Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trio jomblo
Pagi-pagi sekali Diana sudah di bangunkan dengan Suara gedoran pintu yang begitu keras terdengar.
"Diana Bangun! ini sudah siang!." teriak Kirana
Gadis itu sangat kesal karena satu sahabatnya ini sangat sulit untuk diajak kerja sama apalagi di pagi hari.
"Hey....apa kau sudah mati hahhh. Dasar pemalas." teriaknya lagi.kali ini menggedor pintu Rumah Diana lebih keras lagi
"Astaga Ki....lo teriak-teriak gitu apa tenggorokan lo gak sakit. Gue aja ngerasa sesak denger lo teriak- teriak gitu." ujar Kanaya yang baru saja datang menyusul
"Gue kesel sama temen lo satu ini tau gak. dari tadi gue gedor pintu ini, tapi tuh Ba*i masih belum bangun juga. Sebenarnya dia tidur atau sudah mati sih." ujar Kirana dengan nada kesal.
Kanaya mengela nafasnya lalu duduk di kursi yang ada di depan rumah Diana.
"Semalam kan dia lembur. mungkin Diana lelah,Ki." ujar Kanaya
"Lelah sih lelah, tapi gak nyuekin gue juga kali." Kirana mendengus kesal, ia ikut duduk di sebelah Kanaya.
Sementara Diana yang mendengar keributan di luar pun akhirnya Terbangun.
"aduh...siapa sih yang ribut pagi buta kayak gini. gak punya kerjaan kali ya. "ujar Diana sambil mengucek matanya yang masih sangat ngantuk.
Dengan rasa malas Diana bangkit dari tempat tidurnya. Diana berjalan menuju pintu lalu melihat siapa yang sekiranya mengangguk dirinya yang sedang tidur.
Pintu Diana buka, menguap Diana melihat kelur rumah nya.
"Kenapa sih ribut-ribut di depan rumah gue. Masih pagi buta juga." ujar Diana tanpa melihat orang yang ada di balik pintu rumah nya.
Kirana dan Kanya melongo melihat tingkah sahabatnya itu. Keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kirana yang memang sudah kesal langsung menyeret Diana ke depan dan langsung menyemprot Diana dengan air.
"Noh, makan tu pagi buta. Dasar Markonah." ujar Kirana sambil terus mengguyur Diana dengan air.
"Ehh, ehhh. Berhenti Maimunah, dingin ini. " Teriak Diana sambil menghalau air yang Menyiprat ke tubuhnya.
Kirana Melempar selang dan menghentikan aksinya. Melihat Diana yang terkejut sampai tersengal membuat Kanaya kasihan melihatnya.
"Nih handuk." Kanaya menyodorkan handuk kepada Diana.
"Tega banget sih lo Ki, dingin ini." kata Diana sambil gemetar karena dingin
"Siapa suruh lo ngacangin gue sampe siang." ujar Kirana tanpa rasa berdosa.
"Ya kan gue ngantuk, capek lagi." kata Diana
"Udah, gak usah debat. Mending lo mandi deh Di, entar kita ke Mall nya kesiangan." sela Kanaya.
"Iya deh." ujar Diana.
"Eh, tunggu deh Di. Lo pincang kayak gitu kenapa?" tanya Kirana yang baru sadar melihat cara berjalan Diana.
"Ohh ini, Semalem pas gue pulang lembur gue hampir di tabrak mobil." jawab Diana
"Hah, serius lo?" tanya Kanaya
"Tapi lo gk apa apa kan Di, ada cedera parah gak? atau kita ke rumah sakit aja periksain kaki lo." ujar Kirana yang terlihat khawatir
"Gak usah, paling ini cuma salah urat aja. Lagian udah di urut juga kok."
"Lo bilang tadi hampir di tabrak, lo selamet nya kayak gimana tuh?" tanya Kanaya penasaran
"Oh itu, ada cow yang nyelametin gue, dia narik tangan gue dan kita jatuh barengan di pinggir jalan. kalo gak gitu mungkin sekarang gue udah tamat, soalnya laju mobilnya kenceng banget." jawab Diana sambil membayangkan kejadian tadi malam.
"Syukur deh kalo gitu."
"Buruan mandi deh Di, entar lo malah sakit. Kita tunggu disini."
Diana mengangguk, ia langsung masuk ke dalam untuk bersiap.
Tak lama kemudian Diana pun selesai bersiap. mereka bertiga langsung menuju mall dengan menggunakan mobil Kanaya.Karna memang hanya Kanaya yang mepunyai mobil.
Di dalam perjalanan, Kanaya dan Kirana masih penasaran dengan cerita Diana tadi.
"Di, kita sambung obrolan tadi ya. yang nolongin lo cewek apa cowok?" tanya Kanaya
"Cowok." jawab Diana
"Serius lo, ganteng gak?" tanya Kanaya antusias.
"Elah, kalau udah cowok mata lo langsung ijo ya." sela Kirana.
"Ye sewot aja lu jomblo."
"Ihh. kayak lo gak jomblo aja."
"Ya, ya. Kita kan eman trio jomblo." ujar Diana
Mereka bertiga pun tertawa bersamaan mengingat memang mereka tidak ada yang pernah dekat dengan pria satupun.
Sesampainya mereka di mall, mereka langsung masuk menuju tempat yang sedari tadi mereka bayangkan. Diana yang asyik melihat-lihat tanpa sengaja menabrak tubuh seseorang sampai Diana terhempas ke lantai.
"Aw." jerit Diana saat bokongnya menyentuh lantai
"Aduh mas, kalau jalan liat-liat dong. Main tabrak aja." ujar Diana sambil sekilas melihat orang yang menabrak nya.
"Seperti nya ada yang salah dengan kepala anda. anda yang menabrak saya, kenapa anda malah menyalahkan saya". kata Rafa tidak Terima dengan tuduhan Diana.
Dengan bokong yang masih terasa sakit, Diana mencoba untuk bangun.
"Enak aja, kan anda-" Diana menjeda ucapannya saat tatapan keduanya bertemu.
Mata Diana melebar seiring dengan mulutnya yang terbuka.sementara Mata Rafa menyipit mengingat siapa gadis yang ada di depannya itu.
"Tunggu- Tunggu. Bukankah kau wanita yang semalam itu." ucap Rafa saat melihat reaksi Diana yang seketika diam saat melihat wajahnya.
"Hmm,emang kenapa kalau Itu aku?." tanya Diana dengan wajah kesal menyembunyikan malunya.
"Kau itu memang gadis yang hobinya menabrakkan diri ya. Atau kau sengaja melakukan itu? " tanya Rafa dengan seringai di wajahnya.
Wajah Diana langsung berubah sewot saat Mendengar ucapan pria yang dia tidak tahu namanya itu."Ehhh....Anda jangan asal bicara ya tuan, jangan mentang-mentang anda yang sudah menolong saya jadi anda se enaknya bicara seperti itu." ujar Diana dengan nada kesal.
"Memang kenyataannya seperti itu." ucap Rafa menantang
"Dasar pria Nyebelin. " ucp Diana menggeram kesal, tapi setelah itu Diana membalik badannya lalu pergi begitu saja.
Rafa menatap punggung gadis yang sudah dua kali bertemu, tapi tidak tahu namanya. Tapi Rafa yakin pertemuan mereka bukan kebetulan semata. Sudut bibir Rafa terangkat, membentuk lengkungan indah yang bisa membuat para wanita tersihir oleh senyum tipis pria itu.
.
.
Lanjut thor