NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Heru yang hilang

.Tiba-tiba gerbang gudang terbuka perlahan secara otomatis tanpa ada yang mendorong, namun bergerak secara hidrolik oleh Jumadi sebagai orang terakhir yang masih mampu dipercaya pak Chandra orang nomor satu yang kini sudah uzur. Usianya

sekitar delapan puluh sembilan, hampir satu abat, namun anehnya masih nampak gagah dan kuat. Jumadi , satu dari puluhan tenaga keamanan yang masih tersisa dan selebihnya terkena dampak krisis atau mendapatkan pemutusan hubungan kerja perusahaan serta sebagian lagi ada yang riesan pula karena mendapat pekerjaan lain.

" Kamu yakin Heru ada didalam....? "

Tanya Vira pada Wisnu didepan gerbang yang sudah terbuka. lebar.

Wisnu (30) mencoba melongo ke arah dalam gudang yang sepi, Vira ternyata latah juga ikut ikutan pula pandangannya ke arah dalam gudang, namun mereka belum berani masuk, sebelum keduanya menemukan siapa penjaga security yang bertugas. Tapi setelah sekian jam berlalu , dan waktu yang tersita hanya untuk mencari cari Jumadi seorang petugas keamanan gudang rasanya riskan sekali dan aneh juga.

Sebab gak nunggu waktu lama aja gerbang gudang sudah terbuka, tapi kenapa petugas security gak terlihat didepan mata Wisnu. Tugas security begitu ada orang yang masuk area gudang saja pasti akan menegurnya dan ini justru sudah didepan gudang

gak muncul juga dihadapan Wisnu , Vira apalagi ini gerbangnya saja sudah terbuka, gak ada petugas gudang yang mendekatinya. Wisnu bersama Vira bisa saja langsung ke dalam nantinya kan takut dibilang kurang sopan, main masuk, masuk aja tanpa ijin dan sebagainya.

" Aku yakin sekali, sebab terakhir dia

nelpon mau ke gudang.... " Jawab Wisnu meyakini Vira kalo Heru ingin mendatangi gudang kimia itu. Vira cuma menggelengkan kepalanya saja pelan sebagai pertanda belum sepenuhnya wanita itu akan bisa memastikan ucapan Wisnu kalau Heru memang masih berada dalam gudang. Dilihat dari kondisi gudang saja sepi dan sunyi gitu, apa iya ada orangnya didalam. Sepertinya tidak terdengar suara apapun ditelinganya

meskipun area gudangnya terlihat luas namun sedikit saja ada suara pasti sangat jelas terdengar.

" Kapan dia menghubungi kamu...? "

Tanya Vira sedikit kepo merespon ucapan Wisnu itu agar dirinya bisa menarik kesimpulan seputar soal keberadaan Heru yang merupakan teman Vira juga.

" Belum ada seminggu kok, Ra...." Jawab Wisnu mengira ngira namun tetap saja hal itu tidak mengurangi perasaan Vira yang aneh. Dua hari saja gak mungkin kalo Heru masih ada di gudang, emang dia gak punya rumah.

" Kamu yakin belum ada seminggu

dia masih disini....? Aku rasa gak

mungkin, Wisnu.... Kamu kira

didalam ada mes.... Dia bisa

menginap di gudang... " Protes Vira yang membuat Wisnu berpikir sehat.

" Iya juga sih.... Tapi apa mungkin ia

setiap hari pulang pergi dari rumah

ke gudang.... " Jawab Wisnu berat juga meyakini ucapannya.

" Gudang ini emang udah berubah

fungsi.... Yang dulunya pabrik kini

 berubah Jadi buat penyimpanan

zat kimia, tapi sebagian mesinnya

sudah pada rusak dan berkarat.... "

Kata Wisnu mengenang masa lalu ketika ia masih menjadi pekerjanya sebagai buruh pabrik.

" Sekarang kita jadi mau gimana... "

Tanya Vira sambil menatap Wisnu yang gembling atau bingung antara ingin melanjutkan apa meninggalkan area gudang kimia itu.

" Ap kita masuk aja berdua tanpa ijin security....? " Seru Wisnu untuk memaksakan Vira masuk ke dalam gudang yang terlihat sangat sunyi dan sepi. Ruangan dalamnya nampak kotor berdebu, sejumlah mesin ada yang ditutupi plastik guna melindungi debu yang menempel.

" Wis.... Kamu gak usah macam

macam.... Ingat jangan pernah

masuk kedalam gudang tanpa ada

yang menyuruh kita masuk... Kamu

mau kita dituduh mencuri nanti.... " Saran Vira pada Wisnu yang nampak timbul dilematis itu. Wisnu bukan tidak mustahil akan memaksakan juga dirinya untuk masuk namun di sisi lain ada Vira yang ragu akan kebenaran informasi temennya tersebut.

" Ya tapi kenapa gerbangnya bisa

terbuka kalo tidak ada yang ada

yang menggerakkan....Itu artinya

ada petugas disini yang tau kalo

ada orang yang datang.... " Jelas Wisnu masih yakin terhadap apa yang ada pada dirinya.

" Jadi menurut kamu kita harus

gimana....? " Tanya Vira lagi yang timbul jadi bingung melihat sikap Wisnu seperti itu.

" Aku tetap ingin kedalam, Ra....Ini

sekedar memenuhi janjiku saja....

Kalo aku bener bener datangi ke

gudang dan terlepas ada tidaknya

Heru didalam, itu persoalan lain,

yang penting aku sudah memenuhi

permintaannya.... " Kata Wisnu yang sedikit mulai merasakan ada sesuatu yang mengganjal terhadap

dirinya , namun entah siapa yang merasuki perasaannya Wis gak tau.

" Kamu yakin dengan niat mu itu...

Jangan sampai nanti menimbulkan

persoalan yang serius terhadap diri

kamu, Wis.... " Tanya Vira seraya menasehati temennya itu agar tidak menuruti emosi perasaannya. Naluri wanita sebenarnya lebih peka daripada kaum pria. Menurut Vira seperti ada sesuatu yang gak beres

...telah terjadi di dalam gudang kimia tersebut. Dirinya cuma menduga saja pasti ada sesuatu yang buruk telah di alami Heru. Namun agaknya Vira sulit untuk menjelaskan. Ia ucuma melihat dari situasi dan kondisi gudang kimia itu h yang terasa aneh. Getaran jiwanya begitu kuat akan sesuatu yang pernah terjadi di gudang kimia yang dulunya merupakan bekas pabrik garment terkemuka di kawasan industri yang cukup strategis. Dan kalo dilihat dari arsitektur bangunannya aja sangat melekat dengan ciri khas negeri Belanda yang dipadu dengan gaya budaya Tiongkok. Jadi gak aneh lagi kalo hingga sekaran)9g saja tampuk kepemilikan gudang kimia itu masih milik orang Tionghoa atau China. ...

" Kamu gak usah kuatir..... Ini tidak

akan terjadi apa apa.....Dan aku

sudah terbiasa menghadapi suatu

resiko persoalan yang buruk...... " Umbar Wisnu meyakini dengan kemampuannya yang harusnya tak pernah ia lakukan dan Wisnu sendiri sebenarnya tidak mempunyai hubungan khusus pada Vira hanya sebatas teman biasa yang sama sama sebagai mantan buruh pabrik yang terdampak. Entah sampai kapan setiap mantan buruh pabrik ada saja pekerjanya yang sering mendatangi gudang kimia tersebut.

Bagi mereka yang merasa mewakili hampir ribuan pegawai pabrik itu wajar saja jika tuntutan pesangon dan gajinya belum sepenuhnya bisa terpenuhi karena bos pabrik keburu menghilang entah kemana, ada yang bilang bersembunyi dibalik dengan bekingan aparat dan preman dan ada pula yang mengatakan kabur ke negeri asalnya di Tiongkok. Ya bagi sebagian mereka kemana lagi untuk menuntutnya selain mendatangi aset yang masih tersisa yakni gudang kimia itu. Bahwa anggapan mereka Chandra lie masih sering mengunjungi aset pabrik yang kini sudah berubah fungsi menjadi gudang kimia itu. Tapi yang menjadi persoalan mereka, setiap siapa saja yang mengatasnamakan perwakilan buruh pabrik yang datang ke gudang kimia itu, seringkali tidak terdengar kabarnya lagi. Alias menghilang begitu saja, termasuk Heru.

1
Haeqal Langit
Semangat admin! Aku mendukungmu💪
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!