NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Akhir dari Tiga Tahun Kehinaan

​Air sabun yang dingin menetes dari sela-sela jari Lin Fan yang kasar dan memerah. Di luar jendela dapur yang terbuat dari kaca patri mahal, awan abu-abu menggantung rendah di atas langit Kota Jiangzhou, seolah mencerminkan kehidupan monoton dan menyedihkan yang ia jalani selama tiga tahun terakhir. Menjadi menantu yang menumpang hidup di Keluarga Su—sebuah keluarga pebisnis kelas dua yang sedang merangkak naik—bukanlah hal yang bisa dibanggakan. Bagi dunia luar, ia hanyalah sebuah lelucon. Bagi Keluarga Su, ia adalah benalu yang menempel pada pohon besar.

​"Lin Fan! Dasar sampah tidak berguna! Sampai kapan kau mau menggosok panci itu?"

​Suara melengking Nyonya Wang, ibu mertuanya, memecah kesunyian rumah sore itu. Wanita paruh baya dengan perhiasan giok berlebihan di leher dan pergelangan tangannya tersebut melangkah masuk ke dapur. Ia menatap Lin Fan dengan raut wajah seolah sedang melihat hama kotor. Tanpa ragu, Nyonya Wang menendang ember pel di dekat kaki Lin Fan hingga genangan air kotornya memercik ke celana kain usang pria itu.

​"Kau ini benar-benar lamban dan tidak bisa diandalkan! Hari ini Tuan Muda Zhao dari Grup Zhao akan datang menemui Yuhan. Dia adalah tamu VVIP, pewaris masa depan, bukan gembel jalanan sepertimu!" Nyonya Wang meludah di lantai yang baru saja dibersihkan. "Dengarkan baik-baik, sebelum mobil mewahnya memasuki gerbang depan, aku ingin kau menyelesaikan tugas-tugas ini:"

​Mengepel seluruh lantai aula utama hingga tidak ada setitik debu pun yang tersisa.

​Menyingkirkan mantel dan sepatu rongsokanmu dari lemari tamu agar tidak merusak pemandangan.

​Membeli anggur merah impor di toko ujung jalan menggunakan sisa uang sakumu sendiri.

​Mengunci dirimu di kamar belakang, dan jangan pernah berani menampakkan wajah miskinmu di hadapan Tuan Muda Zhao!

​Lin Fan hanya mengangguk pelan. Ia menyeka percikan air kotor dari pergelangan kakinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun bantahan. Ia sudah terbiasa; hinaan adalah makanan sehari-harinya. Tiga tahun lalu, Tuan Besar Su menyelamatkan nyawanya ketika ia sedang dalam kondisi terburuk. Demi membalas budi dan menuruti permintaan terakhir pria tua itu sebelum wafat, Lin Fan setuju untuk menikahi cucu kesayangannya, Su Yuhan.

​Tepat ketika Nyonya Wang menarik napas untuk melontarkan makian berikutnya, suara ketukan ritmis langkah sepatu hak tinggi terdengar menuruni tangga pualam utama.

​Su Yuhan muncul di ambang pintu dapur. Wajahnya bak pualam berharga, diukir dengan kesempurnaan seorang dewi, namun memancarkan aura es yang membekukan siapa saja yang berani menatapnya terlalu lama. Sebagai CEO Su Group yang masih muda, ia menanggung beban berat perusahaan keluarganya yang sedang berada di ambang krisis finansial. Matanya yang indah tampak sayu karena kurang tidur, namun posturnya tetap tegak, elegan, dan penuh wibawa.

​"Ibu, cukup," suara Yuhan terdengar sedingin angin musim salju. "Zhao Tian datang hanya untuk membahas proposal investasi proyek properti. Ini urusan bisnis murni, tidak lebih. Ibu tidak perlu bersikap berlebihan dan menyiksa Lin Fan seperti itu di rumah kita sendiri."

​Nyonya Wang mendengus kasar, wajahnya merah padam. "Yuhan, kau masih saja membela si sampah ini! Jika kau segera menceraikannya dan menerima cinta Tuan Muda Zhao, keluarga kita akan langsung masuk ke lingkaran elit Jiangzhou! Pria miskin ini hanya memberimu rasa malu dan menghancurkan masa depanmu!"

​Yuhan tidak membalas perkataan ibunya. Ia menoleh perlahan pada Lin Fan, matanya menyapu pakaian usang suaminya dengan perasaan campur aduk antara rasa kasihan, frustrasi, dan kekecewaan. Pernikahan ini adalah ikatan tanpa cinta, namun Yuhan adalah wanita yang memegang teguh moral dan harga diri. Ia tidak akan pernah membiarkan suaminya diinjak-injak di depan matanya, meski ia sendiri tidak pernah bisa membanggakan pria itu.

​"Tinggalkan dapur sekarang, Lin Fan," ucap Yuhan pelan namun tegas. "Kembalilah ke kamarmu di belakang. Biar pelayan yang menyelesaikan sisanya hari ini. Tolong jangan keluar sampai tamu kita pulang."

​"Baik," jawab Lin Fan dengan suara tenang. Ia meletakkan lap kotornya di wastafel dan berjalan melewati mereka. Saat ia berpapasan dengan Yuhan, ia bisa mencium aroma mawar samar dari parfum istrinya—satu-satunya hal yang mampu menenangkannya selama hidup di neraka ini.

​Lin Fan melangkah keluar menuju halaman belakang vila yang sepi dan ditumbuhi ilalang. Angin sore berhembus, meniup rambutnya yang sedikit berantakan. Tiba-tiba, sebuah benda di saku celananya bergetar dengan intensitas tinggi. Itu bukanlah ponsel pintar murahan yang biasa ia letakkan di meja, melainkan komunikator satelit hitam berlapis titanium yang selama tiga tahun ini tertidur pulas tanpa daya.

​Mata Lin Fan menyipit. Jantungnya berdetak satu ketukan lebih cepat. Ia mengeluarkan alat itu dan melihat layar enkripsi tingkat militer terbuka dengan sendirinya, menampilkan deretan pesan rahasia yang nilainya melebihi gabungan seluruh kekayaan di Kota Jiangzhou.

​"Laporan darurat untuk Tuan Muda Lin. Masa ujian pewaris Anda telah resmi berakhir pada pukul 17:00 waktu setempat hari ini. Evaluasi ketahanan mental, kesabaran, dan pengasingan Anda: Sempurna."

​Ingatan Lin Fan seketika ditarik mundur ke tiga tahun silam. Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat absolut nomor satu yang mengendalikan separuh urat nadi ekonomi negara, memiliki tradisi turun-temurun yang sangat brutal. Sang pewaris tunggal wajib menjalani hidup di titik terendah piramida masyarakat selama tiga tahun untuk membentuk mental baja dan kebijaksanaan.

​Aturan Ujian Pertama: Dilarang keras menggunakan nama dan identitas Keluarga Lin.

​Aturan Ujian Kedua: Dilarang mengakses dana perwalian maupun aset jaringan keluarga.

​Aturan Ujian Ketiga: Dilarang menggunakan kekuasaan untuk melawan, membalas dendam, atau menghancurkan musuh selama masa ujian berlangsung.

​Kini, jarum jam telah berputar. Ketiga belenggu raksasa itu akhirnya hancur berkeping-keping.

​Pesan kedua masuk, menyala hijau terang di layar hitam yang elegan.

​"Blokir pada Kartu Naga Hitam Anda telah dicabut secara permanen. Saldo saat ini: 500 Miliar Yuan tanpa limit transaksi. Kepala Pelayan Keluarga Lin, sepuluh ribu bawahan setia Anda, dan seluruh armada bayangan bersiap menerima perintah pertama Anda."

​Lin Fan meremas komunikator itu perlahan, meresapi dinginnya logam di telapak tangannya. Bahunya yang selama ini selalu membungkuk untuk menyembunyikan identitasnya, perlahan ditarik tegap lurus ke belakang. Tubuhnya memancarkan aura dominasi absolut yang menakutkan, seolah seekor naga kuno baru saja merobek rantai yang membelenggunya di dasar bumi. Tatapan matanya yang selama tiga tahun ini sayu dan tidak bernyawa, kini berubah sangat tajam bagai pedang kekaisaran yang baru ditarik dari sarungnya.

​Ia memutar tubuhnya, menoleh ke arah jendela ruang tamu vila Keluarga Su. Ia membayangkan wajah lelah istrinya yang terus-menerus berjuang sendirian melawan kejamnya dunia bisnis, dan bagaimana mertuanya yang tamak terus berusaha menjual Yuhan kepada Zhao Tian demi secuil kekuasaan semu.

​"Tiga tahun lamanya kau melindungiku dengan caramu sendiri yang dingin, Yuhan," gumam Lin Fan di bawah langit sore, suaranya berat, dalam, dan dipenuhi oleh sebuah janji yang mengikat jiwa. "Kau tidak pernah meninggalkanku saat aku dianggap bukan siapa-siapa oleh dunia. Mulai detik ini, aku pastikan seluruh dunia akan bertekuk lutut di bawah kakimu."

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!