NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:968
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

_____🌺

Sore harinya, saat cuaca sedang sejuk dan matahari mulai turun, Bu Ratna kembali memaksa Nisa untuk duduk bersantai di teras depan.

Bukan sekadar duduk diam, mertuanya itu sengaja menyiapkan nampan ukir berisi teh bunga chamomile mahal, sepiring biskuit keju tabur, dan sebuah buku novel tebal untuk dipegang Nisa sebagai properti syuting tambahan hari itu.

"Nah, kamu duduk santai bersandar di kursi rotan ini, Nis. Pura-pura baca buku tebal dengan gaya paling anggun. Mama bakal jalan pelan dari dalam rumah bawa nampan teh ini ..." suaranya sedikit sinis.

"Nanti pas kamera ponsel Mama nyala merah, kamu harus langsung menoleh dan bilang, 'Wah, makasih banyak Mama mertuaku yang paling baik sedunia.' Paham kan skenario aktingnya?" arah wanita sosialita itu mengatur posisi tubuh Nisa layaknya sutradara papan atas sungguhan.

"Ma, sumpah ini adegannya lebay banget lho. Tetangga yang kebetulan lewat nanti mikirnya kita berdua lagi kurang waras main sinetron sore di teras depan. Nisa beneran malu dilihatin orang lewat jalan, Ma," keluh Nisa sambil menutupi sebagian wajahnya dengan buku novel tebal tersebut untuk menyembunyikan rasa gengsinya.

"Malu apanya?! Justru ini panggung pembuktian nyata kita ke publik! Tuh lihat, target utama gosip kita kebetulan banget lagi jalan sore mau lewat depan pagar rumah! Siap-siap pasang wajah manis, kamera action mulai rekam!" desis ibu mertuanya panik kegirangan, matanya menangkap sosok Bu RW yang sedang berjalan santai bersama cucu lelakinya di dalam kereta dorong mahal dari arah pertigaan jalan kompleks.

Nyonya rumah itu langsung menyalakan kamera ponselnya dengan sigap, memasang senyum malaikat paling paripurna andalannya, lalu melangkah keluar memegang nampan teh menuju tempat Nisa duduk. Suaranya sengaja dikeraskan semaksimal mungkin agar menggema sampai terdengar jelas ke jalanan depan pagar besi.

"Silakan diminum teh cantiknya, menantuku sayang. Kamu pasti capek banget seharian ngetik draf novel nyari duit tambahan buat bantu suami. Mertua yang baik budi itu harus pinter manjain menantunya di rumah biar kerjanya makin semangat luar biasa! Ayo, lekas dimakan biskuit kejunya, Bestie mantuku!" seru sang ibu mertua dengan nada melengking penuh rasa kebanggaan, lirikannya sangat tajam mengarah ke Bu RW yang langkahnya langsung terhenti kaget di depan pagar rumah mereka.

Nisa menelan ludah pasrah tak berdaya, mengikuti naskah dadakan ibunya dengan senyum kaku yang menyedihkan. "Wah. Makasih banyak. Mama mertuaku. Yang paling baik. Sedunia." ucapnya sangat datar terputus-putus persis seperti robot kehabisan baterai karena menahan malu setengah mati di depan umum.

Bu RW yang melihat adegan harmonis mendadak itu langsung mengerutkan keningnya jijik tak percaya. Ia mendorong kereta cucunya pelan mendekati celah pagar besi yang kebetulan terbuka separuh.

"Aduh, Jeng Ratna. Tumben banget sore-sore begini main pelayan-pelayanan sama menantu di teras rumah? Kesambet setan pohon beringin dari mana ini tiba-tiba jadi mertua berhati bidadari surga? Biasanya kan jam segini suara teriakan ibu nyuruh ngepel lantai kedengeran kencang sampai ke pos satpam depan blok," sindir Bu RW dengan tawa sumbang yang sangat menusuk ulu hati pendengarnya.

Kamera ponsel Bu Ratna masih menyala merekam lurus, namun urat leher wanita paruh baya itu sudah mulai menonjol hebat menahan emosi yang meletup. Ia menarik napas sangat panjang, mencoba keras mempertahankan aura bidadari malaikatnya di depan lensa kamera.

"Eh, ada Bu RW kebetulan lagi jalan-jalan sore bawa cucu. Ya ampun, Ibu ini kalau ngomong suka nyebar fitnah palsu deh. Saya ini dari zaman dulu emang selalu memanjakan Nisa kok di rumah ini. Nisa ini kan aset berharga berlian keluarga besar Bratadikara. Daripada cucu ibu yang tiap hari kerjaannya cuma nangis rewel minta dibeliin susu formula mahal terus, mending saya manjain menantu saya yang pintar cari duit sendiri dari rumah. Betul nggak ucapan Mama, Nis?" balasnya.

Tidak kalah tajam menyayat hati, namun bibir merahnya tetap melengkung paksa ke atas membentuk senyuman manis andalan.

Wajah Bu RW langsung memerah padam menahan murka. Hinaan halusnya dibalas telak dengan serangan balik mematikan soal harga susu formula anak yang memang sedang menjadi beban pikiran keluarganya akhir-akhir ini.

"Sembarangan banget kalau ngomong ke orang! Cucu saya nangis karena dia aktif pintar dan sehat! Menantu kamu anteng diam karena memang nggak ada kerjaan lain selain mantengin layar komputer di kamar! Nggak punya anak balita mah gampang aja hidupnya santai leyeh-leyeh nggak ada beban pikiran sama sekali!" bentak Bu RW tersinggung berat.

Nisa yang mulai terpancing emosinya bersiap membuka mulut untuk membalas ucapan kasar itu, namun ibu mertuanya sudah bergerak jauh lebih cepat darinya. Wanita sosialita itu meletakkan nampan teh dengan kasar membantingnya ke atas meja kaca, lalu berjalan cepat mendekati pagar besi sambil masih memegang tongkat narsis ponselnya.

"Santai tanpa beban pikiran itu namanya privilege hak istimewa orang kaya raya, Bu RW! Saya membiarkan Nisa asyik berkarya biar dia selalu bahagia. Kalau hatinya bahagia, rahimnya juga pasti gampang terbuka lebar nerima rezeki anak! Nggak kayak ibu, mukanya makin hari makin keriput kusam gara-gara kurang tidur begadang momong cucu yang ibunya malah sibuk nongkrong ngafe tiap malam! Ups, maaf banget ya kalau fakta jujur dari lapangan ini bikin kuping ibu panas mendidih kayak air rebusan!" sembur Bu Ratna.

Topeng mertua idaman yang baru dibangun susah payah dari pagi tadi, hancur lebur seketika tak bersisa sedikit pun di hadapan musuh bebuyutannya.

"Jeng Ratna! Ibu bener-bener ya mulutnya nggak pernah disekolahin dari kecil!" teriak Bu RW emosi maksimal, segera memutar arah roda kereta dorong cucunya dengan kasar dan berjalan sangat cepat menjauhi rumah Nisa karena tak sanggup lagi beradu argumen memalukan di pinggir jalan raya.

"Sana pulang cuci muka! Jangan lupa maskeran lidah buaya yang tebal biar keriputnya nggak makin parah berlipat dilihat orang kompleks kita!" teriak sang mertua julid dari depan pagar sebagai salam perpisahan pedas.

Setelah musuhnya hilang dari pandangan di ujung jalan, wanita paruh baya itu membalikkan badannya menghadap ke arah Nisa. Napasnya terengah-engah puas sangat lega. Ia menunduk menatap layar ponselnya yang ternyata sejak tadi masih merekam seluruh perdebatan barusan secara live tanpa jeda.

"Ma! Astaga Tuhan! Kamera Mama dari tadi nyala terus rekam lho! Adegan Mama ngamuk nyindir Bu RW barusan kerekam semua jelas di memori ponsel! Gagal total dong konsep konten mertua idaman Mama hari ini!" seru Nisa sambil menepuk jidatnya sendiri merasa sangat pusing.

Ibu suaminya itu menatap layar ponsel sebentar, lalu malah tersenyum lebar penuh kelicikan dan kemenangan nyata.

"Gagal apanya?! Ini mah namanya konten video plot twist natural alami, Nis! Mertua idaman pembela menantu mandiri dari serangan tetangga julid tukang gosip! Pasti langsung viral viewers-nya meledak malam ini juga tembus ribuan! Kamu diam aja, Mama mau masuk kamar mau kasih judul videonya pakai huruf kapital tebal semua biar heboh!"

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!