Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange
Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.
Generasi Delapan Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mahreen Al Khalifa
Manama Bahrain
"Sheikh Al Khalifa ... Princess Mahreen berkelahi ... Lagi!" lapor Daud, salah seorang pengawalnya.
Malik yang sedang dipusingkan dengan kasus pembunuhan para turis asing di Bahrain, semakin migrain mendengar putrinya berkelahi untuk kesekian kalinya.
"Mustafa, memang pengawal Mahreen tidak ada yang bisa menghandle anak nakal itu?" tanya Malik lelah ke tangan kanannya.
"Anda membutuhkan sesuatu?" balas Mustafa. Dia tahu Malik lebih pusing memikirkan Mahreen dibandingkan Maximilian meskipun dua-duanya suka membuat huru hara unfaedah dan absurd.
"Cari pengawal yang paling dingin dan saingan sama kutub Utara sekalian! Kirim dia jadi pengawal Mahreen. Yang tidak perduli putriku tantrum!" Malik menggeleng gemas. "Nurun siapa sih anak itu?"
Mustafa memilih diam daripada kena semprot Malik.
***
Leiden University Belanda
Hisyam Al Khalifa
Seorang pria dengan seragam tentara, mendatangi kampus Leiden dengan pengawalan tidak ketat. Mata birunya menatap tajam sekelilingnya dan rahangnya mengeras karena dirinya harus direpotkan oleh ... keponakannya!
Hisyam yang sedang menghadiri acara kenegaraan bersama dengan militer Inggris, harus terbang ke Leiden dari pangkalan RAF Inggris di North Yorkshire, usai acara selesai. Bukan tanpa alasan, karena Mahreen masuk sel! Mau tidak mau, Malik meminta tolong pada Hisyam yang sedang berada di Inggris.
Sheikh kedua Bahrain itu memang paham kalau keponakannya yang cantik sama panasannya dengan ayahnya, Malik. Tapi terkadang agak ceroboh seperti Milly.
"Yang Mulia Sheikh Al Khalifa," sapa dosen Mahreen. "Saya Professor Maguire. Maafkan saya harus menghubungi anda karena yang paling dekat," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Hisyam menyalami Professor Maguire dengan tegas. "Dimana keponakanku?"
"Dia di ruang tahanan kepolisian kampus Leiden. Saya tahu, Princess Al Khalifa hanya membela temannya tapi ... Terlalu OP ( over power )," jawab Professor Maguire. "Mari saya antar."
"Terlalu OP? Anda tidak sedang membicarakan soal MC di game yang OP kan?" tanya Hisyam.
"Maafkan saya ... tapi memang orang-orang yang dihajar Princess, masuk rumah sakit semua." Professor Maguire tampak meringis.
Hisyam hanya menggeleng gemas. Kacau ini!
Mereka pun tiba di kantor polisi kampus Leiden dan semua polisi langsung berdiri, memberikan hormat pada Hisyam.
"Sheikh Al Khalifa," salam kepala polisi wilayah kampus Leiden.
"Letnan. Dimana keponakanku?" tanya Hisyam usai bersalaman.
"Anda tidak perlu khawatir, Princess aman." Kepala polisi itu mengantarkan Hisyam ke sel. Tampak Mahreen sedang memasang wajah kesal.
Mahreen Al Khalifa
"Enak masuk sel?" tanya Hisyam membuat Mahreen menoleh.
"Duh! Malah Oom Hisyam yang datang. Daddy kirim Oom kah?" balas Mahreen.
"Menurut kamu?" Hisyam menoleh ke sekelilingnya. "Dimana pengawal kamu?"
"Ditarik Daddy pulang. Katanya tidak guna!" jawab Mahreen dengan wajah malas.
"Ya sudah! Kamu di sel semalam ya! Biar merenung!" Hisyam pun berbalik sementara Mahreen dan semua orang di sana melongo.
"OOM! Kok aku harus nginap?" seru Mahreen.
"Ini sudah kelima kalinya, Mahreen! Kamu itu baru setahun di Leiden tapi sudah lima kali masuk sel!" balas Hisyam.
"Tapi aku kan ada alasannya! Aku minta pengacara!" rajuk Mahreen.
"Tidak, keponakan aku tersayang! Kamu butuh bodyguard yang tidak memanjakan dirimu!" putus Hisyam. "Biarkan Mahreen di dalam sel semalam saja! Sekarang, apalagi yang diperbuat oleh keponakan aku satu itu?"
***
Markas MI6 Inggris
Kenneth Ferguson memegang pelipisnya saat Mustafa menghubungi dirinya. Pengawal setia Malik Al Khalifa itu sudah di tahap desperate time calls for desperate measure
"Situasi genting membutuhkan tindakan drastis" berarti bahwa situasi ekstrem dan sulit membenarkan pengambilan tindakan berani, tidak konvensional, atau berisiko yang biasanya tidak akan dipertimbangkan. Berasal dari ungkapan Hippocrates "penyakit ekstrem, metode ekstrem," ungkapan ini menyoroti perlunya solusi drastis ketika kelangsungan hidup atau kesuksesan dipertaruhkan. ( ada di quotes film Mission Impossible Rogue Nation ).
"Paman butuh orang MI6?" tanya Kenneth yang berada di ruang kerjanya.
"Benar Lord Ferguson. Paman anda sudah di fase pening. Sampai-sampai pengawal terakhir akhirnya ditarik Sheikh Malik karena terlalu memanjakan princess Mahreen," jawab Mustafa.
Kenneth mengusap wajahnya dengan tangannya. "Ampun deh! Kenapa sih adik-adik perempuan aku tidak bisa menjadi anak manis macan kucingnya Oom Rauf!"
"Eeerrrr ... Kucing Emir Khalid itu harimau, Lord Ferguson," cengir Mustafa.
"Haaaiisshhhh! Salah! Harusnya jabriknya Oom Gara!" gerutu Kenneth. "Ya sudah. Biar aku pikirkan. Apa Bahrain sedang ada masalah?"
"Banyak turis yang dibunuh di sini. Awalnya kami mengira hanya kriminal biasa tapi ternyata sudah ada enam kasus dan bagi Sheikh Malik, itu sudah masuk ranah pembunuhan berantai."
"Turis? Dari negara mana?" Alarm agen Kenneth langsung menyala karena di beberapa negara lain di Timur Tengah, Eropa dan Afrika juga terjadi. Seolah terorganisir. Shaqeer dan Mavendra merasa ini berkaitan dengan penjualan organ tubuh manusia. Dimana ada permintaan, pastinya harus ada supply. Apalagi banyak generasi yang berpikir pendek dengan menjual organ seperti ginjal demi mendapatkan gadget impian.
"Macam-macam."
Kenneth mengangguk. "Baik. Akan aku kirimkan agen MI6 terbaik dari tim aku. Biar aku hubungi Oom Malik. Oh, tenang saja, agenku satu ini orangnya tanpa basa basi!"
"Terima kasih Lord Ferguson."
***
Leiden Belanda
Mahreen menatap langit-langit selnya dengan perasaan dongkol dengan Oom dan ayahnya. Bagaimana bisa dia yang cantik seperti layaknya Princess, harus mendekam semalam di sel.
Dia tidak menyalahkan dirinya yang panasan dan ceroboh karena memang keturunan Malik dan Milly Al Khalifa. Tapi Mahreen juga seorang keturunan Pratomo, Al Jordan dan Hamilton yang punya kuasa dan kekayaan tidak main-main.
Tapi tetap saja aku dipenjara!
"Kenapa aku jadi macam Napak tilas Opa Ezra Hamilton ya? Haaaahhh, kenapa juga aku keturunan Opa Ezra sih? Kenapa tidak kalem macam Opa Chris?" gumam Mahreen yang tiduran diatas bunk besi. Beruntung dia mendapatkan selimut dan makanan halal jadi tidak kedinginan serta kelaparan.
Suara ramai terdengar dan membuat Mahreen terbangun. Dia mendengarkan percakapan tiga orang pria dengan bahasa Belanda. Mahreen menangkap percakapan itu yang isinya ada yang menjemput dirinya.
Dia pun berdiri dengan semangat. Mahreen sungguh tidak sabar untuk kembali ke flatnya dan membayar tidurnya yang tidak terlalu enak karena tempat tidurnya dari besi.
Tidak lama, kepala polisi datang bersama dengan seorang pria yang Mahreen belum pernah melihatnya. Wajah pria itu tampak dingin ditambah style bajunya yang khas bad boy, membuat auranya semakin terlihat ... Menyebalkan!
"Princess, anda sudah boleh keluar dari sel. Ini pengawal anda, Collin Lange. Ayah anda yang mengirimkan Mr Lange untuk menjaga anda selama di Leiden." Kepala polisi itu membuka kunci sel dan Mahreen pun keluar dari sel.
"Pengawal aku?" ulang Mahreen.
"Benar."
Mahreen menatap Collin yang lebih tinggi sedikit darinya yang 175cm. Mahreen mengira-ngira tinggi Collin sekitar 179-180cm.
"Siapa yang mengirim kamu?" tanya Mahreen dengan bahasa Inggris.
"Ayah anda, Sheikh Malik Al Khalifa. Sekarang, Princess. Anda mau pulang atau masih mau menginap disini?" balas Collin dingin.
Introducing Collin Lange
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaaa
Penggantinya Arletta yang mau tamat. sesuai dengan janji
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
#eh