NovelToon NovelToon
Sistem: Keberkahan

Sistem: Keberkahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vyy Sky

Shevi (20 tahun) adalah pemuda miskin di Jakarta yang menyambung hidup sebagai buruh cuci motor panggilan. Sudahlah dihina dan dicampakkan oleh pacarnya karena dianggap tidak punya masa depan, emaknya pun terancam diusir dari kontrakan petak karena menunggak tiga bulan.

Di titik terendah hidupnya, sebuah mukjizat datang lewat "Sistem Poin Keberkahan".

Setiap kali Shevi bersabar dari hinaan, bekerja jujur, dan ikhlas menolong sesama di kerasnya ibu kota, dia akan mendapatkan Poin Keberkahan yang bisa ditukar dengan uang tunai atau kemampuan ajaib. Berbekal jalur langit ini, Shevi merangkak naik membalikkan takdir dari buruh jalanan menjadi miliarder nomor satu di Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyy Sky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerasnya Senopati dan Suara dari Langit

Hujan deras mengguyur kawasan Senopati malam itu, membiaskan pendar lampu kuning dari balik kaca-kaca kafe elite Jakarta Selatan. Di luar atap pelindung, Shevi berdiri mematung. Kaos oblong putihnya yang sudah melar menempel basah di kulitnya yang ditiup angin malam. Air hujan menetes dari ujung rambutnya, mengalir melewati pelipis dan merembes ke celana jeans bagian lututnya yang robek.

Jemarinya yang memar dan kaku mencengkram erat gagang ember plastik hitam. Air sabun di dalamnya sudah lama dingin, keruh, dan bercampur kotoran oli rantai. Rasa perih di kuku jarinya yang terkelupas sama sekali tidak sebanding dengan hantaman sesak di dalam dadanya.

Dua meter di hadapannya, di bawah kanopi kafe yang kering, berdiri Sarah. Gadis yang dua tahun terakhir menemaninya berbagi semangkuk mi instan di akhir bulan itu menatapnya dengan tatapan yang membuat dada Shevi ngilu—pandangan asing yang memancarkan rasa enggan.

Tangan Sarah melingkar di pinggang seorang pemuda berbadan tegap yang mengenakan jaket kulit mahal. Karel, pemuda yang belakangan sering memamerkan mobil sport di area kampus.

"Nih, ongkos cuci motor gua. Dua puluh ribu, kan?" suara Karel memecah deru air hujan.

Dengan gestur santai, Karel menarik selembar uang kertas dari dompetnya, lalu melepaskannya begitu saja. Lembaran itu melayang pelan sebelum mendarat di genangan air kotor tepat di ujung sepatu Shevi yang sobek.

Shevi menatap lembaran basah di dalam kubangan air itu, lalu mendongak menatap mata Sarah. Tenggorokannya terasa tersumbat. "Sar... seminggu ini HP kamu gak aktif. Kamu... benar-benar pergi sama dia?"

Sarah menarik napas panjang, membuang pandangannya ke jalan raya seolah menolak berlama-lama menatap wajah Shevi. "Shev, please. Bikin malu tahu gak? Ini Senopati! Anak-anak kampus aku pada nongkrong di dalam. Kamu datang cuma bawa ember kotor sama lap kumal gini? Aku capek, Shev. Capek hidup ngikutin kamu yang gak pernah ada kejelasan!"

"Tapi kita udah janji berjuang dari nol, Sar? Aku mutar keliling cuci motor panggilan ini juga demi..."

"Demi apa?!" potong Sarah tajam, nada suaranya bergetar menahan kejengkolan yang menumpuk.

"Masa depan? Masa depan apa yang bisa dijamin dari kuli cuci keliling? Buat bayar sewa kontrakan petakan kamu di Tambora aja bulan ini kamu nunggak! Aku butuh kepastian hidup, Shev. Karel bisa kasih aku kehidupan yang layak tanpa harus mikirin esok hari makan apa. Sementara kamu? Kamu mau nyeret aku hidup susah selamanya?"

Karel tertawa pelan, melangkah maju sembari menyapu ujung sepatunya yang bersih dengan tisu. "Denger sendiri kan? Ambil tuh duitnya di kubangan air, terus pergi. Keberadaan lu di sini cuma ngerusak pemandangan."

Darah Shevi berdesir panas. Pembuluh darah di lehernya menegang. Jemarinya mengepal begitu kuat hingga jarinya memutih, merintih ngilu menahan letupan amarah yang mendesak dadanya untuk melompat menghantam wajah sombong Karel. Rasanya ingin sekali dia meremukkan kepalan tangannya ke rahang pemuda itu.

Namun, di tengah gelombang amarah yang membakar, bayangan Emak di rumah kontrakan Tambora mendadak melintas di benaknya—Emak yang terbatuk-batuk hebat hingga memegangi dadanya setiap kali menahan sakit paru-paru yang menggerogoti fisiknya.

“Shev, sekeras apa pun orang menghina keadaanmu, jangan pernah tukar harga dirimu dengan amarah yang bikin kamu hilang arah...” suara parau Emak seolah berbisik di telinganya.

Shevi memejamkan mata rapat-rapat. Dia mengatupkan rahangnya keras-keras, menghembuskan napas berat dari hidung untuk memaksa jantungnya mereda. Dengan jemari yang bergetar menahan guncangan emosi, Shevi membungkuk. Dia memungut lembaran dua puluh ribu rupiah yang basah dan kotor dari genangan air. Itu haknya. Itu hasil peluhnya memeras tenaga selama satu jam penuh menggosok kerak mesin motor Karel.

"Terima kasih uangnya," ucap Shevi dengan suara rendah dan serak, menahan agar tidak pecah.

Tanpa menunggu tanggapan apa pun, dia berbalik, mencengkeram gagang ember plastiknya, dan melangkah menembus lebatnya hujan malam. Tawa kecil Karel dan helaan napas Sarah perlahan tenggelam di balik gemuruh angin.

Langkah kaki Shevi menyusuri trotoar terasa amat berat. Setiap pijakannya bagaikan menyeret beban berkuintal-kuintal. Bukan hanya luka pengkhianatan Sarah yang menusuk, tetapi kenyataan pahit di rumah kontrakan petakannya yang terus menghimpit, obat batuk Emak sudah habis sejak kemarin sore, dan pemilik kontrakan sudah mengancam akan memasang gembok besar jika tunggakan tiga juta rupiah tidak dibayar lusa.

Di saku celananya saat ini, total uang yang dia miliki hanya empat puluh lima ribu rupiah.

"Gusti... kalau usaha keras dan kerja keringat sendiri masih belum cukup buat nyambung hidup Emak, saya harus cari jalan ke mana lagi?" batinnya merintih dalam keheningan malam.

Ting...!

Sebuah nada halus berdenting lembut di dasar kesadarannya, memotong bisingnya lalu lintas jalan raya.

Shevi mendadak menghentikan langkahnya di bawah naungan pohon ketapang dekat halte bus yang sepi. Napasnya tersengal. Dia menoleh ke kanan dan kiri dengan waspada, tetapi tidak ada seorang pun di sekitarnya.

Sekilas pendar cahaya tipis membayang di ruang matanya, membentuk guratan kalimat samar yang melayang anggun:

[Resonansi Jiwa Terdeteksi: Menahan Diri di Bawah Tekanan Ekstrem]

[Status Kesadaran: Integritas Diri Terjaga]

[Bonus Poin Pertama: +10 Poin]

Pikiran Shevi menegang. Dia mengusap matanya menggunakan lengan kaus yang basah, mengira pandangannya kabur akibat kelelahan dan bayangan emosi. "Apa... aku mulai gila karena stres?" gumamnya lirih.

Guratan cahaya itu meredup, berganti menjadi sebuah getaran hangat yang perlahan meresap ke dalam jemari tangannya yang memar. Tidak ada perubahan ajaib yang serta-merta mengubah nasibnya. Tidak ada uang tunai jutaan rupiah yang jatuh dari langit.

Namun, getaran hangat itu seolah memberikan kejelasan pikiran yang mendalam—sebuah naluri teknis yang membuat ingatannya tentang alur mekanis mesin dan sirkulasi perkakas terasa jauh lebih tajam dari biasanya.

Shevi menatap telapak tangannya yang gemetar.

Sistem unik itu tidak menyelesaikan masalah uang sewanya secara instan, tetapi kehadiran getaran itu menyadarkannya pada satu hal: dia masih memiliki tangan yang sehat dan keahlian teknis untuk berjuang.

Uang tiga juta rupiah untuk sewa kontrakan Tambora dan biaya obat Emak masih menjadi gunung besar yang harus dia panjat esok hari.

Namun rasa putus asa yang tadi mencekik lehernya perlahan terangkat.

Shevi mengusap sisa air hujan di wajahnya, meremas lembaran uang basah di dalam sakunya untuk membeli obat batuk herbal di apotik 24 jam terdekat, lalu melangkah mantap menembus kegelapan malam menuju pemukiman Tambora.

1
Argaaa
lanjut thor....
Argaaa
plot twist nya dapet banget, sama karakter shevi nya itu loh tenang tapi tegas. Sangat recomended!!!🐴
Ig:@skyyvyy.id: "Makasih banyak dukungannya, Kak Argaaa! Semoga seterusnya nggak bikin kecewa ya cerita tentang Shevi ini. Salam hangat dari author! ❤️"
total 1 replies
Was pray
kirain gak dilanjutkan Thor....
Ig:@skyyvyy.id: lagi bikin ide supaya ngga di tolak lagi kak🙏
total 1 replies
Ardi
boleh
Ig:@skyyvyy.id: siap ketua
total 1 replies
Ardi
hmhmhm
Ig:@skyyvyy.id: siap ketua
total 1 replies
Ardi
.........
Ig:@skyyvyy.id: .....
total 1 replies
Ardi
keren
Ig:@skyyvyy.id: terimakasih ketua🙏
total 1 replies
Ardi
oke lumayan
Ig:@skyyvyy.id: oke ketua..
total 1 replies
Ardi
oke
Ig:@skyyvyy.id: oke ketua...
total 1 replies
Ria Gazali Dapson
koq mou ga pake dp ya , buat biaya operaional , gituh , isi nya cuma perjanjian doang , berupa berkas²
Ig:@skyyvyy.id: soalnya Shevi baru terjun ke dunia bisnis kak, serta terimakasih atas sarannya 🙏
total 1 replies
Diana Lely
Dikasih bonusnya kecil ya gk kaya novel sistem lainnya....tp saya salut thor jd shevi tdk mengandalkan sistem yg ada jd murni hasil kerja shevi
Ig:@skyyvyy.id: betul kak, jadi Shevi ikut berjuang mengubah nasibnya.
total 1 replies
Luna
maaf nih Thor,,,hadiah uangnya segitu apa GK sedikit yh ,nanti bayar gaji karyawan karena dari awal saldonya mentok di 5 juta saja
Ig:@skyyvyy.id: kedepannya misi sistem nya lebih susah kakak serta hadiahnya juga lebih besar
total 1 replies
Was pray
nah muncul pelanggan ngeyelan kan...? yg mengandalkan harta dan kekuasaan bokap ... ini persis seperti tingkah anak orang kaya di negeri Konoha... besar mulut doang... 🤣🤣
Was pray: itulah kenapa negara Konoha kalah sama negara kodomo karena mental generasi muda yg pingin serba instan, dari nilai akademik sampai urusan cinta aja instan.... 🤣
total 2 replies
Was pray
beri keahlian beladiri buat shevy Thor, karena terkadang ketemu orang yg berakal pendek yg sulit dikasih pengertian sehingga hilang akal dan mengandalkan otot
Ig:@skyyvyy.id: siap kak, nanti update selanjutnya kita kasih Shevi keahlian
total 1 replies
Was pray
nyari bengkel yg jujur dan transparan di negeri Konoha ibarat mencari jarum di tumpukan jerami dan seekor semut di Padang rumput, amat suuulit di jaman now. yg sering ditemui servis kurang memuaskan dan sering dipalak harga diluar nalar apalagi pelanggan dadakan yg motornya rusak diperjalanan langsung di cekek dengan harga gak masuk akal
Ig:@skyyvyy.id: betul kak, emng susah
total 1 replies
Was pray
bilang aja emakmu shevi kalau dipercaya oleh seorang bos untuk mengelola bengkel... ntar seiring waktu bilang aja kalau bengkel itu kemudian dibeli karena bosnya udah punya usaha lain yg lebih besar
Was pray: siiip... lanjut Thor... /Good/
total 2 replies
Was pray
berhati baik itu bagus juga shev, tapi profesinal kerja tetap dijalankan, laporan pada manifes ditambah dengan pengelasan rangka
Ig:@skyyvyy.id: siap, terima kasih atas sarannya mas🙏🤗
total 1 replies
Was pray
discount 20% ya sama aja minta gratis perawatan kendaraannya... itu kontrak kerjasama parasitisme namanya
Ig:@skyyvyy.id: Shevi juga masih dapat untung kka
total 1 replies
Was pray
memori otot?
Ig:@skyyvyy.id: siap, terimakasih mas🙏
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!