Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.
Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.
Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Tak terasa, satu tahun sudah berlalu sejak Raka terlempar ke masa lalu dan hidup di dalam tubuh ayahnya.
Kondisi finansialnya kini sudah berubah total. Berkat investasi kripto dan saham yang dia beli setahun lalu, nilainya kini sudah melesat tajam hingga menghasilkan keuntungan ratusan juta.
Raka bahkan sudah membeli rumah baru yang jauh lebih layak untuk Nadia dan Reno, serta sudah lama berhenti dari pekerjaan lamanya.
Namun, di tengah semua kenyamanan hidup itu, Raka mulai merasa ada yang aneh.
Sudah tiga bulan terakhir ini, dia terus memantau layar hologram dari sistem miliknya, tapi perkembangannya mendadak mandek.
Raka duduk di kursi kerjanya sambil menatap nanar ke arah sudut ruangan. "Sudah satu tahun gua di sini, semua urusan kayaknya udah beres. Tapi kenapa progres misinya malah mentok di angka 90%?" gumam Raka frustrasi.
Dia mencoba memikirkan ulang semua hal yang sudah dia lakukan. Hubungan rumah tangganya dengan Nadia sudah sangat harmonis.
Reno tumbuh menjadi anak yang cerdas dan ceria. Riko sudah pergi jauh dan tidak berani mengganggu lagi.
Tim e-sport yang dia rintis bersama Kael dan Budi juga makin berkembang dan mulai dikenal di tingkat nasional.
Lalu, apa lagi yang kurang? Apa yang membuat sisa 10% progres itu tidak mau bergerak?
Saat sedang memutar otak, ingatan Raka mendadak kembali pada momen setahun lalu, tepatnya malam setelah dia baku hantam dengan Riko.
Dia teringat cerita Nadia tentang alasan utama wanita itu sempat berniat meminta cerai: kondisi keluarga di kampung halaman.
"Sial, gua hampir lupa!" batin Raka menepuk jidatnya sendiri.
"Masalah utama yang bikin keluarga ini hampir hancur dulu kan karena saudara kembar Nyokap sakit parah di kampung, dan kakek-nenek gua terlilit utang banyak buat biaya pengobatan. Selama ini gua cuma fokus nyelesaiin masalah di kota, tapi akar masalah yang ada di kampung belum gua sentuh sama sekali!"
Meskipun selama ini Nadia tetap rutin mengirimkan uang saku ke kampung menggunakan uang pemberian Raka, hal itu ternyata hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, bukan untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan ekonomi mereka secara tuntas.
Raka langsung bangkit dari kursinya dan berjalan ke ruang tengah menemui Nadia yang sedang melipat pakaian.
"Nad, besok kita cairkan uang tabungan dalam jumlah besar," kata Raka langsung pada intinya.
Nadia mendongak, agak terkejut mendengarnya. "Eh? Buat apa, Mas? Uang tabungan kita kan udah banyak banget, mau dibelikan barang apa lagi?"
"Bukan buat kita, tapi buat keluargamu di kampung," jawab Raka tegas. "Kita kirim uang dalam jumlah yang sangat besar ke sana. Bayar semua utang-utang orang tuamu, dan biayai pengobatan saudara kembar kamu di rumah sakit terbaik sampai dia benar-benar sembuh total."
Mata Nadia langsung berkaca-kaca mendengar ucapan suaminya. "Mas... kamu beneran mau ngelakuin itu? Tapi jumlahnya pasti gak sedikit..."
"Uang bukan masalah lagi buat kita sekarang, Nad. Dan gak cuma itu, aku juga mau mereka semua pack barang-barang mereka dan pindah ke kota ini secara permanen. Aku udah belikan satu unit rumah yang gak jauh dari rumah kita sekarang. Biar mereka bisa tinggal di dekat kita dan pengobatan saudaramu bisa dipantau langsung di rumah sakit kota," lanjut Raka tanpa bertele-tele.
Nadia langsung menjatuhkan pakaian di tangannya dan memeluk Raka sambil menangis sesenggukan.
Dia benar-benar bersyukur memiliki suami yang sekarang begitu peduli dan bertanggung jawab penuh pada keluarga besarnya.
Proses pemindahan keluarga dari kampung berjalan dengan cepat dan lancar tanpa hambatan berarti.
Dengan kekuatan uang tunai yang dimiliki Raka, semua utang keluarga di kampung langsung lunas dalam waktu dekat.
Beberapa pekan kemudian, momen yang ditunggu akhirnya tiba.
Raka, Nadia, dan Reno berdiri di area kedatangan terminal bus kota untuk menjemput kedatangan orang tua Nadia, orang tua Raka dan saudara kembarnya yang baru saja sampai.
Begitu melihat sosok kakek dan neneknya di masa lalu yang tidak pernah ia temui melangkah turun dari bus dengan wajah yang sehat, segar, dan tersenyum lebar tanpa beban utang lagi serta melihat saudara kembar ibunya yang berjalan dengan kondisi fisik yang jauh lebih segar dadanya Raka mendadak berdesir hebat.
Rasa lega yang luar biasa langsung membuncah di dalam dirinya.
Tepat saat kedua keluarga itu saling berpelukan melepas rindu, sebuah suara nyaring yang sangat dia rindukan akhirnya menggema di dalam kepala Raka.
Ding!
[Seluruh Akar Masalah di Linimasa Masa Lalu Telah Berhasil Diselesaikan Secara Tuntas]
Kondisi finansial dan kesehatan seluruh anggota keluarga besar berada dalam status: Sempurna.
Masa depan telah bergeser ke arah yang jauh lebih makmur dan bahagia.
[Progres Misi Utama: 100%]
[Misi Selesai! Selamat, Anda telah berhasil mengubah takdir!]
Catatan Sistem: Proses sinkronisasi linimasa selesai. Bersiaplah untuk kembali ke masa depan dalam hitungan mundur: 3... 2... 1...
Raka tersenyum lebar melihat layar hologram itu berubah warna menjadi emas berkilauan sebelum akhirnya menghilang.
Perlahan, pandangan mata Raka mulai mengabur dan tubuhnya terasa menjadi sangat ringan, seperti sedang ditarik oleh kekuatan tak kasat mata.
Dia melihat ke arah Nadia, Reno, dan keluarga besarnya yang sedang tertawa bahagia untuk terakhir kalinya.
Dalam hatinya, Raka sudah tidak sabar untuk segera membuka mata kembali di masa depan.
kembali ke tubuh aslinya, dan menikmati seluruh hasil kekayaan melimpah serta kebahagiaan keluarga besar yang sudah dia rancang ulang secara megah lewat perubahan takdir ini.