lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1_ lelah
Ting
Sayang, perut ku sakit kamu kesini ya? _ love
Rania menatap diam layar ponsel suaminya yang menampilkan pesan dari selingkuhan Suami nya. Ini bukan pertama kali, ini sudah ke sekian kalinya, bahkan sudah tak terhitung lagi.
Kevin datang dari walk in closet. Dia mengambil ponselnya yang terletak di atas meja di depan Rania. Kevin membuka pesan tersebut dan membalas nya.
Aku segera kesana, kamu ingin makan sesuatu? biar ku belikan _ Kevin
" aku mau pergi" pamit Kevin dingin tanpa menatap Rania. Bahkan sama sekali tidak mempedulikan perasaan istrinya itu.
" kapan kamu akan berhenti berselingkuh? Dan menganggap aku istri mu?" tanya Rania pelan dengan nada lelah.
Yaa, lelah dan muak. Dia benar benar lelah menjalani rumah tangga yang toxic ini dan dia sudah sangat muak menghadapi tingkah Kevin yang sama sekali tidak mempedulikan dirinya.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin
deg!
Padahal sudah sering dia mendengar kata kata kasar yang keluar dari mulut suaminya. tapi entah kenapa tetap terasa sakit dan sesak di dada.
" apa dengan aku mati kau akan bahagia?" tanya Rania menatap nanar suaminya .
" yaa" jawab Kevin singkat
Sebegitu bencinya Kevin padanya? Padahal kejadian dulu bukan hanya salah nya. tapi Kevin juga bersalah. Disini bukan hanya Kevin yang menjadi korban, Rania juga korban. Tapi mengapa Kevin terus menyudutkan nya dan membenci nya?
" kalo kau memang sangat membenci ku dan tidak menginginkan pernikahan ini cerai kan saja aku" ujar Rania dengan dada sesak dan suara yang tercekat.
Rania sama seperti wanita lain. Dia memiliki impian dimana dia yang menikah hanya sekali seumur hidup dengan memiliki pernikahan yang bahagia. bukan malah pernikahan yang seperti ini.
" menceraikan mu? haha, itu hanya akan membuat mu bahagia dan aku tidak suka itu" ujar Kevin " terus lah hidup dalam penderitaan " bisik Kevin di telinga Rania lalu tersenyum miring. Setelah itu dia segera pergi.
Brak!
pintu kamar tertutup kasar. air mata Rania jatuh tanpa bisa di hentikan. bahunya bergetar dan wajahnya menunduk dalam. Dadanya terasa sesak dan perih. Rasanya dia ingin menghilang sekarang juga.
Breaking news
Telah terjadi sebuah kecelakaan tunggal di jalan mawar pada pukul 2 malam. Sebuah mobil Ferarri putih menabrak perbatasan jalan hingga mobil nya meledak.
Kecelakaan sangat parah, di temukan korban seorang wanita berinisial R dan usia 27 tahun. Korban meninggal di tempat dan sekarang sudah di larikan kerumah sakit Alaska.

jantung Kevin berdegup kencang saat melihat berita tersebut. Mobil itu, sangat familiar baginya. Mobil yang sudah 5 bulan ini di pakai oleh istrinya.
Dari berita tadi, wanita yang menjadi korban itu berinisial R dan berusia 27 tahun. Itu sama persis seperti Rania.
" tidak mungkin, itu tidak mungkin Rania" gumam Kevin dengan suara gemetar dan mata yang linglung.
semalam Kevin pulang jam 12 malam. Dan Rania tidak ada di rumah. Kevin tidak mencarinya karena Rania memang terbiasa tidak di rumah.
dan pagi ini dia mendapatkan berita seperti ini? Haruskah dia bahagia? Karena ucapannya sudah terwujudkan ?
*Dreet*
Ponsel Kevin bergetar menandakan ada panggilan masuk. Kevin melihat nama sahabat nya tertara di sana namun dia tidak berniat untuk menjawab panggilan tersebut. dia memilih mematikan nya dan ingin menghubungi Rania.
*Alaska send a photo*

*selamat vin, lo udah dapatin apa yang Lo mau\_alaska*
kevin menatap foto yang di kirimkan oleh sahabatnya itu. Tubuhnya lemah seketika, dia terduduk di atas sofa dengan perasaan campur aduk. dia masih tidak percaya dengan semua ini.
*Tidak! Itu bukan Rania. semalam Rania masih baik baik saja. Tadi malam gw masih berdebat sama dia. Dia tidak mungkin pergi gitu aja \_ Kevin*
*Lo gila! \_ Alaska*
*ah iya, besok gw ulang tahun kan? kalian sengaja mau ngeprank gw kan? Haha taktik kalian sudah ketebak \_ Kevin*
*Terserah lo\_ Alaska*
Kenapa Kevin bisa lupa? besok kan hari ulang tahun nya. Ini pasti bagian dari kejutan yang Rania dan Alaska siapkan untuk nya. Oke! Kevin tidak jadi takut kali gitu, Rania hanya pura pura mati. semalam dia masih baik baik saja.
" Rania pikir gw bakal khawatir? gw nggak akan khawatir" gumam Kevin.
Kevin keluar dari kamarnya, dia berjalan ke meja makan untuk sarapan. Di atas meja makan kini sudah tertata beberapa menu sarapan seperti biasa yang di siapkan oleh Rania.
" katanya kecelakaan terjadi semalam, tapi pagi ini dia masih bisa masak? Dia pikir gw bodoh?" gumam Kevin merasa Rania sangat konyol.
Kevin duduk di kursi nya lalu mulai memakan nasi goreng yang ada di depan nya. Mulutnya berhenti mengunyah dan terdiam sejenak mencoba meresapi rasa nasi goreng yang terasa berbeda dari biasanya.
" rasanya tidak seperti biasanya, ini jauh lebih enak tidak seperti nasi goreng buatan Rania yang biasa aja. apa Rania sudah lebih pintar masak?" gumam Kevin.
Rania memang tidak pandai masak, namun masakan nya masih bisa di makan. Rasa masakan nya unik, tidak buruk tidak terlalu baik juga. biasa biasa saja.
" tuan, anda sudah selesai sarapan?" tanya seorang wanita berdiri sopan di samping Kevin.
Kevin menoleh menatap bingung pada wanita asing yang berdiri di samping nya. Sejak kapan dia memperkerjakan pembantu di rumah?
" siapa kamu?" tanya Kevin.
Selama ini Kevin sengaja tidak memperkejakan pembantu karena dia mau Rania yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. Yaa, selama ini Rania bagaikan pembantu di rumah ini. Apa lagi saat Kevin membawa selingkuhan nya kesini.
" saya Susi tuan, art yang di pekerjakan oleh nyonya Rania" ujar Susi
" kamu yang menyiapkan sarapan ini?" tanya Kevin
" iyaa tuan" jawab Susi
jadi ini bukan Rania yang masak? Pantas saja rasanya berbeda.
" di mana Rania?" tanya Kevin
" saya tidak tahu tuan, saya belum pernah bertemu dengan nyonya" jawab Susi
Yaa, Susi belum pernah bertemu Rania. semalam dia mendapatkan pesan dari bos nya bahwa hari ini dia sudah mulai bekerja. bos nya hanya mengirimkan alamat tidak mengirimkan nomor Rania ataupun informasi lain tentang Rania.
" CK! Dia memperkerjakan orang tanpa izin ku? awas saja jika dia pulang nanti" gumam Kevin lalu segera pergi ke kantor nya.
*ting*
*Alaska send a photo*

*Lo bahagia sekarang? \_alaska*
" masih tetap berpura pura? Mereka pikir gw Sebodoh itu?" gumam Kevin
*Nggak usah akting lagi ka, bilang sama Rania. Dari pada berpura pura lebih baik mati beneran \_ kevin*
*Lo masih berfikir ini prank? Rania benar benar udah pergi \_ Alaska*
*Alaska send a photo*

( *anggap aja mirip seperti gambar di atas ya. Soalnya dolanya nggak bisa buat gambar yang lebih mirip*)