NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:133.4k
Nilai: 5
Nama Author: sangrainily

Zeline, Anakku! kalian tidak berhak mengambil nya! Jangan ambil Zeline ku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Di Anggap

Stella pun merasa tak enak hati pada Aksa. Seharus nya, ia tidak membuat Aksa menjadi tambah beban pikiran.

"Seharus nya aku bangga, karena dia mau bertanggung jawab." ~ batin Stella.

Stella dan Aksa pun sudah sampai di kediaman rumah Stella. Terlihat, adik-adik Stella yang sedang bermain di teras rumah. Stella dan Aksa pun segera turun dari mobil.

"Kakak." teriak ke dua adik nya.

"Kalian kenapa di luar? Mama dan Papa mana?" tanya Stella dengan lembut kepada kedua adik nya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Mama dan Papa ada di dalam."

"Kakak masuk dulu, ya? kalian main lah."

"Iya, Kak." Stella melangkah kan kaki nya dengan gemetar, ia tak sanggup menghadapi ke dua orang tua nya.

"Sayang, udah pulang?" tanya Mama Stella yang menyambut anak nya.

"Aska, kamu ikut juga? pasti mau kerja kelompok ya?"

Aska dan Stella adalah anak yang berprestasi di universitas nya. Bahkan, sewaktu SMA mereka sering kali memenang kan juara lomba di berbagai daerah.

"Ayo, masuk dulu." Sang mama pun mempersilah kan ia dan Aksa untuk duduk.

"Pa, Ma. Ad-ada yang mau Stella bicara kan."

"Iya, kenapa? oh papa tahu, pasti anak papa yang satu ini mau izin ke luar kota untuk mengikuti lomba olimpiade Matematika lagi?" ucap sang papa.

"Bu-bukan, Pa."

"Lalu? lomba pengetahuan sosial?"

"Bu-bukan juga, Pa."

"Biar kan saja dulu anak kita bicara, Pa. Jika papa terus menebak dengan salah kapan anak kita bicara?"

"Iya, mama benar juga. Ayo, nak. Kata kan, kamu mau bicara apa?"

"Stella ha-hamil. Stella hamil anak nya Aska" Stella memejam kan kedua mata nya, memberani kan diri untuk berkata yang sejujur nya.

Kedua orang tua Stella pun merasa kaget. Sang papa yang tadi tersenyum ramah, kini berubah dengan wajah memerah, rahang nya mengeras. Mama Stella pun menangis mengetahui anak kebanggaan nya kini telah menghancur kan hati nya.

"Apa kata mu!" teriak sang papa.

"Ma-mafin Stella, Pa. Ma! Stella menyesal." Stella pun menangis berlutut, memohon ampun kepada kedua orang tua nya. Sang papa yang begitu sangat kecewa pun menepis tubuh Stella hingga Stella tersungkur.

"Stella." dengan cepat Aska membangun kan kekasih nya, tapi papa Stella menarik tubuh Aska dan memukuli pria itu.

"Bajingan! aku mempercayai mu tapi kau merusak kehidupan anak ku!" pukulan yang tiada henti menghantam wajah Aska. Stella berusaha melindungi Aska. Namun, sang papa yang sudah tersulut dengan penuh amarah mu malah mendorong tubuh Stella kembali hingga terjatuh. Kini, keadaan Aska babak belur.

"Ma, tolong. Bilang sama papa. Jangan lakukan itu, Ma. Jangan sakiti Ayah dari anak yang aku kandung." ucapan Stella membuat sang mama pun emosi hingga akhir nya menampar Stella.

Plak! Plak!

"Kamu anak yang sangat pintar dan bijaksana, Stella! tapi, kenapa kamu melaku kan hal yang begitu sangat rendah? bagaimana masa depan mu? bagaimana? masa depan mu hancur di usia mu yang masih sangat muda! Bukan nya merasa bersalah, kau malah membela pria bajingan ini!"

"Ma, ini bukan sepenuh nya kesalahan Aska. Ini juga kesalahan Stella. Jika Stella menolak, ini semua tidak akan terjadi, Ma."

"Diam." Stella pun kembali di dorong oleh mama nya hingga kepala nya terbentur ke dinding membuat gadis itu tak sadar kan diri.

Melihat Stella tak sadar kan diri, dan mengeluar kan darah di kening nya. Sang mama merasa sangat bersalah, ia mendekati anak nya.

"Maafi mama, nak. Maafin mama!" Stella yang tak sadar kan diri pun di peluk erat oleh sang mama.

"Pa, tolong anak kita." teriakan mama Stella membuat Aska menoleh dan segera bangkit untuk menolong kekasih nya dengan keadaan yang tak berdaya.

"Ste-stela." ujar Aska yang tak berdaya lalu ia pun tak sadar kan diri.

*******

Stella dan Aska di bawa ke rumah sakit, ke dua orang tua Aska dan Stella pun ada di sana. Ke dua orang tua Stella memandang aneh keluarga Aska. Begitu juga dengan sebalik nya. Budaya mereka terlihat jelas sangat berbeda. Stella yang menganut Agama Muslim sedang kan Aska menganut Agama Buddha.

Dokter memberitahu keadaan Stella dan Aksa yang sudah sadar kan diri. Mami Aska masuk dan terkejut melihat wajah anak kesayangan nya penuh dengan luka pukulan.

"Keterlaluan kalian! kalian memukuli anak ku dengan sangat kejam!" kesal Mami Aska.

"Sudah lah, mami. Aska tidak apa."

"Anak kalian pantas mendapat kan itu!"

"Lalu? apakah anak kalian itu suci? dan hanya anak aku yang berdosa? hanya anak aku yang melaku kan kesalahan? anak kalian tidak?" tanya mami Aska dengan kesal. Mendengar ucapan Ibu Aska, kedua orang tua Stella pun hanya terdiam. Papa Stella masih sangat kecewa dengan Puteri Sulung nya.

"Mulai sekarang, kau bukan lah anak kami lagi! lanjut kan lah hidup mu bersama mereka, aku dan mama mu tak akan perduli!"

Papa Stella pun membawa mama nya pulang ke rumah, Stella ingin menghenti kan kedua orang tua nya. Namun, kondisi nya yang sangat lemah tidak memungkin kan ia untuk mengejar ke dua orang tua nya. Aska berjalan perlahan mendekati kekasih nya. Aska memeluk Stella yang menangis akibat ucapan ke dua orang tua nya.

"Sudah, ada aku di sini. Tenang lah!" ucap Aska yang mengelus punggung Stella dengan lembut. Sedang kan mami dan papi Aska hanya terdiam saja.

"Untuk saat ini Stella akan tinggal di rumah kita." ujar Aska membuat kedua orang tua nya terkejut.

"Tidak bisa! kalian ini belum menikah! apa kata keluarga dan yang lain nya?"

"Jika mami dan papi nggak setuju, tak apa! biar aku yang akan keluar dari rumah. Aku akan tinggal bersama Stella."

"Sudah, Mi. Biar kan saja lah Stella tinggal di rumah, lagi pula dia akan menjadi menantu kita. Tak ada beda nya tinggal sekarang atau nanti." ujar papi Aska. Tak ada pilihan lain selain mami nya untuk setuju.

"Baik lah!" senyuman di wajah Aska mengembang dengan sempurna. Aska pun mendekati ke dua orang tua nya lalu memeluk mereka.

"Terimakasih, Mi. Pi. Aska tahu, kalian orang baik. Kalian tak akan membiar kan Aska dan Stella menjalani ini dengan berdua. Aska yakin, keadaan akan baik-baik saja setelah itu. Dan seiring dengan berjalan nya waktu. Kedua orang tua Stella pun akan menerima kenyataan ini semua seperti mami dan papi. Aska akuin, Aska dan Stella telah membuat kesalahan. Tapi, kami akan berusaha untuk memperbaiki diri menjadi anak dan orang tua yang lebih baik." ujar Aska

1
Chauli Maulidiah
lha, katanya tdk sebudaya.. tp msh membudayakan tukang urut.. gmn sih nyonya... yg total donk jd orkay.. knp gak sekalian ke tukang saraf atau tukang ortopedi.. 😒
kinoy
ni novel tuh gmn nasib y.. lanjut ato engga yak
Marchel
aku mampir kak
Srimurni Nurjanah Sitorus
sabarlah mamanya Zidan baru menikah sebulan udah dituntut harus hamil anak itu rezeki dari Allah
Iraa
kapan kebusukan Lee terbongkar thor
Agustia Anggraini Sinaga
kapan Lee ketahuan KK,n Stella am aska nikah
Jeeli
Udah diri sendiri yg egois dan gengsi mau nyalahin org lain lagi… Helow sadar kau yg ngerusak semua tu kau sendiri bukan Stella… tnggl tunggu kebusukan lee terbongkar masih bs mengagung2kan lee ngk ntar kalo ketahuan busuknya 😏
Agustia Anggraini Sinaga
kpn y Lee ketahuan
kinoy
nah gt donk.. bongkar busuknya xiu,. lee jg klo anaknya bkn anak aska biar tmbh nyesel tuh c xiu mantu yg dibanggakan ternyata bobrok..
kinoy
kpn kebongkar nya sih.. dah episode 100 lbh msh aj berkutat disitu
Jeeli
Aku jd penasaran kalo kebusukan si lee tu trbongkar bs malu ngk tu nenek lampir.. menjelekan orang yg kau anggap mesin cetak anak waktu pertama dngr hamil cucu mu pura2 baik spya nanti bs kau pisah kan, kau hina perempuan yg lahirkan cucu mu hnya karena kau ngk suka dan krn dy beda kasta ma kau xiu.. nggk sabar tunggu sampe semua tau kenapa stella kabur dari aska masih bs berbangga hati ngk kau xiu kalo kebusukan mu dr awal ketahuan ma anak mu sndr.. kaya stngh2 ja bangga bngt mpe ngk bs mnghargai org lain
Iraa
kpn kebusukan Lee terbongkar thoor
Jeeli
Setidak sukanya kamu xiu ma stella, kamu tidak patut memisahkan anak dari ibunya.. kamu pikir Stella itu pa mesin cetak anak? Begitu anaknya lahir lngsng mau kamu singkirin ibunya, kamu mau ngk d pisahin ma anak mu abis tu suami mu tu nikah lagi? Ingat karma xiu harta tu ilang bukan hanya krn human error tp ad campur Tuhan dalam human error tu yg menyebabkan kamu bs kehilangan harta yg slalu kamu agungkan hingga bs injek2 harga diri seorang wanita yang melahirkan cucu mu.. Dasar cewek ngk tau diri, yg wanita murahan tu menantu yang selalu kau agung2kan tu.. Apa yg keluar dari mulut mu tu mencerminkan siapa diri mu.. orang kaya tapi kelakuan buat malu ckckckck
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga tau Xiu kelakuan Lee
Iraa
thoor Kon Aska tau kebusukan Lee
kasihan Stella
Margaretha Sukmawati
stella nek luat lo. lo harusnya tenang jgn keras kepala dan egois. dgn sikap lo begini yg ada ank lo makin menjauh
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga Zeline sadar klau Xiu itu pura"baik apalagi Lee jahat udah dinikahi Aska masih tetep sama pacarnya selingkuh
Jeeli
Kapan ya zeline dngr sendiri kalo dr dulu neneknya yg d sayang tu mau pisahkan dy dr mamanya sejak dy ad d dalam perut mamanya.. terkadang sebuah keluarga bs jadi bodoh hanya karena mementingkan kasta dan reputasi.. selalu ingin di hormati tp lupa caranya menghormati orang lain, miris bngt keluarga kaya tp mental org miskin 🤣
kinoy
bnr2 klrg yg dungu ah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Lee seharusnya menunjukkan pada Zeline perkataan omanya Xiu klau mau cepat pergi dari rumah Aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!