Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Tragedi
23 May 2025
Matahari baru muncul setengah, menyelinap malu-malu di sela tirai jendela. Udara pagi masih dingin, tapi hangatnya perlahan mengisi ruangan. Jam dinding berdetak pelan, seolah menunggu seseorang untuk mengambil keputusan yang tertunda sejak semalam. Dari luar, terdengar suara burung berceloteh-dunia seperti menawarkan harapan yang baru saja lahir. Seorang Gadis cantik tengah berolahraga pagi di taman kota yang tak jauh dari dekat rumahnya
ia duduk di bangku taman sambil mengelap keringatnya, lalu mengambil ponsel yang berada di saku celananya lalu melihat berita saat ini, ia berkata
"Astaga, pemerintah sekarang kemana sih! kok kasus ini nggak pernah kelar, heran deh"ucapnya menggerutu melihat berita panas hari ini,
kenalan dulu dong kita, tak kenal maka tak sayang, hidih sayang nggak tuh, nama gua Qirana Velaryne Azzahra, gua saat ini berkuliah di fakultas swasta jurusan Sistem informasi semester 6, sebenarnya gua saat ini nggak sesantai yang kalian liat, gua saat ini tengah menghadapi Praktik kerja Lapangan bisa di bilang PKL, menghadapi client yang sangat bawel, membuat gua ngerjainnya ekstra sabar, syukurlah gua saat ini selesai tahap pelaporan, begitu juga project mengenai website, mana itu project pakek face recognation (scan wajah), untung dosen ku pak Yoga, bapak terdebes sepanjang masa.
Gua terkenal sebagai "Dewi" di salah satu kampus Swasta Institute Teknologi dan Bisnis Palcomtech, agak berlebihan sih memberi Gua dengan Gelar seperti itu, padahal dulu sewaktu semester satu, Gua itu itam dan dekil, namun berkat usaha dan perawatan yang muahal minta ampun sekarang Gua menjelma jadi putri tidur, Gua terkenal pinter, padahal semua itu ada keringat yang harus di bayar, kurangnya jam tidur, sampai kadang Gua lupa makan.
sambil scroling toktik tak lupa melihat jalan agar senantiasa selamat, gua pulang ke kos kosan gua yang tak jauh dari kampus, disitu gua ngeliat Mella yang tengah asik berkutat di laptop, gua ngerti kalo dia pasti tengah menghadapi kendala di pelaporan, terutama dosennya yang sangat perfeksionis, gua melangkah mendekat, dan berkata
"Asik bener mell, laporan aman??"ucapku bergurau melihat raut muka Mella yang seperti benang kusut, Mella menatapku sekilas lalu berkata
"yeh dah lu mah enak udah selesai, gue perkara gambar ama spasi kurang 2 centi aja udah musti revisi, mana tuh dosen bawa mistar segala buat ngukur gambar sama spasi"ucapnya menggerutu dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal
mendengar itu gua tertawa terbahak-bahak sambil berkata "anjir yang bener aja pakek mistar buat ngukur spasi ama gambar, duh dosen lu emang kocak dah mel..."ucap ku masih tertawa,
"ya udah sini gua bantu, mumpung gua baik, mau nggak??"ucapku lalu mendekat dan mengambil alih laptop yang berada di tangan Mella, Mella dengan senang hati ngebiarin gua ngerjain laporannya,
satu jam berlalu, laporan Melly gua selesain secara cepat tanpa adanya cacat sedikitpun, gua sambil menyerahkan laptop tersebut kepada Melly lalu berkata
"nih udah selesai, bulan ini lu traktir gua sebagai imbalan nyelesain laporan lu"ucapku menyenggol lengan Melly dengan pelan, Melly hanya memutar bola matanya, ia berkata
"iya deh, sono mandi, badan lu udah kayak berenang di supiteng"ucapnya sambil menutup hidungnya dengan tangan kirinya, gua justru tidak tersinggung sedikitpun, malah gua ejek balik,
"heleh nggak sadar diri, lu aja belom mandi dari semalem"ucapku lalu berlalu menuju kamar mandi kos kosan Melly, kos gua dan Melly bersebelahan,
sejak perpisahan orang tua gua, gua kerja di sebuah mini market yang tak jauh dari kampus gua, disitu gua di kenal sebagai dewi kasir mini market, heheh tentu karna gua cantik, yang gua sesali adalah kenapa gua nggak dari dulu ngerawat diri, yang mereka liat gua adalah dewi kampus, tapi aslinya gua itu nggak secantik itu, dulu gua terkenal dengan cewek hitam dekil dari SMP aja Gua aja sering di bilang arang berjalan, hobi Gua ngelukis dari kecil sudah menang lomba sayangnya bokap gua nggak support sama sekali, kalo nyokap dia support gua terus, sampe beliin gua alat segala macem, gua sebenarnya ada bakat di bidang itu, tapi gua sendiri malah sia sia in perjuagan nyokap, alhasil gua kuliah malah jurusan yang tidak sesuai bidang sebenarnya bukan karna mau tapi terpaksa.
Gua bergumam di kamar mandi yang luasnya setengah dari kos gua, yaps sangatlah kecil dan sempit, disitu gua fikir
"Andai aja waktu itu bisa berputar balik kebelakang, pasti gua nggak bakal sia-sia in semua kerja keras nyokap, tapi ya apa boleh buat, lagian gua juga nggak kayak MC novel wkwkkwkw"batinku sambil cekikikan nggak jelas
"tapi seru juga ya kayak di Novel mereka di kasih kesempatan kedua, bisa ngerubah takdir mereka yang sebelumnya buruk jadi lebih baik, ya gua kan jadi iri dengarnya..."batinku tertunduk lesu, kemudian aku melanjutkan acara mandi yang sempat tertunda karna pikiranku yang terus berperang,
setelah 30 menit berlalu, gua keluar di kamar mandi, dengan pakaian kaos sederhana tidak membuat kecantikan Gua pudar, malah justru buat Mella terpana, ia berkata
"anjir lu pakek kaos bosok aja bisa cantik gini rana, gimana misal lu dikasih dress bedeh bakal bisa tuh nge gait satu tuan muda generasi kesekian"ucapnya menggoda gua, namun godaan dia itu tidak dalam kendali gua, justru gua tersenyum karna sahabat gua ini sangatlah pengertian,
"bisa aja lu mell, lu juga cantik kok, kurang polesan aja"ucapku memuji Mella, karna benar sahabatku ini memang cantik namun karna tertutup wajahnya yang kusam, Mella yang mendapat pujian gue perhatiin hatinya berbunga-bunga, justru itu yang buat gua tertawa sama tingkahnya yang random, Mella kemudian pamit meninggalkan gua sendirian di teriknya matahari, gua duduk di depan kos gua yang terbilang adem, angin kentut kendaraan, gua berbisik
"kapan gua bisa ke kota sebelah, udah udaranya adem, kotanya maju, nggak di korupsi pemerintahnya, duh gua iri deh ama temen gua SMA dia udah kesana aja, padahal ekonomi keluarganya sama kek gua, tapi kedua orang tuannya mendukungnya, lah sedangkan gua nyokap gua saat ini udah nggak ada, kakak gua yang nggak ada kabar sama sekali, bokap gua yang kawin lari, cinta banget gua ama takdir gua ini, meski nggak adil"bisik ku begitu panjang seperti pidato kepala sekolah
"Andai kata gua di beri kesempatan kedua, gua akan bahagia in nyokap gua, untuk bokap gua ogah mah, sono urusin aja bini nya yang seumuran ama gua, mungkin gua ama Delvano jadian waktu itu, ya gua nya aja bego, nggak mau ngungkapin perasaan gua, gengsian, rasanya pengen balik ke masa lalu terus mukulin diri gua yang di masa lalu, hah~"bisik ku kembali, lalu beranjak kembali ke kos, menggunakan seragam khusus pegawai minimarket, yaps shift gua siang, karna hari ini nggak ada kelas paginya gua bisa nyantuy,
semilir angin menerpa wajah mulus gua yang tertutupi bedak tipis, makeup gua nggak semahal artis ataupun selebriti papan atas, gua cuma pakek bedak bayi, di sepanjang jalan, gua melihat berbagai macam aktifitas, hobi gua emang suka merhatiin sekitaran jalan, karna disana gua bisa melihat interaksi antar manusia, sampai gua di mini market teman shift gua namanya Danu, sibuk melayani pelanggan Tanpa banyak bicara Gua langsung membantu melayani pelanggan dengan cepat, saat dia melihat gua ia pun tersenyum lega, ia kemudian mendekat lalu berkata
"akhirnya lo dateng juga rana, dewi kita, ya udah rana lo gantiin gua, soalnya shift gua siang ini harus nata barang di gudang"ucapnya, sambil menyerahkan kursi yang ia duduki ke gua, gua menganggukan kepala, lalu duduk dan melayani pembeli dengan cepan dan efisien, gua juga ngeliatin Danu yang menata barang dengan cepat, ya gua udah terbiasa ama laki laki satu ini, jangan liat tampang gantengnya, sebenarnya dia gay, kaget kan? hahaha, tapi perawakan dia masih terbilang normal untuk laki-laki ber otak perampuan,
jam terus berjalan, menit terus bekerja keras, begitupun detik, mereka terus berjalan, hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 5 sore, shift berganti, gua akhirnya pulang tak lupa bonus dari bos gua, lumayan bisa buat makan sebulan, tapi gua selalu hemat buat keperluan hobi gua hehe, ya gua adalah pelukis anonim yang tengah dicari pemerintah, tapi gua nggak ngungkapin ke siapapun termasuk Mella
bunyi deru mesin mobil truk terdengar begitu cepat, di tengah gua nyebrang, gua nggak sadar jika ada mobil truk yang melaju kencang dan menabarak gua tepat saat gua udah sampai di tengah jalan, bunyi pekikan, memekakan telingaku tak sadar jika, darah mengalir deras di dahiku yang terus menerus keluar saat detik terakhir Gua melihat seseorang yang ku kenal mengelilingiku ternyata kak Liam ia berusaha menenangkan namun kesadaranku perlahan menghilang, disitu gua ngeliat Mella menangis histeris terus memanggil namaku tak hanya Mella ada kak Liam dan Kak Kaylo yang nampak mengendongku bergegas membawaku ke rumah sakit terdekat , namun kesadaranku akhirnya menghilang, sebelum mataku terpejak di dalam benakku aku berkata
"maafkan aku bundah.. mungkin perjalananku sampai disini dulu, Andai kata tuhan memberikan kesempatan kedua untuku, aku Qirana Velaryne Azzahra akan membahagiakan bundah"bisik ku dalam kesunyian
nyahoo sampe sini dulu ceritanya ya~ hehe author hanya bergurau saja, nantikan bab berikutnya jangan lupa baca cerita author yang lain, ada Ruin Takdir, dan Di Balik Semu Itu.., sampai jumpa dadah~ MUACH