Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.
Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.
Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.
Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.
"Plot novel sialaaaan!!!"
Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Night 01
Cheaaaaaarsss
Pesta yang meriah setelah kejuaran ilmu bela diri di gelar. Seorang wanita yang merupakan coach atau pelatih dari tim tersebut tampak sangat senang. Pasalnya ini kemenangan mutlak untuk timnya.
"Ini sungguh tahun terbaik bukan? Kita bisa menyabet semua medali dari berbagai kategori. Ah sungguh memuaskan."
Wanita itu berkata dengan kepala yang mendongak, ia lalu melihat satu persatu anak asuhnya.
Hidup coach!
Hidup!
Semua orang yang ada di sana meneriakan yel-yel untuk memuji wanita itu. Sorak surai memancarkan kebanggaan.
Tidak sia-sia latihan keras yang selama ini mereka lakukan, kemenangan yang didapat sungguh setimpal.
"Coach Catty, apa kita juga akan berlibur?" tanya salah seorang anggota tim. Dia bertanya dengan sedikit takut, pasalnya Cattleya termasuk pelatih yang cukup keras dan sangat tidak suka membuang waktu.
"Tentu, ini kemenangan kalian. Jadi nikmatilah waktu kalian. Aku akan memberi kalian libur satu bulan," Cattleya menjawab dengan pasti. Bahkan dia menepuk bahu anak didiknya dengan perlahan.
Yeaaaay
Horeeee
Sorakan masih belum juga usai. Mereka kembali berpesta. Cattleya yang memiliki ketahanan terhadap minuman beralkohol, terus saja menenggak minuman itu. Beberapa orang sudah memperingatinya, tapi Catty tak mengindahkannya.
"Biarkan aku bersenang-senang kali ini. " Begitulah ucapnya.
Malam semakin larut, satu persatu dari mereka meninggalkan club. Pun dengan Catty. Dengan tubuh gontai, Catty memasuki mobilnya.
"Coach, sebaiknya Anda memakai supir pengganti," ucap sang asisten.
"Ah tak perlu. Kau tahu kan kadar ketahanan ku. Aku belum mabuk juga. Sudah sana kembali ke asrama dengan anak-anak. Besok kita siap-siap untuk berlibur."
Catty mengibaskan tangannya, meminta sang asisten untuk tidak memedulikan nya. Ia lalu menyalakan mobil dan meluncur pergi.
Perasaan bahagia yang saat ini menyelimuti hati Catty masih belum siaran. Ia terus bersenandung dan mengatakan bahwa dirinya sangat senang.
Catty tiba-tiba menyipitkan matanya. Sebuah lampu sorot mengarah kepadanya. Ia tak mampu melihat apa yang ada di depannya.
Craaaash
Catty membulatkan matanya saat menyadari bahwa mobilnya bertabrakan dengan sesuatu. Ia menyentuh keninnya, darah mengucur dari sana. Pandangan Catty lama-lama pudar, tubuhnya pun terasa tak mampu digerakkan.
"Tidak! Mana boleh begini. Aku tidak boleh mati. Tidak, aku baru saja berhasil..."
Semuanya gelap, semua yang ada di depannya hanya kegelapan. Catty merasa sangat kesal, dia baru saja meraih sebuah kemenangan mutlak dan kepuasan menjadi seorang pelath, tapi ternyta dirinya harus mengalami senbuah kematian yang tragis,
Teeeenggggg
Sebuah suara menyengat kuping Catty. Dia terkejut kenapa telinganya bisa mendengarkan sesuatu.
"Aku kan sudah mati," ucapnya lirih. Catty semakin terkejut saat bibirnya bisa bergerak dan bahkan berbcara.
Catty mengerjapkan matanya. Sebuah cahaya remang masuk ke bola matanya. Sebuah hal yang semakin membuat Catty kebingungan.
"Apa ini di surga?"
Catty membuka lebar-lebar matanya. Ia terkejut saat mendapati seorang pria yang wajahnya sangat rupaan tidur di sebelahnya.
"Waah ini sungguhan surga kah? Bahkan ada pria tampan. Apa ini balasan karena sudah berbuat baik di masa kehdupanku?"
Catty masih terus mengamati wajah pria tampan yang berbaring di sampingnya. Hidung mancung, wajah cerah bak bulan purnama, rambut hitam bagaikan gelapnya malam, dan kulit putih sebening kristal yang sangat kontras dengan rambutnya.
"Oh Tuhan, dadanya bahkan begitu lapang dan berotot. Aku benar-benar mati tanpa penyesalan jika memang benar diberikan pria tampan dalam kehidupan setelah mati ini."
Catty terus saja tersenyum, ia mengulurkan tangannya hendak menyentuh hidung mancung pria yang ada di sebelahnya. Namun tiba-tiba kepalanya bedengung, rasanya sampai akan pecah. Catty bahkan sampai meringis karena terlalu menyakitkan.
Ia memejamkan matanya, dan saat matanya sepenuhnya terpejam, Catty melihat banyak hal. Ia seperti melihat potongan-potongan adegan.
Kepala Catty semakin sakit saat melihat keseluruhan adegan yang ditampilkan.
"J-jadi ini bukan surga?" gumam Catty lirih. Dia melirik ke arah pria yang tidur tenang di sebelahnya.
Jika tadi Catty menatap penuh dengan rasa senang, kini dia melihat pria itu dengan bulu kuduk yang berdiri. Telebih sebuah ingatan yang muncul tadi memberitahunya bahwa tangannya telah mencampur minuman pria ini dengan sebuah ramuan afrodisiak.
"K-kenapa aku harus masuk ke dunia novel yang mengerikan ini? Dan aku adalah antagonis yang akan mati di tangan pria ini? Sial, ku pikir aku di surga."
Catty turun dari ranjang, ia segera mengenakan pakaiannya.
"Kenapa juga aku masuk ke tubuh ini setelah wanita ini merasakan kenikmatan. Kenapa tidak pas sebelumnya. Argh, kamu gila Catty. Nyawamu terancam dan kamu masih bisa berpikir seperti itu?"
Catty awalnya mengenakan gaun yang mungkin adalah miliknya, namun dia merasa bahwa akan sangat sulit bergerak jika menggunakan itu. Ia tak ingin tertangkap. Ia tak ingin mati di tangan pria tampan ini. Alhasil Catty mengenakan celana dan baju milik pria itu.
"Nah ini baru oke, tidak masalah meski sedikit kebesaran. Sekarang, saatnya pergi. Tenang saja Yang Mulia Kaisar, saya tidak akan mengganggu kehidupan Anda bersama Tuan Putri Duke itu. Berbahagialah Anda berdua. Salah hormat dari saya."
Catty menundukkan tubunya, melakukan hormat ala bangsawan. Mesk belum pernah melakukan hal tersebut, namun kegemarannya membaca komik historical dan juga membaca novel ternyata berguna.
"Untungnya aku tahu novel mana ini. Brengsek, mana namanya juga sama lagi, Cattleya."
Catty melihat ke sekeliling. Ia juga melihat ke bawah. Saat ini dirinya berada di lantai dua, dan Catty berniat akan melompat.
Ini adalah pertaruhan. Jika gagal maka dia akan tertangkap, namun jika berhasil maka hidupnya akan selamat, setidaknya itu isi kepala Catty.
Syuuut
Hap
Catty mendarat dengan cantik dan aman. Ia tersenyum lebar.
"Untunglah tubuh ini masih bisa digunakan untuk melakukan yang biasa aku lakukan saat masih menjadi coach. Baiklah, saatnya pergi. Tak mungkin juga pulang ke rumah. Wanita ini di rumahnya juga tak mendapatkan kasih sayang. Jadi, lebih baik pergi ke tempat yang jauh."
Catty bergerak dengan sangat waspada. Dia berjalan dengan mudah di jalanan, ingatan yang tertinggal pada tubuh ini sangat membantunya dalam proyek melarikan diri dari seorang kaisar kejam.
"Untung aku membaca cerita ini berkali-kali, jadi aku tahu persis tentang semuanya. Baiklah Catty, aku akan membuatmu hidup. Kamu sebenarnya adalah gadis yang baik, tak seharusnya kamu mati hanya karena mengharapkan cinta yang menjijkkan itu. Akan ku beritahu padamu, Catty bahwa tanpa cinta kamu tetap bisa hidup."
Catty terus berjalan. Dia tersenyum cerah saat menemukan beberapa benda berharga di kantong celana yang mana membuatnya semakin yakin bahwa upaya kaburnya berhasil.
Namun, akankah Cattleya berhasil? Akankah dia benar-benar bisa hidup yang diingnkan?
TBC
Ekheeem
Haaaai lama tam jumpa. Masih adakah yang baca cerita ku. Makasih ya yang masih mampir. Aku bikin karya baru nih. Ramaikan yaa ... Kali ini aku selesaikan sampai tamat kok. Yang penting kalian baca aja ya hehehe.
Yuuk pantengin karya baru akuuu.