kesal menunggu suaminya sejak tadi nggak pulang-pulang. "Beli gorengan aja hampir dua jam lebih" gerutu Jumiasih.
"Enggeh bu" jawab Nissa langsung berjalan keluar sambil menguncir rambut panjangnya seperti ekor kuda.
"Mau kemana nduk?" tanya Jaya yang masih menggendong Amira.
"Mau nyusul bapak lah. Sini Mira sama bubun aja" ucap Nissa sambil mengambil Amira dari gendongan bapaknya. Bubun adalah panggilan amira ke Nissa karena Nissa nggak mau di panggil bibi. Alasannya Nissa masih muda dan imut masak udah dipanggil bibi.
"Loh mana pak gorengannya?" tanya Jumiasih yang melihat suaminya datang dengan tangan kosong.
"Gorengannya sudah habis bu. Kesiangan kayanya bapak belinya"
"Lah gorengannya habis kok jam segini baru pulang?" dumel Jumiasih.
"Tadi mau langsung pulang tapi ketemu pak RT di jalan jadi ngobrol dulu"
"Ohhh…" Jumiasih sambil mangut-mangut. "Nissa cepet suapi Mira dulu" perintahnya.
"Enggeh bu" jawab Nissa sambil mengambil nasi ke dalam mangkok lalu sayur bening dan ikan goreng.
"Ayo mira baca doa dulu" Amira yang memang sudah hafal bacaan doa pun langsung membaca dengan suara khas anak kecil yang masih terdengar cadel.
Setelah sarapan pagi selesai Nissa langsung bersiap untuk pergi ke kampus.
"Nduk sudah mau berangkat?" tanya Jumiasih pada anak gadisnya yang menggunakan celana jeans panjang warna hitam dan kaos oblong lalu di balut dengan kemeja yang tidak dikancingkan bajunya tak lupa dengan rambut khas kuncir ekor kuda.
"Enggeh bu. Ini masih nunggu ojol" jawab Nissa sambil memperhatikan ponselnya. "Oh iya bu nanti Nissa pulangnya agak sore mau kerja kelompok di rumah Adam sama Luna juga" pamit Nissa.
"Iya yang penting anak gadis jangan pulang sebelum magrib"
"Enggeh bu. Eh ojolnya sudah di depan bu, Nissa berangkat dulu" lalu mencium punggung tangan Jumiasih. "Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Nissa hendak lari setelah Jumiasih menjawab salamnya namun saat sampai pintu utama ia kembali menghampiri jumiasih.
"Ada yang ketinggalan nduk?" tanya Jumiasih.
"Bapak kemana bu?"
"Nggak tau tadi keluar sama Mira sudah sana berangkat nanti ke siangan"
"Enggeh bu"
"Hati-hati"
"Enggeh bu" teriak Nissa lalu berangkat.
"Nissa mana bu?" tanya Jaya yang baru pulang entah dari mana.
"Sudah berangkat kuliah dari tadi pak" jawab Jumiasih sambil menonton acara gossip.
"Ini Mira sama mbah uty ya mbah kung mau mandi dulu" Jaya langsung berlalu ke kamar.
"Mila mau mandi juga" ucap Amira.
"Sini Mira mandi sama mbah uty"
"Mau main ail mbah"
"Iya ayo main air tapi ndak boleh lama-lama loh ya" tanpa menjawab Amira menganggukkan kepalanya semangat.
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan ❤️ kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️