NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:673.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di sidang

Mereka melaju dalam keheningan sepanjang perjalanan, hanya terdengar suara mesin truk yang bergetar halus dan sesekali keluhan pelan Claire yang masih merasa gatal di mana-mana. Namun seiring berjalannya waktu, rasa kantuk mulai menyerangnya, membuat suasana menjadi lebih tenang meski ketegangan masih menyelimuti hati Jeremy dan Damian.

Empat puluh menit berlalu tanpa hambatan berarti, berkat jaringan pengawal bayangan yang telah disiapkan sedari tadi, bergerak senyap menyusuri setiap persimpangan, memastikan jalan bersih dari mata-mata Komisaris Aldo maupun pasukan musuh lainnya.

Truk itu akhirnya berbelok masuk menuju halaman rumah Jeremy yang luas, lalu berhenti tepat di depan bangunan kecil yang baru saja selesai dibangun dan diresmikan dengan penuh kemeriahan beberapa hari lalu, markas milik Claire dan kawan-kawannya.

Mereka turun satu per satu, tahu betul bahwa Jeremy pasti akan menyidang mereka. Bukan sidang di pengadilan, tapi sidang di bawah tatapan tajam pria mafia itu. Ke-empat sahabat itu berdiri berjejer di atas kursi panjang di tengah ruangan, tubuh mereka masih berantakan dan berdebu hitam, menunduk menatap lantai seolah lantai itu jauh lebih menarik daripada wajah dua pria yang kini berdiri tegak di hadapan mereka. Talia berdiri di samping Damian tapi pandangannya sibuk melihat benda-benda aneh di yang ada di sana, yang membuatnya penasaran itu benda apa. Sementara Ryan sudah pergi menelusuri setiap sudut bangunan itu untuk mencari ruang rahasia lain, tempat persembunyian barang-barang buatan Claire.

Jeremy menatap mereka satu per satu dengan wajah datar yang sulit dibaca, sebelum akhirnya suaranya terdengar berat dan tegas memecah keheningan.

"Kalian... siapa yang dapat ide membuat bom?"

Tanpa ragu sedikit pun, Claire mengangkat tangannya tinggi-tinggi seolah sedang dipuji, senyum bangga masih tersungging di wajah yang belum sepenuhnya bersih.

"Aku!"

Jeremy menghela napas panjang, rasanya ada ribuan hal yang ingin ia ucapkan namun tertahan di tenggorokan. Ia memang sudah menduganya, mengingat betapa jenius namun juga betapa nekatnya istrinya menciptakan berbagai benda tak lazim. Namun ia tak pernah menyangka gadis itu mampu menciptakan sesuatu yang begitu berbahaya, bahkan berani menggunakannya tepat di halaman kantor polisi.

"Kau tahu kau bisa membunuh orang dengan benda semacam itu?" tanyanya perlahan, matanya menatap tajam tepat ke manik mata Claire.

"Tahu dong! Tapi kan aku udah ngukur kekuatannya dengan teliti. Aku cuma bikin efek getaran dan asap, nggak ada bahan peledak yang bisa melukai orang. Aku juga atur biar serbuknya nempel rapi jadi tulisan. Aku cuma mau kasih peringatan, bukan mau bikin korban, siapa suruh polisi-polisi itu terlalu sombong dan nyebelin. Kerja gak sesuai pembela kebenaran." jawab Claire dengan nada serius, seolah sedang mempresentasikan tugas sekolah yang sempurna.

Damian yang sedari tadi mendengar tetap diam, namun ia merasa istri Jeremy sangat berbakat.

"Aku sudah pernah bilang jangan buat sesuatu yang aneh-aneh kan, kau lupa?" suara Jeremy makin dalam dan tajam, matanya seperti ingin memakan Claire hidup-hidup.

Claire langsung bersembunyi di belakang Kiara dan berucap pelan tapi tetap bisa di dengar semua orang di dalam markas kecil itu.

"Kiara, tatapan suami gue kayak vampire, bisa habisin gue kapan aja. Gue takut ini, gimana dong?"

"Lo aja yang istrinya takut, lah gue. Bentar lagi semaput." balas Kiara.

Kean dan Lordan yang berdiri berjejer dengan mereka yang sejak tadi berdiri tegang, kini menahan tawa. Jeremy? Kepalanya pusing sekali menghadapi sang istri yang otaknya benar-benar di luar nalar.

"Bos," tiba-tiba Ryan muncul dengan wajah tenangnya. Semua orang menatapnya.

"Sudah ketemu." katanya.

Tak butuh waktu lama bagi Jeremy bergegas ke ruangan rahasia yang ditemukan oleh Ryan dalam waktu singkat. Damian mengikutinya dari belakang, Talia juga. Begitu mereka memasuki ruangan itu, di sana terdapat banyak sekali benda-benda aneh buatan Claire.

Dan meja yang dipakai untuk merakit bom di penuhi kabel berwarna-warni, alat ukur rumit, tabung berisi cairan berwarna mencolok, serta tumpukan catatan berisi rumus dan sketsa yang hanya bisa dimengerti oleh gadis jenius itu sendiri. Rak-rak di sepanjang dinding penuh dengan komponen elektronik yang disusun rapi, campuran antara barang bekas yang dimodifikasi dan peralatan canggih yang sulit ditemukan di pasaran biasa.

Jeremy terdiam memandangi seluruh isi ruangan itu, tak menyangka istrinya diam-diam membangun tempat selengkap ini tanpa sepengetahuannya.

"Kau menyembunyikan semua ini di sini? Berapa lama kau kerjakan semuanya?" tanyanya perlahan, suaranya berbaur antara takjub dan marah.

Claire yang mengintip dari balik bahu Kiara akhirnya memberanikan diri maju sedikit.

"Pelan-pelan kok, mulai dari pas aku pindah ke sini. Kebanyakan barangnya aku cari sendiri atau bikin ulang dari yang rusak. Kan aku suka bikin hal yang berguna ..." jawabnya lirih sambil menundukkan pandangan.

Talia berkeliling memandangi setiap benda dengan mata berbinar kagum.

"Wahhh... Sayang, aku juga pengen dibuatin markas buat belajar bikin alat elektronik!" Seruan Talia membuat Damian langsung memberinya tatapan tajam. Talia langsung manyun karena tapi arti tatapan itu apa.

"Eh, itu apa itu? Vape raksasa?" Talia menunjuk ke benda berbentuk Vape raksasa di belakang Ryan. Dari tadi Ryan juga penasaran dengan benda itu.

"Oh itu? Alat pembakar sate. Tapi belum sempurna." sahut Claire.

Damian bahkan terheran-heran ada alat pembakar sate sebesar itu. Bentuknya seperti vape juga. Claire maju mendekat ke benda itu dan langsung menekan tombol yang ada di salah satu bagiannya hingga asap yang banyak sekali keluar tiba tiba-tiba pas di depan Ryan.

Semua orang kaget. Ryan apalagi. Dia seperti di hantam badai yang menyelimuti seluruh tubuhnya, membuatnya terbatuk-batuk hebat sambil melambaikan tangan menghalangi asap tebal itu. Saat asap mulai menipis, semua orang melongo melihat wajah Ryan yang tadinya bersih dan rapi kini gosong menghitam, seolah baru saja keluar dari tungku pembakaran.

Hanya bagian matanya dan giginya yang terlihat putih saat ia menatap tak percaya sekaligus kesal ke arah Claire. Ini kedua kalinya. Pertama di setrum, sekarang? Sementara Claire dan teman-temannya serta Talia langsung tertawa terpingkal-pingkal melihat penampilan Ryan. Jeremy dan Damian menahan senyum mereka seperti biasa.

"Kak Ryan kayak sate hangus, bwahahaha! Liat mukanya, lebih parah dari pas kita kena bom tadi!" Seru Claire sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa. Rasanya Ryan ingin menggantung Claire di pohon. Nakal sekali istri bos-nya itu.

"Claire, kalo ini apa?"

Talia sudah memegang benda semacam kawat, alat setrum yang dibikin sama Claire.

Claire maju. Baru saja Jeremy hendak menghentikannya karena tahu benda seperti apa itu, Claire sudah mengambil alih benda tersebut dari tangan Talia dan menyentuhkan kedua ujungnya di pinggangnya. Dia lupa harusnya dia sentuhkan ke Talia, tapi malah refleks ke dia lagi.

"Benda ini cara kerjanya kayak gini."

Tzzzzzt...

Claire langsung kejang-kejang dan rambutnya mulai berdiri semua karena efek dari alat setrum itu.

1
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘮𝘳 𝘫𝘦𝘮 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯🤭
Riska Baelah
baru x ini ad orng ngaku serakah🤣😄🤣😄😄🤭🤭🤭 claeir2 ad2 aj tingkah bahasa mu yg buat ngakak🤣😄🤣😄😄👍👍👍
mister jem ayo dtng, kaya ny claeir cs dlm bhaya/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
......bunga
semangat thor ❤️
......bunga
mantap 🔥🔥🔥
Atik Marwati
lebih sadis dari talia
Atik Marwati
kapok...
Rita
jeremy ayo peka balik Claire butuh kamu
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥betul👍👍👍👍
Rita
pinjem alat doraemon senter pengecil😁
Bagus Rahmad
gila,,gila bisa ngamuk Jeremy kalau istrinya kenapa2
Hanima
oo 😡😡
rose🦋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jeakawa loving❤️
mister jem cepat temukan istri nakal mu,dan bantai Mentri edan itu
jeakawa loving❤️: ya apa ini ya yang di maksud nanti Claire di culik🤔
total 2 replies
Herman Lim
gila sadis bgt istri jem ne sampe putus tuh burung mn di ambil semua lagi harta nya 🤪🤪
ardiana dili
lanjut
Arin
Oah..... udah ikut seneng empat sekawan berhasil membobol harta korup si menteri. Malah sekarang terperangkap. Semoga mereka bisa selamat dan menyelamatkan para gadis-gadis yang berada di penjara rahasia
merry
gila mentari taik kebo ya,, selain korup uang emas dia juga culik para gadis trs ditahan ruang bawah dlm kandang kcil kcil,,, ud kyk kurung kucing ajj pak,,, selain disiksa psti para korban ud mengalami pelecehan dr mentari gila itu lah,, selamatin mrk cle dan laporkan perbuatan mentari gila itu,,, tp ketahuan gmn donk ap mis ter jem bklnn dtg tp mr jem lg di luar kota 🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Nuryanti
gawatttt........
DC
Ayo Bang Jem, selamatin istri nakalmu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!