NovelToon NovelToon
Tegarnya Seorang Ibu

Tegarnya Seorang Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: yayuk riyani

Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Hari-hari Tanpamu

Desi dan anak-anaknya sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran Ridwan. Untungnya anak-anak Desi tidak terlalu bertanya tentang ayahnya. Jika ayah mereka pulang, mereka menyambutnya dengan gembira, tapi jika tidak ada, mereka tidak terlalu sedih. Desi sangat bersyukur seolah anak-anaknya mengerti dengan apa yang terjadi.

Hari ini, di sekolah akan diadakan acara pawai menyambut hari kemerdekaan RI. Bagas memakai kostum pak ustadz sedangkan Rafi memakai kostum tentara. Kebetulan, waktu TK di sekolah Rafi setiap hari Rabu menggunakan pakaian seragam profesi. Jadi Rafi masih memilikinya dan dia pakai untuk acara pawai hari ini.

Saat tiba di sekolah, Bagas dan Rafi langsung membaur dengan teman-teman nya. Mereka anak yang mandiri, sehingga mudah beradaptasi dengan teman-temannya. Desi pun segera bergabung dengan murid-murid nya di kelas 3. Desi mengecek kehadiran anak-anak kemudian merapikan barisan anak-anak karena sebentar lagi pawai akan dimulai. Anak-anak muridnya pun menurut apa yang diperintahkan Desi.

Tidak lama kemudian, seluruh siswa dikumpulkan di lapangan secara berurutan sesuai kelasnya dimulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Setelah semua berkumpul, kepala sekolah memberi pengarahan. Setelah itu, acara pawai pun dimulai. Barisan paling depan adalah dari ekskul drumband sebagai pembuka dilanjutkan dengan siswa dari kelas 1, kelas 2 sampai kelas 6.

Pawai dimulai dengan mengelilingi sekolah sampai jalan raya kemudian balik lagi ke sekolah. Pawai dimulai pukul 8 pagi dan selesai sekitar pukul 10 pagi. Setelah itu, anak-anak diperbolehkan untuk istirahat sebelum pulang.

Setelah selesai istirahat, Desi mengumpulkan murid-muridnya di dalam kelas. Kemudian setelah berdo'a, Desi memberikan pengumuman untuk besok masuk seperti biasa membawa buku pelajaran. Kemudian, anak-anak pun diperbolehkan pulang.

Siang hari, Desi dan kedua anaknya pulang dengan berjalan kaki. Sebelum pulang, tidak lupa menjemput Aqilla di rumah mbok Muna. Setelah itu, baru pulang ke rumah. Sampai di rumah, Desi menyuruh anak-anaknya tidur siang. Dan Desi mengisi waktu dengan kegiatan membuat es mambo seperti biasa, habis itu baru dia istirahat.

Sore hari, anak-anak bangun kemudian Desi menyuruh mereka untuk mandi lalu bermain bersama di teras. Walaupun tidak terlalu besar, namun rumah kontrakannya ini memiliki teras yang cukup buat sekedar bermain. Desi jenuh sebenarnya menjalani hari-hari yang monoton seperti ini. Namun, mau bagaimana lagi. Suaminya sudah jarang pulang, sekedar untuk bermain bersama anak-anak. Untung, anak-anak Desi tidak terlalu bertanya tentang ayahnya yang jarang pulang. Jika bertanya pun, Desi hanya memberi alasan ayah mereka lembur kerja.

Keesokkan harinya, Ridwan pulang ketika Desi masih berada di sekolah. Dia menelpon Desi karena rumah dikunci.

Ridwan ["Hallo, ini mas pulang, tapi rumah kok dikunci?"]

Desi ["Iya mas, mama masih di sekolah ini. Aqilla dititip di rumah mbok."]

Ridwan ["Kok bisa di rumah mbok? Biasanya kan di rumah."]

Desi ["Iya mas, mama sudah nggak kuat bayar mbok jadi mbok udah nggak kerja di rumah lagi. Tapi mbok masih mau dititipin Aqilla."]

Ridwan ["Ya sudah, ini mas ke sekolah ngambil kunci."]

Desi ["Iya mas."]

Kemudian, Ridwan datang ke sekolah Desi untuk mengambil kunci rumah. Kebetulan Rafi sudah pulang karena kelas 1 pulang jam 10, jadi Rafi ikut pulang bersama ayah nya.

Setelah itu, Desi kembali mengajar karena belum waktunya pulang. Setelah jam pulang tiba, Desi dan Bagas pun pulang dengan berjalan kaki. Di tengah jalan, tiba-tiba mereka bertemu dengan Rafi. Ternyata, Ridwan menjemput Desi dan Bagas.

"Mama, itu ayah sama adek Rafi." , ucap Bagas.

"O iya nak. Mungkin ayah sengaja jemput kita." , jawab Desi.

"Ayah...." , teriak Bagas.

Mendengar suara Bagas, Ridwan segera menepi.

"Abang....sini..." , ucap Rafi.

"Iya dek." , jawab Bagas.

"Tumben, ayah jemput." , ucap Bagas pada ayahnya.

"Iya, mumpung ayah di rumah. Ayok naik." , jawab Ridwan.

"Iya ayah." , jawab Bagas.

Kemudian mereka pulang ke rumah. Bagas dan Rafi senang sekali. Sesampainya di rumah, Bagas dan Rafi diturunkan kemudian Ridwan dan Desi menjemput Aqilla di rumah mbok Muna.

Sampai di rumah, anak-anak tidak mau disuruh tidur malah memilih bermain bersama ayahnya. Desi sibuk membuat es mambo untuk dijual besok. Menjelang sore, baru anak-anak tidur. Ridwan dan Desi pun beristirahat di kamar mereka.

Desi bertanya kemana aja Ridwan selama beberapa hari ini. Namun, jawaban Ridwan seperti biasa. Lembur dan gantiin temannya yang sakit. Desi sudah hapal dengan alasan Ridwan. Saat ngobrol-ngobrol, Desi menanyakan sesuatu pada suaminya.

"Mas, jawab yang jujur mas. Mama tau sebenarnya alasan mas selama ini jarang pulang. Nggak usah bohong mas. Siapa dia mas? Apa mantan pacar mas?" , tanya Desi.

"Nggak usah aneh-aneh lah. Mas nggak ada apa-apa kok." , jawab Ridwan masih mengelak.

"Kalau mas memang masih mencintai dia, kenapa dulu mas bukannya menikah sama dia tapi malah menikah sama mama." , tanya Desi.

"Sudahlah, namanya jodoh. Kita nggak tau." , jawab Ridwan.

Mendengar itu, Desi semakin yakin suaminya ada main dengan perempuan lain. Kemungkinan mantan pacar suaminya dulu.

Desi hanya bisa menangis dalam diam.

Keesokkan harinya, Ridwan kembali berangkat kerja seperti biasa. Sebelum berangkat, dia mengantar Aqilla dulu baru mengantar Desi, Bagas dan Rafi.

Desi kembali fokus pada pekerjaannya. Alhamdulillah, dia sudah memenuhi syarat untuk mengikuti tes P3K. Sambil melengkapi persyaratannya, Desi tidak lupa belajar dari berbagai sumber agar bisa lulus tes P3K nya. Dia belajar soal-soal tes dari internet juga dari soal-soal tahun kemarin. Desi giat belajar agar bisa lulus tes nya. Alhamdulillah, besok jadwal tes P3K nya. Kebetulan tempat nya tidak terlalu jauh. Desi tidak lupa menitipkan anak-anaknya pada mbok Muna.

Tes nya diselenggarakan di salah satu kampus universitas negeri. Desi dengan semangat mengikuti tes demi memperbaiki kehidupannya ke depannya, demi anak-anaknya yang selama ini sudah ditelantarkan oleh suaminya. Memiliki ayah tapi tidak mendapat hak yang layak.

"Des, bagaimana tadi, apa bisa mengerjakan soal tes?" , tanya Mila sahabat Desi yang kebetulan juga mengikuti tes yang sama dengan Desi.

"Alhamdulillah Mil, semoga kita berdua bisa lulus tes P3K nya ya." , jawab Desi.

"Aamiin ya Allah." , jawab Mila.

"Pulang sama siapa Des? Kamu diantar suamimu nggak? " , tanya Mila.

"Nggak Mil, aku naik angkutan umum tadi." , jawab Desi.

"Sabar ya Des. Insyaallah perjuangan mu demi anak-anak tidak sia-sia." , ucap Mila lagi.

"Pasti dong, aku tidak akan menyerah Mil. Apapun itu, pasti akan aku lakukan demi ketiga anak-anakku." , tambah Desi.

"Itu baru Desi yang aku kenal." , ucap Mila lagi.

"Ayok kita pulang sama-sama. Kebetulan aku juga naik angkutan umum." , ucap Mila lagi

"Ayok." , sambut Desi penuh semangat.

Akhirnya, mereka pulang sama-sama.

1
Lee Mba Young
wanita Banting tulang laki nya mah enak, kerja pulang kelon ma wanita lain. sdng istri ttp terima Dan Cinta walau gk di kasih duit. asal pulang jatah kelon cm 3 Hari tinggl pergi lagi. itu pun burung nya dah bekas wanita lain, iuhh jijik banget kan berbagi burung suami. ya cm bgitu desi dah terima banget. kl aku mnding janda lah. ngapa in punya suami kl masih Banting tulang ngurus anak gk dapat nafkah lahir batin.
Lee Mba Young
yg aneh adlh desi, laki gk nyukupi selingkuh tp masih bertahan. kelihatan kecintaan banget. mnding janda jelas status nya. pasti alasan desi anak anak. pdhl anaknya gk Ada yg di perhatikan bpk nya🤣. sbenere bukan anak anak tp desi nya yg kecintaan ma rizwan. punya suami tp kayak janda mnding janda sekalian to. punya suami tp hidup masih jd tulang punggung.
puput: mksh komen nya kk. Desi msh jaga nama baik 2 keluarga kk jg bertahan demi anak2. Walaupun sulit jg menyakitkan. Dia msh berpikir pandangan orang trhdp dia dan anak2 nya jika bercerai.
total 1 replies
Lee Mba Young
desi laki model bgitu masih bertahan, berarti desi yg gk bisa tanpa laki nya. bukan anaknya yg gk bisa tanpa bpk nya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
puput
makasih komen nya kk...
Lee Mba Young
buktinya hrse di kirim ke HP mu desi trus tuntut suami mu penjarakan sm gundik nya. knp gk di simpan buktinya. mungkin krn Desi gk ingin cerai mniknati jd istri yg gk di anggap🤣.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.
puput: Desi terlalu takut mengingat anaknya msh kcl2 trs jg mengingat watak suaminya yg temperamen klo marah bs nekat...
total 2 replies
puput
Semangat selalu. Semoga suka dengan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!