NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Pelakunya Daniel?

Mansion besar itu terasa hidup dengan suara riuh rendah dari ruang keluarga. Jeslyn duduk di kursi santai di sudut ruangan, berpura-pura membaca majalah, padahal pikirannya tengah melayang jauh. Matanya sesekali melirik ke arah Lucian dan Daniel yang sedang duduk di depan layar televisi besar, memegang stik game dengan penuh semangat.

​"Woi, Daniel! Jangan asal serang, gue lagi ambil item!" teriak Lucian, suaranya yang biasanya dingin kini terdengar lebih bersemangat, bahkan sedikit kasar.

​"Ya elah, Yan! Lo lambat banget, makanya gue ambil duluan. Lagian siapa suruh lo sibuk ngumpet di balik semak-semak!" balas Daniel tak kalah sengit, jemarinya menekan tombol game dengan kecepatan tinggi.

​Jeslyn tersenyum tipis. Lucian yang dulu pendiam dan tertutup, kini sudah bisa berteriak dan tertawa lepas bersama sahabatnya. Namun, senyum itu perlahan memudar saat pikirannya kembali pada satu poin penting dalam novel yang pernah ia baca.

​Siapa pembunuh Lucian?.

​Novel itu memang tidak menyebutkan nama pelakunya secara gamblang, hanya memberikan petunjuk samar bahwa pelakunya adalah sahabat dekat Lucian. Di dunia ini, Daniel adalah sahabat Lucian satu-satunya. Apakah itu berarti Daniel? Jeslyn menatap Daniel yang sedang tertawa lebar karena berhasil mengalahkan Lucian dalam game. Rasanya sangat tidak mungkin. Daniel begitu perhatian, begitu tulus, dan selalu ada untuk Lucian.

"​Apakah aku harus menyuruh orang untuk mengawasinya?" batin Jeslyn. Ia merasa seperti seorang detektif yang tersesat dalam naskah yang ditulisnya sendiri.

​Pikirannya kemudian melompat pada Hera. Anak itu... Jeslyn sudah tahu bahwa Lucian diam-diam memberikan uang kepada Hera. Lucian pikir ia melakukannya secara rahasia, tapi sebagai Mami yang cerdik, tidak ada yang bisa luput dari pengawasan Jeslyn. Hera, anak itu benar-benar harus diselesaikan sebelum dia benar-benar menghancurkan Lucian, pikirnya.

​Tiba-tiba, pintu depan terbuka dengan suara dentuman yang cukup keras. Sebelum Jeslyn sempat menoleh, sepasang lengan yang kuat dan familiar melingkar di pinggangnya, mengangkat tubuhnya dengan satu gerakan cepat.

​"Kyaaaa! Siapa ini!" Jeslyn berteriak kencang, refleks menjatuhkan majalahnya.

​Lucian dan Daniel sontak menghentikan permainan mereka, menoleh dengan mata terbelalak ke arah sumber suara.

​Itu Keith. Pria itu tampak lelah, setelan jasnya sedikit berantakan, namun sorot matanya tajam dan posesif saat menatap Jeslyn yang kini berada di gendongannya.

​"Keith? Kamu... kamu baru saja pulang?" tanya Jeslyn, masih terkejut dengan serangan mendadak itu.

​"Aku merindukan istriku. Apa itu salah?" sahut Keith dengan nada yang sangat santai, namun ada gurat ketegasan di sana. Tanpa mempedulikan teriakan protes Jeslyn, Keith langsung membawa istrinya melangkah pergi menuju lantai atas.

​"Eh, tunggu dulu! Keith, turunkan aku! Ada anak-anak di sini!" Jeslyn memukul pelan bahu Keith, merasa malu setengah mati karena dilihat oleh Lucian dan Daniel.

​"Mereka sudah cukup besar untuk paham kalau orang tua juga butuh waktu berdua," jawab Keith singkat, terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun.

​Lucian berdiri dengan wajah yang menegang. Tanpa sadar, ia melangkah maju, tangannya terkepal di sisi tubuhnya.

"Daddy! Turunin Mami sekarang!"

​Baru saja Lucian akan mengejar, Daniel menahan lengannya dengan kuat. Lucian menoleh dengan tatapan tajam ke arah Daniel.

​"Lepasin gue, Dan! Apa-apaan sih?"

​Daniel menggelengkan kepalanya pelan, menatap Lucian dengan tatapan serius.

"Tenang, Yan. Kata Daddy lo barusan, mereka butuh privasi. Lo nggak seharusnya ikut campur urusan mereka."

​Lucian terdiam. Nafasnya memburu, matanya masih menatap ke arah tangga di mana Keith menghilang bersama Jeslyn. Ia merasa ada sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya—rasa tidak suka yang sangat kuat melihat ayahnya mengambil Jeslyn begitu saja.

​"Tapi, Dan... ini rumah gue, ini Mami gue," gumam Lucian, suaranya kembali ke mode dingin yang menusuk.

​"Gue tahu," sahut Daniel dengan nada menenangkan.

"Tapi lo juga sadar kan, mereka itu suami istri. Lo sudah dapat kasih sayang dari Mami lo, sudah lebih dari cukup, kan? Kalau lo terus-terusan posesif kayak gini, yang ada lo malah bikin Mami lo serba salah."

​Lucian menghela napas panjang. Bahunya yang tegang perlahan merosot. Ia sadar, Daniel benar. Ia tidak bisa selamanya memonopoli perhatian Jeslyn. Ia sudah mendapatkan lebih dari apa yang ia bayangkan selama 17 tahun hidupnya.

​"Lo benar," Lucian mendesah, kembali duduk di depan televisi.

"Gue cuma... entahlah. Gue ngerasa nggak suka lihat dia diambil gitu aja."

​"Itu karena lo sayang banget sama Mami lo," Daniel tertawa kecil, berusaha mencairkan suasana.

"Udah, yuk lanjut main! Jangan bikin kita kalah lagi."

​"Bisa aja lo," Lucian mencibir, meski ia akhirnya mengambil kembali stik game-nya.

​Di lantai atas, di dalam kamar utama yang luas, Keith menurunkan Jeslyn di atas ranjang dengan lembut. Ia menatap wajah istrinya yang masih merona karena malu.

​"Kamu gila ya? Kamu bikin aku malu di depan Lucian dan Daniel!" omel Jeslyn, meski ia tidak benar-benar marah.

​Keith duduk di samping Jeslyn, menatapnya dengan tatapan yang dalam. "Biarkan saja. Mereka harus tahu bahwa kamu adalah istriku, bukan milik siapa-siapa."

​Jeslyn terdiam. Ia menatap Keith, melihat gurat kelelahan yang nyata di wajah suaminya itu. Keith yang sekarang berbeda dengan Keith yang ia kenal di awal novel. Keith yang sekarang tampak... lebih manusiawi.

​"Kamu lelah, kan?" Jeslyn meraih tangan Keith, mengusap punggung tangannya dengan lembut.

"Urusan perceraian, tuntutan, semuanya... sudah selesai?"

​Keith menghela napas panjang, menyandarkan kepalanya di bahu Jeslyn.

"Ya, semuanya sudah. Aku sudah memberikan semuanya. Aku hanya ingin tenang sekarang. Aku ingin membangun rumah tangga yang sebenarnya denganmu... dan dengan Lucian."

​Jeslyn tertegun. Kata-kata itu terdengar begitu tulus. "Kamu benar-benar ingin berubah?"

​Keith menatap mata Jeslyn. "Aku tidak punya pilihan lain. Aku sudah membuang ego yang selama ini menahan ku. Dan itu semua karena kamu, Jeslyn."

​Jeslyn tersenyum, sebuah senyuman tulus yang membuat Keith merasa bahwa pilihannya untuk menerima wanita ini adalah keputusan terbaik dalam hidupnya. Namun, jauh di lubuk hatinya, Jeslyn masih dihantui oleh kecurigaan tentang Daniel. Ia tahu ia tidak boleh ceroboh. Jika Daniel memang benar adalah ancaman bagi Lucian di masa depan, maka ia harus menemukan cara untuk membuktikannya tanpa harus melukai perasaan Lucian.

​"Keith," panggil Jeslyn pelan.

​"Ya?"

​"Bisa tolong carikan aku seseorang? Seseorang yang bisa dipercaya untuk mengawasi... lingkungan sekitar Lucian? Aku hanya ingin memastikan tidak ada orang yang berniat jahat padanya."

​Keith mengernyitkan dahi. "Siapa yang kamu curigai?"

​"Bukan siapa-siapa," jawab Jeslyn berbohong.

"Aku hanya... aku hanya ingin memastikan keselamatannya saja,"

​Keith tersenyum kecil, lalu mencium kening Jeslyn. "Baiklah, akan aku urus. Apapun yang membuatmu tenang, akan aku lakukan."

​Di lantai bawah, Lucian dan Daniel kembali larut dalam permainan mereka. Mereka sudah melupakan basket, melupakan segalanya, hanya fokus pada kemenangan di layar kaca. Lucian tertawa, Daniel mengejek, dan di luar sana, matahari mulai terbenam, menyisakan mansion yang kini menyimpan banyak rahasia, harapan, dan perubahan yang tak terduga.

​Bagi Jeslyn, ini adalah babak baru yang harus ia menangkan. Baginya, menyelamatkan Lucian dari takdir tragis novel ini adalah misi hidupnya, dan ia tidak akan berhenti sampai ia yakin bahwa anak itu benar-benar aman bahkan jika itu berarti ia harus mengungkap sisi gelap dari orang-orang yang selama ini dianggap Lucian sebagai kawan. Dan bagi Lucian, hidupnya baru saja dimulai, meskipun ia tidak tahu badai apa yang mungkin akan datang menghantam ketenangannya nanti. Namun untuk saat ini, setidaknya, ia memiliki Daniel di sampingnya dan Jeslyn yang selalu ada di setiap langkahnya.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!